Melati terpaksa pergi dari rumah karna tidak ingin di jodohkan oleh orang tuanya dan memilih kabur bersama sang kekasih.
kelanjutan dari Terlanjur Cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dwirara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 28
Keesokan hari nya Melati tak jadi bertemu dengan sahabat nya karna diri nya tiba-tiba demam tinggi, Bayu pun merasa khawatir sekali melihat nya.
Dia menghubungi dokter Dewa agar bisa datang ke sana karna Melati jatuh pingsan setelah mandi.
"Gimana keadaan nya dok?" tanya Bayu benar-benar cemas.
"Tenang lah Bayu dia baik-baik saja mungkin hanya kecapean, ini biasa terjadi pada pengantin baru," ucap Dokter Dewa tersenyum sermik membuat Bayu mengerti akan perbicaraan itu.
"Ya sudah aku langsung pulang ya, jangan lupa di minum obat sama vitamin nya," ujar nya.
"Baik Dok terimakasih banyak," ujar nya mengantarkan Dokter Dewa ke depan pintu unit.
Setelah melihat punggung dokter Dewa menghilang Bayu pun menutup pintu unit dan kembali ke kamar melihat keadaan istrinya.
Terlihat Melati sudah sadar dan duduk bersandar di tempat tidur sambil memegangi kelapanya yang sedikit pusing.
"Masih sakit?" tanya Bayu.
"Iya," jawab nya.
Bayu pun membawa kan nya sarapan dan juga air hangat untuk Melati minum obat.
"Ayo sarapan dulu setelah itu kamu minum obat, biar pusing nya segera hilang," ujar nya menyuapi Melati seperti biasa.
Melati pun tersenyum melihat perhatian suami nya yang lagi-lagi membuat nya terharu.
Tak terasa air mata nya pun menetes, dia sangat bahagia sekali mendapatkan perhatian yang luar biasa seperti itu.
"Sayang kok malah nangis sih?" tanya Bayu heran.
"Gak papa kok Mas aku cuma senang bisa punya suami sebaik kamu, makasih banyak ya Mas maaf selalu merepotkan mu," ucap nya.
Bayu pun meraih kedua tangan Melati dan menggenggam nya dia mencium nya beberapa kali.
"Aku sangat menyayangi mu dan aku sangat menghawatirkan mu sayang, jangan sakit lagi yah aku gak sanggup liat kamu pucat kaya gini. Bukannya kamu mau jalan-jalan bersama ku saat liburan nanti Pak Ozlem memberikan kita cuti satu minggu untuk kita berlibur," ujar nya.
Melati hanya bisa tersenyum mendengar nya. Dia pun bertekad ingin segera sembuh agar bisa berlibur bersama suami nya itu.
Setelah minum obat Bayu membiarkan nya istirahat dia sendiri duduk di dekat jendela.
Pagi itu hujan mengguyur kota Bayu bisa melihat deras nya hujan di luar dari kaca jendela kamar nya.
Dia melirik ponsel Melati yang tergeletak di meja dia pun membuka nya tak ada pesan atau pun panggilan masuk yang membuat nya curiga.
Dia hanya melihat beberapa chat dari sahabat nya Melati dan juga dari Ibu Zoya tak ada lagi yang penting ada juga beberapa grup kantor namun seperti nya Melati tak pernah berkomentar di sana.
Ada juga grup Kampus, mungkin grus reoni di Kampus nya yang dulu.
Dia membuka galeri poto tak begitu banyak poto di sana hanya ada beberapa saja itu pun Melati terlihat bersama Mita dan juga satu sahabat nya yang lain entah lah Bayu tidak tahu nama nya.
Sepertinya Melati tidak suka selfi seperti wanita -wanita lain karna hanya ada satu saja poto selfi nya itu pun seperti nya sudah lama terlihat dari rambut nya yang sebahu.
Bayu pun melatakan nya kembali ponsel itu lalu dia membuka leptop nya mengecek beberapa pekerjaan yang Ozlem kirimkan kepada nya karna semalam dia terlalu lelah untuk bekerja jadi baru di kerjaan sekarang.
Satu jam berlalu Melati akhirnya terbangun dari tidur nya ternyata istirahat sejenak membuat nya lebih baik.
Melati duduk di tempat tidur dia memperhatikan suami nya yang sedang bekerja sambil menjaga nya.
Dia pun bangun dan keluar dari kamar, dia tahu Bayu pasti belum makan karna sedari tadi dia terlalu manghawatirkan nya sedangkan Melati sudah sarapan bubur yang di pesan online oleh Bayu.
Melati berjalan perlahan menahan sakit di area inti nya, kenapa sakit nya lama sekali pikir nya.
Melati pun menyiapkan bahan-bahan untuk memasak sedangkan Bayu tak menyadari kalo Melati keluar dari kamar karna dia duduk membelakangi pintu keluar.
Tiga puluh menit berlalu Melati sudah menyiapkan masakan di atas meja makan tinggal menunggu nasi nya saja yang belum matang.
Dia pun membuat kan kopi untuk suami nya dan membawa nya ke dalam kamar.
"Diminum mas," ucap nya meletakan satu cangkir kopi di atas meja.
Bayu pun mendongkakan kepala nya kaget ternyata istri nya sudah berada di depan nya tersenyum manis padanya.
"Loh sayang kamu udah baikan?" tanya Bayu menghentikan pekerjaan nya.
"Mas tenang saja aku gak papa kok," jawab nya masih dengan senyuman yang sama.
"Syukurlah kalo begitu tapi sebaiknya kamu istrirahat dulu sayang jangan banyak gerak, aku tahu itu kamu pasti masih sakit kan," ujar nya dan itu sukses membuat Melati malu.
Melati tak menjawab dia hanya menundukan wajah nya pasti pipi nya sudah merah sekarang.
"Gak usah malu gitu aku udah baca di internet kalo bagi wanita yang baru pertama kali melakukan itu pasti akan merasakan sakit dan sedikit tidak nyaman. Maaf kan aku sayang," ucap nya merasa bersalah karna semalam dia melakukan nya beberapa kali.
Melati pun tersenyum dan menggengam tangan Bayu lalu meremas nya pelan.
"Aku senang kok bisa memberikan yang terbaik untuk suami ku, semoga saja Tuhan segara mengirimkan malaikat kecil untuk kita," ujar nya dan itu sukses membuat Bayu berbinar mendengar nya.
Dia pun pindah ke sebelah Melati duduk nya dan memeluk istri tercinta nya itu dan mengelus pelan perut nya yang masih rata. semoga saja apa yang mereka harap kan akan menjadi kenyataan.
Di sisi lain Jovanka sedang duduk di depan jendela dia memandangi gedung-gedung yang menjulang tinggi.
"Kapan kamu akan bertindak aku tidak mau melihat Bayu bahagia dengan wanita itu," ujar nya.
"Aku akan bertindak secepat nya. Aku juga seperti nya sudah lama bersembunyi kini aku sudah siap kembali," jawab pria itu.
"Jangan sampai kamu terbuai lagi dengan wanita sialan itu, tugas mu hanya memisahkan mereka aku mau mereka menderita," ujar nya.
Laki-laki itu tersenyum kecut, sungguh selama ini dia sudah sangat mencintai Melati namun karna pekerjaan dia harus rela meninggalkan nya dalam waktu yang cukup lama.
Dia sadar apa yang telah di lakukan nya itu salah namun itu adalah bentuk rasa balas budi nya kepada Tuan Kenta yang selama ini membantu nya bahkan Ibu nya bisa di operasi dan sembuh itu pun tak lupat dari uang yang Kenta berikan kepadanya.
Dia tidak tahu kalo anak nya Kenta akan memanfaatkan nya hingga dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi.