NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Asura

Kebangkitan Kaisar Asura

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yann_Story

Seorang pemuda dari Klan Lin, Lin Huang mencoba mencari jalannya sendiri di tengah keputusannya. Hingga suatu hari, kejadian tak terduga yang dia alami justru menjadi titik balik baginya untuk hidup di tempat yang hanya peduli pada kekuatan ini... Apa yang sebenarnya terjadi padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Klan Naga Kegelapan

WUSH!

Sensasi melewati gerbang spasial kali ini terasa berbeda. Tidak ada hantaman tekanan ruang yang kasar, melainkan keheningan mutlak yang membuat detak jantung mereka sendiri terdengar begitu nyaring.

Saat pandangan mereka kembali jernih, Lin Huang, Elysa, dan Mu mendapati diri mereka berada di sebuah ruang bawah tanah yang teramat luas—sebuah Makam Pedang Kuno.

Tempat itu berbentuk aula melingkar raksasa tanpa ujung yang atapnya ditopang oleh pilar-pilar batu setinggi ratusan meter. Di atas tanah hitam yang diselimuti kabut ungu tipis, tertancap ribuan—bahkan puluhan ribu—bilah pedang kuno yang telah berkarat dan patah. Aura kematian dan sisa-sisa niat bertarung dari masa lalu mengambang di udara, menciptakan tekanan mental yang membuat Mu langsung menegakkan tubuhnya dengan waspada.

Namun, perhatian Huang segera tersedot oleh apa yang berada di tengah-tengah aula raksasa tersebut.

Di atas sebuah altar batu bertingkat sembilan, melayang sepotong tulang lengan bawah manusia yang berwarna hitam legam bagai obsidian. Tulang itu dikelilingi oleh jalinan petir ungu yang berderik pelan, memancarkan fluktuasi energi Asura yang begitu murni hingga membuat darah di sekujur tubuh Huang bergolak panas.

"Sumsum Tulang Asura Sejati..." sebaris kalimat kuno tiba-tiba terlintas di benak Huang, memicu denyutan kuat di dahinya. Bagian tulang melayang itulah sumber dari seluruh energi ungu yang mereka rasakan sejak di luar.

"Tempat apa ini..." Elysa berbisik lirih, matanya menatap ribuan pedang berkarat dengan rasa hormat sekaligus ngeri. "Ini bukan sekadar kuil. Ini adalah medan pembantaian para pendekar kuno."

"Dan kita tidak sendirian di sini," Mu menimpali, suaranya mendadak berubah menjadi sangat rendah. Tangan kekarnya mencengkeram erat gagang pedang raksasanya, matanya lurus menatap bayangan kabut di seberang altar batu.

PROK... PROK... PROK...

Suara tepuk tangan yang lambat dan bergema memecah keheningan Makam Pedang. Dari balik kabut ungu di sisi lain altar, tiga sosok berjubah hitam legam berjalan keluar dengan langkah santai.

Dua di antaranya adalah kultivator faksi Gagak Hitam di Ranah Formasi Inti Lingkaran Sempurna. Namun, sosok yang berjalan di paling depan—seorang pria muda dengan rambut merah menyala dan sepasang mata sipit yang dingin—memancarkan aura yang membuat atmosfer di dalam ruangan mendadak membeku.

Pria muda itu mengenakan jubah perang dengan lambang cakar naga hitam di dadanya. Di dahinya, terdapat tanda lingkaran hitam dengan tiga titik darah—simbol dari Klan Naga Kegelapan, salah satu faksi penguasa tertinggi di Benua Barat yang kedudukannya jauh di atas faksi Gagak Hitam.

"Kalian benar-benar mengejutkanku," pria muda berambut merah itu berbicara, suaranya dipenuhi keangkuhan yang alami. "Aku mengira Wu Feng si tua bangka itu bisa menyelesaikan kecoak-kecoak akademi di luar. Ternyata, dia justru membiarkan seekor tikus kecil ras manusia membawakan 'kunci' ini langsung ke hadapanku."

"Long Yan!" Elysa mendesis, wajah cantiknya memucat sesaat. Dia segera menarik tali busur peraknya, mengarahkan panah cahaya langsung ke dada pria itu. "Pangeran Ketiga dari Klan Naga Kegelapan... Mengapa kau bisa ada di sini?!"

Long Yan menyunggingkan senyum tipis yang meremehkan. "Putri Elysa, kaum Peri-mu terlalu naif jika mengira Lembah Dewa Jatuh ini hanya menarik perhatian faksi-faksi kecil. Klan naga kami telah memantau tempat ini sejak lama. Wu Feng dan faksi Gagak Hitam hanyalah pion yang kami gunakan untuk memicu formasi luar."

Mata Long Yan beralih dari Elysa, lalu sepenuhnya terkunci pada Lin Huang. Sepasang mata sipitnya berkilat dengan keserakan yang sama dengan Wu Feng, namun jauh lebih berbahaya. "Lin Huang... nama yang belakangan ini membuat jaringan intelijen kami sibuk. Jenderal Gorgon mengira kau hanya mewarisi sisa energi Asura yang lemah. Tapi melihat bagaimana kau bisa berjalan di sini tanpa tertekan oleh hukum lembah... kau memegang Kunci Darah, bukan?"

Huang tetap tenang, meskipun di dalam hati dia tahu situasi ini jauh lebih berbahaya daripada pertarungannya dengan Wu Feng. Long Yan bukan sekadar kultivator tua yang basis kultivasinya ditekan. Sebagai keturunan Ras Naga murni, fisik dan bakat bertarungnya berada di puncak rantai makanan dunia kultivasi, bahkan sebelum hukum lembah menekan energinya di Formasi Inti Lingkaran Sempurna.

"Kau ingin tulang ini?" Huang menunjuk ke arah altar di belakang Long Yan dengan dagunya.

"Tulang itu adalah milik Klan Naga Kegelapan," Long Yan melangkah maju, aura naga hitam murni meledak dari tubuhnya, membentuk bayangan naga raksasa yang mengaum tanpa suara di belakang punggungnya. "Dan nyawamu, beserta rahasia di dalam Dantianmu, akan menjadi suplemen terbaik untuk kultivasiku. Mati!"

ROAAARRR!

Tanpa peringatan lebih lanjut, Long Yan menerjang maju. Berbeda dengan Wu Feng yang mengandalkan teknik magis, Long Yan melesat dengan kecepatan fisik murni yang memicu ledakan sonik di udara, meninggalkan parit panjang di atas tanah bermakam pedang.

"Mundur!" Huang berteriak kepada Elysa dan Mu.

Kitab Pembalik Surga Sembilan Putaran berputar pada kecepatan ekstrem. Huang melepaskan setengah dari energi Asura murninya tanpa ragu-gain, mencampurnya dengan Qi Bumi Purba. Petir ungu pekat menyelimuti seluruh tubuhnya, membentuk lapisan zirah energi kuno saat dia maju menyambut terjangan sang pangeran naga. Pertempuran puncak yang sesungguhnya di kedalaman bumi Lembah Dewa Jatuh kini resmi meletus.

BOOM!

Benturan dua kekuatan fisik tertinggi itu melepaskan gelombang kejut yang luar biasa dahsyat. Ribuan pedang berkarat yang tertancap di sekitar altar tercabut dari tanah, hancur menjadi serpihan besi yang melesat ke segala arah bagai hujan badai pecahan logam.

Huang dan Long Yan saling mencengkeram lengan satu sama lain di udara. Aura naga hitam yang pekat dan berbau belerang bergesekan sengit dengan petir ungu Asura yang liar dan destruktif.

"Hahaha! Fisik yang luar biasa, Lin Huang!" Long Yan menyeringai gila, wajah tampannya mulai ditumbuhi sisik-sisik naga hitam yang berkilau tajam. "Tapi di hadapan kekuatan Ras Naga, semua makhluk fana hanyalah debu!"

KRETEK!

Cengkeraman tangan Long Yan mengeras, kuku-kukunya memanjang menjadi cakar naga yang tajam, mencoba meremukkan tulang pergelangan tangan Huang.

Huang merasakan tekanan luar biasa yang sanggup menghancurkan gunung batu. Namun, darah Asura di dalam tubuhnya justru menolak untuk tunduk. Semakin besar tekanan yang diterimanya, semakin menggila pula gejolak energi di dalam Dantiannya.

"Putaran Keenam: Pembalik Arus Bumi!"

Huang memutar tubuhnya di udara dengan sudut yang mustahil, memanfaatkan momentum tekanan Long Yan untuk membalikkan posisi. Kaki kirinya yang dilapisi Qi Bumi seberat puluhan ribu kati melesat dalam tendangan melingkar, menghantam telak rahang Long Yan.

BUMM!

Long Yan terlempar horizontal, menghantam salah satu pilar batu raksasa hingga runtuh menimbun tubuhnya.

Di sisi lain aula, pertempuran sengit juga pecah. Dua kultivator faksi Gagak Hitam Ranah Formasi Inti Lingkaran Sempurna menerjang Elysa dan Mu.

WUSH! WUSH!

Elysa bergerak anggun bagai hantu angin, melepaskan rentetan panah cahaya hijau yang meledak tepat di jalur pergerakan musuh, sementara Mu menjadi benteng kokoh di depannya, mengayunkan pedang raksasanya dengan tebasan-tebasan berat yang menahan setiap serangan balik. Kerja sama taktis kaum Peri berhasil menahan kedua musuh kuat itu meski di bawah tekanan hukum lembah.

GELEDEK!

Reruntuhan pilar batu tempat Long Yan tertimbun mendadak meledak. Pangeran naga itu melayang bangkit, jubah hitamnya robek, menampilkan zirah sisik naga hitam yang kini membungkus penuh dada dan lengannya. Matanya yang sipit kini telah berubah menjadi pupil vertikal reptil yang dingin dan penuh murka.

"Kau... berani mengotori wajahku, Manusia Rendahan!"

Long Yan mengangkat tangan kanannya ke langit-langit makam. Energi kegelapan di dalam aula tersedot paksa menuju telapak tangannya, memadat menjadi sebuah tombak hitam legam yang dikelilingi oleh jalinan api naga yang membakar udara. "Terima ini! Tombak Penghancur Jiwa Naga Hitam!"

1
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
Libz Adoel
👍👍👍👍👍
Libz Adoel
Mantappp 👍👍😍
Yann_Story: makasih😇
total 1 replies
yos helmi
🤭🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
bagus.. lebih bagus kalao sampe tamat n up minimal 3 bab / hari.. sy ng sayang kasih dukungan..
Yann_Story: siapp😇
total 1 replies
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!