NovelToon NovelToon
MATA TEMBUSH PANDANG

MATA TEMBUSH PANDANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dunia Masa Depan / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Melalui dinding yang seolah lenyap itu, Chen bisa melihat dengan sangat jelas interior kamar Mei. Dan yang membuat jantungnya hampir melompat keluar dari dada adalah, ia bisa melihat area kamar mandi kecil di dalam sana. Pintu kamar mandinya pun tembus pandang.
Di dalam sana, Mei sedang berdiri di bawah kucuran air shower. Tanpa sehelai pakaian pun.
Chen terpaku di tempatnya, tenggorokannya mendadak kering. Setiap lekuk tubuh tetangganya itu, bulir-bulir air yang mengalir di kulitnya, bahkan warna rambutnya yang basah terlihat dengan detail yang luar biasa jernih. Kemampuan matanya seolah menembus batas ruang dan privasi yang ada.
Chen buru-buru menutup kedua matanya dengan telapak tangan, napasnya memburu, dan wajahnya memerah padam sampai ke telinga.
“A-apa yang terjadi dengan mataku?!” batin Chen menjerit panik sekaligus tidak percaya. “Apakah kakek semalam… benar-benar nyata?”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Strategi di Balik Lahan Sampah

Di dalam mobil mewah yang melaju kencang menuju wilayah perbukitan tambang, Chen menatap keluar jendela. Sepanjang jalan, ia terus memetakan situasi melalui informasi dari Liu. Namun, saat mobil melintasi sebuah jembatan besar, mata ajaib Chen mendadak berdenyut hangat. Pandangannya secara refleks menembus kaca mobil, menyisir sebidang lahan kecil kusam yang terletak tepat di tepi aliran sungai berbatuan.

"Liu," panggil Chen sambil menunjuk ke arah luar. "Lahan kecil di bawah dekat sungai itu... apakah kau tahu siapa pemiliknya?"

Liu melirik sekilas melalui spion. "Oh, itu? Lahan itu milik keluarga Tang. Mereka sempat berniat menjualnya, tapi harganya dipatok sedikit mahal untuk ukuran lahan sekecil itu. Kenapa kamu bertanya, Chen?"

"Apakah para ahli giokmu sudah pernah memeriksa tempat itu?" tanya Chen lagi, matanya masih terfokus pada struktur lapisan tanah di bawah sungai yang mulai bergeliat memancarkan energi molekul yang sangat pekat di balik retinanya.

Liu terkekeh pelan. "Sudah. Tapi menurut semua ahli, lahan itu sama sekali tidak memiliki kandungan bahan mentah batu giok. Kasarnya, itu hanyalah lahan sampah yang tidak berguna. Tidak ada nilainya di dunia bisnis kita."

Chen hanya tersenyum misterius tanpa membalas. Di mata para ahli dengan alat konvensional, itu mungkin lahan sampah. Namun, di mata laboratorium milik Chen, ia bisa melihat struktur terdalam dari urat bumi di bawah sungai tersebut—sebuah megastruktur giok purba legendaris yang harganya tidak akan bisa dihitung dengan angka.

Konfrontasi di Area Tambang

Beberapa menit kemudian, mobil mereka tiba di lahan tambang utama milik Liu. Atmosfer di sana langsung terasa panas. Di depan gerbang masuk alat berat, puluhan pria berbadan tegap dengan seragam hitam tampak berdiri arogan. Di tengah-tengah mereka, bersandar pada sebuah mobil sedan mewah, berdiri sesosok pria paruh baya dengan tatapan mata kejam. Ia adalah Long Wang, pemimpin sekaligus kepala eksekutor dari Keluarga Wang.

"Tuan Muda Liu," sapa Long Wang dengan senyum licik yang memuakkan saat Liu dan Chen turun dari mobil, disusul oleh belasan anak buah Liu yang langsung memasang posisi siap tempur. "Lama tidak berjumpa. Aku datang ke sini hanya ingin memastikan apakah kau sudah berubah pikiran untuk menjual lahan ini kepada kami."

Wajah Liu memerah padam. Amarahnya yang sempat tersulut sejak kejadian di bar tadi malam hampir meledak. Ia langsung berbisik kepada kepala keamanannya, "Siapkan pasukan. Sikat mereka semua sekarang juga!"

Namun, sebelum perintah itu sempat dijalankan, sebuah tangan kekar menahan pundak Liu. Chen melangkah maju, menghalangi sahabatnya sembari menatap Long Wang dengan pandangan dingin yang menembus.

"Tunggu, Liu. Jangan menyerang dulu," bisik Chen tenang.

"Tapi Chen, bajingan ini yang menyabotase barku dan sekarang mau merampas tambangku!" protes Liu tak terima.

Chen tidak memedulikan protes itu, ia justru melontarkan pertanyaan yang membuat Liu mengernyitkan dahi. "Liu, berapa harga tertinggi yang pernah ditawarkan oleh Keluarga Wang untuk membeli lahan tambangmu ini?"

Liu agak bingung, namun tetap menjawab, "Mereka menawar seratus juta yuan. Padahal nilai aslinya bisa lebih dari itu jika kandungan giok langka di bawahnya benar-benar terbukti."

Chen mengangguk pelan, lalu tersenyum tipis. "Kalau begitu, jika hari ini dia bisa menawar lebih tinggi dari harga gabungan lahan ini dan lahan milik keluarga Tang di tepi sungai tadi... kita kasih saja lahan tambang ini kepada mereka."

Keraguan sang Sahabat

"Apa?!" Liu terbelalak, suaranya naik satu oktav karena sangat terkejut. "Kau gila, Chen?! Ini lahan masa depan keluargaku! Aku mempertahankan tempat ini mati-matian, dan sekarang kau menyuruhku menyerahkannya kepada musuh?"

Bukan hanya Liu yang terkejut, Long Wang yang mendengar lamat-lamat obrolan mereka pun langsung menaikkan sebelah alisnya, memandang Chen dengan tatapan meremehkan sekaligus penasaran.

Chen mencengkeram pundak Liu lebih erat, menyalurkan aura ketenangan yang mutlak. Mata ajaib Chen berdesir hangat, menatap Liu dengan keyakinan yang tidak bisa dibantah.

"Liu, apakah selama ini aku pernah salah menebak isi batu?" bisik Chen, suaranya sangat rendah hingga hanya bisa didengar oleh mereka berdua. "Apakah keputusanku saat melawan Paman Feng kemarin merugikanmu? Percayalah padaku kali ini. Serahkan lahan 'emas' ini pada mereka, dan nanti di dalam mobil, aku akan memberitahumu alasan kenapa lahan sampah milik keluarga Tang justru akan membuat Keluarga Wang bangkrut tujuh turunan."

Melihat binar mata Chen yang begitu tajam dan penuh perhitungan, kemarahan Liu perlahan mereda. Otak bisnisnya mulai bekerja. Ia tahu betul bahwa Chen bukan orang bodoh yang akan menyerah begitu saja. Ada jebakan mematikan yang sedang dipasang oleh pemuda bermata ajaib ini.

1
Markario Putra
ok siap bang
👍😁
indrawanto djiwanto
konflik kurang banyak min. kalopun lanjut, ceritanya terus jangan berubah jadi kultivator plus nanti lawan alien atau mkahluk dunia ata dst.
Agus Suciyadi
lumayan bagus sih thor...ceritanya nyambung terus, Mcnya bagus dlm sifat dan sikapnya tidak menye2 yg nafsuan. semangat thor lanjut terus/Good//Good//Good/
Markario Putra: Bantu share yah gan 👍
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!