NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Aurora

Cinta Untuk Aurora

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:53.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anna LA

Berawal dari sebuah pertemuan secara kebetulan dalam sebuah insiden, ternyata mereka telah dijodohkan oleh kakeknya sejak mereka masih belia. Dan sebuah insiden semalamlah yang menjadi awal pertemuan mereka.
Saling mengenal tetapi tidak sadar jika mereka yang telah dijodohkan. Dari sebuah keterpaksaan perjodohan hingga muncul benih cinta yang tak mereka sadari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna LA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Pagi yang untuk Ara yang baru saja terbangun dari tidurnya. Duduk lalu tersenyum mengingat hari ini dia akan keluar dan menghabiskan weekend bersama Devan. Ara bangun dari tempat tidurnya kemudian membuka semua tirai dan pintu balkon kamarnya. Dari atas balkon, Ara bisa melihat kakek yang sedang merawat bunga dan tanamannya di taman depan.

“Selamat pagi kakek!!” teriak Ara dari balkonnya.

“Pagii juga sayang, sini turun bantu kakek!” jawab kakek sedikit berteriak.

“Lain waktu saja kek, Ara mau bersiap dulu kek, kak Devan mau kemari jemput Ara, daaa kakek.” Ara langsung masuk dan menuju lemari baju untuk mencari pakaian yang cocok untuk keluar bersama Devan. Hampir satu lemari Ara obrak-abrik untuk mencari pakaian yang cocok tapi menurutnya tak ada yang pas, sampai terdengar ketukkan pintu kamarnya.

“Tok tok tok!”

“Ara! Sayang! Sudah bangun belum?” teriak mama dari balik pintu.

“Kleekk! Pagii mama, sudah bangun dong, masuk ma.” ucap Ara saat membukakan pintu untuk mamanya.

“Astaga Araaaa ini kamar kamu habis kena badai tornado kah?” tanya mama yang kaget melihat baju-baju Ara berserakan di atas kasur.

“Aiihh mama, Ara tu bingung pakai baju seperti apa yang cocok untuk keluar bersama kak Devan siang nanti ma.” keluh Ara pada mamanya.

“Jadi diri kamu sendiri sayang, pakai baju yang kamu rasa nyaman untuk kamu pakai, dan yang pasti sopan sayang.” saran mama

“Jadiii baju yang mana ma?”

Mama membolak-balikan baju-baju Ara dan memadukannya, lumayan pusing mama dibuatnya.

“Ini baju-baju kamu sayang yang masih layak pakai tapi sudah tidak pernah kamu pakai lagi mending dipisahkan deh dan kasih ke orang saja lah nak, daripada penuhi lemari seperti ini.” Mama memberi saran.

“Mau Ara juga begitu ma, tetapi Ara belum ada waktu untuk pisahkan, dan lagi pula Ara tidak tahu harus diberikan kemana ma.”

“Baju-baju Ara yang masih bagus seperti ini, Ara pisahkan dulu, nanti kalau ada waktu, kita belikan juga beberapa yang baru lalu kita kirim ke panti asuhan di pinggir kota nak, ada kenalan mama yang mengurus panti disana, nanti kapan-kapan kita pergi kesana bareng-bareng.”

“Boleh ma, jadi sekarang Ara pakai yang mana ma, kenapa mama juga membolak-balik baju-baju Ara?”

“Mama juga bingung sih sayang, baju Ara banyak banget, mama nyerah deh, Ara pakai saja mana yang menurut Ara nyaman dipakainya, mama lanjut siapkan sarapan dibawah, dan Ara segera turun untuk makan dulu, baru nanti cari lagi, memangnya jam berapa Devan kemari sayang?”

“Belum tahu ma, kak Devan bilang siangan baru kemari.”

“Ya sudah, cepat turun untuk sarapan dulu yaa.” pesan mama lalu menutup pintu kamar Ara yang kemudian memberitahu papa mertuanya juga.

“Siap maa, Ara akan segera turun.” Jawab Ara sedikit berteriak karena pintu kamar Ara hampir tertutup.

Ara segera mencuci muka dan gosok gigi terlebih dahulu, kemudian Ara segera menyusul mamanya turun untuk sarapan pagi. Melihat menu sarapan pagi ini Ara bersemangat dan menjadi sangat lapar.

“Mama hari apa ini? Adakah yang ulang tahun ma?”

“Siapa ulang tahun sayang, ayo makan dulu.” ajak kakek yang sudah duduk terlebih dulu.

“Ini kek, menu kita pagi ini nasi kuning beserta kawan-kawannya loh kek, seperti ada yang ulang tahun, hahaha.”

“Ada-ada saja kamu sayang, hari ini mama ingin makan nasi kuning, saat mama mau beli jadi tidak dibolehkan sama bibi, katanya mending kita buat sendiri, ya sudah mama sama bibi masak sendiri dari pagi.”

“Tolong isikan piring papa dengan lengkap, papa mau coba semuanya nak.” pinta kakek kepada mama.

“Baik pa, Mayra ambilkan.”

“Ara juga ma.” sahut Ara juga

“Sebaiknya mama buka restoran saja ma jika setiap hari seperti ini, lalu minta bibi untuk jadi kokinya.” ucap Ara sambil melihat mamanya mengambil dan menaruh satu persatu lauk yang tersedia. Dan dijawab gelak tawa dari mama juga kakeknya.

Setelah semua selesai bersarapan, semua kembali ke aktivitas masing-masing lagi, kakek yang duduk di teras samping sambil memberi makan ikan di kolam, mama yang masih membantu bibi di dapur, dan Ara yang segera masuk lagi ke kamar untuk memilih baju yang akan dikenakannya. Setelah mendapatkan baju yang cocok dengan keinginannya, Ara segera bersiap mandi. Tak lama kemudian Ara memulai make up nya dan ada telepon dari Devan yang menanyakan alamat rumah Ara, juga menyuruh Ara untuk bersiap menunggunya.

Ara yang sudah siap, menunggu Devan sambil memainkan ponselnya di kamar tidak sadar juga ketiduran saat Devan sampai di rumah Ara.

“Selamat siang kakek.” sapa Devan yang baru saja datang dan kebetulan bertemu kakek Wijaya di taman depan.

“Siang juga nak, mau cari Ara yaa nak.”

“Iya kek, rencananya mau keluar juga kek, tidak apa-apakan kek?”

“Tak apa nak, asal hati-hati dan jaga cucu kesayangan kakek.” pesan kakek Wijaya kepada Devan.

“Siap kek, ini kenapa sepi kek, apa sedang tidak ada orang di rumah kah kek?”

“Biasa juga begini nak, Mayra sibuk dengan pekerjaannya saat liburan di rumah seperti ini, dan Ara mungkin sedang bersiap, naaah sebentar biar kakek panggil kan Ara nya dulu.”

“Pak Amin, tolong beritahu bi Inah untuk panggil Ara yaa, nak Devan sudah datang.” Kakek menyuruh pak Amin yang kebetulan lewat dari garasi.

“Baik tuan, permisi.” Pamit pak Amin yang kemudian berlari lewat samping rumah untuk menemui bi Inah.

“Kakekmu sedang apa di rumah nak, kenapa tidak ikut sekalian kemari?” tanya kakek.

“Mungkin tadi saat Devan berangkat kemari, kakek masih bersama club senam paginya kek.” jelas Devan.

“Masih aktif dia di dalam club itu ya, pantas dia tidak ikut kemari.”

“Memang kakek Devan sering main kemari kah kek?” tanya Devan.

“Iya nak, mungkin dia kesepian jika selalu di rumah saat kamu tinggal kerja nak, jadi dia sering juga kemari, yuukk masuk dulu lah nak, disini mulai panas.” ajak kakek untuk masuk rumah.

“Hehehe, mau bagaimana lagi kek, kan memang kita hanya tinggal berdua di rumah kek.” jawab Devan sambil berjalan mengekor kakek Wijaya.

“Eeeehh nak Devan sudah datang, kok Ara belum turun ya, tunggu sebentar tante panggil Ara nya.”

“Iya tan, terima kasih.”

“Duduk dulu nak, kakek basuh tangan dulu.”

Devan memandang satu persatu foto-foto potret keluarga ini yang terpasang rapi pada dinding-dinding di ruang keluarga rumah ini. Foto dari Ara kecil hingga dewasa juga terpajang pada dinding itu. Kakek yang menjelaskan kepada Devan siapa-siapa saja yang ada dalam potret tersebut. Tak lama kemudian Ara dan mamanya muncul berjalan menuruni anak tangga.

“Maaf kak Devan jadi nunggu Ara lama.” ucap Ara.

“Bagaimana tidak lama, orang Ara nya malah tidur, bibi bangunin juga enggak bangun juga.” sahut mama.

“Astaga mamaaa!” Ara merajuk.

“Sudah sana sayang kalau mau keluar, keburu semakin siang nanti.” Kakek meningkatkan mereka.

“Aahh benar, sana buruan berangkat sayang.” Imbuh mama.

“Kakek, tante May, Devan izin ajak Ara keluar dulu.” Devan meminta izin.

“Iya nak, hati-hati di jalan jangan ngebut-ngebut ya.” pesan mama.

“Dan jaga Ara baik-baik.” Imbuh kakek.

“Kakek Ara sudah bukan anak kecil loh.” sahut Ara.

“Siap laksanakan. Kakek dan tante, kami berangkat dulu ya, permisi.” Pamit Devan yang kemudian bersalaman mencium punggung tangan kakek dan mama Ara dan diikuti oleh Ara juga.

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
🙈ya ampuuun emosi kok di pake si Devan gara2 cemburu ampe makan yg Ara bawa pun gk mau km sentuh🤭
jangan sampai emosi mu menghancurkan hati Ara ingat baru bertunsngsn loh bisa bubar apa kg yg udah nikah aja aja yg cerai
jangan sampai ego merusak segala2 y Devan🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
buat pesta pertunangan Devan ❤ Ara aja dah meriah mengundang para rekan kolegan apalg pesta pernikahannya bisa2 presiden n para pejabat nya banyak yg diundang semakin senang nya 🤭
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Kinerja yang membawa hasil, Ara punya talenta 👍👍
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Ara malu ketemu dengan Devan 😁
🍁Cliff❣️💋🅇'🄼🄰🅂-🅈🅆👻ᴸᴷ
percayalah km pasti akan mêndapat kejutan dr ayank🤭🥰
🍁Cliff❣️💋🅇'🄼🄰🅂-🅈🅆👻ᴸᴷ
makanan paling simple. n makanan sejuta umat🤭
🍁Cliff❣️💋🅇'🄼🄰🅂-🅈🅆👻ᴸᴷ
ada aura kasih eh auro jodoh nih🤭
🍁Cliff❣️💋🅇'🄼🄰🅂-🅈🅆👻ᴸᴷ
ketipu rudi.. dipikir py ayank yg lain🤭
🍁Cliff❣️💋🅇'🄼🄰🅂-🅈🅆👻ᴸᴷ
duh py kesayangan yg lain kah devan🤔
🍁Rina❣️💋🅽🅸🆃🅰️👻ᴸᴷ
tetap semangat kak
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
Momen sekamar berdua masih hadir dalam ingatan Devan ketika Aurora dalam pengaruh obat menabrak Devan saat di Cafe.. Sekarang mereka akan dijodohkan oleh para kakek.
Semoga berhasil dan lancar acaranya
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
belum jodoh mereka berdua tiap ada Devan bertemu Bu Mayra si Aurora malah di toilet
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
wahh terbayang-bayang di mata, dikasih uang jajan jadi keinget terus ama Ara
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
para kakek kolaborasi menjodohkan cucu-cucunya, pake modus nganter kue jahe lagi
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
kakek-kakek pada antusias menjodohkan cucunya, kalo ketemu kayaknya lucu nih
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
ohh ternyata emang dari kecil udah barengan dan dijodohin dari kecil
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
Ara ketemu terus sama Asistennya tapi sayangnya Ara gak ingat soalnya lagi mabuk
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
Salah pilih teman jadi jadi banyak teman yang hanya mengambil keuntungan dan memanfaatkan
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
nah kan disuruh cepat-cepat menikah.. usiamu emang udah matang buat menikah
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
untung ketemu lelaki baik coba kalo lelaki hidung belang udah digerayangin dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!