NovelToon NovelToon
Penyesalan Suami Kejam

Penyesalan Suami Kejam

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:13.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rosma Sri Dewi

Ruby, gadis cantik berusia 27 tahun terpaksa harus menikah dengan seorang pria dingin dan kejam bernama Arkana Rafassya, pria yang memiliki paras yang sangat tampan dan idaman para kaum hawa. Arka, begitulah dia biasa dipanggil, sebenarnya sudah memiliki seorang kekasih yang juga sangat cantik jelita seperti namanya, yaitu Jelita. Arka sangat mencintai Jelita, tapi karena sebuah insiden di mana dia ditemukan sedang berduaan di sebuah kamar dengan Ruby, terpaksa dia harus menikah dengan gadis itu dan berpisah dengan Jelita. Arka menuduh insiden itu adalah rencana licik Ruby agar bisa menikah dengannya, karena dia yakin kalau Ruby itu wanita yang haus akan kekayaan dan ingin hidup mewah. Karena alasan itu, membuat Arka sangat membenci Ruby dan sama sekali tidak pernah menghargai wanita yang sudah menjadi istrinya itu. Pria itu bahkan masih berharap ingin kembali pada Jelita. Bagaimana kelanjutannya? apa benar Ruby seperti yang dipikirkan oleh Arka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Sri Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekesalan Jelita.

Sementara itu, di tempat lain, Arka sedang makan siang dengan Jelita di salah satu restoran yang sederhana. Entah kenapa, Arka belakangan ini lebih suka makan di tempat seperti itu ketimbang di restoran mewah. Bagaimana dengan Jelita? mau tidak mau wanita itu dengan sangat terpaksa mengikuti maunya Arka, walaupun sebenarnya dia tidak menyukai tempat yang disukai Arka itu.

"Sayang, kenapa belakangan ini, kamu selalu memilih restoran seperti ini ya?" tanya Jelita dengan alis yang bertaut.

"Kamu tidak suka ya? kalau tidak suka, kamu bisa kok makan di tempat yang kamu suka. Biar aku makan sendiri di sini," ucap Arka, tanpa beban, tidak memberikan jawaban seperti yang diinginkan oleh Jelita.

"Bu-bukan begitu. A- aku suka kok," jawab Jelita, cepat.

"Sial! kenapa dia berubah dingin seperti ini sih?" umpat Jelita dalam hati.

"Jadi, kenapa kamu tidak makan?" tanya Arka, sembari menunjuk makanan yang ada di piring Jelita. Makanan itu jelas-jelas hanya berukurang sedikit.

"Emm, soalnya tadi aku baru saja makan. Aku ke sini, untuk menemanimu saja," Jelita tersenyum manis.

"Lain kali, kalau kamu sudah makan, tidak perlu menemaniku ya,"

"Kenapa tidak perlu? kamu tidak suka ya aku temani?" Jelita mulai memperlihatkan kekesalannya.

"Bukan seperti itu. Aku tidak ingin kamu melakukan hal yang tidak kamu suku. Karena aku sangat tahu dari wajahmu, kalau kamu tidak menyukai tempat ini. Lagian, toh kuta juga tidak bisa duduk berdekatan kan?" ucap Arka, memberikan alasan.

Ya, mereka berdua memang duduk sedikit berjauhan dan hal ini lah yang sebenarnya membuat Jelita kesal tapi berusaha selalu menutupinya.

"Aku tidak harus berdekatan denganmu, Sayang. Yang penting aku bisa melihat wajahmu,aku sudah bahagia," Jelita melemparkan senyum termanisnya. Senyum yang bisa memikat hati pria manapun yang tidak mengenal siapa wanita itu sebenarnya.

.

"Oh ya, aku bingung, kenapa kamu tidak bisa lepas mengkonsumsi obat anti mual itu? Jelita menunjuk ke arah obat yang emang rutin dikonsumsi oleh Arka. Hanya obat itulah satu-satunya yang bisa membuat rasa mual Arka berkurang, kalau tidak, pria itu tidak akan pernah berhenti muntah.

"Entah," singkat padat dan jelas.

"Apa ada seseorang yang bermaksud mengguna-gunaimu?" Jelita menaikkan sudut matanya ke atas.

"Sudah zaman apa ini, kamu masih percaya hal seperti itu? sudahlah, kamu jangan berpikir yang aneh-aneh. Tidak ada yang yang mengguna-gunaiku," Arka berucap sembari masih tetap menyantap makanannya.

"Ih, bisa aja kan? Ruby mungkin ... Mungkin saja dia nggak terima dan mau balas dendam, jadi dia membuat kamu terus-menerus mual dan bahkan tidak mau dekat denganku," Jelita mulai terdengar memprovokasi Arka.

Arka yang tadinya hendak menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, sontak berhenti dan kembali meletakkan makanan itu kembali ke piring. Kemudian, pria itu menatap ke arah Jelita, dengan tatapan tajam.

"Bisa tidak, kamu berhenti membicarakannya! dia tidak mungkin melakukan buruk seperti itu,"

"Kenapa kamu jadi membelanya? lagian apa yang tidak mungkin? menjebbakmu bahkan sampai membohongimu aja dia bisa lakukan, jadi tidak mustahil kan dia melakukan cara jahat seperti ini?" Jelita masih tetap berusaha memprovokasi Arka.

"Ah, sudahlah! aku sudah bilang tidak ya tidak!" sahut Arka tegas.

Wajah Jelita sontak berubah kesal, karena tindakan provokatif yang dia lakukan gagal.

"Iya deh iya," pungkas Jelita akhirnya mengalah. "Oh ya, bagaimana dengan surat cerainya, apa kamu sudah menandatanganinya?" lanjut Jelita kembali, mengalihkan percakapan.

"Belum!" singkat padat dan jelas.

"Apa! belum? kenapa belum? kamu sebenarnya ada niat nggak sih mau menikahiku?" kali ini suara Jelita mulai meninggi.

"Kenapa kamu menanyakan hal itu lagi? bukannya aku sudah mengatakan kalau aku akan menikahimu?"

"Jadi, kenapa sampai sekarang kamu belum __"

"Aku belakangan ini sibuk, dan lupa tentang surat itu,"Arka dengan cepat memotong ucapan Jelita

"Bagaimana, kamu bisa sampai lupa? kamu sebenarnya masih cinta nggak samaku? karena kalau kamu cinta,aku rasa kamu pasti tidak melupakan surat itu dan cepat-cepat menikahiku, tapi ini sudah lebih dua minggu waktu berlalu, Arka. Tapi, kamu seakan-akan tidak antusias untuk langsung menikahiku," Jelita mulai meluapkan protesnya.

Arka meletakkan sendok dan garpu ke piring, meraih gelas berisi air minum dan meneguk sampai habis. Kemudian, dia menatap ke arah Jelita. "Kenapa kamu jadi mendesakku seperti ini? kamu kira, sangat mudah untuk langsung menikah? Tidak segampang yang kamu pikirkan, Jelita. Aku bahkan belum sebulan berpisah dengan Ruby, bagaimana mungkin aku bisa langsung menikah denganmu? apa kamu tidak berpikir apa kata orang nanti?" tatapan Arka terlihat sangat dingin.

"Jadi, kapan? aku juga butuh kepastian. Ingat, kamu yang sudah memberikan aku harapan lagi. Aku sudah bersusah payah bisa mengiklaskanmu,tapi kamu yang membuat aku berharap lagi. Apa kamu mau membuat aku putus harapan lagi?" Jelita kembali mulai memainkan dramanya.

"Iya, iya. Kamu jangan menangis. Baiklah, nanti aku akan menandatangani surat itu dan secepatnya mengurus pernikahan kita," pungkas Arka akhirnya.

"Aku ikut! aku ingin melihat sendiri kamu menandatanganinya. Aku tidak mau, nantinya kamu lupa lagi," ujar Jelita dengan tegas.

"Terserah kamu deh!" Arka menghela napas pasrah.

Jelita kembali menyunggingkan senyum di bibirnya. Namun senyum itu hanya bertahan sebentar. Senyum itu seketika surut, ketika melihat sosok pria di meja lain. Pria itu tersenyum penuh makna dan memberikan sebuah isyarat lewat matanya.

"Sial! mau apa lagi dia!" umpat Jelita dengan raut wajah berubah panik.

"Sayang, kamu tunggu di sini sebentar ya! aku mau ke toilet dulu," ucap Jelita sembari berdiri dari tempat duduknya. Wanita itu beranjak pergi, setelah Arka menganggukkan kepalanya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Ada apa lagi, kamu memintaku ke sini? bukannya urusan kita sudah selesai?" semprot Jelita pada pria yang berdiri tepat di di depannya.

"Siapa bilang urusan kita sudah selesai? urusan kita tidak akan pernah selesai. Sekarang,aku sedang butuh uang, dan aku mau kamu memberikan aku uang itu!" pria di depannya itu menyeringai dengan sinis dan licik.

Jelita berdecih seraya mendengus mendengar ucapan pria setengah baya di depannya yang tidak lain adalah Rajasa papanya Ruby. "Atas dasar apa aku harus memberikan kamu uang? ingat, semua urusan kita sudah selesai. Aku sudah mengembalikan surat-surat rumah kamu juga. Jadi,kamu tidak punya hak untuk meminta uang lagi dariku,"

Rajasa tertawa, meledek. "Semuanya memang sudah kamu kembalikan. Tapi, ingat aku memegang semua kebohonganmu. Sekarang, aku sudah kehilangan sumber uang yang biasanya datang dari Ruby. Jadi, sekarang kamulah yang wajib memberikan uang padaku, setiap aku memerlukannya. Kalau tidak ... aku tidak akan sungkan-sungkan membaberkan semua kebohonganmu pada Arka," Rajasa menyeringai, licik.

"Sial! dasar pria tua brengsek! kamu mau mengancam dan memerasku? kamu kira aku takut? aku bisa saja melaporkanmu ke polisi, ingat itu!" Jelita balik mengancam, berharap Rajasa takut.

"Silakan saja laporkan! aku mau tahu, seberapa berani kamu melaporkanku." Rajasa tersenyum sinis. Tidak merasa takut dengan ancaman Jelita.

"Kamu melaporkanku atas ancaman dan pemerasan, tapi polisi akan bertanya alasan aku mengancam dan memeras kamu kan? apa kamu akan berani mengatakan alasanku memerasmu? ingat, kalau kamu melaporkanku, itu akan membuat kebusukan kamu terbongkar di depan Arka dan keluarganya. Mereka akan tahu, kalau kamu yang sudah mengatur semua jebakan Runy atas Arka dulu, hanya demi agar kamu bisa meraih impianmu menjadi designer. Arka juga akan tahu kalau kamu selama ini hanya berpura-pura trauma, itu hanya cara kamu, untuk membuat Arka tidak membencimu, tapi justru merasa bersalah. Kamu pasti tidak mau itu terjadi kan? karena kalau Arka sempat tahu, yang ada Arka dan Keluarganya akan sangat membencimu," lanjut Rajasa lagi, tersenyum penuh kemenangan.

"Sialan! kamu benar-benar licik! baiklah, aku akan memberikan kamu uang. Nanti aku akan transfer. Berapa yang kamu butuhkan?" Jelita akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa.

"Tidak banyak, untuk sekarang cukup 100 juta saja,"

"Apa? 100 juta. Kamu gila ya? uang sebanyak itu buat apa? bukannya aku sudah memberikanmu 50 juta minggu yang lalu?" protes Jelita.

"Aku menggunakan uang itu untuk apa,bukan urusanmu. Yang penting kamu menyiapkan uangnya saja. Aku pergi dulu. Ingat, satu jam lagi, uang itu harus sudah ada di rekeningku, kalau tidak ... kamu pasti tahu apa yang akan terjadi selanjutnya," pungkas Rajasa sembari berlalu pergi tanpa menanggalkan senyum liciknya.

"Sialan! kenapa jadinya begini ya! pria itu benar-benar jadi ancaman buatku. Arghhh!"

Tbc

1
Ratna Ningsih
hahahaha ada kuntilanak Bima malah naik keatas pohon. wkwkwkwk 😀😀😀😀🙈🙈🙈
Ratna Ningsih
otw Hamidun Adel 🤭🤭🤭
Ratna Ningsih
untuk menghadiri acara pertunangan sang mantan kek nya salah gaun deh🙏. lebih anggun gaun Adelia 🤭🤭
Ratna Ningsih
jangan emisi dlu Bima, luruskan permasalahan paham pandu dg mu biar semuanya clear.
Ratna Ningsih
hahahaha 😀😀😀🙈🙈
Ratna Ningsih
itu lah perempuan bodoh, lebih percaya dg org yg baru dikenal dripada org yg udah kita ketahui karakter nya 🙈🙈
Ratna Ningsih
seorang penulis sebelum menuangkan halu nya terlebih dlu akan melakukan riset, lokasi dan sejarah atau ilmiah yg akan dituangkan dalam ceritanya 🤔🤔🤔
Ratna Ningsih
readers hanya menikmati apa yg disuguhkan penulis dan readers ga bisa jdi sutradara 🤭🤭🤭🤞🤞
Ratna Ningsih
arka hilang ingatan alias amnesia 🤔🤔🤔🙈
Ratna Ningsih
makanya bucin boleh tpi logika tetap berjalan, punya kekuasaan dan uang seharusnya di selidiki dlu jngan langsung ambil keputusan. nyesek kan tih🤭🤭🤭🙈🙈
Ratna Ningsih
Lom jadi mertua udah mo ikut campur urusan anaknya 🤔🤔 gimna klo udah jdi mantu, bisa" perusahaan arka dia yg kuasain🙈🙈🙈🤭🤭
Ratna Ningsih
menyesal dibelakang ya vid, klo didepan tuh pendaftaran namanya 🤔🤔 pendaftaran penyesalan wkwkwkwk 🤭🤭😘😘😘
Ratna Ningsih
tugas pintu, apa itu maksudnya 🤔🤔
Ratna Ningsih
anak bodoh, orang tua ga tau diri anak dijadiin mesin pencetak uang. Ruby bodoh banget udah hidup dikhianati bapak sma kakak nya diperas lgi jdi mesin pencetak duit🤔🤔🤔
Ratna Ningsih
ada ya lelaki mulut ember kek gitu🤔🤔 emang cocok sih klo Risa berpasangan dg David mulut ember dan sama" penghianat 🤭🤭🤭🙈🙈
Ratna Ningsih
curiga, sepertinya papa nya ga setuju arka dg jelita makanya dibuatlah scenario untuk memisahkan arka jelita 🤔🤔🤔
Ratna Ningsih
barang jijik tpi dimauin dan dinikmati selama 4 th. ngadepin suami kek gitu Selma itu coz bisa ya🤔🤔🤔
ahyuun.e
siapa lagi itu tasya dan kama thor? perasaan yg lgi di bhas tiara dan panduan suara 🤒🤣
Vita Vita: 🤣😂🤣😂🤣😂🤣🤣🤣👍
total 1 replies
Misaza Sumiati
rajasa mungkin dibunuh mona
Novita Eka Wati
sedih 😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!