NovelToon NovelToon
Bukan Perebut Suami Orang

Bukan Perebut Suami Orang

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Poligami / Tamat
Popularitas:364.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Bundew

SPIN OFF DARI "REMEMBER ME PLEASE, HUBBY!"

Demi menyelamatkan sang Abang dan puluhan anak-anak panti asuhan, Teresa terpaksa menjadi bahan percobaan untuk William Atmadja yang katanya mandul dan tak bisa mempunyai keturunan.

Will yang sudah menikah dengan Audrey, memang tak kunjung diberi keturunan dan Audrey selalu menuduh Will yang mandul. Sedangkan keluarga Atmadja menganggap Audrey yang mandul dan tak bisa memberikan mereka cucu.

Teresa diberi pilihan untuk menikah dengan Will, lalu memberikan keluarga Atmadja seorang cucu.

Peringatan dari Audrey tentang Will yang memilki masalah reproduksi, sempat membuat Teresa bimbang dan sedikit ragu.
Namun kondisi sang Abang yang butuh biaya perawatan tak sedikit, akhirnya membuat Teresa menerima pernikahannya bersama Will, meskipun Teresa tahu kalau itu menyakiti hati Audrey.

Sebulan setelah pernikahan Teresa dengan Will, akhirnya Teresa dinyatakan hamil dan tentu saja keluarga Atmadja langsung memojokkan Audrey, hingga Audrey akhirnya menyerah dan memilih berpisah dari Will.

Apa sebenarnya alasan keluarga Atmadja ingin cepat-cepat mendapatkan cucu?

Lalu siapa sebenarnya diantara Will dan Audrey yang mandul?
Benarkah anak yang dikandung Teresa adalah anak Will?

"Dia yang kalian pikir adalah Abangku, bukanlah benar-benar Abang kandungku. Dia lebih dari seorang Abang bagiku. Dia...." -Teresa-

Disini akan diceritakan lengkap tentang kandasnya ikatan pernikahan Will dan Audrey.

Konflik sedikit rumit.
Tidak UP setiap hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PAPANYA TIMMY

Teresa hanya berdecak berulang kali, mendengar Timmy yang cekikikan bersama Will yang tengah memakaikan bocah itu baju.

"Timmy maunya bobok siang sama Papa," celetuk Timmy yang langsung membuat Teresa mendekat ke arah Timmy dan Will.

"Timmy bobok sendiri, ya! Biasanya kan Timmy bobok sendiri," ucap Teresa berusaha membujuk Timmy.

Namun bocah itu langsung menggeleng keras kepala.

"Timmy nggak mau bobok siang kalau begitu!" Ancam Timmy yang sontak membuat Teresa menggeram kesal.

Bim bim!

Suara klakson motor dari depan rumah kontrakan mengakhiri perdebatan Timmy dan Teresa.

"Baiklah! Timmy boleh tidur siang sama Papa! Mama mau mengurus pesanan dulu," pungkas Teresa yang akhirnya mengalah dan meninggalkan Will serta Timmy.

Teresa pergi ke dapur untuk mengambil kotak-kotak kue yang tadi sudah ia siapkan, lalu membawanya ke arah teras dan menemui kurir langganannya yang tadi membunyikan klakson.

Sedangkan Will mengikuti langkah Timmy yang mengajaknya masuk ke dalam kamar. Hanya ada sebuah tempat tidur yang tak terlalu lebar dan sebuah lemari plastik empat susun di dalam kamar tersebut.

Sepertinya memang tak banyak barang yang ada di kontrakan sederhana Teresa ini. Tadi di ruang depan juga hanya ada karpet plastik, dan tak ada kursi apalagi sofa.

"Papa," panggil Timmy yang kini sudah berbaring di pelukan Will.

"Ada apa?" Will mengusap lembut kepala Timmy agar bocah empat tahun itu segera tidur.

"Apa benar, Papa bukan Papanya Timmy?" Tanya Timmy seraya mengusap wajah Will dengan tangan mungilnya.

"Kenapa bertanya seperti itu? Papa, kan papanya Timmy," jawab Will sedikit bingung.

Apa Teresa yang sudah mengatakannya?

"Tapi kemarin kemarinnya lagi, Mama mengajak Timmy ke makam. Trus Mama bilang kalau itu adalah makamnya papa Timmy. Padahal papanya Timmy kan belum meninggal dan masih disini menemani Timmy," cerita Timmy dengan raut polos khas anak-anaknya.

Will sejenak terdiam mendengar cerita dari Timmy. Berarti Teresa memang sudah membawa Timmy ke makam Darren dan mengatakan kalau Darren adalah papa kandung Timmy.

Tapi Will tak ada hak untuk ikut campur juga, karena pada kenyataannya Darren memang ayah kandung Timmy dan Will bukanlah siapa-siapanya Timmy.

"Jadi begini!" Will menarik nafas sejenak sebelum mulai menjelaskan pada Timmy.

"Timmy memang punya dua Papa. Menyenangkan bukan?"

"Dua Papa? Tapi Timmy belum pernah bertemu dengan papa yang ada di makam itu," jawab Timmy dengan raut wajah polosnya.

"Ah, kata siapa? Papa Darren yang ada di makam itu, sudah pernah bertemu Timmy saat Timmy masih bayi. Beliau juga sudah pernah menggendong dan mencium Timmy. Masa Timmy nggak ingat?" Tutur Will mengarang sebuah cerita. Timmy hanya menggeleng karena memang ia tak ingat sama sekali.

"Baiklah, tidak apa kalau Timmy tidak ingat. Tapi yang jelas, Papa Darren itu juga adalah papanya Timmy. Jadi Timmy tetap harus menyayanginya seperti Timmy menyayangi Papa," nasehat Will yang kembali mengusap lembut kepala Timmy.

"Tapi kata Mama, Papa Darren sudah ada di surga. Lalu Timmy harus menyayangi bagaimana, Pa?" Tanya Timmy bingung.

"Timmy bisa mengirimkan doa yang terbaik untuk Papa Darren. Itu adalah cara kita menyayangi orang yang sudah lebih dulu pergi ke surga," jelas Will yang langsung membuat Timmy mengangguk paham.

Bocah empat tahun itu juga sudah menguap karena mengantuk.

"Sudah ngobrolnya! Timmy tidur sekarang, ya!" Titah Will selanjutnya pada Timmy.

"Tapi Papa harus janji, kalau Papa jangan pergi lagi ninggalin Timmy dan Mama setelah ini," Timmy mengulurkan jari kelingkingnya untuk membiat janji kelingking seperti biasa.

"Mama sering menangis malam-malam saat mama pikir Timmy sudah tidur. Timmy rasa, Mama kangen juga sama Papa. Karena Timmy juga suka nangis kalau kangen Papa," sambung Timmy lagi yang sontak membuat Will terkejut.

Teresa sering menangis setiap malam?

Mungkinkah ini ada hubungannya dengan beban masalah yang Teresa hadapi serta pertengkaran wanita itu dengan sahabatnya, Sita?

"Papa janji, ya!" Pinta Timmy sekali lagi.

"Iya, Papa janji, Sayang!" Will mengecup puncak kepala Timmy dan bocah empat tahun tersebut segera memejamkan matanya. Tak butuh waktu lama, Timmy sudah terlelap di pelukan Will.

****

Teresa menyeka airmatanya setelah menguping obrolan Timmy dan Will di dalam kamar. Pintu kamar yang hanya berupa tirai, tentu saja membuat Teresa bisa mendengar dengan jelas semua yang dikatakan Will pada Timmy.

Teresa benar-benar tak menyangka, jika Will bisa memberikan penjrkasan sebijak itu tentang Darren pada Timmy. Tadinya Teresa sempat berprasangka buruk dan mengira kalau Will akan menjelek-jelekkan Darren di depan Timmy. Namun pria itu malah membuat cerita karangan yang di luar dugaan agar Timmy bisa menyayangi Darren yang sebenarnya belum pernah sekalipun bertemu Timmy.

Kenapa Will melakukan semua itu?

Teresa mengintip ke dalam tirai kamar dan mendapati Will yang masih memeluk Timmy. Sepertinya pria itu ikut tertidur setelah menidurkan Timmy.

Baiklah!

Biarkan saja!

Teresa akan menyiapkan makan malam dan membereskan dapur saja.

****

Sore menjelang.

Cahaya matahari sore hanya tinggal menyisakan semburat oranye di ufuk barat.

Timmy sudah selesai mandi sore bersama Will setelah tadi bapak dan anak tersebut bermain bola di taman depan kontrakan bersama dengan anak-anak lain.

"Kau tidak mandi?" Tanya Teresa pada Will yang sudah selesai memakaikan baju pada Timmy.

"Mama benar. Sebaiknya Papa mandi dulu sebelum makan malam," celetuk Timmy menimpali ucapan sang mama.

"Baiklah, Papa akan mandi dulu kalau begitu," jawab Will akhirnya seraya mengangguk. Pria itu segera pergi ke kamar mandi di belakang untuk mandi dan membersihkan diri.

"Ma!" Timmy menarik baju Teresa yang masih menyiapkan makan malam.

"Apa, Sayang? Kau mau sesuatu?"

Timmy menggeleng.

"Timmy cuma mau tanya, mulai malam ini Papa akan tinggal bersama kita kan, Ma?" Tanya Timmy tiba-tiba yang membuat Teresa diam sesaat.

"Mmm, Mama tidak tahu. Nanti Timmy tanya saja pada Papa," jawab Teresa akhirnya yang sebenarnya juga merasa galau apakah akan membiarkan Will menginap malam ini atau tidak.

"Tadi Papa sudah janji kalau Papa tidak akan meninggalkan Timmy dan Mama lagi bukankah itu artinya Papa akan tinggal bersama kita disini?" Tutur Timmy bersamaan dengan pintu kamar mandi di samping dapur yang dibuka dari dalam.

Rupanya Will sudah selesai mandi.

"Papa! Papa!" Timmy buru-buru menghampiri Will yang hanya berbalut handuk di bagian bawah tubuhnya.

"Apa, Sayang?" Will berlutut dan menyamakan posisinya dengan Timmy.

"Papa akan tinggal berama Timmy dan Mama mulai sekarang, kan?" Tanya Timmy dengan raut wajah penuh binar harapan.

Will tak langsung menjawab dan menoleh sejenak ke arah Teresa seolah sedang minta pendapat dari mama kandung Timmy tersebut. Will sendiri sebenarnya juga ingin menginap atau tinggal disini, tapi kalau Teresa keberatan, Will tidak bisa memaksa tentu saja.

Will tidak mau membuat mantan istrinya itu merasa tak nyaman.

"Kau bisa menginap malam ini," bisik Teresa pada Will sebelum wanita itu keluar dari dapur membawa sayur dan lauk pauk untuk makan malam ke ruang depan.

"Iya, Timmy! Papa akan menginap disini nanti malam," jawab Will akhirnya yang langsung membuat Timmy bersorak senang.

"Timmy bisa ambilkan ransel Papa di mobil? Papa nggak bisa ganti baju," Will menyerahkan kunci mobilnya pada Timmy, namun langsung disambar oleh Teresa yang juga mendengar perintah Will barusan.

"Ayo, Timmy!" Teresa menggandeng Timmy keluar dari rumah dan menuju ke arah mobil Will yang terparkir di dekat taman bermain.

.

.

.

Terima kasih yang sudah mampir.

Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.

1
dream
Duh... salut, jelas2 Will tau dulu istrinya selingkuh masih di terima
dream
Si tere pelakor, tapi di tolong Audrey... membagongkan... rasa... kesel aja... perempuan munafik di rolong
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
CERITANYA BUNDEW, AKU SBAGAI READER JUGA MNTA MAAF, KRN SERING KOMEN PEDAS, VULGAR & GK ADA ETIKA, TPI ITU SEMUA KRN MNGHAYATI CERITA NOVEL BUNDEW....
Sulaiman Efendy
KARMA & AZAB DITRIMA ORTU WILL
Sulaiman Efendy
SITA NNTI NIKAH MA ROBERT YG DUDA, JDI JANDA KTEMU DUDA.
Sulaiman Efendy
BUKAIIN TERE TOKO ROTI, REKRUT KARYAWAN... TERE JDI BOSNYA
Sulaiman Efendy
MMPUS,, RUPANYA SI ARDIAN SELINGKUH.. RASAIIN LO EVITA .
Sulaiman Efendy
WANITA TUA JULID...
Sulaiman Efendy
TERJUN KE JURANG, BIAR REMUK TUBUHNYA..
Sulaiman Efendy
BERZINAH LAGI..
Sulaiman Efendy
YAKINN SURGA,, MMG ADA PEZINAH MSUK SURGA.. ?? ORG ALIM SJA TDK ADA JAMINAN MSUK SURGA, APALAGI PEZINAH & PENDOSA YG GK BRTAUBAT..
Sulaiman Efendy
GK SALAH KLO SEBUTAN JALANG KE TERESA... KE SITA AZA YG MNOLONGNYA BSA BRBUAT ITU, MNGKIN BAWAHNYA LGI GATAL... MKA GODA SUAMI SITA
Sulaiman Efendy
BETUL SEKALI, SEKALI JALANG, YAA TTP JALANG
Sulaiman Efendy
BARU LO BINGUNG, AUDREY SJA SKRG SDG HAMIL ANAK KYLE... LO DGN TIMMY TDK ADA KCOCOKKAN, YG JDI PERTANYAAN,, KNP LO GK PRNH FOCUS K WAJAH TIMMY, SKRG HNY TES DNA UNTUK MLUNASI RASA PNASARAN LOO
Sulaiman Efendy
AUDREY BNR2 WANITA BRHATI MALAIKAT..
Sulaiman Efendy
GEN DARREN NURUN KETIMMY MLALUI BENIH YG MASUK KE RAHIM TERESA,,YG BSA DONOR SUMSUM CMA DARREN, TPI DARREN UDH MATI..
BSA KTAUAN NI KLO TIMMY BKN ANAK WILL
Sulaiman Efendy
BUKAN COBAAN, TPI AZAB DARI TUHAN, MNA ADA PNDOSA MNDAPATKN COBAAN, TPI AZAB, COBAAN ITU HNY UNTUK ORG2 YG BRIMAN..
Sulaiman Efendy
MENINGGAL JUGA LAKI2 PEZINAH TERE....
Sulaiman Efendy
PSTI TIMMY IKUT GEN DARREN YG ADA SAKIT KANKER..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!