NovelToon NovelToon
Aku, Kamu Dan Kisah Lucu Kita

Aku, Kamu Dan Kisah Lucu Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Teen
Popularitas:84
Nilai: 5
Nama Author: Annaaluvv

Pertemuan yang tak baik belum tentu menjadi akhir yang buruk, karna seiring berjalannya waktu perasaan itu pasti akan muncul, contohnya perasaan jatuh cinta dan suka.


seperti kisah Jovandra dan adelliana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annaaluvv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 7

20:12

Liana terus memperhatikan pintu putih itu, dirinya sudah menunggu cukup lama dan memikirkan kapan Joan akan pulang, Yola pun sampai tertidur di pahanya selama 15 menit.

Sesekali Liana melihat ke arah jam dinding yang ada di sana.

" Tu cowo kapan pulang sih " Gumam Liana, tangannya masih sibuk mengusapi rambut Yola yang tertidur di pahanya.

Untung saja Yola sudah meminta izin pada ayahnya jika hari ini Liana pulang terlambat karna harus menjaga Yola, sampai Yola harus melakukan panggilan video agar ayahnya percaya bahwa Liana tak berbohong.

Mata Liana tak Kuat menahan kantuk, Liana pun menyandarkan punggungnya lalu memejamkan matanya, Liana memutuskan untuk tidur sejenak seraya menunggu Joan pulang.

...----------------...

Joan tersenyum tenang saat menaiki motor miliknya untuk bergegas pulang, Joan yakin Liana tengah kesal di rumahnya karna menunggu dirinya hingga tak terasa sudah jam 9 malam.

Soal balapannya, Joan menang, walaupun sempat ada kendala motornya mati tiba tiba saat di pertengahan dan kakinya yang sempat di tendang oleh Dion saat hendak menyalipnya.

Tak ingin berlama lama di sana Joan pun segera pulang, sekitar kurang lebih 10 menit dari tempat sebelumnya akhirnya Joan Sampai di rumahnya.

Memarkirkan motornya dan segera masuk kedalam rumah.

Pemandangan pertama yang terlihat di mata Joan adalah melihat Liana yang tengah tertidur dalam posisi duduk dan Yola yang tertidur di paha Liana.

Joan tersenyum saat menyimpan helmnya di meja, matanya belum beralih memandangi Liana yang tengah terlelap itu.

Joan duduk di samping Liana, menyandarkan punggungnya dan kepalanya pada sofa, lalu menolehkan wajahnya menatap wajah damai Liana yang menghadap ke arah Joan.

Mata Joan tertuju pada bintik hitam di dekat mata Liana, Joan mengubah posisinya menahan kepalanya menggunakan tangan kirinya.

Dengan sengaja Joan meniup wajah Liana yang tengah terlelap itu, joan menahan tawanya saat Liana terlihat terganggu oleh tiupan yang berasal dari Joan.

Di saat Joan tengah memandangi Liana dan sesekali menganggu, Liana bergerak membuat Joan terkejut, Joan menunggu kapan mata Liana akan terbuka.

Sepertinya Liana tengah bermimpi sampai terbawa ke dunia nyatanya saat tiba tiba Liana menyentuh leher Joan hingga Joan yang tadi tengah menahan tawanya membeku seketika.

Joan makin terkejut sewaktu Liana menyentuh lehernya dengan tangan yang lainnya lalu menariknya kepelukan Liana.

Joan menahan tubuhnya dengan satu tangan kanannya menyentuh sofa di sebelah kanan kepala Liana.

" Eumm udah cup cup cup jangan nangis " ucap Liana tak jelas sembari menepuk nepuk pucuk kepala Joan.

Tangan kanan Joan sampai bergetar, menandakan bahwa dirinya sudah tak kuat menahan tubuhnya agar tidak terjatuh menimpa yola yang tertidur di paha Liana.

" Liana, aduh Li " Ucap Joan berusaha membangunkan Liana, bukan apa apa Joan hanya merasa ada sesuatu yang aneh saat wajahnya dan wajah Liana hanya berjarak 5 centimeter, telinga dan pipinya terasa panas dan merasa tak karuan.

Joan mebelalak saat kedua tangan Liana menyentuh kedua pipinya.

Dan di saat itu juga Liana terbangun karna Joan tak sengaja berdeham cukup keras, Liana membuka matanya dan seketika Liana terkejut saat wajah Joan yang kini ada di depan wajahnya dan dirinya yang menyentuh pipi Joan membuat jarak wajah mereka semakin dekat

Liana mendorong Joan hingga Joan terjatuh dari sofa dan hal itu pun membangunkan Yola.

" Lo,,,, ngapain ih! " Seru Liana.

Yola bangun, dirinya kebingungan saat suara gaduh terdengar, tatapannya langsung tertuju pada Joan yang kini duduk di lantai " Ada apa sih ka? " Tanya Yola mengucek matanya yang masih terasa pusing.

Joan bangkit dan kembali duduk di sofa seakan tak terjadi apa apa " Ke kamar gih, tidur di kamar " Ujar Joan menyuruh Yola.

Yola menolehkan wajahnya pada Liana lalu bangkit " Ka Liana nginep kan? Besok libur kan? " Tanya Yola.

Liana mengangkat wajahnya " Hah? Eh a- aduh gimana ya " Liana masih dalam keadaan tak karuan, menjawab Yola saja seperti itu.

" Semalem, nanti gue minta izin sama bokap Lo, temenin Yola semalem aja " kini Joan yang memintanya.

Yola kembali duduk " Kalo ga nginep Yola gak akan tidur deh " Katanya berpura pura marah.

Liana menatap Joan seakan mengucapkan

' gimana nih? ' lewat matanya.

Joan malah membalas dengan mengangkat kedua bahunya,Liana jadi serba salah maksud Liana itu Liana bukan tak mau menemani Yola, masalahnya ini rumah Joan dirinya sedang berada di rumah joandra, Liana hanya tak tau harus bersikap bagaimana selanjutnya setelah kejadian tadi.

" Kak! "

" Oke iya ayo " Liana spontan menjawab saat Yola berseru, bahkan Liana terkejut dengan jawabannya Sendiri.

Joan iku berdiri saat Liana dan Yola bergegas pergi menuju kamar milik Yola, saat mereka tengah berjalan bersama menaiki tangga Liana sesekali melirik ke arah Joan yang berjalan di belakangnya.

Dan saat Liana sekali lagi merilik ke arah Joan Liana melihat joan tengah menatapnya sembari tersenyum, Liana memalingkan wajahnya cepat, Liana merasa merinding melihat tatapan dan senyuman Joan seakan mengartikan sesuatu di balik itu.

Yang Liana tau, itu tatapan nakal, Joan seperti menunjukan ancaman lewat matanya.

Saat sampai di depan pintu kamar Yola liana menolehkan wajahnya saat tau jika kamar Joan terletak di sebelah kamar Yola, Yola masuk terlebih dahulu sedangkan Liana berhenti saat Joan memanggilnya.

" Shuuut " Panggil Joan, Joan menyandarkan bagian tubuh sebelah kirinya dan melipat kedua tangannya di depan dada.

" Apaan? " Tanya Liana berbisik.

Joan malah tersenyum jahil pada Liana, membuat Liana berdecak kesal dan segera berlari masuk dan menutup pintunya saat Joan hendak menghampiri Liana.

Joan menundukkan wajahnya tak bisa menahan senyumnya ketika Liana seakan takut saat dirinya hendak menghampiri Liana, Joan hanya ingin bermain main saja sebenarnya.

Joan pun membuka pintu kamar miliknya

" Sialan, gemes banget dia " Joan tak bisa terhenti untuk terus tersenyum.

" Liana Liana "

1 jam kemudian-

22:32

Liana terus berusaha menyamankan posisi tubuhnya yang terus merasa tak nyaman, dirinya belum juga bisa tidur sejak tadi, tadi saja di ruang tengah Liana begitu mengantuk mengapa saat waktunya untuk tertidur liana tak mengantuk sama sekali.

Liana bahkan mencoba mendengar lantunan musik merdu tapi tetap saja sulit untuk terlelap.

Liana turun dari tempat tidurnya pelan pelan agar tak menganggu Yola yang tengah tertidur lelap, lalu Liana berjalan keluar.

Perutnya terasa lapar, mungkin itu penyebabnya Liana tak bisa tertidur, sebenarnya Liana tak enak karna ini bukan rumahnya.

Mau bagaimana lagi, Liana terpaksa harus mengisi perutnya.

Saat sampai di bawah Liana langsung tertuju pada area kolam renang yang masih terang, Liana masih mengingat jika lampunya sudahh di matikan, jelas sore tadi Liana sendiri ya melakukannya.

Penasaran Liana pun berjalan ke area kolam renang untuk memeriksa, Liana berdiri di tepi kolam untuk memastikan bahwa tak ada yang tengah berenang, lagi pula siapa yang berenang di tengah malam begini.

Merasa tak ada siapapun di sana Liana pun memutuskan untuk berbalik.

" Li "

Liana tersentak kaget saat Joan berdiri tepat di belakangnya, hingga hal yang tak terduga dan tak bisa di hindari terjadi dalam hitungan detik.

Liana terpleset dan terjatuh kedalam kolam renang di bagian yang cukup dalam, Joan yang melihatnya pun terkejut dan segera melompat kedalam kolam dan segera membawa Liana ke atas kolam.

" Uhuk uhuk uhuk hahhhh hhhh " Liana menelan cukup banyak air saat dirinya berada di kolam tadi.

Joan membenarkan rambut Liana yang menutupi wajahnya " Lo gapapa? "

Liana menggelengkan kepalanya, Liana tak sempat bersuara karna masih mengatur nafasnya dan juga sedikit terkejut saat melihat joan tak memakai baju, namun itu bukan masalah justru Liana sadar jika kaos yang dirinya pakai menerawang Bagian dalamnya.

Liana secepatnya menutup bagian dadanya saat bagian dalamnya samar samar terlihat karna kaos yang cukup tipis, Liana menatap tajam Joan.

Joan yang ikut terfokus pada apa yang di lihat Liana segera menutup matanya mengunakan tangan kanan " gak gue gak liat serius! "

Liana bangkit, dan berjalan masuk kedalam rumah, Liana sungguh malu dan kesal, mengapa Joan harus berdiri di belakangnya yang pastinya bisa membuat Liana terkejut, di tambah Joan melihat,,,

" Ihhhh lagian kaosnya kenapa tipis coba! "

Saat sampai di atas Liana menghentikan langkahnya saat Joan menutup tubuh Liana mengunakan handuk besar berwarna putih.

" Tunggu di sini, Yola bangun " Katanya, setelah itu Joan berjalan melewati Liana menuju kamarnya.

Liana yang tengah berdiri di antara pintu kamar Joan dan Yola " Terus? " Bisik Liana.

" Masuk ke kamar gue cepet "

...TO BE CONTINUED ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!