Pertemuan yang tidak disangka antara Fatur dan Anggita menjadikan mereka yang awalnya saling membenci menjadi saling cinta. Anggita yang niatnya pergi ke Batam untuk liburan karena sedang patah hati karena kekasihnya dan bertemu dengan Fatur mahasiswa jurusan arsitektur.
Awalnya Anggita hanya menganggap Fatur sebagai teman namun lama-kelamaan mereka saling mencintai dan menjalin hubungan. Anggita yang sudah putus dengan Damar, kini harus menikah dengan Damar karena kedua orang tuanya yang sudah dekat. Anggita terpaksa harus berbohong kepada Fatur dan meninggalkannya tanpa kabar. Dan membuat Fatur trauma serta patah hati hebat.
Setelah perpisahan mereka selama 4 tahun akhirnya Fatur kembali bertemu dengan Anggita. Mereka bertemu saat Anggita mencari seorang arsitek untuk membuat sebuah rumah setelah pernikahannya. Luka dan trauma yang ditinggalkan Anggita masih Fatur rasakan tapi anehnya Fatur kembali jatuh cinta untuk yang kedua kalinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Snow White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teman Curhat Fatur
Setelah dari ruangan IGD akhirnya Fatur dipindahkan ke ruangan rawat jalan, meskipun awalnya Fatur tidak mau untuk dirawat tapi dokter menyarankannya. Sedari tadi kedua bola mata Erik menatap Fatur begitu lekat dengan sedikit tatapan sinis, melihat sikap sahabatnya membuat Fatur merasa tidak nyaman akan tatapan Erik kepadanya.
"Dari kemarin nyokap nyariin lo dan ternyata lo lagi sama dia." Erik memulai pembicaraan setelah tidak ada pembicaraan antara mereka berdua saat Fatur selesai dipindahkan dari IGD ke ruang rawat inap.
Rasa malas menyelimuti Fatur untuk membahas soal ini, apalagi kepalanya masih merasakan sedikit pusing.
"Gimana ceritanya lo bisa sama dia seharian. Eh, semalaman?" tanya Erik lagi penasaran akan cerita Fatur.
"Gue ketemu dia di diskotik." Fatur hanya menjawab pertanyaan Erik singkat tanpa menceritakan secara detail kejadian yang dilalui antara Fatur dan Anggita.
"Terus semalaman lo sama dia?" tanya Erik lagi dengan mimik wajah kaget dan Fatur hanya mengangguk sambil memejamkan matanya karena masih pusing.
"What! Dia open BO? Lo bercinta sama dia?"
"Apaan sih lo. Siapa yang bercinta? Semalam ada razia jadi gue kabur sama dia, dan gue anterin dia ke hotel nggak lama kita berdua kehujanan. Jadi gue memutuskan untuk mengganti pakaian di kamar hotelnya," jelas Fatur menceritakan kejadiannya walaupun sebenarnya ada yang tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya.
"Lo berdua tidur dalam satu kamar hotel?" Erik terus bertanya dan Fatur meresponnya dengan nada datar karena begitu sangat malas untuk meladeni pertanyaan sahabatnya.
"Iya. Dan nggak seperti yang lo pikirkan!"
"Sejak kapan lo suka sama dia?" Erik mengganti pertanyaan dan membuat Fatur heran.
Rahasia Fatur tidak akan pernah bisa disembunyikan dari Erik, sahabatnya adalah orang yang paling tahu setelah mamanya tentang kebiasaan dan isi hati Fatur. Apalagi menyangkut masalah perempuan.
Walaupun mereka baru saja kenal tapi Erik seperti sudah mengenal Fatur begitu lama. Sifat Erik yang begitu peka dan sensitif membuat dirinya bisa memahami Fatur yang tempramen. Tak jarang Erik bisa jadi bahan pelampiasan amarah dan rasa kesal Fatur jika sudah menyangkut masalah dengan papanya.
Jika urusan perempuan memang Fatur adalah sosok yang dingin dan cuek, banyak teman satu kampus yang menyukainya bahkan tak jarang secara terang-terangan menyatakan rasa suka dan perasaannya kepada Fatur. Tapi entah mengapa rasanya lelaki itu sangat sulit untuk membuka hatinya.
Tapi anehnya dengan Anggita saat itu Fatur bisa langsung terhipnotis akan sifat Anggita. Fatur menyukai sifat polos dan panikan dari Anggita, ucapannya yang kadang lugu membuat Fatur selalu tertawa. Meskipun kadang keras kepala namun Anggita selalu saja menuruti ucapannya.
"Ngomong apa sih lo?" Fatur balik tanya membuatnya sedikit kebingungan.
"Ternyata sekarang lo udah bisa baperin anak orang."
"Resek, lo. Kenapa dibahas sekarang sih!" semprot Fatur kesal.
"Kalau suka jangan dipendam, bilang langsung," saran Erik.
"Udah."
"Terus dia tahu nggak kalau lo suka sama dia?"
"Nggak tahu," jawab Fatur singkat.
"Makanya lo nyatain ke dia secara langsung."
"Udah gue bilang tapi dia kayanya nggak peka." Fatur sangat kecewa dan kesal.
"Lo kalau ngomong makanya jangan pakai kode biar dia paham."
"Gue udah bilang secara langsung berkali-kali, terang-terangan gue bilang kalau gue suka sama dia tapi no respon. Dia itu nggak peka atau pura-pura nggak tau." Fatur mulai kesal saat mengingat akan apa yang sudah diucapkannya kepada Anggita yang tidak mendapatkan jawaban dari gadis itu.
Sepertinya Fatur lupa akan rasa sakit di kepalanya jika sudah membahas soal Anggita, dan Erik semakin terus tersenyum bahagia melihat Fatur yang begitu sangat semangat dan antusias menceritakan sosok Anggita. Perempuan yang baru dikenalnya beberapa hari dengan cara yang dibilang lucu dan kebetulan.
"Mungkin ucapan lo nggak bisa dia mengerti," duga Erik berasumsi.
Fatur yang tadinya sedang tiduran sambil bersandar dengan bantalnya tiba-tiba bangun dan duduk menatap Erik. Tingkah Fatur kali ini membuat Erik tertawa, dan benar jika sahabatnya saat ini sedang merasakan jatuh cinta. Ya, jatuh cinta setelah sekian lama hatinya tertutup oleh makhluk yang bernama perempuan.
Terakhir kali Fatur pacaran saat lulus SMA dan itu tidak lama hanya beberapa bulan saja. Rasa kecewa dan trauma akan rumah tangga kedua orang tuanya membuat Fatur enggan untuk menjalani hubungan seperti sepasang kekasih.
"Lo pikir gue bicara pakai bahasa alien? Gue berulang kali bilang kalau gue suka dia, tapi dia diem aja! Nggak respon apa-apa, yang ada selalu mengalihkan pembicaraan. Gimana gue nggak kesel!" Fatur mulai bercerita akan segala cara yang sudah dilakukannya untuk mengutarakan hatinya kepada Anggita.
"Mungkin dia nggak percaya. Secara lo berdua baru ketemu dan dia nggak bisa percaya gitu aja."
Sesaat Fatur terdiam mendengar ucapan sahabatnya, ada benarnya juga yang diucapkan oleh Erik. Anggita tidak bisa mudah percaya begitu saja kepadanya, apalagi Fatur mengutarakan perasaannya. Secara jika dipikir lagi hubungan mereka berdua tidak pernah akur, Fatur selalu saja membuat Anggita kesal. Jadi mana mungkin Anggita bisa percaya jika Fatur mengutarakan perasaan kepadanya.
"Makanya jadi cowok jangan terlalu galak sama cewek, jadi dia mana bisa tahu perasaan lo yang sebenarnya," tambah Erik lagi saat melihat Fatur terdiam akan ucapannya.
"Memang gue galak, ya?" Fatur bertanya akan ucapan Erik.
"Pikir aja sama lo. Sekarang lo istirahat, gue udah telepon Nyokap lo."
"Anggita mana?"
Fatur baru saja ingat akan sosok Anggita yang sejak semalam bersamanya, namun setelah siuman dari pingsannya Fatur belum juga melihat sosok Anggita di sana. Bertanya tentang keberadaan Anggita membuat Erik terdiam, wajah ceritanya mendadak serius dan sedikit ketakutan. Ada perubahan raut wajah yang bisa Fatur baca dari Erik saat dirinya bertanya tentang Anggita.
Apa gadis itu pulang tanpa berpamitan kepadanya, atau memang Anggita sudah tidak mau lagi bertemu dengannya. Erik masih terdiam seperti bingung harus bicara apa. Jika Erik berbicara yang sebenarnya akankah membuat Fatur marah? Apalagi keadaan Fatur seperti ini, tapi apa boleh buat sahabatnya terus bertanya tentang keberadaan Anggita.
"Dia kemana, Rik?" Fatur kembali bertanya untuk kedua kalinya.
"Dia ada di kantin," jawab Erik singkat belum selesai memberitahu Fatur dengan siapa Anggita di sana.
"Syukurlah, pasti dia sangat lelah." Fatur menarik napas perlahan dan lega mendengarnya.
"Anggita di kantin sama bokap lo." Erik kembali menyelesaikan ucapannya.
Bagai disambar petir telinga Fatur mendengarnya saat tahu Anggita sedang berada bersama papanya. Bagaimana bisa papanya berada di sini? Wajah Fatur terlihat sangat panik dan ketakutan, akhirnya papanya benar-benar menemui Anggita seperti dugaannya.
Tanpa banyak bicara Fatur turun dari tepat tidurnya sambil membawa infusan yang masih berhubungan dengan tangannya. Melihat Fatur yang turun dari tempat tidur membuat Erik kaget dan panik, dengan cepat Erik menahannya.
"Mau kemana lo?" tanya Erik memegang tangan kiri Fatur.
"Mau menemui Anggita," jawab Fatur yang sudah berhasil berdiri dan siap menemui Anggita.
"Lo harus tetep di tempat tidur, dokter nggak ngizinin lo turun dari tempat tidur!"
"Pasti lo yang kasih tahu bokap gue kalau gue ada di rumah sakit?" tuduh Fatur dengan nada sinis.
"Sumpah, Tur. Gue nggak kasih tahu bokap lo kalau lo ada di RS. Nyokap lo yang kasih tahu karena tadi bokap lo kebetulan ada di rumah lo."
awas dingin ka
semangat Thor 😘
Hanya sebatas komen no like..
Hadir berdasarkan rekomendasi 🥰
jangan lupa mampir juga ya