Nandita seorang gadis yang berusia 20thn.Ia tinggal bersama ibu dan seorang adik yg baru berusia 10thn sedangkan ayah Dita sudah tiada sejak ia duduk dibangku awal SMA.
Ia terpaksa bekerja disebuah kafe dan sebuah stasiun radio untuk membantu ibunya.sebenarnya Dita ingin sekali menjadi dokter namun cita-citanya terpaksa harus dikubur dalam-dalam karna ekonominya.
suatu hari saat Dita sedang bekerja tanpa sengaja dita bertemu dengan Daniel.
Ya Daniel adalah mantan kekesihnya.mereka putus satahun yang lalu.
Akankah Nandita dan Daniel kembali bersama?
Akankah semuanya berjalan dengan baik-baik saja lalu bagaimana usaha Daniel untuk mendapatkan Dita kembali?
Simak ceritanya y semoga kalian g kecewa happy reader y
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Maelani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Sekarang Dhita berada disebuah rumah yang jauh dari kota tanpa ia sadari Dhaniel membawanya ke sebuah Villa dikawasan puncak dan ketika mereka tiba disana sudah disambut dengan beberapa orang diantaranya tunangan Dhaniel dan seorang pria serta beberapa orang wanita yang Dhita tidak tahu namanya mungkin mereka adalah pasangan dari Andreas,pian dan Angga.
" ayo turun " ajak Dhaniel sambil membuka pintu mobil
Dhita masih enggan untuk turun dan bergabung bersama mereka namun Dhanil yang menarik tangannya memaksanya untuk turun juga.
" mau ngapain kita disini Niel " tanya Dhita dengan nada malasnya.
" merayakan pertunanganku kemarin, tapi ini hanya orang-orang terdekat aja" jawabnya polos
entah mengapa tiba-tiba hati Dhita terasa sakit mendengar ucapan Dhaniel
" kenapa juga aku harus hadir disini pake acara dijemput lagi,emang dia g mikir apa gimana perasaan aku " batin Dhita
" Anandhita kenapa melamun, ayo masuk" ajak Pian yang melihatku hanya termenung sambil bersandar pada sisi mobil tanpa ada minat untuk mengikuti Dhaniel dan yang lainnya.
"mumpung gak ada yang lihat apa kabur aja y? tapi tar kalau nyasar gimana? trus ini kan adanya di atas bukit gak angkot masa aku jalan kaki sih "
sebetulnya Dhita mempunyai niat untuk pergi dari villa itu akan tetapi begitu banyak keraguan dalam dirinya yang ada Dhita hanya terpaku disamping mobil dan mengabaikan ajakan Pian dan Dhaniel.
tanpa sengaja ia melihat ada sebuah ayunan disamping villa tersebut dan begitu banyak bunga yang tumbuh disana beraneka warna dan jenisnya, entah mengapa ia tertarik untuk menikmati sejuknya udara sore ia pun menaiki ayunan dan mengayunkannya pelan.
semilir angin menerpa wajah Dhita yang putih mulus terasa begitu sejuk, rambutnya yang panjang hampir sepinggang terayun mengikuti gerak ayunan yang ia naiki
tanpa ia sadari ada sepasang mata yang sedari tadi menatap kearahnya nampak senyumnya mengembang kala melihat gadis itu begitu menikmati bermain ayunan seorang diri .
"ngapain loe disini" sapa Angga pada Dhaniel yang sontak membuat Dhaniel sedikit terkejut
" ih...ganggu aja sih loe " gerutu Dhaniel sedikit kesal
Angga yang melihat wajah Dhaniel kesal hanya tersenyum mengejek sambil berlalu pergi meninggalkan Dhaniel,namun saat Dhaniel melihat kearah ayunan yang tadi di naiki Dhita kini nampak kosong ia pun segera setengah berlari keluar dari villa dan menuju ayunan yang kini kosong untuk mencari keberadaan Dhita.
ia pun memutari villa mencari Dhita namun tak membuahkan hasil beberapa temannya yang melihat kepanikan di wajah Dhaniel segera menghampirinya
" loe kenapa Niel" tanya Andreas
" loe liat si Dhita gak" tanya Dhaniel yang hanya dijawab dengan menggelengkan kepala
" ish...kemana sih nih anak" Dhaniel menggerutu sendiri, nampak ada kekesalan diwajahnya
" ayo bantuin cari" perintah Dhaniel lalu mereka berpencar mengitari villa mencari dhita
sementara itu diluar area villa nampak seorang gadis cantik sedang asik meliat ikan yang sedang berenang di sebuah kolam milik warga
iya Dhita sedang menikmati suasana pedesaan yang jarang ia nikmati mungkin ia berpikir dari pada ia sakit hati di villa melihat Dhanil dan tunangannya lebih baik ia disini melihat orang yang sedang menangkap ikan tanpa ia sadari tingkahnya itu membuat kepanikan di villa semua orang mencarinya.
" lihat aja ya Tha kalau ketemu aku bakalan ikat kamu biar gak bisa kemana-mana" batin Dhaniel.
" coba kita cari di luar villa, siapa tau dia lagi melihat-lihat pedesaan" tutur Hesti
yang langsung dibenarkan oleh teman-temannya .
" dasar nakal susah banget sih diaturnya" Dhanil menyisir rambutnya kebelakang dengan tangan dan mengsap wajahnya dengan kasar Hesti yang melihat Dhaniel begitu kacau hanya melemparkan senyum mengejek
"kayanya kamu beneran cinta banget ya Niel sama Dhita" ucapnya sambil bergelayut manja ditangan Hendy kekasihnya
Dhaniel tak menjawab ia pun bergegas keluar dari area villa dan menyusuri jalan pedesaan untuk mencari Dhita.
belum begitu jauh meninggalkan villa matanya yang tajam melihat dikejauhan ada seorang gadis yang sedang berjongkok disisi kolam ikan sambil melihat beberapa orang yang sedang menangkap ikan mas dengan ukuran besar. ia nampak begitu bahagia ketika seorang pemuda kampung itu menawarinya seekor ikan mas yang lumayan besar
" neng geulis mau ikan ini tidak" sang pemuda mendekati Dhita sambil membawa seekor ikan mas
" mau mang, tapi saya gak bawa uang gimana" ucap Dhita polos
" ih si eneng ini mah geratis buat eneng yang geulis mah" ucap si pria sambil meyodorkan ikan kearah Dhita
Dhita yang tak berani memegang ikan pemberian pemuda tadi sontak menjauh pria desa itu tertawa geli melihat tingkah Dhita
sementar itu Dhaniel begitu gusar melihat pujaan hatinya tertawa bersama pria yang baru saja dikenalnya
" Beib sedang apa kamu disini " tanya Dhaniel lembut berusaha manahan amarah yang kini sedang bergejolak didadana
" kok kamu nyusul kesini Niel " bukannya menjawab Dhita malah kembali bertanya dengan polosnya pada Dhaniel.
" ayo kembali ke villa yang lain udah nungguin kamu beib" ucap Dhanil sambil menarik tangan Dhita
" neng ini ikannya " si pemuda berteriak pada Dhita sambil mengangkat ikan mas
" maaf kang g jadi terima kasih " ujar Dhita sambil menoleh kearah pria yang tadi memberinya ikan sementara itu Dhaniel menarik tangan Dhita dengan cukup kuat hingga Dhita sedikit meringis menahan perih dipergelangan tangannya
" Niel pelan- pelan tanganku sakit " pinta Dhita sambil berusaha melepaskan cengkran tangan Dhaniel di pergelangan tangannya.
Dhanil tak menghiraukan rengekan Dhita ia terus saja menarik tangan Dhita dan begitu sampai didalam villa ia pun menghempaskan Dhita dengan kuat di sofa yang sontak membuat Dhita tersungkur disofa
" apa-apa'an sih Niel " teriak Dhita tak terima
" apa kamu g puas setelah bikin aku khawatir semalaman trus sekarang tiba-tiba menghilang begitu aja,memangnya gak bisa apa kalau mau kemana-mana bilang dulu" bentak Dhaniel tak mau kalah
" dih siapa yang suruh kamu khawatirin aku" jawab Dhita seenaknya
Dhaniel yang mendengar jawaban Dhita makin tersulut emosinya amarahnya yang sedari tadi ia tahan akhirnya meluap juga dengan tatapan penu emosi ia meraih dagu Dhita dengan tangannya yang besar dan sedikit mengangkatnya memaksa Dhita untuk menatapnya
" ihh..Niel lepasin sakit tau " rengek Dhita sambil memegang tangan Dhaniel dan berusaha melepaskannya dari dagunya
Wajah Dhita menjadi pucat saat wajah Dhaniel semakin dekat dengan wajahnya bahkan kini ujung hidung mereka saling menempel hingga hawa panas yang keluar dari nafas Dhaniel terasa di pori-pori wajahnya
" a...apa yang akan kamu lakukan Niel,jangan macem-macem deh " ucap Dhita terbata-bata sambil berusaha mendorong tubuh Dhaniel dengan kedua tangannya
" aku akan memberimu sedikit pelajaran beib" ucapnya langsung menempelkan bibirnya dibibir Dhita lalu menyesapnya sedikit kuat hingga membuat Dhita merigis,Dhita berusaha mendorong tubuh Dhaniel agar menjauh namun sia-sia akhirnya ia pasrah akan apa yang dilakukan oleh Dhaniel.
setelah cukup lama Dhaniel menyesap bibir Dhita dan menggigit bibir bawah Dhita dengan agak kuat hingga membuat gadis itu meringis dan mengeluarkan air mata menahan perih dibibirnya akhirnya Dhanil melepaskan pangutannya dengan senyuman puas.
ia duduk disisi Dhita lalu berbisik ditelinga Dhita " itu sedikit pelajaran buat kamu beib biar lain kali kamu g bakal bikin aku khawatir lagi" ia pun menyandarkan tubuhnya pada sofa lalu mengambil sebatang rokok dan menyalakannya setelah menghirupnya dalam-dalam ia pun mengeluarkan asapnya dengan kasar
Dhita memegangi bibir bawahny yang sedikit membesar dan ada sedikit luka disana tidak begitu besar tetapi begitu dalam hingga menimbulkan rasa perih.
dengan tatapan penuh rasa kesal akan ulah Dhanil ia pun mengeser duduknya menjauh dari Dhaniel
sementara itu tak jauh dari mereka nampak Andreas,pian,Angga,Hesty dan Hendy tertawa melihat kelakuan Dhaniel yang terlihat sedikit posesif padahal setahu mereka ada banyak wanita cantik dan seksi yang mengejar-ngejarnya tetapi tak mendapat tanggapan sedikitpun dari Dhaniel
tetapi kenapa dengan Nandhita justru sebaliknya Dhaniel lah yang mengejar wanita itu.