Kisah tentang seorang pria yang harus menemukan malaikat kecil penolongnya, meskipun terjadi kesalahpahaman, namun akhirnya cintapun menyatukan mereka.
Alfarezel, seorang pembisnis muda bertalenta, namun mempunyai sifat yang dingin dan Arogan. Namun sifatnya akan berubah 180° saat berhadapan dengan gadis cantik cinta masa kecilnya itu. Akankah mereka segera dipertemukan kembali, setelah pencarian yang begitu lama.
Kuy nantikan kisahnya dan Baca selengkapnya karya coret-coret Mala jangan lupa berikan dukungan Ya teman-teman semua. Like, ☆5 dan vote. Kalian juga boleh memberi masukan untuk karya Mala agar bisa Mala perbaiki lagi.
Semangat!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Lamaran
...Halo apa kabar semuanya? Untuk yang masih setia menunggu episod karya Mala, Mala ucapkan banyak-banyak Terimakasih atas dukungan dan suport teman-teman semuanya Jangan bosan-bosan memberikan cinta kalian ya 😘...
{☆Selamat membaca☆}
Pagi ini Biru sudah mulai berlatih lagi untuk berjalan. Setelah sekian lama melakukan terapi, sedikit-demi sedikit Biru sudah mulai bisa melangkahkan kakinya kembali. Rezel dengan setia telaten selalu menemani dan memberi dukungan penuh pada Biru.
''Ayo Ru, kamu pasti bisa!'' Ucap Rani yang juga hadir menemani Biru terapi.
Biru berusaha melangkah sedikit demi sedikit. Di bantu seorang perawat dan Rezel yang ada di depannya memberi semangat.
''Come on baby, five more steps!'' Ucap Rezel.
''Very noisy!'' Guman Biru.
Dari lima langkah hingga berlangkah-langkah, membuat Biru kini tak lagi memakai kursi rodanya. Kini hanya di bantu tongkat penyangga untuknya berjalan. Melihat perkembangan Biru, Rezel sangat bahagia. Ia berencana untuk segera meresmikan hubungan mereka dan melamar Biru.
''Aku akan membicarakannya dengan kak Varo,'' Ucap Rezel.
''Apa?'' Tanya Rani yang kurang mendengar ucapan Rezel, Karena ia tak jauh berdiri di sebelah Rezel.
''Bukan apa-apa, Oh iya kapan Kak Varo pulang?'' Tanya Rezel. Namun tak lama kemudian terdengar suara Varo yang memanggil Biru dari arah Ruang tamu. Rezel pun segera menghampirinya, Rani pun ikut menyusulnya.
Varo baru saja tiba bersama Kaifi, ia sedikit terkejut saat melihat Rani seperti mengejar langkahnya Rezel. Meskipun sikapnya dingin dan acuh terhadap Rani, Varo juga memiliki rasa cemburu saat melihat kekasihnya bersama pria lain.
''Kak,'' Panggil Rezel saat sudah berdiri di hadapan Varo. Varo hanya mengangkat kedua alisnya.
''Saya ingin membicarakan sesuatu hal yang penting dengan kak Varo.'' Ucap Rezel. Varo pun mengangguk, Lalu menyuruh Rezel untuk mengikutinya.
''Heei!'' Kenapa aku di tinggal?'' Ucap Rani dengan kesal. Saat ingin ikut menyusul, Varo meminta Rani untuk menemani Biru dulu.
''Saya pinjam kaka ipar dulu ya kak!'' Ucap Rezel kemudian pergi menyusul Varo.
''Menyebalkan!'' Gerutu Rani. Mendengar gerutuan sahabatnya, Biru tersenyum. Memang seperti itu hubungan kakak dan sahabatnya itu. Lebih sering ribut, seperti tikus dan kucing namun sebab itulah yang membuat hubungan mereka langgeng sampai sekarang.
''Kau ini selalu menertawakanku. Aku ini akan menjadi kakak iparmu tau!'' Ucap Rani.
''Iya,,,iya,'' Kakak ipar,'' Ucap Biru meledek sahabatnya itu.
''Sudah,,,sudah.'' Aku tidak meledekmu lagi, Aku ingin bertanya serius padamu Ran.'' Ucap Biru kemudian beralih tempat duduk menghadap Rani.
''Ingin bertanya apa? Jika menanyakan kekasihmu, dia sedang di ruang baca dengan Al,'' Ucap Rani.
''Siapa yang menanyakan dia, aku ini mau menanyakan kapan kau dan kakak akan segera menikah?'' Ucap Biru. Mendengar perkataan Biru, Rani pun terdiam ia juga baru kepikiran tentang masalah itu. Selama ini ia dan Varo terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Hingga lupa tentang rencana pernikahan mereka sendiri.
Varo dan Rani sudah di jodohkan bahkan sebelum mereka lahir. Namun mereka baru berpacaran 6 tahun yang lalu, dan bertunangan 2 tahun yang lalu. Saat Varo sudah benar-benar siap mengemban bisnis keluarga mereka. Karena selama ini papa Rani yang mengurus bisnis mereka.
...''Benar juga kata Biru, Hubungan ku dan Varo sudah berjalan 6 tahun tapi kami belum kepikiran untuk menikah. Apakah Varo juga memikirkannya atau tidak? Aku selalu penasaran dengan perasaannya. Karena selama ini dia tidak pernah mengungkapkan perasaannya padaku. Bahkan aku yang duluan menyatakan cinta padanya. Kalau dipikir-pikir apakah Aku wanita yang ada di hatinya? Atau aku hanya sekedar persetujuan atas perhodohan kami?'' Batin Rani....
Karena Rani melamun Biru mencoba menyadarkannya melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Rani.
''Rani! Ran!'' Kenapa malah melamun?'' Tanya Biru saat Rani sudah tersadar dari lamunannya.
''Aaah?'' Kamu tadi bilang apa?'' Tanya Rani.
''Sudahlah!'' Aku tidak jadi bertanya padamu. Lebih baik aku keluar jalan-jalan.'' Ucap Biru. Biru pun pergi meninggalkan Rani yang masih bingung karena tidak mendengar ucapan sahabatnya itu.
•••••••
Disisi lain, saat ini Varo dan Rezel sedang duduk di sofa. Sesekali menyeruput teh manis yang kini Varo genggam.
''Kak,'' Saya ingin melamar Biru. Saya harap kakak merestuinya.'' Ucap Rezel.
''Apa kau sadar dengan apa yang kau ucapakan sekarang ini? Tanya Varo dengan serius.
''Saya sadar dan saya sangat yakin dengan keputusan ku ini kak. Saya sangat mencintai Biru. Saya ingin menghabiskan sisa hidupku bersamanya dan menjalani masa tua kami bersama-sama. Kak, Izin saya untuk menjaga Biru, Saya tidak ingin menjanjikan apa-apa karena kebanyakan manusia hanya bisa berjanji namun tidak dapat menepatinya. Tapi saya akan berusaha, berusaha untuk memberikan yang terbaik, menjaga dan melindungi wanita yang sangat saya cintai.'' Ucap Rezel.
Mendengar perkataan Rezel membuatnya sedikit lega, sebab kelak akan ada yang menjaga dan menyayangi adiknya sepenuh hati, saat ia menikah nanti. Namun, hatinya juga tak memungkiri kesedihan. Ada perasaan berat, ada perasaan belum rela. Namun jika dilihat, selama ini Biru juga sangat bahagia setelah kehadiran Rezel.
''Baiklah, Aku merestuinya. Tapi semua keputusan ada di tangan Biru. Jika Biru bersedia dan bahagia menikah denganmu, aku tidak akan menghalanginya. Namun jika Biru tidak mau, kamu juga tidak boleh memaksanya.'' Ucap Varo, sambil menepuk bahu kanan Rezel.
Rezel yang mendengar perkataan Varo pun merasa sangat bahagia. Karena ia sudah mendapat restu dari kakak iparnya. Tinggal bagaimana nanti ia meyakinkan perasaan Biru saja.
-
-
-
-
💙💙💙💙💙💙💙💙
💙💙💙💙💙
6 x 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
6 x ♥️♥️♥️♥️♥️
6 x 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tentu saja Like it 👍👍⭐⭐♥️♥️💕💕
Yang Nge Zel in
Apa Varo ga suka sama Rani 🤔🤔
Rezel....kasihan Biru, dia selalu saja diintai orang yang iri
Renata, kamu Cantik ya? Tapi mengapa tak ada pria keren melirik mu? mengapa malah kamu yang mengejar-ngejar pria??
💕💕💕💕💕💕