NO BOM LIKE!! Hargai penulis!
Bagaimana jadinya jika wajah yang selalu datar dan dingin dijodohkan dengan orang yang memiliki sifat ceria dan bar-bar?
Ben Indorto seorang ketos di sekolah SMA Nusa Bangsa Jakarta. sifat nya dingin dan datar pada semua org termasuk pada dua sahabatnya. memiliki wajah yang tampan dan cerdas dalam segala hal mampu membuat wanita terpikat olehnya.
Keyla Raharja, seorang gadis cantik dan ceria rela pindah sekolah ke Jakarta untuk menghindar dari perjodohan yang tidak dia inginkan. namun siapa sangka di balik sifat cerianya ada sifat yang mengerikan?
Akankah terjadi pernikahan diantara mereka? ikuti terus ceritanya ya🥰😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina yuwita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Siska
Saat ini Ben dan Keyla sedang berjalan menuju roof top di salah satu hotel bintang 5 di Jakarta.
"Gimana, suka?" tanya Ben saat mereka sudah sampai di tempat paling atas bangunan hotel ini.
"Biasa aja" jawab Keyla cuek.
Padahal sebenarnya, dia sangat senang mengetahui Ben sudah mempersiapkan acara makan malam yang sangat romantis untuk mereka berdua. terlihat lilin-lilin yang memenuhi area di sekitar rooftop dan beberapa hidangan mewah yang tersaji di meja tidak jauh dari mereka berdiri saat ini.
"Aku tau sebenarnya kamu suka. tapi karena gengsi, kamu jadi bilang biasa aja" ucap Ben menggandeng tangan Keyla menuju tempat duduk yang sudah tersedia.
"Nggak usah sok tau deh, aku mana suka suasana kayak gini" sangkal Keyla dengan cepat.
"Nggak usah bohong, aku tau dari mata kamu" kata Ben menoel hidung mungil Keyla sebelum duduk di tempatnya.
"Cih" Keyla berdecih tapi kedua sudut mulutnya terangkat membentuk sebuah senyuman. jujur Keyla saat ini semakin dibuat jatuh cinta oleh Ben. walau sering bertengkar, tapi hal itulah yang membuat hubungan mereka semakin erat.
"Love you Ben" batin Keyla tersenyum sambil memakan makanannya. kemudian mereka menikmati makan malam dengan tenang. hanya dentingan sendok dan lampu-lampu kota yang mengiringi suasana romantis malam ini.
"Btw kapan kamu ngelakuin ini semua?" tanya Keyla menatap keindahan kota dari tempatnya duduk.
"Bram yang ngelakuin" jawab Ben menyeka bibirnya dengan tissue.
"Bram?" tanya Keyla mengangkat alisnya.
"Iya, aku yang nyuruh dia ngedekor tempat ini sebagus mungkin" jawab Ben bangkit dari duduknya menghampiri dan menarik tangan Keyla agar berdiri.
"Ben ini di rooftop jangan macem-macem" ucap Keyla menahan wajah Ben yang sudah hampir mencium nya. Ben yang mendengar itu sontak tersenyum.
"Jangan ge-er dulu" setelah itu Ben memakaikan sesuatu yang dia ambil dari saku celana ke leher jenjang Keyla.
Keyla yang sudah salah tebak dengan sikap Ben pun, merasa wajah nya sedikit panas. malu? tentu saja Keyla malu. Keyla menunduk saat merasa benda dingin menyentuh kulit lehernya.
"Ben ini?" tanya Keyla menatap wajah Ben sambil memegang liontin yang berinisial B&K.
"Itu kalung" jawab Ben memasukkan kedua tangan ke kantong celana.
"CK, gue juga tau ini kalung" ketus Keyla memukul pundak Ben yang tertawa. Ben langsung menarik tangan Keyla membawa ke dalam pelukannya.
"Jangan pernah ngelepasin kalung ini" ucap Ben yang terdengar seperti perintah. Keyla mengangguk tersenyum dan membenamkan wajahnya di dada bidang Ben, menghirup dalam aroma maskulin khas suaminya.
Tidak jauh dari mereka, seorang wanita yang memakai jaket hoodie hitam dan masker, tengah menatap tajam arah keduanya. kilatan kebencian dimatanya membuat orang akan bergidik ngeri bila melihatnya.
"Awas Lo Keyla, sekarang Lo boleh bahagia bisa meluk Ben. tapi nanti, gue yang akan ada dalam pelukan Ben" gumam Siska kemudian berlalu dari tempat itu.
****
Keesokan harinya di sekolah, murid-murid sudah mulai berdatangan setelah libur selama enam hari. Keyla yang sedang berjalan di koridor tiba-tiba berhenti saat melihat orang yang ada di depannya.
"Keyla" sapa Siska melambaikan tangannya dan berjalan ke arah Keyla.
"Gue kangen banget sama Lo" ucap Siska langsung memeluk tubuh Keyla.
"Lo kok ada disini?" tanya Keyla mengerutkan keningnya setelah melepaskan pelukan Siska.
"Gue pindah sekolah" jawab Siska tersenyum manis. Keyla yang mendengar bahwa dia pindah sekolah menatapnya dengan dingin.
"Oh ya, kenapa Lo bisa pindah? kan bentar lagi ujian kenaikan kelas" tanya Keyla menetralkan kembali ekspresi di wajahnya.
"Gue nggak cocok aja disana, jadi gue milih pindah biar bisa deket sama Lo" kata Siska santai merangkul lengan Keyla.
"Nggak cocok atau emang ada seseorang yang bikin Lo mau pindah kesini?" sindir Keyla disela langkahnya menuju kelas.
"Ya kan karena ada Lo makanya gue pindah kesini" jawab Siska yang tidak merasa tersindir. Keyla hanya ber-oh ria mendengar jawaban Siska.
"Cih, Lo pikir gue sebodoh itu nggak tau maksud Lo pindah kesini? gue Keyla Raharja, gue nggak bakal biarin tikus cecerut kayak Lo ngerebut milik gue" batin Keyla menatap Siska dari ekor matanya dengan tatapan yang dingin.
"Keyla tunggu" panggil seseorang saat Keyla dan Siska sudah di ambang pintu masuk kelas.
"Sisil?" kata Keyla melepaskan rangkulannya dari Siska. Sisil nampak ngos-ngosan setelah mengejar Keyla, matanya melirik arah Siska yang juga tengah menatapnya.
"Lo?" ucap Sisil terkejut dengan kehadiran Siska disini.
"Ngapain Lo disini huh?" sentak Sisil menatap tajam Siska yang hanya tersenyum sinis.
"Tungu-tunggu, kalian saling kenal?" sela Keyla menatap Siska dan Sisil bergantian.
"Siapa sih yang nggak kenal sama ulet ketikong kayak dia" ketus Sisil
"Jaga omongan Lo ya, apa nggak pernah diajar sopan santun sama orang tua Lo huh?" bentak Siska menunjuk wajah Sisil.
"Singkirin tangan kotor Lo itu! gue apa Lo yang nggak punya sopan santun, dasar pelakor" ucap Sisil dengan nada tingginya membuat beberapa siswa mulai berdatangan untuk melihat termasuk Ben and the geng.
"Gue bukan pelakor bangs*t" teriak Siska geram mengangkat tangannya ingin menampar Sisil. namun sebelum tangannya mendarat di pipi Sisil, sebuah tangan sudah lebih dulu mencengkram erat pergelangan tangannya.
"Ke-kenzo!" mata Siska membola saat melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini.
"Jangan coba-coba nyakitin pacar gue" ucap Kenzo menatap tajam Siska dan menghempaskan tangannya dengan kasar.
Sisil yang mendengar Kenzo menyebutnya pacar didepan umum pun tersipu malu.
sedangkan Siska tambah terkejut mendengar penuturan Kenzo.
"Brengsek Lo Sil" gerutu Siska segera pergi meninggalkan sekolah. Keyla tersenyum dingin menatap punggung Siska yang perlahan menjauh. para murid yang semula berkerumun kini mulai bubar setelah mendengar suara tegas ketos sekolah.
"Gue nggak apa-apa kok" ucap Keyla saat melihat Ben berjalan menghampiri. Ben tersenyum mengacak rambutnya dan berlalu kembali ke kelas bersama dua sahabatnya.
*;
"Key gue mau tanya sesuatu sama Lo" tanya Sisil setelah mereka duduk di bangku masing-masing.
"Tentang Siska?" tanya balik Keyla dijawab anggukan oleh Sisil.
"Iya, apa Lo sama dia temenan?" tanya Sisil
"Gue temenan sama dia pas jadi tetangga kos" jawab Keyla
"Lo sebaiknya hati-hati sama dia key, dia itu licik. gue takut dia bakal ngambil Ben dari Lo" kata Sisil memberi peringatan.
"Maka dari itu dia pindah kesini" kata Keyla dengan santai bahkan tersenyum.
"What! terus kenapa Lo masih temenan sama dia sih key?" pekik Sisil geram.
"Gue Keyla Raharja, nggak akan ada yang bisa menindas gue kecuali gue sendiri!" ucap Keyla menyeringai dingin. Sisil yang melihat itu pun merasa bulu kuduknya meremang, dia belum tahu saja bagaimana sikap asli dari seorang Keyla Raharja seperti apa.
*
*
*
Bersambung....