NovelToon NovelToon
Generasi Ke 3

Generasi Ke 3

Status: tamat
Genre:Mafia / Dokter Genius / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Sisca Nasty

Cerita lanjutan Lady of Mafia!

Zion menjadi orang yang paling di percaya oleh keluarganya untuk menjaga adik-adiknya. Namun, sebuah kejadian membuat sang adik bernama Daisy hilang.

Semua orang panik. Mereka adalah keluarga paling kuat, bagaimana bisa mereka kehilangan adik yang sangat mereka sayangi.

Cerita ini akan menceritakan hubungan persaudaraan dan kekeluargaan generasi ke tiga geng mafia gold dragon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisca Nasty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 28

Abio dan Austin masih bertarung di dalam kamar yang tertutup rapat. Tidak ada jendela atau apapun yang bisa dijadikan jalan untuk kabur. Bahkan satu-satunya pintu yang menjadi tempat mereka masuk kini sudah terkunci dari dalam. Hanya Austin yang bisa membuka pintu tersebut. Abio sempat putus asa karena dia kalah dari Austin.

Ya, kalah! Entah kalimat apa lagi yang bisa di katakan selain kata dia telah kalah. Abio memang jago berkelahi. Tetapi, kemampuan Austin sungguh luar biasa. Pria itu seperti tidak ada capeknya dan tidak ada rasa sakitnya. Sudah dipenuhi dengan luka lebam di sekujur wajahnya dan tubuhnya, tetap saja dia masih bisa bertarung tanpa kekurangan tenaga sedikitpun. Wajar saja dia memiliki beberapa bawahan yang lumayan tangguh. Berbadan besar dan tidak mudah dikalahkan.

Abio sudah mengeluarkan seluruh tenaga yang ia miliki untuk memukul Austin. Mengincar perut, wajah bahkan dadanya juga. Namun, sangat sulit melumpuhkan Austin.

Tidak seperti Abio yang kini sudah tidak sanggup lagi. Pria itu masih bisa melindungi dirinya dengan cara menghadang pukulan Austin. Tetapi, dia tidak yakin sampai berapa lama ini bisa berlangsung. Abio butuh bantuan. Ia ingin Zion atau siapapun itu masuk ke kamar ini untuk menolongnya. Jika terus-terusan seperti ini, dia bisa mati konyol.

"Dimana mereka? Apa mereka melupakanku?" gumam Abio sambil menatap ke arah pintu. "Apa mereka sedang mencari Daisy hingga membiarkanku bersama pria ini-"

BRUAKKK

Sebuah pukulan lagi-lagi mendarat di wajahnya hingga membuatnya jatuh terduduk di lantai. Abio menunduk dan melihat tetesan darah yang mengalir. Ternyata dahinya bocor. Austin memukul wajahnya dengan tangan yang dijemarinya tersempat cincin berduri. Sungguh menyakitkan. Cincin itu membuat sobekan di dahi Abio. Walau tidak terlalu dalam, tapi berhasil menimbulkan rasa sakit yang begitu luar biasa.

"Apa kau menyerah? Ternyata seperti ini kekuatan seorang Zion Zein! Tadinya aku pikir dia sangat hebat dan tak terkalahkan! Tidak aku sangka, kau kalah ketika satu lawan satu seperti ini. Kau hanya pria lemah yang tidak berguna, Zion Zein! Cuih!"

Austin melangkah ke lemari yang tersusun minuman beralkohol di sana. Selesai bertarung membuatnya haus karena keluar banyak keringat. Pria itu mengambil satu botol dan menuangkan di sebuah gelas wine.

"Kau datang untuk menolong adikmu bukan? Dia baik-baik saja. Aku tidak suka membunuh wanita. Apa lagi wanita yang lemah dan tak berdaya seperti adikmu itu. Aku akan membebaskannya setelah kau mati! Setelah itu, Gold Dragon hanya tinggal nama. Mereka tidak memiliki kemampuan apa-apa lagi karena pemimpin mereka telah berhasil aku kalahkan!"

Sambil meneguk minuman itu, dia memandang ke arah Abio yang masih duduk dengan posisi berlutut. Darah segar sudah menetes di lantai. Namun, Abio masih belum juga mengangkat kepalanya. Dia berusaha menekan rasa sakit yang kini dia rasakan.

"Aku masih memberimu kesempatan hidup bukan karena aku kasihan padamu! Tetapi, aku ingin kau merasakan sebuah penyesalan." Austin mengambil botol yang masih penuh dan membawanya ke arah Abio. Pria itu menuang isi di dalam botol ke atas kepala Abio. Rasanya ia sangat puas sudah merendahkan lawannya seperti itu. "Lain kali, berpikirlah dua kali sebelum mengusikku. Kau sama sekali bukan tandinganku! Berani sekali kau mengagalkan rencanaku waktu itu. Padahal sejak awal kita tidak pernah memiliki masalah. Bahkan aku tidak tahu, apa itu Gold Dragon. Apa sejenak merk makanan ringan?" Austin tertawa karena sangat puas meledek Abio. Dipikirnya, sudah hebat kali tingkah lakunya hari ini. Dialah pemimpin terhebat yang pernah ada. Dia tidak akan pernah terkalahkan. Tanpa dia sadari, kalau ini hanya awal. Dia tidak tahu, sekuat apa Geng Gold Dragon. Tidak sembarang orang bisa mengenal geng Gold Dragon. Apa lagi sampai mengalahkannya!

Abio ingin berdiri untuk melawan Austin. Dia tidak mau menjadi pria lemah yang bisa disepelekan. Namun, ketika Abio ingin berdiri. Austin lebih cepat memukul kepala Abio dengan botol yang ada di tangannya. Sampai pecah! Luka di kepala Abio bertambah banyak. Kini kepalanya dipenuhi cairan merah yang tidak hanya berasal dari minuman beralkohol saja. Tetapi dari darah juga.

Abio mengepal kuat tangannya sebelum mendorong Austin. Ia menangkis tangan Austin hingga membuat botol yang ada di tangan pria itu terlepas.

Punggung Austin terbentur dinding dengan begitu kuat. Kali ini pria itu juga mengalami cedera dalam. Darah segar keluar dari mulutnya hingga membuatnya sempat sempoyongan. Namun, dengan cepat ia mengembalikan kesadarannya dan berusaha membalas Abio lagi.

"Rasakan ini!"

Abio mengangkat tangannya yang terkepal dan siap untuk menghajar Austin. Namun, lagi-lagi Austin masih bisa melawan. Pria itu menendang perut Abio dengan lutut kaki. Hingga membuat Abio melangkah mundur menahan sakit.

"Aku tidak pernah kalah!" ujar Austin. Pria itu sudah memegang senjata api yang entah dari mana ia dapatkan. Menodongkannya ke arah Abio. Jika memang harus membunuh, dia tidak akan keberatan.

Abio tersenyum melihat senjata api yang kini tertuju ke arah tubuhnya. Pria itu juga mengeluarkan senjata api yang selalu ia sembunyikan dan mengarahkannya ke arah Austin.

"Kau sudah membunuh lawan yang salah! Karena Zion Zein yang asli, sekarang sedang menyerang markas anda, Tuan Austin!" ledek Abio dengan wajah puas. Wajah darah terus mengalir tetapi pria itu masih sanggup tersenyum. Hanya itu yang bisa ia lakukan agar lawannya tidak mengira kalau dia telah kalah dan menyerah.

Austin melebarkan kedua matanya mendengar jawaban Abio. Namun dia tidak mau percaya begitu saja. Masih dengan senjata ke arah Abio, Austin melangkah mendekati layar monitor yang ada di dekat pintu. Ia menekan sebuah tombol sebelum memperlihatkan camera cctv yang ada di setiap sudut rumah.

Kedua matanya melebar ketika dia melihat Daisy sudah tidak ada di kamar. Lokasi pesta telah sunyi. Dan pasukan miliknya yang seharusnya berjaga kini sudah terganti. Pria itu rasanya ingin berteriak ketika tahu kalau rumah mewahnya sudah dipenuhi dengan pasukan Gold Dragon. Satu hal yang membuat semakin geram, kini seorang pria bertopeng berdiri di depan camera cctv dan menatap ke arah Austin dengan tatapan meledek. Seolah-olah Zion sedang berkata. Kau telah kalah!

Abio tertawa puas melihat ekspresi kekalahan Austin. "Bagaimana? Terkadang kita tidak hanya butuh otot, tetapi butuh otak!" ketus Abio lagi.

"Aaargghh!"

Austin berteriak untuk melampiaskan kekalahannya. Bukan hanya berteriak saja. Pria itu juga mengangkat kursi kayu yang ada di dekatnya ingin memukul Abio. Sepertinya dia tidak perlu pikir-pikir lagi untuk merenggut nyawa pria di depannya. Pria itu sudah tidak berguna. Sejuta penyiksaan yang ia lakukan tidak akan bisa memberi kepuasan bagi dirinya. Dia kalah. Austin telah kalah!

Abio hanya mengukir senyum dengan wajah pasrah. Ia tidak sanggup menghindari apa lagi melawan. Kini pria itu pasrah dengan takdir yang akan ia dapat. Ketika Austin semakin dekat, tiba-tiba bayang wajah cantik Livy muncul di hadapannya. Pria itu memejamkan mata sebelah mengucapkan satu kalimat.

"Aku mencintaimu, Livy ...."

1
Debbie Teguh
dominic gmn sm elyna???
Debbie Teguh
bukannya miller ya?
Debbie Teguh
elyna nikah aj sm dominic, beres dah jd penguasa vegas sekalian sm yg punyanya wkwkwk
Debbie Teguh
opa zen is the best
Debbie Teguh
sama kayak opa zen dan grandNa, yg bersatu anaknya kalo leona sm zean yg bersatu cucunya, jd sodaraan semua deh
Dyanalfatih29
sangat sukaaa
Maia Mayong
baca lgi bgung cri judul yg enk susah
Sisca Nasty: bisa baca Perpisahan Kedua kak. karya terbaru saya
total 1 replies
Suyudana Arta
salah 1 nya miller???
Nurfadzlin Jefry
Luar biasa
Suyudana Arta
apakah grandna akan meninggalkan norah selamanya?mengantarkan barang hanya untuk mengalihkan perhatian norah
hartatik hartatik
lm ga buka NT byk yg baru sisca
Sisca Nasty: iya kak. tapi sekarang masih Hiatus kakak
total 1 replies
Angelica Alvira
Luar biasa
Aleta Henderinahauteas
weeee,,,tatapan sang mantan terindah 😍😍
Aleta Henderinahauteas
yaampun bergabung semua,,,
Aleta Henderinahauteas
ayo Zion semangat,,,,buat leluhurmu bangga dengan kalian
Aleta Henderinahauteas
opa Zein 😘😘
Aleta Henderinahauteas
wahhh kangen nih sama serena
Aleta Henderinahauteas
astagaaaaaa baru baca ternyata ada lanjutannya udah setahun ajaaa
kusgrisela
woooh opa zeroun mmg the best aku selalu padamu opa Zen 🥰🥰🥰
kusgrisela
opw Lukas memang jos dan hebat selalu bisa diandalkan mulai de jamnnya ikut opa zeroun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!