Nama nya Vidya, ia salah satu anak cerdas namun terasingkan oleh keluarga nya sendiri.
Dengan sikap acuh sang ibu, kakak yang selalu membully nya entah itu di rumah atau pun di sekolah.
Terlebih lagi sang ayah yang sibuk bekerja dan hanya mementingkan Lidya dan sang kakak nya saja.
Iya Vidya itu merupakan anak bungsu di dalam keluarga Luke. Tapi di keluarga tersebut bagaikan yang anak bungsu itu adalah Lidya.
Walaupun sikap keluarga nya seperti itu tapi Vidya tak pernah sekali pun membenci mereka karena bagi Vidya tanpa mereka ia tak bisa ada di dunia ini.
Vidya hanya bisa berdoa dan berusaha agar suatu saat nanti ia dapat terlihat di mata sang ayah dan ibu nya.
Di dalam rumah tersebut hanya 2 pembantu nya yang menyayangi Vidya selama ini hingga sekarang ia bertumbuh menjadi gadis cantik yang duduk di sekolah menengah atas.
Vidya hanya mempunyai 1 orang sahabat di sekolah nya yaitu Airin, orang yang selalu membela nya dikala ia di bully.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Logo M
"Sudah selesai bi, sekarang Dy
mau makan ayam goreng tepung sama burger juga kentang nya boleh" Vidya sangat suka dengan makanan junkfood namun karena keuangan, ia pun jarang membeli nya selain kalau Lidya beli lalu ia tak mau memakan nya, baru ia yang akan makan.
Dan Vidya pun tak akan makan jika itu sudah di makan Lidya yang tinggal separuh, Vidya hanya makan jika itu masih utuh dan belum di makan sama sekali.
"Dy juga mau flurry feat oreo dan choco chip muffin, udah itu aja bi" Vidya pun dengan lancar mengucapkan menu kesukaan nya tanpa tau kalau yang ia pesan begitu banyak.
Sedangkan bi Yati hanya melongo mendengar pesanan nona muda nya yang seperti tak makan berhari-hari saja.
"Non Dy, itu pesanan betul kah?" tanya bi Yati yang seperti nya masih tak percaya.
"Betul dong bi, perlu Dy buatkan list dulu tidak?" Vidya pun justru balik bertanya pada sang bibi.
"Emang ada yang salah atau Dy kurang banyak ya pesan makanan nya?" lanjut nya bertanya tanpa tahu kalau sang bibi pun sedang memikirkan sebenar nya Vidya itu sakit atau karena ingin makan junkfood.
"Gak kok, itu juga seperti nya sudah cukup banyak, tidak perlu ada tambahan lagi ya" bi Yati segera saja menjawab sebelum nona muda nya menyebutkan makanan lain juga yang menjadi favorit nya.
"Apakah itu akan habis?" bi Yati memastikan nya sebelum membelikan nya untuk sang nona muda.
"Habis dong bi, kan tau sendiri Dy sangat lapar" Vidya pun berucap sembari mengelus perut nya seolah ia sedang sangat lapar.
"Yasudah kalau begitu bibi keluar dulu ya" bi Yati akhir nya mengalah, ia keluar untuk membeli semua pesanan nona muda nya.
"Iya, hati-hati di jalan ya bi" Vidya berucap dan melambaikan tangan saat melihat bi Yati sudah berada di pintu hendak menutup nya.
Saat sang bibi sudah keluar dan tak terlihat pun, Vidya merebahkan kepala nya lalu memejamkan mata mungkin efek obat yang di minum nya.
Bi Yati segera menuju ke arah restaurant junkfood dengan logo yang bertuliskan huruf M di salah satu nya yang terdekat dari rumah sakit P.
Bi Yati langsung menyetop angkutan umum yang menuju ke arah sana. Selama kurang lebih 10 menit akhir nya ia sampai ke tempat yang di tuju.
Bi Yati segera turun lalu mengangsurkan uang 5000 untuk ongkos dan segera masuk ke dalam untuk memesan yang di inginkan sang nona muda, beruntung nya ia pernah melihat seperti apa dan rasa nya bagaimana saat Lidya beli namun tak memakan nya.
Setelah menyebutkan nya bi Yati menunggu di meja dan tak lama pun pesanan nya datang, bi Yati segera menuju kasir untuk membayar nya. Namun siapa sangka justru ia bertemu sang nyonya rumah sedang jalan bersama seorang laki-laki, walaupun melihat nya dari jauh tapi seperti nya bukan sang tuan rumah nya karena tuan Luke yang ia tahu pada saat jam segini masih berada di kantor.
Tapi kembali lagi ia segera tersadar dari lamunan nya saat sang kasir memanggil nya dan kalau itu juga bukan urusan nya, yang menjadi prioritas utama nya sekarang adalah kesehatan non Dy nya.
Setelah bi Yati membayar nya langsung saja ia pun kembali untuk mencari angkutan umum yang menuju ke arah rumah sakit P, namun di karenakan hari sudah magrib dan hampir menuju isya angkutan umum pun susah di dapat sehingga ia harus menunggu di depan restaurant junkfood tersebut.
Hingga 10 menit pun berlalu tapi angkutan tak kunjung datang apalagi menampakkan atau pun lewat di depan nya.
Bi Yati pun menyerah akhir nya lebih memilih naik ojek pengkolan yang ada di ujung jalan, karena jika naik ojol harus ada aplikasi nya sedangkan hp nya pun ketinggalan di rumah sang majikan.
Bi Yati berjalan kaki hingga ke tempat pangkalan ojek, lalu otomatis tukang ojek pun menghampiri dan menawarkan, setelah deal dengan ongkos harga nya bi Yati segera naik ke atas motor dengan tukang ojek yang sudah siap mengantar nya ke tujuan.
Dari restaurant ke rumah sakit hanya memakan waktu 6 menit karena hari yang sudah malam dan tidak ada kemacetan lalu lintas, saat sudah sampai bi Yati menyerahkan helm lalu mengambil uang yang berada di saku rok nya dan memberikan nya ke tukang ojek tersebut dengan nominal 15.000 rupiah, emang ongkos yang harus bi Yati bayar lebih mahal dan 3 kali lipat namun itu wajar karena sudah malam.
Setelah menerima uang, tukang ojek tersebut segera pergi lagi dan bi Yati langsung masuk ke rumah sakit untuk menuju ruangan nona muda nya sembari di tangan ia menenteng makanan pesanan sang nona muda.
Saat sampai depan pintu ruangan bi Yati masuk ke dalam sembari memanggil nona muda nya namun justru sang nona muda tertidur dengan pulas nya.
Bi Yati bingung antara ingin membangunkan nya atau membiarkan nya. Tapi jika di biarkan makanan nya akan segera dingin dan itu menjadi tidak enak.
Akhir nya bi Yati memilih untuk membiarkan dan menyimpan makanan nya di meja samping tempat tidur nona muda nya.
Setelah menyimpan nya bi Yati menuju ke kamar mandi lalu ia menuju kursi yang biasa tempat nya duduk.
Sudah hampir 5 menit namun seperti nya sang nona muda tak terbangun atau pun terganggu tidur nya. Bi Yati mencoba untuk memberanikan diri membangunkan sang nona muda dari tidur nya karena ia tahu sang nona muda belum makan saat ia tinggal keluar untuk membeli junkfood tersebut.
Bi Yati juga tahu kalau junkfood sebenar nya tak baik namun kalau untuk sesekali tak apa pikir nya.
Saat berada di hadapan nona muda, bi Yati menggoyangkan lengan nya dengan pelan sembari memanggil nya.
"Non Dy, bangun yuk"
"Bibi sudah bawakan sesuai pesanan nya, ayo makan dulu" bi Yati masih menggoyangkan lengan nona muda nya yang belum menunjukkan reaksi dari tidur nya.
"Emm nanti saja bi, Dy masih ngantuk" gumam Vidya entah itu dalam keadaan sadar atau tidak karena dari cara bicara nya pun tak jelas.
"Yasudah kalau gitu makanan nya bibi simpan lagi ya di meja" bi Yati pun menyimpan kembali makanan nya lagi.
Di saat indra pendengaran nya mendengar kata makanan langsung saja Vidya teringat dengan pesanan junkfood nya dan Vidya pun langsung bangun lalu duduk.
"Mana bi pesanan aku, siniin" gumam Vidya sembari mengucek mata nya.
semangat thor 💞
sehingga dia kayak orang hilang ingatan
sampai tidak tau orang di mimpinya
smg cepat mengingat kembali.
sepertinya Vidya bukan saudara kandung lydia, makanya si vydia, mendapatkn perlakuan yang berbeda.
gk bs dbayangkn klo aku berada di posisi vidya, smoga vidya bs menemukan kebahagiaan
Kakak nya gitu astaga pelan dikit ketuk pintunya
Entah masalalu apa yang membuatnya dikucilkan oleh keluarganya ..