NovelToon NovelToon
Gadis Desa Milik Tuan Mafia

Gadis Desa Milik Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Mafia / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Vinna naa

Bagi dunia luar, Justin Devano Ardiansyah adalah perwujudan dari malaikat maut. Sebagai pemimpin tertinggi The Ardiansyah Syndicate, dia adalah pria berdarah dingin yang menguasai dunia bawah tanah ibu kota dengan tangan besi. Hidupnya penuh dengan darah, pengkhianatan, dan kemewahan yang hampa. Namun, sebuah konspirasi besar dan pengkhianatan anak buahnya membuat Justin terdesak, terluka parah, dan terdampar di sebuah desa terpencil yang jauh dari peradaban kota.

Di sanalah ia merangkak ke sebuah gubuk bambu milik Kimberly seorang gadis desa yatim piatu yang hidup sederhana sebagai penjual jamu tradisional keliling.

Kimberly tidak tahu siapa pria bertato naga yang sekarat di dapurnya. Yang dia tahu, pria itu membutuhkan pertolongan. Dengan ketulusan dan keberanian yang murni, Kimberly merawat sang mafia, menjahit lukanya dengan alat seadanya, dan memberikan ketenangan yang belum pernah Justin rasakan sepanjang hidupnya. Mata polos dan ketulusan Kimberly berhasil mencairkan gunun

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vinna naa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Gempar Di Grup Singa

Setelah makan siang yang sukses besar, Justin terpaksa kembali ke kantor pusat untuk menyelesaikan beberapa berkas logistik yang tertunda.

Namun, ada yang berbeda dari Tuan Besar hari ini, aura membunuh yang biasanya melekat erat pada tubuhnya seolah luntur, digantikan oleh ekspresi wajah yang lebih rileks bahkan cenderung melamun.

Di dalam mobil limosin yang melaju membelah kemacetan ibu kota, Justin duduk bersandar sambil menatap layar ponselnya.

Marco yang menyetir di depan sesekali melirik dari kaca spion, merasa heran dengan perubahan suasana hati bosnya.

Justin membuka aplikasi pesan instan khusus yang terenkripsi miliknya, aplikasi itu hanya berisi satu grup obrolan rahasia bernama “The Core”, yang beranggotakan para petinggi dan tangan kanan kepercayaan The Ardiansyah Syndicate di seluruh distrik kota.

Biasanya, grup ini hanya digunakan untuk melaporkan pergerakan musuh, transaksi bernilai triliunan, atau perintah eksekusi darurat.

Namun siang itu, jempol kekar Justin yang biasa menarik pelatuk senjata mengetik sesuatu yang tidak terduga.

Justin D. A: Bagaimana cara menghilangkan bau terasi yang menempel di tangan?

Hening.

Selama tiga menit penuh, grup yang biasanya merespons instruksi bos dalam hitungan detik itu mendadak sunyi senyap seperti kuburan.

Para pemimpin distrik yang tersebar di pelabuhan, kasino, hingga jalur finansial kota diyakini sedang mengucek mata mereka berulang kali, mengira akun bos besar mereka sedang diretas oleh badan intelijen asing.

Barulah setelah menit keempat, sebuah balasan masuk dari salah satu komandan wilayah barat yang terkenal paling blak-blakan, Leon.

Leon_West: Tuan Besar... apakah itu kode rahasia untuk menyelundupkan barang dari wilayah pesisir? Apakah 'terasi' adalah nama samaran dari bahan peledak jenis baru?

Kael_Fin: Saya rasa bukan, Leon. Mungkin Tuan Besar sedang menguji kesiapan mental kita. Mohon instruksi selanjutnya, Tuan Besar. Apakah kita harus mengamankan pabrik terasi di utara?

Justin mengembuskan napas panjang, memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut, dia melirik Marco di depan.

"Marco, anak buah kita di distrik barat dan finansial kenapa mendadak bodoh semua?" Marco berdeham keras, menahan senyum di sudut bibirnya.

"Mohon maaf, Tuan Besar. Mungkin karena mereka tidak pernah membayangkan Anda akan menyentuh sambal ulek setelah menghabisi kelompok Bramasta kemarin."

Justin kembali mengetik dengan cepat di layar ponselnya.

Justin D. A: Ini bukan kode. Ini pertanyaan sungguhan. Istriku membuat sambal terasi siang ini. Rasanya luar biasa, tapi baunya tidak mau hilang meski sudah pakai sabun mahal.

Pemberitahuan di grup itu langsung meledak. Rentetan pesan masuk bertubi-tubi dengan kecepatan yang mengerikan.

Leon_West: Demi Tuhan... Nyonya Besar memasak?!

Gavin_South: Tuan Besar, gunakan perasan jeruk nipis atau gosokkan tangan Anda pada sendok berbahan stainless steel di bawah air mengalir. Senyawa baja akan mengikat molekul bau belerang dari terasi. Itu trik dari ibu saya di kampung.

Kael_Fin: Gavin, kenapa kau tahu teori dapur?! Kau kan kepala penyelundup senjata!

Gavin_South: Diam kau, Kael! Sebelum jadi mafia, aku juga anak berbakti yang suka bantu ibu di dapur!

Justin membaca balasan dari Gavin dengan saksama, dia langsung melirik jam tangan Rolex-nya.

"Marco, belok ke supermarket terdekat. Beli jeruk nipis satu kilogram."

"Siap, Tuan Besar," jawab Marco tanggap, langsung memutar kemudi menuju pusat perbelanjaan terdekat.

Sementara itu, di mansion, Kimberly sama sekali tidak tahu bahwa sayur lodeh dan sambal terasi buatannya telah memicu kepanikan massal dan perdebatan ilmiah di kalangan mafia kelas atas.

Dia sedang duduk santai di ruang tengah, menikmati secangkir teh hangat sambil menonton acara televisi.

Bi Minah berjalan mendekat dengan wajah yang jauh lebih cerah dari hari-hari biasanya.

"Nyonya Besar, setelah makan siang tadi, para koki di dapur belakang langsung sibuk mencatat resep sayur lodeh. Mereka bilang, mereka belum pernah melihat Tuan Besar makan selahap itu selama bertahun-tahun." Kimberly tersenyum kecil, meletakkan cangkir tehnya.

"Mas Justin itu cuma terlalu terbiasa makan makanan yang kaku, Bi. Orang kalau stres bekerja, yang dibutuhkan itu makanan yang hangat dan bikin nyaman di perut, bukan makanan mewah yang porsinya cuma sepotong kecil."

"Anda benar, Nyonya. Kehadiran Anda di rumah ini benar-benar membawa berkah. Dulu, rumah ini seperti markas militer yang dingin. Sekarang, bau masakan Nyonya membuat tempat ini terasa seperti rumah yang sesungguhnya," ucap Bi Minah tulus.

Perkataan Bi Minah membuat hati Kimberly menghangat, rasa tidak percaya diri yang sempat menggelayutinya di awal-awal pernikahan paksa ini perlahan sirna.

Dia menyadari bahwa tugasnya di sini bukanlah untuk memahami peta bisnis gelap suaminya atau belajar menggunakan senjata api.

Tugasnya sangat sederhana, namun krusial: menjaga sisi kemanusiaan seorang Justin Devano Ardiansyah agar tidak tenggelam dalam kegelapan dunianya.

Sore harinya, sekitar pukul lima, Justin kembali ke mansion, begitu pintu depan terbuka, Kimberly menyambutnya di lobi utama, namun, ada yang aneh dengan penampilan suaminya.

Justin melangkah masuk sambil mengangkat kedua telapak tangannya ke atas, mengendus-endusnya berulang kali seperti seorang anak kecil yang sedang memastikan kebersihan tangannya setelah bermain tanah.

Bau maskulin parfumnya kini bercampur dengan aroma segar jeruk nipis yang cukup kuat.

"Mas Justin kenapa?" tanya Kimberly bingung, menatap suaminya dengan alis bertaut.

Justin menurunkan tangannya, menatap Kimberly dengan ekspresi datar namun matanya memancarkan kepuasan.

"Gavin bilang perasan jeruk nipis bisa menghilangkan bau sambalmu tadi siang. Aku sudah mencobanya di kantor. Baunya sudah hilang, kan?"

Justin melangkah mendekat, menyodorkan pergelangan tangannya tepat di depan hidung Kimberly.

Kimberly menghirup aroma tangan suaminya, lalu sedetik kemudian dia tidak bisa menahan tawa renyahnya, suara tawa Kimberly menggema di lobi mansion yang megah.

"Mas... Mas... kamu ini pemimpin mafia atau anak kecil sih? Sampai repot-repot beli jeruk nipis ke kantor hanya karena bau terasi?"

Justin tidak membalas dengan kata-kata, dia justru melingkarkan lengannya di pinggang Kimberly, menarik tubuh istrinya ke dalam pelukan hangatnya, aroma jeruk nipis dan parfum mahal suaminya kini membungkus tubuh Kimberly.

"Aku tidak peduli dianggap apa oleh orang luar, Kim," bisik Justin rendah di telinga istrinya, sebuah senyuman tipis terukir di wajah tampannya.

"Tapi di depanmu, aku hanya seorang suami yang tidak ingin aromanya mengganggu kenyamanan istrinya saat aku memelukmu seperti ini."

Kimberly menyandarkan kepalanya di dada bidang Justin, membalas pelukan itu dengan kedamaian yang penuh.

Di luar pagar sana, kota Jakarta mungkin masih dipenuhi oleh intrik dan bahaya dunia bawah tanah yang kejam.

Namun di dalam dinding mansion ini, badai itu tidak akan pernah bisa menyentuh mereka, dengan cinta yang sederhana dari seorang gadis desa dan keteguhan hati seorang tuan mafia, rumah tangga mereka yang unik dan penuh warna ini siap menghadapi hari-hari berikutnya dengan senyuman dan kehangatan yang takkan pernah pudar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!