NovelToon NovelToon
Dua Lelaki

Dua Lelaki

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:494.7k
Nilai: 4.6
Nama Author: cietyameyzha

Di setiap pertemuan dua lawan jenis selalu menghadirkan rasa. Tak bisa dipungkiri dan seolah menjadi fakta di lapangan.

Radit dan Kania tumbuh bersama di lingkungan dua keluarga Cemara. Tak pernah berpisah, walaupun sedikit.

Suatu saat Radit dipindahkan keluar kota untuk jenjang karir, sedangkan di kantor lama Rangga datang sebagai partner kerja baru Kania. Dua lelaki yang memiliki sifat berbeda.

Di kantor baru pun Radit bertemu wanita cantik yang berada di divisi berbeda. Terlibat banyak interaksi.

Tak disangka Radit dan Rangga melamar Kania di waktu bersamaan. Hal di luar pikiran gadis berhijab yang memiliki senyum semanis gulali tersebut.

Lantas, siapakah yang akan dipilih Kania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cietyameyzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Segelas teh manis misterius

"Terima kasih," kata Bu Irma begitu menerima masakan dari Kania.

"Sama-sama, Tan. Aku berangkat kerja dulu, ya. Assalamualaikum." Kania tersenyum manis.

Bu Irma membalas senyum kecil. "Wa'alaikum salam. Hati-hati, ya, Sayang."

"Iya, Tan."

Kania berangkat memakai bus setiap hari. Padahal mobil ada. Namun, kemacetan yang sering terjadi membuatnya kesal sendiri.

"Duduk di dekat jendela seperti ini memang paling mantap," kata Kania.

Sekilas pikirannya terbang memikirkan nasib kehidupan. Usianya memang sudah mapan. Bisa dikatakan siap menempuh perjalanan hidup pernikahan. Hanya saja sampai detik ini hatinya masih ragu. Belum bisa menentukan arah dan tujuan.

Bus terus berjalan sampai akhirnya berada di halte yang mendekati kantor. Sekitar empat kali pemberhentian lagi. Mata Kania mendapati sosok Rangga masuk. 

Sosok itu berjalan terus ke belakang. Menatap Kania, hampir dikatakan terkejut. "Kamu." saosnya.

Kania tersenyum simpul sebagai tanda sapaan. "Kamu naik bus juga?" Rangga duduk tepat di samping Kania.

Bus pagi ini memang penuh. Wajar karena waktunya berangkat kerja dan sekolah. Tidak heran juga banyak orang rela berdiri asalkan bisa sampai ke tempat tujuan.

Rangga menatap lurus ke depan. Duduk tenang tanpa sepatah kata pun. Kania melirik sekilas, memperhatikan Rangga.

"Oh, ya, temanmu yang satu lagi. Ke mana?" Rangga memulai pembicaraan. 

Rania peka. "Oh, Desi." Hanya itu teman satu-satunya Kania di sini. Setidaknya yang perempuan. "Dia beda arah."

"Oh." Rangga mengerti.

Canggung. Keadaan keduanya seakan memiliki batas dengan tembok tinggi. 

Bus berhenti di halte ke dua mendekati kantor. Semakin penuh dan desak-desakan. Bahkan seorang lelaki yang di samping Rangga harus berbagi tempat dengan yang lainnya. Hal ini menyebabkan Rangga pun ikut berbagi pada kursi Kania. Secara otomatis, mereka semakin dekat.

Kania diam, begitu pun Rangga. 

"Maaf, ya, aku nggak bermaksud tanpa jarak," imbuh Rangga dengan suara pelan. Yakin jika Kania juga risih akan keadaan ini.

"Iya, Mas. Nggak pa-pa." Entah mengapa Kania masih memanggil Rangga demikian. Padahal usia mereka tidak terlalu jauh. 

Rangga diam sejenak, lalu berkata, "Jangan panggil Mas. Aku merasa jadi suamimu."

Kania tertegun. Ini gila.

"Panggil saja Rangga. Kita satu divisi ini." Rangga meneruskan kalimatnya.

Kania mengangguk paham. Keadaan ini berjalan hanya selama satu halte saja, selanjutnya mereka bubar bersama di halte berikutnya.

Rangga dan Kania berjalan menuju kantor. Sesekali Rangga memberi nasihat agar Kania terhindar dari pelecahan.

"Kalau sedang padat seperti itu, biasanya rawan pelecehan. Sebaiknya wanita harus lebih waspada dan berani," kata Rangga.

Percakapan ini meleburkan keadaan. Kania hanyut. "Kamu benar juga. Aku kadang lihat sendiri kejadian seperti itu. Banyak sekali korbannya. Biasanya mereka mengincar anak-anak remaja. Lebih banyak."

Langkah Rangga berhenti ketika berada di dekat pintu utama kantor. Menoleh ke samping dan berkata, "Perempuan itu memang sumber fitnah. Itu tidak bisa dipungkiri. Kita harus bisa menjaga diri sendiri. Jangan lengah dan jangan banyak berinteraksi terlalu dekat dengan orang yang kurang dikenal ataupun lawan jenis."

Hati Kania tersentuh. Nasihat Rangga tidak salah bahkan lelaki itu memberinya semangat dalam meningkatkan kewaspadaan.

"Kadang kita sudah berusaha sebaik mungkin menjaga diri, tapi takdir berkata lain. Ada wanita di luar sana yang kehilangan kehormatannya secara paksa," imbuh Kania.

Beberapa karyawan yang berada di sekitar mereka memperhatikan. Mengamati keduanya.

"Mereka cocok, ya."

"Aku jadi ingat masa muda."

"Yang cowok itu anak pemilik perusahaan, kan? Hebat banget wanitanya bisa dapetin."

"Aku jadi iri."

Tak dipungkiri desas-desus layaknya bisikan tetangga pun terdengar di telinga Kania dan Rangga.

Rangga menyunggingkan senyuman kecil. "Jangan layu cuma gara-gara lupa disiram. Kamu bisa tumbuh sesuai keinginanmu." Entah apa maksud lelaki itu. Yang jelas ia segera masuk dan meninggalkan Kania sendiri.

"Dia kadang misterius juga," gumam Kania pelan.

"Kania!' Suara Desi mengagetkan Kania dari belakang. Merangkul pundak temannya itu. "Aku lihat kamu udah ngobrol aja sama Rangga. Tambah dekat, ya?"

Kania menelan ludah. "Ah, nggak. Kebetulan aja kita satu bus, pagi ini."

Desi membulatkan kedua bola mata. "Serius?" Seakan kabar ini lebih mengejutkan daripada kenaikkan harga sembako yang terjadi akhir-akhir ini. "Kamu satu bus terus?"

Untuk hal ini Kania belum bisa memastikan. Yang jelas, ia hanya dua kali bertemu Rangga. "Nggak bisa dibilang seperti itu juga, sih. Kita cuma pernah dua kali aja di bus yang sama."

Keduanya masuk. 

Desi berpikir lebih dalam. "Aku baru sadar kalau Rangga itu nggak pernah bawa kendaraan ke kantor. Padahal, kan, dia anaknya bos. Udah nggak diragukan lagi kalau soal banyaknya mobil."

Langkah keduanya terhenti ketika bertemu Pak Joni di dekat lift. 

"Selamat pagi, Pak," sapa Kania.

"Selamat pagi." Desi ikut menyapa.

Pak Joni menoleh ke belakang. "Pagi." Matanya menyorot tajam. "Oh, ya, kamu ini Kania, ya?" 

Kania diam sejenak, lalu berkata, "Iya, Pak."

Tanpa berkata lagi Pak Joni langsung masuk ke lift bersama empat karyawan lainnya termasuk Kania dan Desi.

Fasilitas kantor itu naik sesuai arahan. Berhenti di lantai dua, lalu naik lagi sampai ke lantai empat. Kania dan Desi turun. Hormat pada Pak Joni.

Kania bergegas ke arah meja. Ada secangkir teh manis hangat di sana. Perempuan itu mengamati sekitar, tidak ada satu pun office boy. Heran.

"Kenapa?" Rangga peka. Mengamati gerak-gerik Kania.

"Oh, ini teh siapa, ya?" tanya Kania.

"Punyamu." 

Kening Kania mengerut kencang. "Tapi, aku baru sampai."

Desi duduk di meja samping kanan Kania, sedangkan Rangga sendiri berada di samping kiri. Posisi Kania terhimpit.

"Mungkin ada yang naruh buat kamu," sela Desi sambil menyimpan tas di meja. Menyalakan laptop. Siap bekerja. "Udah diminum aja."

Kania duduk dengan wajah heran. Teh ini sama persis dengan yang sering diseduh, bahkan gelasnya pun sama. 

"Kamu, kan, sampai sini duluan. Kamu lihat nggak orang yang simpan ini?" Kania mencoba mencari tahu dengan bertanya pada Rangga.

Bahu lelaki itu terangkat ke atas secara bersamaan. "Nggak." Jawaban Rangg singkat dan jelas.

Kania tak bisa memaksa lebih jauh. Ia memilih diam sendiri dan menyalakan laptop miliknya. 

"Aku nggak mau minum dulu. Takut juga," gumam Kania pelan.

Rangga mendengar jelas. Menoleh sekilas dan berkata, "Sebaiknya dibuang saja. Takutnya memang ada yang jahil."

"Benar juga." Desi setuju.

Kania mengangguk pelan. Membawa gelas itu ke arah pantry kecil, tempat tersedianya cemilan dan minuman ringan. Membuang teh itu di wastafel sembari melamun. "Biasanya kalau Radit masih ada, itu memang dia yang buat. Tapi … sekarang mana mungkin."

Perlahan pikiran Kania terfokus lagi pada sosok Radit. Entah sedang apa lelaki itu sekarang? Sukar sekali menendang perasaan yang memang sudah tumbuh lebih dalam.

1
Nurwahida Nasar
kenapa pak Rangga TDK meminta haknya padahal udah Sah kan
Dewi Erna
Luar biasa
Sulaiman Efendy
TEGA BANGET OTHORNYA GK BUAT KANIA HAMIL, LGSUNG KSIH HAMIL KEMBAR KEK SBAGAI HADIAH KSABARAN MRK MNUNGGU ANAK
Haryani Sri
UKS? Bukannya ini dikantor ya, bukan sekolahan.. 🤔Kok ada UKS.. Ada yg bisa bantu jawab... 😅🙏🏻
Nur fadillah
Endingnya kok jadi sedih yaa....😥😥
Ida Sriwidodo
Jiaaah.. dah ending ajaa kk 😆😆
Kesannya jadi maksain 🤔🤔🙏🏻🙏🏻

Kayaknya kurang nyambung juga sama judulnya
#dualelaki
Radit endingnya gimana?
Setelah 10 tahun masih betah sendiri juga? 🤔🤔

Btw.. thx kakaa.. tetap semangattt ✊🏻☺
Ciety Ameyzha: 🤣 Melimpir ke ceritaku yang satu lagi, Kak. Gas, kita lanjut
total 3 replies
J.R P.0206
gak nyambung ga jelas endingnya
Ciety Ameyzha: Ending cerita tidak melulu bahagia. Tidak melulu harus hidup bersama ataupun memiliki banyak kenangan. Karena, kita memiliki perjalanan hidup yang beragam.
total 1 replies
Aisyah Khumairah
Terus berkarya author
c'cantik Alifa
yah udah tamat aja kak hehehe
berkurang deh amunisi tiap hari nya 🤭
#dualelaki
Erfi Ana
q pikir akan drama panjng.
Minta cerai biar suami bisa Punya anak..atau bayi tabung..
lyn
ending yang mentabahkan (bhs apa itu ya wkwkw)
terkadang dalam hidup adakalanya tdk sesuai dg keinginan,
keren banget ini pasutri Rangga dan Kania,,meskipun bikin sedih endingnya dan berharap mereka bisa dapat keturunan 1 saja mungkin,,tp bagi mereka life must go on,
dan ini real, ada di teman aq, jg seperti ini, akhirnya dia membuka TPQ dan rumah tahfidz anak2 sebagai hiburan mereka baarokallahu lahum

boleh minta extra part/ bonchap kakaaaakkk
#Dualelaki
Ciety Ameyzha: Kakak, bisa follow dan chat aku, ya.
total 7 replies
c'cantik Alifa
ayo dong Kania tadi kamu yang semangatttin mas Rangga , giliran mas Rangga semangatt eh malah kamu yang ngga percaya diri ,ayo dong ini baru mau tes belum ada hasil apa -apa semangat buat kalian harus saling support 💪
#dualelaki
lyn
Kania kek kerupuk disiram air jadi mlempem hehehe...
ayo Kania bismillah pasrahkan semua pada Allah, yakinkan hati bahwa smua atas kehendakNya, agar jika ada sesuatu yg tdk sesuai dg harapan, bisa lebih bersabar dan ikhlas dalam menghadapinya, dan tetap bersyukur, in syaaAllah akan lebih ringan untuk dijalani.
#Dualelaki
Aisyah Khumairah
Lanjut thor
Novie Louretta
iyaaa...kok berasa pendek banget ya😆
Khai Rin
up lgi dong thor
c'cantik Alifa
yuk mas Rangga semangatt dong Kania aja semangat masa kamu putus asa gitu ,baru juga mulai menjalani rumah tangga yang harmonis nikmat saja prosesnya kalau sudah waktu nya pasti akan datang semangattt pasutri💪💪
#dualelaki
Erfi Ana
la ke dokter Aja ko takut .Hadapi guys
lyn
cie..cie...Kania sudah berani menggoda Rangga ehem....
baru juga setahun Rangga..so nikmatilah proses pacaran setelah halal saja dulu..
punya anak meskipun menyenangkan tp tdk mudah loh...
so sambil menunggu lebih baik belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik untuk anak2mu kelak. dan aku yakin kesalahan pak Ghani tdk akan terulang olehmu..
semangat ngadon Rangga, nyicil bikin 👃 atau 👂 dulu mungkin wkwkwkwkwk
#Dualelaki
Ciety Ameyzha: Sepertinya harus PO dulu untuk itu. Jadi, harus sabar.😌
total 1 replies
Nur fadillah
Manusia tidak ada yang sempurna....🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!