NovelToon NovelToon
Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Duda / Ibu Pengganti
Popularitas:583.9k
Nilai: 5
Nama Author: saputri90

Nayla Putri Atmaja (21) seorang gadis riang yang tengah menempuh pendidikan di sebuah universitas swasta di kota Jakarta, tak pernah menyangka hidupnya akan serumit ini setelah ia bertemu dengan Bayu Pratama (30). Seorang dosen muda yang mengisi mata kuliah di semester lima. Selain menjadi seorang dosen Bayu merupakan seorang pengusaha muda. Pria yang cukup sukses dan berpendidikan tinggi, namun menyandang status duda beranak satu.

Entah disengaja ataupun tidak pertemuan mereka di kampus menjadi awal kisah cerita mereka dimulai. Hidup Bayu yang semula terlihat begitu datar, kini berubah menjadi sangat menyebalkan ketika takdir mempertemukan dirinya dengan sosok Nayla yang memiliki sikap menjengkelkan, merepotkan, banyak maunya, bicara sembarangan dan blak-blakan. Sangat berbanding terbalik dengan kehidupan Bayu yang terlihat begitu tenang, datar dan tertutup.

Mau tau kelajutan kisah mereka selanjutnya? Yuk simak terus cerita Jodoh Tak Diundang...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saputri90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JTD Bab 28

"Ahh...ahhh..." lenguh keduanya yang sedang menikmati sesi percintaan mereka, tanpa perduli orang-orang yang terus saja memperhatikan mobil Bayu yang bergoyang tanpa berani menegurnya, karena tahu siapa pemilik mobil itu.

"Mas, aku sudah mau pipis nih,"

"Iya sayang, tunggu sebentar lagi, anak kita juga sepertinya sudah pulang," jawab Bayu yang membuat Nayla menoleh kearah depan mobilnya.

"Mas, gimana ini? Sultan makin dekat, dia pakai lari segala lagi, aduh anak Mami, jangan lari dong ah... Mami belum selesai," ucap Nayla yang membuat Bayu kembali tersenyum.

Bisa-bisanya istrinya itu bicara seperti itu, saat ia masih sibuk bergoyang diatas miliknya.

"Mas cepetan udah belum? Aku udah gak tahan, itu anak kita udah di depan mobil kita, aduh dia pasti lagi liatin mobil Papinya goyang-goyang kaya odong-odong," tanya Nayla lagi dengan masih memandangi putra sambungnya itu yang tengah berdiri di depan mobil mereka.

"Udah dari tadi, tapi kamu terus goyangin punya Mas, ya Mas bisa apa selain menikmati," ucap Bayu tanpa dosa yang membantu menggunakan pengait Bra istrinya yang ia lepas sebelumnya.

Plak!! [Satu pukulan mendarat di pundak Bayu].

"Nay..." Pekik Bayu memanggil nama istrinya saat ia merasa sakit akibat pukulan sang istri.

"Kamu tuh Mas, kalau nambah ngerti sikon dong, ini gimana jelasin sama anak kita, dia liatin mobil Papinya goyang-goyang gini di parkiran sekolahnya? Haduuh gak bisa bayangin deh nih, pasti dia bakalan nanya penyebab mobil Papinya goyang-goyang," ucap Nayla sembari merapikan pakaiannya begitu juga dengan Bayu yang sibuk merapikan pakaiannya.

"Udah gak usah dipikirin, itu masalah kecil, anak kecil di bohongin juga pasti iya-iya ajah," jawab Bayu yang kemudian keluar dari mobil menyambut kedatangannya putranyanyang sejak tadi berdiri di depan mobilnya.

"Hallo jagoan Papi, gimana sekolahnya hari ini humm?" tanya Bayu yang mengangkat tubuh Sultan dan menghujaninya dengan ciuman di pipi putih bersemu merah milik putranya itu.

"Baik Papi sekolah Sultan hari ini. Papi-papi tahu gak tadi Sultan dan teman-teman dan juga Miss Clau buat perahu, tapi perahu kertas yang Sultan buat tenggelam Pih, di bak air karena Miss Claudia menenggelamkanya, tapi punya teman Sultan yang lain enggak ditenggelamin sama Miss Clau, hanya punya Sultan saja Pih," jawab Sultan yang seakan mengadu pada orang tuanya.

"Kok bisa? Sultan gak nangiskan sayang?" tanya Bayu yang melihat raut sedih di wajah putranya.

"Iya, Miss Clau yang menenggelamkannya, katanya kalau perahu yang terbuat dari kertas itu pasti akan tenggelam contohnya punya Sultan, berbeda jika dibuat dari besi baja ataupun kayu seperti perahu Nelayan, tidak akan tenggelam, apa itu benar Pih?" jawab Sultan meniru apa yang dijelaskan Claudia padanya.

"Benar sayang, apa yang dikatakan Miss Claudia perahu kertas yang rapuh pasti akan tenggelam jika terkena air, sangat berbeda dengan perahu yag terbuat dari kayu ataupun besi baja, bentuknya yang kokoh tak membuatnya tenggelam. Papi harap kamu tidak menceritakan hal ini sama Mami ya, Papi khawatir Mami akan sedih karena tidak bisa melihat perahu kertas buatan putra kesayangannya ini," pinta Bayu berbohong pada putranya.

Sebenarnya dia tak ingin Nayla tahu karena ia sadar betul Claudia menyatakan perasaan kecewa dan patah hati yang ia rasakan saat ini, dengan apa yang ia ajarkan hari ini pada putranya.

Ya benar, Claudia memang sedang merasakan kecewa dan patah hati, ia menenggelamkan perahu buatan Sultan sebagai sebuah tanda, bahwa cinta dan kasih sayangnya pada Sultan dan Bayu telah karam dan tenggelam. Tidak etis memang dengan apa yang dilakukan Claudia pada Sultan muridnya, tapi begitulah wanita jika mengekspresikan kesedihannya.

Bayu membawa Sultan masuk ke dalam mobil, ia membuka pintu belakang mobilnya, memasukkan Sultan ke dalamnya dan membiarkan Suster Marni masuk ke dalam mobil kemudian menutup pintu mobilnya sendiri, ia melangkahkan kakinya menuju pintu depan bagian kanan mobilnya untuk mengendarai sendiri mobil miliknya itu.

Belum lama mobil berjalan Sultan pindah duduk begitu saja ke kursi bagian depan.

"Mami, Sultan mau duduk sama Mami," ucap Sultan yang sudah membuka sepatunya dan melangkahkan kakinya ke depan, melangkahi segalanya yang ada di hadapannya.

Nayla yang sedang memainkan ponselnya segera meletakkan ponselnya di dashboard mobil, dan menggapai Sultan yang ingin duduk di pangkuannya.

"Sini sayang sama Mami," ucap Nayla saat membantu Sultan untuk duduk dipangkuannya.

"Kita mau kemana sekarang Mami?" tanya Sultan dengan kepala yang mendongak untuk melihat wajaj Ibu sambungnya.

"Ke showroom mobil sayang, Mami minta beliin mobil baru sama Papi," jawab Nayla jujur pada putranya.

"Mobil Papi banyak, Mami gak mau pakai punya Papi aja?" tanya Sultan yang menanggapi pertanyaan Nayla.

"Enggak ah sayang, Mami pengen punya mobil yang bisa kamu dan adik kamu nanti bisa lari-lari di dalamnya," jawab Nayla yang seketika membuat Sultan tersenyum senang mendengarnya.

"Kamu mau beli bus, Mih?" tanya Bayu dari balik kemudinya yang ikut nimbrung dengan pembicaraan keduanya.

"Bukan bus, cuma kontener yang Mami mau beli, Pih," jawab Nayla asal.

Seketika tawa Sultan pecah mendengar jawaban lucu ibu sambungnya.

"Papi serius nanya mih, Mami sebenarnya mau mobil yang kaya gimana?" tanya Bayu yang menatap sejenak wajah sang istri yang sedang cengengesan bersama putranya lalu kembali menatap ke arah depan.

"Sejenis MPV tapi yang kelas premium yang Mami ingin beli, boleh ya Pih?" jawab Nayla dengan permintaanya, ia menatap wajah suaminya sembari memainkan tangan anaknya yang ia gerak-gerakkan tak jelas.

"Ok," jawab Bayu atas permintaan istrinya.

"Tapi nanti pakai supir ya, Mami gak mau nyetir sendiri lagi, cape," pinta Nayla lagi.

"Hemm, Ok," jawab Bayu lagi atas semua permintaan istrinya dengan mata yang fokus menatap jalanan.

"Hemm-ham-hem, oka oke, jawab yang benar apa Pih," protes Nayla dengan tatapan tak sukanya melihat sang suami yang sedang mengendarai mobilnya.

"Itu udah benar Mih, memang Papi harus jawab yang seperti apa?" tanya Bayu. Ia menanggapi protes yang dilayangkan istrinya itu terhadap dirinya.

"Harus seperti apa? Jangan kaku banget apa Pih jadi suami, kata-kata Papi tuh terlalu irit menjawab semua permintaan Mami, kaya ngomong bayar aja sih," omel Nayla yang membuat Suster Mirna senyum-senyum sendiri mendengarnya.

Untuk pertama kalinya Suster Mirna menyaksikan keributan majikannya karena hal yang sangat sepele.

"Ya ngomong emang gratis Mih, kalau ngomong harus bayar sepi dong dunia ini?" tanggap Bayu dengan kegaringannya.

"Gak lucu, garing banget ih si Papi ini, Papi tuh harus belajar jawab pertanyaan istri dengan manis, pakai rangkaian kata-kata yang harus panjang kaya gerbong kereta, ingat satu hal Papi, wanita itu paling suka di gombalin selain di belanjain," balas Nayla kembali.

Bayu tersenyum mendengar ucapan sang istri begitu oula dengan suster Marni yang duduk di belakang.

"Nyonya ada-ada saja, Tuankan pendiam dan kaku, mana bisa menggombali Nyonya," batin Suster Marni.

1
Ulna Yana
kak , update dong 😔😭
laelatul qomar
Luar biasa
💗vanilla💗🎶
dihh pake diucapin lagi
Ella Ella
ceritanya mkin amburadul Thor
Pipit F 🤩
Naylul emang kang kompor suka kalo sodara-sodaranya susah
Cliff💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
siap2 ajalah para opa2🤭🤭🤭pembalasan nay lbh kejam🤣🤣
bayangan
🤭🤣🤣🤣 bapknya sendiri aja tkut sama kelakuan anaknya si naylul 🤣🤣
Ramadhani Kania
siap2 y oppa2 d marahi nenek uyut....🤭😂😂
Wu Shi Des
bagus Thor, semangat up nya...
Pipit F 🤩
waduh mode adu domba ini mah sesama kakek kakek 🤣🤣
emang bener-bner si Nayla
Pipit F 🤩
kena skak matt
Pipit F 🤩
emang istri durhakim 😅
Cliff💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
nay hbs makn dimsum mendptkan wangsit🤭
Cliff💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
🤣🤣🤣🤣
Cliff💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
🤣🤣🤣nay tau aja yg mahalan🤦‍♀️
Cliff💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
🤣🤣🤣msh mode marah2
bayangan
wah si nayla mau adu domba ni ke kakek abraham 🤣 bakalan seru tuh kakek kakek adu mulut gegara sinayla 😅
🍒⃞⃟🦅🥑⃟gaibfarm🦉𝐕⃝⃟🏴‍☠️
otaknya bnr² encerr si Naylul
Pipit F 🤩
kasian ini para pelayan di grebek para tetua mafia emak rmak 😅🤣
Pipit F 🤩
istri istri mode singa semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!