Yuri, gadis polos yang menjadi korban kedengkian sepupunya, harus kehilangan kekasih bahkan pergi meninggalkan keluarga dalam keadaan hamil. Lima tahun kemudia, Yuri kembali bersama anak laki-lakinya yang cerdas. Yuri kini telah berubah, dia kembali untuk menemukan ayah dari anaknya serta mengambil apa yang seharusnya menjadi milik Yuri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menginap
"Rumah Ayah besar sekali ..." komentar Lucas begitu sampai di rumah Kei.
"Kau menyukainya?" tanya Kei. Laki-laki tersebut terlihat senang dan bangga karena dapat membuat anaknya terkesan.
"Aku suka ... tapi aku lebih suka jika ada Nama. Tinggal di mana pun tidak masalah, asal ada Mama," terang Lucas.
Dari pengakuan yang diberikan sang anak, Kei mengerti jika Lucas dan Yuri tidak dapat dipisahkan. Ibu dan anak itu saling menyayangi. Selama lima tahun, keduanya tentu menjalani hidup yang tidak mudah. Dalam hati, Kei menyesal karena tidak bisa mendampingi mereka selama ini.
"Tentu saja Mama akan ikut tinggal di sini."
"Benarkah?" Lucas terlihat antusias. Anak itu sudah sangat lama memimpikan bisa hidup bersama kedua orang tuanya dengan bahagia.
"Ayah tidak akan berbohong padamu," sahut Kei yang sama bahagianya.
Akhirnya, aku bisa mengandalkan putraku untuk membawa Yuri ke sini secepatnya. Gumam batin Kei.
"Nanti, saat Mama menjemput, kau bisa mengajaknya untuk tinggal di sini. Mama tidak akan menolak keinginanmu," lanjut Kei yang memberi anaknya instruksi secara halus.
Dasar laki-laki licik. Bisa-bisanya kau memanfaatkan anakmu untuk mengejar Mama. Lucas yang genius itu membatin.
"Baiklah, aku akan melakukan itu," celoteh Lucas dengan wajah polos.
Ayah dan anak itu lalu masuk ke rumah. Kei membawa Lucas berkeliling, melihat keindahan rumah besar dan mewah tersebut.
...****************...
Menjelang pulang kerja, Yuri melihat pesan di ponselnya. Kei memberitahu jika Lucas ada di rumah laki-laki itu. Tentu saja Yuri merasa kesal karena anaknya tidak diantar pulang, tetapi malah dibawa ke rumah Kei sendiri.
"Dasar laki-laki menyebalkan! Bagaimana bisa kalau malah membawanya ke rumahmu? Seharusnya aku tidak memintamu menjemput Lucas!" gerutu Yuri. Teman-teman kerjanya tentu merasa heran karena melihat Yuri bicara sendiri. Namun, mereka tidak berani memberi komentar apa pun.
Berbekal alamat yang diberikan Kei, Yuri pun segera meluncur ke rumah laki-laki tersebut. Hatinya benar-benar dongkol. Yuri berpikiran bahwa Kei akan merebut Lucas darinya.
Yuri sedikit tidak yakin saat tiba di depan sebuah rumah besar super mewah. Akan tetapi, jika mengingat rumah Kazuki, memang wajar apabila bangunan di depannya adalah tempat tinggal Kei.
Akhirnya, wanita itu tidak mau ambil pusing lagi dengan pemikirannya. Entah rumah yang seperti istana itu punya Kei atau bukan, tapi saat ini hal terpenting adalah menemukan Lucas dan membawanya pulang.
"Silakan Nona, Tuan Muda Kei dan Tuan Muda Lucas ada di ruang makan. Mereka sedang menunggu Anda." Seorang pelayan memberitahu dan menunjukkan jalan.
Yuri mengikuti pelayan tersebut melewati beberapa ruangan hingga menemukan anaknya dan Kei yang sudah menunggu. Ibu muda itu juga melihat ada banyak makanan terhidang di meja. Semua adalah makanan kesukaannya dan Lucas.
"Mama ..." sapa Lucas yang melihat kedatangan Yuri.
"Kau sudah datang? Duduklah!" sambung Kei yang terlihat sumringah. Tuan Muda itu tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya.
"Lucas, ayo kita pulang!" ajak Yuri. Di hati wanita itu masih menyimpan emosi.
Mendengar ucapan Yuri, raut wajah Kei dan Lucas langsung berubah. Kedua laki-laki itu terlihat terkejut sekaligus sedih. Mereka tidak menyangka bahwa wanita yang dinanti untuk makan malam bersama justru tidak peduli dengan apa yang disiapkan.
"Mari makan malam bersama! Lihatlah, ini adalah makanan kesukaan kalian, bukan?" bujuk Kei.
"Kami akan makan di rumah," tukas Yuri seraya menghampiri Lucas.
"Mama, aku ingin makan bersama Ayah di sini," rengek Lucas. Mata anak itu mulai berkaca-kaca.
"Duduk dan makanlah. Kami sudah menunggumu dari tadi. Jangan membuat anak kita kecewa."
Kei mulai menekan secara halus dengan menggunakan nama Lucas. Laki-laki itu tentu tidak ingin kehilangan momentum istimewa, makam malam bersama 'keluarga' kecilnya. Dia sudah bertekad untuk membawa Yuri pindah ke rumah tersebut.
"Mama ... aku ingin makanan itu, perutku sudah sangat lapar." Lucas mulai merajuk.
Melihat mata anak kesayangannya berkaca-kaca, hari Yuri luluh. Bagaimana pun dia tidak pernah sanggup melihat Lucas menangis.
"Baiklah, tapi setelah ini kita pulang."
Yuri akhirnya setuju. Raut kegembiraan seketika tergambar di wajah dua laki-laki tampan pewaris keluarga Yamamoto tersebut.
Demi sang anak, Yuri kembali mengesampingkan egonya. Dalam hati, wanita itu mengakui jika makanan yang dinikmatinya sangat lezat. Akan tetapi, tentu hal itu tidak diakui karena hatinya masih dongkol terhadap Kei.
"Mama, ini sangat enak 'kan? perut Lucas sangat kenyang. Lucas ingin makan makanan seperti ini setiap hari," celoteh Lucas usai menghabiskan makan malamnya.
"Tentu, Mama akan membuatkan untukmu. Sekarang kita pulang," kata Yuri sekenanya. Dai hanya ingin secepat mungkin meninggalkan rumah besar tersebut.
"Kenapa terburu-buru? Kalian masih bisa bermain di sini."
Kei berbasa-basi. Sejatinya dia sedang mencari cara untuk membuka pembicaraan agar Yuri bersedia pindah ke rumahnya.
"Mama, rumah Ayah sangat besar. Ayo melihat-lihat! Mama akan suka." Lucas menarik tangan Yuri. Anak itu terlihat antusias ingin mengajak mamanya berkeliling.
Anak cerdas. Puji Kei dalam hati.
"Tentu kalian bisa berkeliling. Ini adalah rumah kalian juga." Kei mencoba meyakinkan Yuri. Dia tahu bahwa wanita incarannya tampak ragu.
"Ini sudah malam, lebih baik kami segera pulang," tolak Yuri.
Sayangnya, penolakan Yuri sia-sia. Lucas semakin merajuk dan lagi-lagi hati seorang ibu menjadi tidak tega. Mereka berada di rumah itu hingga larut malam. Ujungnya, Lucas dan Kei berhasil membuat Yuri setuju untuk menginap. Tentu saja orang yang paling bahagia dalam hal ini adalah Kei.
"Malam ini kau bersedia menginap. Besok dan seterusnya, kau akan tinggal bersamaku di rumah ini. Kita bertiga akan hidup bersama dan bahagia. Akan kupastikan semua itu!" gumam Kei setelah masuk ke kamar pribadinya. Sebelum itu, dia telah mengantar anak dan calon istrinya ke kamar di sebelah ruangannya tersebut.
Kei tersenyum sendiri dalam sunyi. Laki-laki tadinya menginginkan tidur sekamar dengan Lucas dan Yuri. Akan tetapi, jelas keinginan itu ditolak sang wanita. Sementara waktu, Kei hanya bisa mengalah dan bersabar. Sesuatu yang tidak pernah dilakukan laki-laki itu selama ini.
ceritanya bagus, tidak bertele-tele...dan seru...👏👏👏
keren bet Thor 👏🙏👏🙏👏