NovelToon NovelToon
Aku, Kamu Dan Kisah Lucu Kita

Aku, Kamu Dan Kisah Lucu Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Teen
Popularitas:108
Nilai: 5
Nama Author: Annaaluvv

Pertemuan yang tak baik belum tentu menjadi akhir yang buruk, karna seiring berjalannya waktu perasaan itu pasti akan muncul, contohnya perasaan jatuh cinta dan suka.


seperti kisah Jovandra dan adelliana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annaaluvv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22

Liana turun dari motor dan melepaskan helmnya, Di sana Joan pun melakukan hal ya sama, Mereka berdua sampai di sebuah tempat yang pernah mereka datangi sebelumnya, Yaitu bukit.

Liana menatap ke arah tangga yang tertuju ke arah bukitnya, lalu kembali menatap Joan.

" Kenapa kesini? " Tanya Liana pada Joan.

Joan yang baru saja lepas sarung di tangannya menoleh pada Liana " Pengen aja, udah lama kita ga kesini lagi kan " Ujar Joan.

" Tapi- " Ucapan Liana terhenti saat Joan meraih tangan Liana dan menggenggamnya.

" Ayo naik, nanti ketinggalan sunsetnya " Kata Joan lalu dia menarik Liana dan segera naik berjalan ke arah tangga dan segera menuju bukit.

Sesampainya di sana Joan duduk di bangku kayu yang tersedia di sana, Di depan mereka ada pembatas besi, Liana yang masih berdiri lalu menyentuh pembatas itu dan menikmati pemandangan di sore hari.

Joan yang melihatnya ikut senang, apalagi senyuman Liana bisa dirinya lihat lagi, sebelum sebelumnya Liana terlihat tak pernah senyum lagi pada dirinya.

" Gua ga akan paksa Lo buat bales gua Li, tapi gua bakal tunggu hari dimana Lo bales perasaan gue " Ujar Joan tiba tiba.

Liana yang tengah berdiri menikmati pemandangan kini berbalik badan menatap Joan yang tengah duduk di belakangnya " Kenapa? Kenapa nungguin gue? " Tanya Liana, Liana menyandarkan tubuhnya ke pembatas.

" Kan Lo tau gue sayang sama Lo " Balas Joan dengan senyuman manisnya.

Liana memiringkan wajahnya " Kan Lo juga tau kita gabisa Jo " Balas Liana tegas.

Joan menatap Liana cukup lama sampai akhirnya Joan membalas " Alasannya? " Tanya Joan

Liana diam, apa perlu dirinya menjelaskan kenapa mereka tak bisa bersama dan soal Kinan juga?

Liana jadi bingung sekarang, jika Liana beritahu Joan soal Kinan apa Joan akan percaya padanya?

Liana kembali berbalik membelakangi Joan " Intinya kita gabisa joo, banyak hal yang bakal halang kita " Ujar Liana.

Joan berdiri dan menghampiri Liana, dia berdiri di samping Liana " Gua gatau apa hal yang bakal halang kita berdua atau apapun itu Li " Katanya lalu memiringkan badannya dan menyandarkan tangan kirinya ke pembatas " Intinya gue ga akan nyerah sampai gue capek sendiri "

...----------------...

4 jam Kemudian.

20:30

Joan sampai di kediaman Liana, pastinya untuk mengantarkan Liana pulang, Lagi pula ini sudah malam Joan tak bisa membawa Liana terlalu lama hingga larut malam

Namun tak di sangka Ayah Liana sudah berdiri sejak tadi di depan rumah menunggu Liana pulang, Alhasil saat Joan datang Ayah Liana bangkit dari duduknya dan menghampiri mereka berdua.

" Malam malam baru pulang " Ujar ayah Liana, dia pun memperhatikan Joan yang masih berada di atas motor " Ini siapa Liana? " Namun Liana hanya diam menatap Joan.

Tanpa pikir panjang joan turun dari motornya dan segera menghampiri Ayah Liana dan memperkenalkan diri, Joan di depan ayah Liana mengulurkan tangannya " Halo om saya Joan, Temen Liana " Katanya.

Ayah Liana pun menjabat tangan Joan " Saya Arga ayah Liana, kenapa jam segini baru pulang? " Tanyanya tegas.

" Abis liat sunset di bukit om, pas jalan pulang kena macet, Lumayan jauh juga om tempatnya " Balas Joan, dirinya tak berbohong tempatnya memang cukup jauh jika di hitung jarak dari bukit ke rumah Liana itu 17km dan yahh tadi pun macet juga.

Ayah Liana menoleh ke arah Liana untuk memastikan, Liana di sana mengangguk lalu ayah Liana kembali pada Joan " Yaudah kamu istirahat dulu di sini, pasti cape juga abis kena macet " Ujar ayah Liana lalu berbalik dan bergegas berjalan ke arah rumah.

" Ayoo, Liana ganti pakaian kamu dulu sana, terus ambil cemilan dan buat minuman untuk Joan " Ujar Ayahnya.

Liana mengerutkan keningnya, Lalu dirinya menoleh ke arah Joan yang berdiri di samping kanannya, Di sana Joan hanya tersenyum yang pastinya dia senang bisa berlama lama di sana.

Alhasil Liana dan Joan pun bergegas menuju rumah, Liana masuk kedalam rumah untuk menganti pakaiannya dan Joan duduk di kursi depan teras bersama ayah Liana.

Seraya menunggu Liana mengambilkan cemilan dan minuman untuk Joan, Ayah Liana mengajak Joan mengobrol.

" Kamu dari lentera biru? Kenapa bisa berteman dengan Liana? " Tanya Ayah Liana.

Joan menolehkan wajahnya " Gara gara berantem om awalnya,,, " Joan pun menceritakan bagaimana dirinya dan Liana bisa bertemu dan akhirnya berteman, dan juga soal perasaannya pada Liana.

Ayah Liana sempat bilang jika Liana tak boleh pacaran sampai dia lulus SMA, Joan pun mengerti sekarang mengapa Liana selalu bilang tidak bisa.

" Ngomongin apa? " Ujar Liana di ambang pintu dengan kedua tangannya kini memegang nampan.

Liana pun menyimpan cemilan dan minumannya di meja " Kayanya seru banget, lagi bahas apa sih? " tanya Liana.

" Pembahasan pria, Lu ga akan ngerti " Jawab Joan, Ayah Liana terkekeh saat wajah Liana berubah kesal.

" Yaudah Liana kedalem lagi " Ujar Liana.

" Kenapa kedalem lagi, mau ngapain ga ngobrol di sini " Ujar Joan menahan Liana yang hendak pergi.

Liana berbalik lalu menatap Joan " Lakuin hal yang cuma cewe tau, cowo ga akan paham " Jawab Liana setelah itu mengulurkan lidahnya mengejek Joan, lalu bergegas pergi dari sana.

" Gamau kala dia " Ujar ayah Liana sembari terkekeh melihat tingkah anaknya itu.

" oh iya om, Liana nanti mau kuliah di universitas mana om? " Tanya Joan.

" Memangnya kenapa? " Tanya ayah Liana.

" Namanya usaha om, selagi masih bisa aku usahakan om, takutnya kalo aku ga coba aku akhirnya nyesel sendiri " Kata Joan, kata kata itu membuat ayah Liana merenung sesaat.

Apa Joan ini benar benar sangat menyukai anaknya? Sampai sampai saat Joan bercerita tentang Liana begitu sangat bersemangat dan terlihat antusias.

Lalu ayah Liana pun memberitahukan dimana nanti Liana akan berkuliah dan memberi tahukan Joan secara mendetail.

" Tapi Joan om mau bilang kalo om gabisa bantu nak Joan terlalu banyak om cuma bisa bantu ini, soal perasaan biar Liana yang menentukan, itu hak Liana" Ujar ayah Liana.

Joan pun mengerti sangat mengerti, lagi pula ini sudah sangat membantu bagi Joan, tak seperti kedua orangtuanya yang selalu mengatur kehidupan Joan, Melihat bagaimana ayah Liana Joan jadi iri, bahkan ayah Liana tak sedikit pun melarang dirinya untuk mendekati Liana dan malah membantu dirinya.

" Gapapa om, ini udah cukup buat Joan, Joan janji sama om ga akan buat om Arga kecewa, kalo suatu saat Joan berhasil dapetin Liana Joan bakal jaga dan buat Liana bahagia setiap harinya " Ujar Joan yang membuat arga semakin tersentuh.

Ternyata anak gadisnya di sayangi sebegitunya oleh seorang pemuda yang ada di hadapannya itu, walaupun dirinya baru kenal dengan pemuda di hadapannya tapi ayah Liana bisa merasakan ketulusan Joan.

" Doain Joan ya om, semoga berhasil "

...TO BE CONTINUED ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!