NovelToon NovelToon
Akhir Tragis Pelakor Yang Menghancurkan Hidupku

Akhir Tragis Pelakor Yang Menghancurkan Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: BI STORY

Aku menyelamatkannya dari kubangan lumpur, tapi dia justru menenggelamkanku ke dalam derita."

​Anita hidup dalam kesempurnaan. Dia memiliki kehormatan, kekayaan, dan Randy suami tercinta yang telah ia temani berjuang dari nol hingga sukses menjadi pengusaha properti kaya raya.

Namun, menara kebahagiaan itu runtuh seketika saat takdir mempertemukannya kembali dengan Valeria, sahabat masa kecilnya yang telah terpisah selama 15 tahun.

​Iba melihat nasib Valeria yang miskin dan terjerumus menjadi wanita malam, Anita dengan tulus mengulurkan tangan. Dia membawa Valeria masuk ke dalam kehidupannya dan memberikannya pekerjaan terhormat sebagai karyawan di kantor Randy.

Anita tidak pernah tahu bahwa malam pertama Valeria terjun ke dunia malam, pelanggan pertamanya adalah Randy. Dan sejak malam terkutuk itu, keduanya telah bermain api di belakangnya.

​Valeria yang digerogoti rasa iri mendalam atas kemewahan Anita, mulai melancarkan aksi liciknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BI STORY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Malam Penuh Jebakan

"Malam ini kita dinner yuk?" ajak Anita kepada Randy dan Valeria.

​"Aduh, Anita... makasih banyak sebelumnya atas ajakannya. Tapi kayaknya aku nggak bisa ikut makan malam deh. Badan aku bener-bener capek banget abis penerbangan dari Bali," tolak Valeria dengan senyum kaku, matanya memberi kode panik pada Randy agar membantunya lolos.

​Namun, Anita justru merangkul pundak Valeria dengan sangat akrab, memberikan tekanan halus yang membuat pelakor itu tidak bisa mundur.

​"Masa sama sahabat sendiri pelit banget sih waktunya, Val? Kita kan udah lama nggak double date, eh maksud aku, makan bareng," ralat Anita dengan tawa renyah yang terdengar sangat natural.

"Lagian, Mas Randy yang bakal traktir kita semua kok. Ya kan, Mas? Sekalian merayakan kesuksesan 'proyek' mendadak kamu di Bali kemarin."

​Randy yang merasa tersudut dan takut memicu kecurigaan Anita langsung berdehem gugup.

"A-ah, iya, Val. Ikut aja. Gak enak kalau nolak rezeki dari istri saya."

​Valeria menahan geram di dalam dada. Mau tidak mau, dia akhirnya mengangguk terpaksa.

"Y-ya udah deh, Pak."

​Satu jam kemudian, mereka sudah berada di sebuah restoran fine dining yang sangat ramai dan bergengsi di pusat kota. Suasana restoran itu sangat eksklusif, dipenuhi oleh kaum ekspatriat dan sosialita kelas atas.

​Valeria duduk di samping Randy dengan gelisah, sementara Anita berada di seberang mereka bersama Vano.

​"Mas, kok kamu keringetan gitu? AC-nya kurang dingin ya?" tanya Anita manja sambil mengulurkan tisu, mengusap dahi Randy dengan lembut.

​"Eh, nggak apa-apa, Nit. Agak gerah aja tadi pas di jalan," alibi Randy, memaksakan senyum di depan istrinya meski jantungnya berdegup kencang.

​Anita tersenyum misterius, lalu diam-diam melirik ke arah luar koridor meja mereka. Di sana, seorang pelayan pria berwajah asing tampak sedang bersiap membawa sebuah nampan besar berisi semangkuk sup kepiting merah kental dan beberapa gelas jus jeruk.

Pelayan itu memberikan kedipan samar ke arah Anita. Dia adalah orang suruhan yang sudah dibayar mahal oleh orang kepercayaan Anita beberapa menit lalu sebelum mereka tiba.

​"Permisi, Bapak, Ibu... ini menu pembuka dan minumannya," ucap pelayan itu dengan nada sangat sopan saat mendekati meja.

​Valeria yang saat itu sedang asyik membetulkan riasan wajahnya lewat cermin kecil, sama sekali tidak menaruh curiga.

​Brak! Gbyuuurrr!

​"Aaaaakkk!!" jerit Valeria histeris.

​Dalam hitungan detik, pelayan itu sengaja berpura-pura tersandung kaki meja, membuat seluruh isi nampannya tumpah ruah. Bukan sembarang tumpah, semangkuk sup kepiting merah yang kental dan sangat amis, ditambah dua gelas jus jeruk, sukses mendarat dengan sempurna di atas kepala, dada, hingga membasahi seluruh dress pantai putih mewah yang dikenakan Valeria. Penampilannya seketika hancur berantakan mirip badut.

​"Ya ampun! Mbak, mohon maaf sebesar-besarnya! Saya tidak sengaja, Mbak! Tadi lantai di sebelah sana agak licin!" teriak pelayan itu dengan suara yang sengaja dibuat sangat menggelegar. Pria itu bahkan langsung berlutut di lantai, memukul-mukul wajahnya sendiri demi menarik perhatian.

​Seketika, seluruh mata pengunjung restoran mewah yang tadinya tenang langsung tertuju ke meja mereka. Bisik-bisik mulai terdengar dari kanan dan kiri.

​"Ih, kok jorok banget ya? Amis banget bau supnya sampai sini."

"Aduh, kasihan banget sih mbaknya, tapi kok dia dandanannya menor banget ya ke restoran kayak gini?"

​Valeria yang dasarnya sangat gila hormat dan haus pujian langsung memerah padam menahan malu yang teramat sangat. Dia berdiri sambil mengibas-ngibaskan bajunya yang basah kuyup dan lengket.

"Lo punya mata nggak sih?! Baju gue mahal ya! Ini bermerek! Lo bisa ganti rugi nggak, hah?!" bentak Valeria tanpa sadar mengeluarkan sifat aslinya yang kasar di depan umum.

​Randy yang melihat selingkuhannya jadi bahan tontonan satu restoran langsung merasa sangat malu. Namun, alih-alih membela Valeria, Randy justru memalingkan wajahnya dan berpura-pura sibuk menenangkan Vano. Pria pengecut itu terlalu takut imejnya hancur jika ikut disorot oleh pengunjung lain.

​"Valeria, udah... jangan teriak-teriak, memalukan," bisik Randy dengan nada tajam berdesis, membuat Valeria makin sakit hati.

​Anita yang melihat itu langsung memasang wajah panik yang dibuat-buat, meski di dalam hati dia sedang tertawa puas melihat pemandangan indah ini.

​"Ya ampun, Val! Kamu nggak apa-apa? Mas, tolongin Valeria dong, ambilin tisu atau apa gitu," ucap Anita berpura-pura panik, namun tangannya sama sekali tidak bergerak untuk membantu.

"Mas waitres, udah berdiri aja. Saya tahu kamu nggak sengaja kok. Namanya juga musibah kerja."

​"Terima kasih atas pengertiannya, Ibu muda yang baik hati," sahut pelayan itu, sengaja memuji Anita dengan keras agar Valeria makin terlihat seperti wanita egois dan jahat di mata publik.

​Valeria mengepalkan tangannya kuat-kuat, air matanya mulai menggenang karena menahan malu luar biasa di bawah tatapan mencemooh dari puluhan pasang mata di restoran itu. Dia menatap Randy yang terkesan abai, lalu menatap Anita yang tersenyum prihatin. Valeria tidak tahu saja, bahwa ini baru permulaan dari rangkaian neraka kecil yang sudah Anita siapkan untuknya.

​Dengan langkah tergesa-gesa dan hentakan kaki yang berisik, Valeria setengah berlari menuju toilet restoran. Bau amis sup kepiting yang menempel di tubuhnya membuat dia mual, belum lagi rasa hangat jus jeruk yang perlahan mengering dan membuat kulitnya terasa lengket.

​Begitu sampai di depan cermin besar toilet yang sepi, Valeria langsung menyalakan keran wastafel dengan kasar. Dia mengambil segenggam tisu basah, lalu mulai menggosok noda merah di bajunya dengan napas memburu karena amarah yang memuncak.

​"Sialan! Sialan! Sialan!" umpat Valeria tertahan, air matanya menetes merusak maskaranya yang mulai luntur.

​Namun, di tengah kepanikan dan rasa malunya, otak Valeria yang licik mulai mencerna kejanggalan demi kejanggalan yang terjadi hari ini. Gerakannya menggosok baju mendadak terhenti. Dia menatap pantulan dirinya di cermin dengan mata melebar.

​Kehadiran Anita di bandara... ajakan makan malam yang terkesan memaksa... hingga pelayan yang "tidak sengaja" menumpahkan makanan tepat di atas kepalanya. Semua itu terlalu rapi jika disebut sebagai rentetan kebetulan.

​"Enggak, ini nggak mungkin murni kecelakaan," gumam Valeria.

Bulu kuduknya tiba-tiba meremang saat bayangan senyuman manis Anita di bandara tadi kembali terlintas di benaknya. Senyuman yang biasanya tulus, kini terasa begitu dingin dan penuh intimidasi di ingatan Valeria.

​Jantung Valeria berdegup kencang seiring dengan sebuah kesimpulan yang mendadak menghantam kepalanya.

​"Anita... dia pasti dalang di balik semua ini. Perempuan itu sengaja pengen ngerendahin gue!" desis Valeria, mencengkeram pinggiran wastafel hingga kuku-kukunya memutih.

"Dia sepertinya udah tahu. Sial, Anita sebenarnya udah tahu soal hubungan gue sama Mas Randy!"

​Rasa takut yang luar biasa mulai merayap di hati Valeria. Jika Anita sudah tahu, itu artinya tatapan ramah dan sikap manja Anita sejak di bandara tadi hanyalah sebuah topeng. Valeria mendadak merasa seperti seekor tikus yang sedang dipermainkan oleh seekor kucing yang jauh lebih cerdas, dan dia tidak tahu kapan cakar kucing itu akan benar-benar merobek tubuhnya.

Bersambung

1
Eridha Dewi
aneh
Ariany Sudjana
semoga Anita bisa diselamatkan, dan pelacur murahan itu, juga Randy, harus dihukum mati
Eneng Farida
autor ini mh salah judul kali ya bkn hrusnya judulnya akhir hidup isri sah bkn sebaliknya
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan yang bodoh kamu itu Valeria, kamu akan menyeret Anita dan Randy, yang ada juga kamu dan Randy yang akan jatuh, Anita sih cerdas, sudah mengamankan aset, dasar pelacur murahan yang bodoh 😂😂🤣🤣 hanya bisa ngangkang demi jadi istri konglomerat, tapi otaknya tolol 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha dasar pelacur murahan kamu itu Valeria, gimana rasanya aset yang kamu andalkan itu rusak parah disengat tawon?
Ariany Sudjana
hahahaha pelacur murahan ga mempan sama sengatan tawon ternyata 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
padahal Anita langsung saja masuk ke kantor Randy, jangan bicara dulu, kan lebih seru jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!