NovelToon NovelToon
PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA

PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik / Cinta Seiring Waktu / Harem / Tamat
Popularitas:963.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: rcancer

Tidak ada manusia yang sempurna, Begitu juga pada diri seorang pemuda yang memiliki sejuta pesona serta menjadi idaman para wanita. Namun karena ketidak sempurnaan yang dia miliki, pemuda itu kerap mendapat pandangan buruk dari orang orang disekitarnya. Karena kekurangannya juga, Pemuda itu harus mengalami kejadian yang sangat tidak menyenangkan. Kekurangan apa yang dia miliki? Hal tidak menyenangkan apa yang terjadi pada pemuda itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rcancer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mereka Belum Jera

Di hari yang sama di depan sebuah rumah, Reynan dan Lehan nampak sedang duduk santai di teras sebuah rumah. Mereka sepertinya sedang membicarakan hal yang serius.

"Aka sih yakin, Julian sebentar lagi akan menceraikan ketiga istrinya itu," ucap Raynann dengan keyakinan yang sangat tinggi.

"Tapi kasihan sih dengan cewek cewek itu, namanya benar benar buruk gara gara ulah kita," balas Lehan. Sebenarnya ada rasa sesal dalam hati pria itu karena turut andil dalam memfitah ketiga istri Julian termasuk Kamila, sepupunya.

"Itu kan salah mereka sendiri. Coba kalau mereka tidak ikut campur dengan urusan kita, nggak mungkin nasib mereka akan seperti itu. Gangguin kesenangan orang aja," balas Reynan terdengar kesal.

"Mungkin kalau bisa di ajak bicara baik baik, hasilnya nggak akan kayak gini, Rey."

"Hahahaa ... nggak bakalan, Lehan! Mereka pasti akan membongkar aib kita. Orang udah kelihatan banget kok."

Lehan pun menghembuskan nafasnya kasar dan terdiam. Dia memiliu mengalah daripada harus berdebat dengan rekan pemuasnya itu.

"Sekarang kita pikir lagi, bagaimana caranya menjerat Julian. Aku masih penasaran, ingin merasakan tubuh cowok tampan itu," ucap Reynan lagi.

"Terserah kamu aja deh, aku ngikut."

Sementara itu orang yang mereka bicarakan masih sedang bersama ketiga istrinya di dalam kamar, membongkar satu persatu kado dari para tamu.

"Kecil banget, kira kira apa nih isinya?" ucap Safira.

"Jangan jangan pengaman," celetuk Namira hingga membuat gerakan Safira terhenti.

"Pengaman? Maksud kamu?"

"Ya elah masa kamu nggak tahu pengaman. Itulah alat yang dipakai laki laki saat zina agar si wanita tidak hamil."

"Astaga!" pekik Safira sambil spontan melempar kado kecil itu jatuh di hadapan Julian. Namira dan Kamila malah cekikikan melihat reaksi Safira yang tampak kaget.

Julian sendiri juga terkejut mendengarnya. Dia diam diam tersenyum sembari melirik tingkah para istrinya. Julian meraih kado kecil yang ukurannya seperi bungkus rokok itu.

"Jangan dibuka, Mas! Jijik!" seru Safira. Julian sontak menghentikan gerakannya sembari memandang Safira sejenak, lalu beralih memandang kado kecil itu.

"Astaga! Apa yang jijik, itu juga paling masih dibungkus, belum terpakai," kata Kamila.

"Jika memang isinya pengaman kok ya iseng amat yang ngasih kado begituan. Padahal kan pengantin baru nggak butuh benda seperti itu," oceh Namira.

"Mungkin itu sindirian buat kita. Kan kalian tahu, dari tadi kado yang kita buka, kata katanya isinya sindiran semua. Penggemar Mas Jul nggak terima nikah sama kita," ujar Kamila.

"Owalah iya!" seru safira. "Jadi dipikiran mereka itu kalau kita adalah cewek murah meriah? Astaga!"

Mendengar ucapan Safira lagi lagi hati Julian tersentil. Biar bagaimanapun karena ucapan dia juga beberapa kali menghina ketiga istrinya dengan perkataan yang kasar.

"Udahlah, sabar aja," balas Namira. "Anggap aja nasib buruk sedang menimpa kita. Mau menyangkal juga percuma kan? Kita nggak ada bukti."

Kamila dan Namira sontak mengangguk. Mereka lantas terdiam dengan wajah berubah menjadi sedih. Julian yang sedari tadi diam pun hanya mampu memperhatikan istrinya dalam diamnya.

Julian menghela nafasnya pelan pelan. Ada rasa iba saat menyaksikan ketiga istrinya nampak sedih. Tapi sungguh, dia tidak bisa berbuat apa apa untuk saat ini. Selain karena rasa benci yang masih membekas karena kejadian tempo hari, Julian juga seperti tidak punya daya dan upaya untuk menghibur ketiga wanita itu. Julian pun membuka kado kecil yang dia pegang. Keningnya berkerut karena isinya berbeda dengan dugaan para istrinya.

"Loh kok isinya kunci sama Atm?" ucap Kamila yang diam diam memperhatikan tangan Julian.

"Ah iya, kunci apaan tuh?" tanya Namira. "Jangan jangan kunci rumah?"

"Hahaha ..." safira sontak terbahak. "Mana ada yang ngado rumah? Emangnya kita artis?"

"Ya siapa tahu dari persatuan wanita pecinta Julian. Mereka menggalang dana untuk membeli rumah," ucap Namira tak mau kalah, walaupun jawabannya emang sangat ngawur.

"Rumah apa? Rumah tikus?" ejek Kamila. "Paling kunci kotak amal."

"Hahaha ... jawaban kalian nggak jelas banget," ucap Safira. "Terus itu ATM buat apa?"

Julian tetap diam sambil memperhatikan kunci serta kartu berwarna hitam juga ada kertat putih yang terlipat. Julian membuka lipatan kertas itu dan keningnya semakin berkerut. "Siapa yang ngasih kado ini?"

Ketiga wanita yang sedang heboh sendiri tiba tiba terdiam sambil menatap ke arah Julian dengan penuh pertanyaan. Julian lalu meletakkan kertas, kunci dan kartu itu di atas lantai lalu dia langsung bangkit dan keluar dari kamarnya.

Ketiga istri Julian pun merasa heran melihat suaminya yang menjadi semakin aneh. Karena penasaran, Safira mengambil kertas yang baru saja dibaca isinya oleh Julian. Betapa kagetnya ketiga wanita itu saat membaca isi surat dalam kado.

...@@@@@...

1
Akta Fernanda S
Luar biasa
3RSEL
terima kasih atas karya mu Thor.Sukses selalu
Okto Mulya D.
kondangan Julian 100jt, Faiz langsung balik modal dehhh
Okto Mulya D.
mantab pak Alonso, memang harus begitu menghadapi orang yang tak tahu malu..
Okto Mulya D.
Bu Sukma kenapa diulur² tegas saja, kan Julian pernah bilang tak mau nikah lagi nambah istri.
Okto Mulya D.
hmm niat banget sihh Vita
Okto Mulya D.
lagian dikibuli anak saja mau, karena obsesi punya mantu orang kaya.
Okto Mulya D.
Ehhh Julian rugi kalau tak nyodok, itu bisa ilangin stress dan capek.
Okto Mulya D.
Hahaha..wajar kali cewek tertarik sama Julian yang keturunan Italia, apalagi kaya raya. tapi kan Julian sudah tidak mau menikah lagiii ya jangan maksa lahh
Okto Mulya D.
Siapa tuhhh
Okto Mulya D.
panas² hati ini ya Kamsul..
Okto Mulya D.
harusnya ini judulnya anak sultan jadi rebutan ya Thorrrr
Okto Mulya D.
Sudah pasti Julian tambah kereeeennnn
Okto Mulya D.
Hmm bisa dibayangkan di kampung ada bule dari Italia. sudah pasti hebohhh Se kampung
Okto Mulya D.
Hahaha dasar Kamsul sudah kena bius setannn kayaknya...fitnah saja di dalam otaknya.
Okto Mulya D.
si Kamsul masih aja usaha, kenapa tidak kamu aja kan baru satu istrimu Sul
Okto Mulya D.
Anaknya tukang ngibul masak tidak tahu sihh Pak Rastammmm
Okto Mulya D.
byurrrr...berisik kalian pergi dari sini, di rumahku ada anak di bawah umur, otak dipakai kata Om Seno!
Okto Mulya D.
Mampus tuhhh Rastam dan keluarga nya. dan Suryo siap² kehilangan pekerjaan jika tetap melawan..
Okto Mulya D.
libas pak Alonso..jangan dikasihi, kasih aja bogem mentah itu mulut nya supaya bener
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!