NovelToon NovelToon
You Are Mine

You Are Mine

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / TimeTravel / Sci-Fi / Mafia / Reinkarnasi / CEO / Time Travel / Tamat
Popularitas:760k
Nilai: 4.9
Nama Author: Biru Samudera

Disarankan untuk membaca "Pengantin Pengganti untuk Tuan Muda" dan "Remember Me, Baby" lebih dulu agar bisa memahami alur ceritanya. Terima kasih.


Raymond Dawson: "Jangan menangis lagi ... aku yang salah ... tolong maafkan aku. Kali ini, izinkan aku untuk mencintai dan menjagamu dengan benar."


Lorie: "Aku hanya ingin kehidupan yang biasa saja. Ingin mencintai pria yang sederhana, yang bisa membantuku mencuci piring dan mengurus anak."

Setelah melewati masalah yang rumit, akhirnya Raymond dan Lorie berkencan. Akankah hubungan itu mulus hingga ke jenjang pernikahan?

Lalu, bagaimana dengan Daniel Hill yang menginginkan cinta Dokter Ana? Apakah dia akan berhasil mematahkan teori cinta wanita itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru Samudera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28

Saat membaca seluruh soal yang dikatakan sulit oleh Amber, Lorie baru menyadari bahwa semua soal itu tidak sesulit yang ia pikirkan. Hampir semua jawabannya ada dalam catatan yang diberikan oleh guru kelas Amber. Akan tetapi, Lorie tidak mengatakan apa pun dan membantu membacakan semua jawaban dengan sabar. Ia tahu gadis itu hanya ingin mendapatkan perhatiannya dan menghabiskan waktu dengannya saja. Lorie tidak keberatan sama sekali. Justru ada rasa hangat yang dibalut sedikit kesedihan menggelitik hatinya. Ia tidak dapat membayangkan bagaimana gadis kecil itu merindukan ibunya setiap hari.

Lorie mengulangi ucapannya beberapa kali ketika Amber tidak mengingat kalimat-kalimat panjang yang ia bacakan. Setelah selesai, ia mengambil buku Amber dan membantu mengoreksi salah tulis pada beberapa kata asing, memastikan bahwa semuanya telah dikerjakan dengan benar.

“Anak pintar, sudah selesai,” pujinya setelah yakin tidak ada lagi yang perlu diperbaiki.

“Benarkah?”

Bola mata Amber berbinar-binar, seperti sepasang bintang yang bersinar terang di gelap malam. Senyum lebar yang menghiasi wajahnya tampak seperti senyuman malaikat, membuat Lorie tidak tahan dan ikut tersenyum.

“Um. Sudah selesai. Sekarang jadilah anak yang penurut, tunggu sebentar di sini ... Aunty akan memeriksa tugas kedua kakakmu. Akan tidak adil kalau hanya kamu yang mendapat nilai sempurna. Oke?”

Kali itu Amber tidak membantah dan menjawab dengan patuh, “Oke.”

“Anak baik. Setelah Aunty memeriksa PR kakak-kakakmu, Aunty akan membuatkan camilan dan menemani kalian menonton TV. Bagaimana?”

Amber melompat dari tempat duduknya dan bersorak sukacita. Ia menganggukkan kepalanya berulang kali sembari menjawab, “Itu sangat menyenangkan! Aku akan menunggu di aula timur setelah membereskan buku.”

“Oke.” Lorie mengacungkan jempolnya untuk memberi semangat kepada Amber, kemudian berjalan keluar dari kamar itu.

Senyuman di wajahnya masih belum hilang ketika tiba di depan kamar Aslan dan Aaron yang hanya berjarak satu lorong dari kamar Amber.

Kamar Aslan dan Aaron berseberangan, dipisahkan oleh sebuah sekat yang memiliki kunci dari kedua sisi sehingga kedua anak itu bisa saling mengunjungi tanpa harus keluar dari kamar. Biasanya mereka akan mengerjakan tugas atau PR bersama di kamar Aslan, jadi Lorie mengetuk pintu dan menunggu kedua bocah laki-laki itu mempersilakannya untuk masuk.

“Hello, Aunty,” sapa Aslan ketika melihat siapa yang berdiri di depan pintu kamarnya.

“Hello, Boy. Apa yang sedang kalian lakukan?”

“Um ... baru saja selesai mengerjakan PR Sejarah,” jawab Aslan.

“Boleh Aunty periksa?”

“Tentu, silakan masuk.”

Aslan menyingkir dan memberi jalan kepada Lorie agar bisa masuk ke kamarnya. Lorie sudah tahu letak meja belajar Aslan, jadi ia langsung menuju ke sana.

“Aunty, apa yang membuat tuan putri kecil itu rela melepaskanmu?” tanya Aaron begitu melihat Lorie mendekat ke arahnya.

Pertanyaan itu membuat Lorie tidak dapat menahan tawa. Ia sendiri tahu, Amber memang lebih sering mendominasi dirinya, tidak rela berbagi dengan kedua kakak laki-lakinya ini.

Lorie duduk di kursi sebelah Aaron dan menjawab, “Aunty berjanji akan membuatkan camilan dan menemani kalian nonton setelah PR kalian semua selesai.”

“Benarkah?” tanya Aslan dan Aaron bersamaan. Binar yang sama seperti di mata Amber tadi kini muncul di wajah kedua bocah laki-laki itu. Mereka tampak jauh lebih bersemangat, meski tidak seheboh Amber.

“Tentu saja benar. Sini, biar Aunty periksa pekerjaan rumah kalian,” balas Lorie seraya menyodorkan tangannya ke arah ke dua anak itu.

Aslan mengambil buku tulisnya di atas meja dan menyerahkannya kepada Lorie. Aaron pun melakukan hal yang sama. Mereka berdua lalu menunggu dengan sabar dan memperbaiki beberapa jawaban yang dikoreksi oleh Lorie. Melihat antusiasme kedua bocah itu, Lorie menjadi ikut bersemangat.

Tidak sampai lima belas menit kemudian, semuanya sudah diperiksa dan diperbaiki. Lorie meminta Aslan dan Aaron untuk membereskan buku, lalu berpesan agar mereka menyusul ke aula timur jika sudah selesai. Tentu saja kedua bocah itu mengiyakan dengan penuh semangat, lalu buru-buru merapikan meja belajar dan peralatan tulis yang berserakan di atasnya.

Aslan dan Aaron sangat tidak sabar untuk mencicipi camilan yang dibuat oleh Aunty Lorie. Meski camilan yang dibuatkan oleh koki di rumah mereka tidak sedikit dan serba mewah, tetap saja masakan Aunty Lorie yang paling enak bagi mereka.

***

1
Khendiz
kak...ini udah 2025
ayolaaaaah..akhiri ini semua😭😭😭
Khendiz
aku balik lagi
Renesme
Bagus dan seru, tapi mesti baca 2 novel pendahulunya 👍👍
Renesme
Laa kok ngga jadi berlanjut...ditunggu penutup ceritanya yang indah, bia pembaca gagal move on 😀
Renesme
Oo makanya mesti baca cerita Andrew Keiko dulu, korelasinya disini ternyata
Marhaban ya Nur17
waduh jd manusia cacing dong wkwkkw kian santang
Marhaban ya Nur17
keiko ama Andrew judul nya apa y ???
Namika: remember me, baby
total 1 replies
Marhaban ya Nur17
gw klo pelajaran kimia dulu suka ngantuk di kelas wkwkw
Marhaban ya Nur17
satu lagi temene Justin siapa tuh ???
Marhaban ya Nur17
sabar dokter
Marhaban ya Nur17
😁🤭😁🤭
Marhaban ya Nur17
coba emaknya g di bikin metong thor wwkw
Marhaban ya Nur17
y ampuunnn thor ngapa visual nya pasukan subasa wkkwkw
Marhaban ya Nur17
wkwkwkw
Marhaban ya Nur17
cerita Daniel ama dokter ana di lapak baru apa thor ???
Rose Angle
Di tunggu lanjutannya kak Biru
Happy 3
aku ikut nangis baca part pertemuan
dengan Keiko. ingat cerita tentang Kinara Lee
Happy 3
yang baca saja tegang Thour...
Happy 3
novel yg penuh tantangan...
dari judul cerita yg sebelum-sebelumnya sama ...sangat menarik.
Happy 3
baru tahu author kembali hati ini..
dah berapa tahun yaa...? aku cari di sebelah gak ada. sampai akhirnya kangen kembali ke sini langsung cari lagi judul ini. eh..ketemu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!