Hidupku penuh liku-liku
berawal dari jatuh cinta semasa sekolah menengah atas yang berakhir tanpa jelas, lalu aku jatuh cinta kembali namun aku kehilangan calon suamiku sehari menjelang pernikahan kami.
calon suamiku meninggal dunia karena kecelakaan.
Sampai suatu ketika aku bertemu dengan seesorang yang mengubah duniaku bagai di neraka, hidup bergelimang harta, namun aku tak pernah bahagia
Kamar ini menjadi saksi betapa tersiksanya aku menjalani hidup dengan nya.
Bukan cuma sekali ini suamiku berselingkuh,tapi sepanjang pernikahan kami.
Udara di kamar ini seakan membuatku sesak, hanya suara detak jam yg menemani hatiku yang hancur.
"cerai" hanya kata-kata itu
saja yang ada dalam pikiranku.
"Ya Robb, selama ini aku bertahan karena aku tahu bercerai adalah perbuatan yang kau tidak suka, tapi batin ku sakit untuk kesekian kali. Sabar ku sudah habis...., ampuni hambamu ini...."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perawat Pribadi
# mas agus
Agus mengerjapkan matanya, rasanya badannya sudah enakan hanya tinggal lemas.
Terlihat Sofie maasih tertidur dengan posisi duduk sambil menggenggam tangannya
"wanita yang aku cinta, wajah nya meneduhkan ku" ucapku dalam hati
Agus membelai rambut Sofie dengan lembut, terlihat wajah Sofie yang kelelahan dan banyak menangis ...
”bersyukurnya aku ternyata dia akhirnya menjadi miliku, tinggal ku sah kan hubungan kami" ucap Agus dalam hati
drttttt..... drtttttt
mami calling.....
ponsel Agus. bergetar
" assalamu alaikum mam"
"wa alaikum salam nak, kamu dimana? mami ke kost an katanya kamu di rawat, kamu sakit apa ? rumah sakit mana? kenapa gak ngabarin mami? "tanya maminya beruntun
" mam, im fine ok? rumah sakit pertamina, Aku cuma sakit biasa, alergi kambuh, lupa aku makan seafood"
" ok mami kesana... mau di bawakan apa?
"aku mau soup rempah ayam kampung mam,maaf merepotkan mami"
"ok mami bawakan ,2 jam lagi mami sampai sana sama papi"
"makasih mam"
lalu mami memutuskan panggilan nya
Sofie menggeliat, ia mengerjapkan mata beberapa kali,
dilihat nya mas Agus yang sudah duduk dan sedang menerima telepon
senyum Sofie mengembang, ia terlihat senang dan lega karena mas Agus sudah baikan
" Sayang apa kamu sudah enakan ? alhamdulillan aku lega" ucapnya
" Udah enakan tapi belom bisa makan sendiri" saut ma.Agus manja
" Iya sayang aku suapin ya. pokok nya aku seharian milik kamu" ucap Sofie malu-malu
"Makasih ya sayang udah jadi perawat pribadiku"
Mas Agus menggenggam tangan sofi dan mengecup punggung tangan nya
"Makasih sayang... makin cinta kamu"
"Aku juga yank" saut nya malu
"kamu juga apa ? tanya ma Agus menggoda
" aku juga cinta kamu" masih dengan malu-malunya
cup
Agus mencium kening kekasihnya
# Sofie POV
"Rasanya malu sekali bilang cinta pada mas agus tapi yang aku rasakan sekarang adalah cinta, walau awalnya aku ragu" gumam Sofie dalam hati menatap penuh cinta kepada Agus
" mas makan dulu yuk, Sofie cuci muka dulu ya "
Setelah mencuci muka dan menggosok gigi, ku hampiri mas Agus dan membuka sarapan pagi yang sudah disiapkan perawat, Sofie dengan telaten menyuapi dam memberikannya obat
" Sudah makan dan minum obat, mas istirahat
mau aku setelkan tv kah mas? tanya Sofie
"Gak yank aku mau ngobrol sama kamu aja, mau lihat kamu sampe puas" jawab mas Agus
"Mas aku lagi jelek banget, polos banget muka aku, mana mata bengkak habis nangis" ucap Sofie sambi menutupi wajahnya
Agus menarik tangan tangan Sofie , kemudian membelai wajahnya
"Sayang, bagiku kamu wanita paling cantik dan sempurna" ucap nya sambil mengecup bibir sexy Sofie
" Mas apakah nggak nyesel pilih aku jadi pacarmu? aku gak cantik, gak pintar, background ku aja cuma sampai sekolah menengah atas, tambah aku gak putih , trus aku gak tinggi.. liliput gini kenapa mas bisa suka? tanya Sofie menyelidik
" sayang, dalam kamusku gak ada kata menyesal mencintaimu.
Bagiku kami paling cantik, kamu manis, kamu cerdas, aku suka kulit mu yang sawo matang, dan karena kamu imut jadi selalu bikin gemes" saut nya sambil mencubit pipi Sofie
"Serius mas? jangan-jangan cuma buat nyenengin aku aja"
" Sejak kapan mas bohong? oh ya nanti mami ma papi mau kesini. nanti aku kenalin kamu sama calon mertua ya " goda mas Agus
"Mas aku belom siap ketemu orang tua kamu, bagaimana pandangan mereka tentang aku? aku ga selevel dengan anaknya" ucap Sofie sedih sambil mengigit bibir bawah
" Sayang, orang tua ku berfikiran terbuka, kamu gak usah kwatir ya.
Sofie hanya menggangguk walau jauh dilubuk hatinya ada cemasan akan masih hubungan mereka
.