Hanya Chanel yang bisa memperkosa suaminya sendiri supaya mendapat pengakuan sebagai istri.
Akibat perbuatan tidak senonohnya itu akhirnya Chanel hamil dan membuat masalah semakin rumit di pernikahan siri antara Valentino dan Dior.
Kok bisa gitu? Simak kisah cinta segitiga antara Chanel, Valentino dan Dior.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menunggu Jawaban
“Aku mau pesan tom yam, ayam saos Thailand, dan som tam juga. Minumnya jus jeruk pakai es batu kristal 5 biji!“ ucap Chanel memesan makanannya.
Hermes terkekeh mendengar pesanan Chanel, wanita itu memang mempunyai selera makan yang besar.
“Kau yakin bisa memakan itu semua?“ tanya Hermes kemudian.
“Tentu saja, aku sedang ngidam masakan Thailand,“ sahut Chanel.
“Ngidam seperti sedang hamil saja!“ ucap Hermes yang masih terkekeh.
Chanel langsung menatap Hermes dengan lekat dan mengumpulkan keberaniannya untuk berkata, “Aku memang hamil!“
“Tidak lucu, Chanel!“
“Aku memang tidak sedang stand up comedy!“
Hermes mulai berbicara serius dan bertanya. “Kau hamil anak Valen?“
“Suamiku ya cuma kak Valen terus anak siapa lagi!“ jawab Chanel lirih.
Mendengar itu, Hermes mengepalkan tangannya geram. Dia pikir, Valentino sangat mencintai adiknya jadi walaupun Chanel menjadi istri keduanya karena amanat, Valentino tidak akan menyentuh Chanel.
“Ini bukan salah kak Valen dan jangan membencinya. Hentikan permusuhan di keluarga kalian karena ada yang jauh lebih penting dari itu!“ ucap Chanel lagi yang menyadari perubahan mimik Hermes.
“Apa maksudmu?“ tanya Hermes kemudian.
“Kak Dior sedang kritis dan dia tidak mau menghentikan kehamilannya!“ jawab Chanel yang disambung dengan penjelasan mengenai keadaan yang Dior alami.
Hermes langsung mengusap wajahnya kasar mendengar keadaan adiknya. “Bagaimana caraku bilang pada orangtuaku? pasti mereka akan semakin menentang dan membenci Valen!“
“Ada satu solusi, dan aku harap dengan ini tidak ada lagi permusuhan dan semuanya akan bahagia!“ ucap Chanel yakin.
“Apa itu, Chanel?“
“Biarkan kak Dior menghentikan kehamilannya dan bayiku yang akan jadi gantinya! Aku yakin setelah ada anak diantara kak Dior dan kak Valen, pernikahan mereka akan direstui!“ jelas Chanel.
“Kau bilang semua akan bahagia? Tapi bagaimana denganmu?“
“Aku bahagia melihat orang yang aku cintai bahagia!“
“Terus bagaimana denganku, Chanel?“
“Lupakan aku karena aku hanya figuran disini!“
Hermes tentu saja tidak terima, dia mendekati Chanel dan meraih tangannya. “Apa kau yakin setelah itu semua akan baik-baik saja?“
“Semuanya akan baik-baik saja, jika aku pergi!“ sahut Chanel dengan meneteskan airmata yang sedari tadi dia tahan.
Hermes tak kuasa menahan diri, dia memeluk Chanel dan membiarkan wanita itu menangis di dada bidangnya.
“Bagiku, kau bukan figuran, Chanel. Kau pemeran utama di hatiku! Dua bulan ini, aku menahan diri untuk tidak mencarimu, aku ingin kau punya waktu sendiri. Tapi saat kau muncul lagi justru kau membuat keputusan sepihak seperti ini!“ ucap Hermes dengan mengeratkan pelukannya.
Saat dalam posisi itu, tiba-tiba pintu ruangan mereka di buka paksa. Karena memang Hermes memilih tempat yang mempunyai ruangan tertutup di resto.
Valentino semakin tidak bisa menahan emosinya melihat istrinya dipeluk oleh iparnya.
“Lepaskan istriku!“ pekiknya.
Hermes tidak mau melepas Chanel walaupun wanita itu ingin melepaskan diri darinya.
“Ceraikan Chanel, karena aku akan menikahinya!“ tegas Hermes disana.
“Apa kau gila? Kau mau menikahi Chanel!“ protes Valentino yang semakin merasa emosi.
“Aku yakin kau memintaku menemuimu untuk membicarakan masalah Dior. Jadi yang sebenarnya kau cintai itu siapa? Dior atau Chanel?“ tanya Hermes menuntut.
Chanel yang ingin menyela akhirnya terdiam dan menunggu jawaban dari Valentino.
“Aku mencintai__“ ucapan Valentino menggantung dengan menatap Chanel dengan tatapan sulit diartikan.