Aku mencintaimu, Ale, tapi aku berpacaran dengan Elang yang tak lain keponakanmu. aku tidak pernah sakit hati putus dengan Elang. tapi aku sakit hati atas pernikahanmu (Kiara)
Kiara Putri Sanjaya, 21 tahun. terlibat hubungan salah sasaran. ia menjalani hubungan palsu dengan Elang selama setahun. terbebas dari Elang, berharap bisa dekat dengan Ale yang tak lain adalah Paman Elang. Namun, Kiara harus menelan pil pahit karena Ale akan menikah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ara Nas Nasya Nuriva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 28
Elin melihat Aisha sedang duduk sendiri di pinggir pantai. Ada rasa tak tega dalam benak Elin melihat keadaan Aisha akhir-akhir ini. Elin selalu mendapati Aisha sendirian tanpa Ale, suaminya. Melamun berjam-jam sampai akhirnya dia sadar dan kembali ke kamarnya.
Elin menuju dapur, mengambil beberapa buah segar dan memblendernya. Hanya butuh waktu beberapa menit, dua gelas jus buah segar telah siap. Elin segera meninggalkan dapur dengan membawa jus buatannya.
“Aisha masih disana” batin Elin sambil melangkah mendekati Aisha.
“Nyonya Aisha...” panggil Elin sambil menyodorkan gelas jusnya.
Aisha yang tengah melamun seketika mendongak ketika mendengar seseorang memanggilnya.
“Jeng Elin...” ucap Aisha dengan senyum yang terlihat dipaksakan.
Aisha menerima gelas yang disodorkan Elin dan meminumnya. Elin menarik kursi dan duduk di hadapan Aisha.
“Kalau kau ada masalah, kau bisa cerita padaku” ucap Elin dengan tulus. Ia tahu saat ini Aisha butuh teman untuk berbagi cerita.
Aisha tersenyum simpul dan kembali meminum jus buatan Elin. Aisha memang butuh teman untuk berbagi cerita. Namun, Aisha masih ragu untuk bercerita.
“Apa Jeng Elin punya anak?” tanya Aisha datar.
Pandangannya masih menatap lurus ke depan. Memandangi ombak pantai yang berkejaran menuju bibir pantai.
“Saya dan Wima sudah lima belas tahun menikah dan kami belum diberikan amanah oleh Tuhan” ucap Elin dengan tersenyum.
“Li...li...lima belas tahun???” tanya Aisha tak percaya. Elin mengangguk.
“Sudah berbagai cara kami tempuh, hingga akhirnya kami pasrah" ucap Elin datar, pandanganya menatap gelas jusnya yang sudah kosong.
“Apa hal itu tidak menimbulkan masalah? Maksudku apakah kalian tidak pernah bertengkar ketika membahas hal ini?” tanya Aisha.
“Tentu saja bahkan aku pernah menyuruhnya menikah lagi ha..ha...ha...” ucap Elin dan kali ini tawa cemprengnya pecah. Elin tak bisa menahan tawanya ketika mengingat permintaan bodohnya dulu.
“Untung saja Wima kuat iman dan tidak mengabulkan permohonan bodohku ha...ha...ha....” ucap Elin kali ini tawanya mampu membuat orang-orang di sekitar pantai berhenti dan menatapnya.
“Aisha, kau dan Ale masih terhitung baru. Menikah juga belum sampai lima tahun. Nikmati sajalah pernikahan kalian. Jika kau terus memikirkan kapan kau akan hamil. Kau bisa stress dan itu bisa menghambat masa kehamilanmu” kali ini Elin menggenggam tangan Aisha.
“Aku tahu sebenarnya kau cemburu dengan Nona Kiara, kan?” tebak Elin.
Ia menggerakkan kedua alisnya, menggoda Aisha. Aisha tak menjawab. Ia membuang mukanya.
“Ale dan kau sudah terikat pernikahan. Meskipun aku tak tahu ada hubungan apa antara dia dan suamimu, aku yakin Nona Kiara tidak akan merebutnya darimu” ucap Elin mencoba menguatkan Aisha.
“Aku meragukan itu, Jeng Elin” ucap Aisha. Ia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan perlahan.
“Tatapannya ketika melihatku mengisyaratkan jika dia siap berperang denganku”
Elin tertawa mendengar ucapan Aisha. Perempuan di depannya ini sangat sensitif. Baru seorang Kiara yang menatapnya seperti itu, Aisha sudah kalang kabut. Bagaimana jika Aisha berada diposisi Elin dulu?
Setiap hari mendapatkan tatapan benci dari pengagum-pengagum suaminya. Belum lagi pengangum Wima yang selalu menggoda Wima dengan tubuh sexy mereka atau tawaran jabatan yang pernah disodorkan untuk Wima jika mau berpisah dengan Elin. Pasti Aisha tidak akan kuat, pikir Elin.
“Kalau kau merasa seperti itu, ya kau ladeni dia. Pertahankan milikmu!. Lawanmu hanya Kiara yang jumlahnya satu. Kiara menyerangmu dengan goda-godaan receh yang menurutku itu hanyalah tingkah usilnya. Kau tidak boleh rapuh. Jika kau seperti ini, Nona Kiara yang awalnya hanya usil bisa saja berhasil” ucap Elin sambil berlalu membawa dua gelas kosong bekas jus buatannya.
“Maju terus. Jangan biarkan Ale berpaling darimu!!!” teriak Elin sambil terus berjalan meninggalkan Aisha.
____***____
Di tempat yang sama tetapi berjarak cukup jauh dari tempat Aisha duduk. Kiara duduk sendiri berhadapan dengan laptopnya. Kiara kembali membaca berkas-berkas yang dikirim Dira tentang perusahaan yang akan dipimpinnya. Kiara harus bisa membuktikan pada Dira jika dirinya serius dan mampu mengemban amanah dari Papanya.
“Permisi, Nona, bolehkan aku duduk disini?” tanya seseorang.
Kiara mengalihkan pandangannya. Saat ini seorang gadis berambut ikal sedang berdiri di hadapannya. Kiara merasa pernah melihat wajah gadis itu tetapi ia lupa dimana. Wajah gadis itu terlihat ragu. Ia menunduk sambil sesekali menggigit bibirnya.
“Silakan!” ucap Kiara.
“Apakah Anda masih mengingatku?”
Kiara menggeleng. Karena sebenarnya Kiara lupa dengan gadis di hadapannya ini.
“Ellea” gadis itu menjulurkan tangan kanannya.
“Kiara" membalas uluran tangan Ellea.
“Maaf jika aku mengganggu Anda. Tapi aku benar-benar harus berbicara pada Anda, Nona” ucap Ellea dengan perasaan yang tak menentu.
Kiara menutup laptopnya. Sepertinya berkas-berkas Dira kembali tertunda untuk dipelajari. Gadis di hadapannya ini sepertinya memiliki persoalan penting yang akan dia bahas bersamanya.
“Apa yang ingin Anda sampaikan, Nona Ellea?” tanya Kiara.
“Aku mau meminta maaf karena telah membuat Anda berpisah dengan Elang” ucap Ellea pelan.
Sungguh jantung Ellea benar-benar berdebar saat ini. Ellea sudah membayangkan kemungkinan- kemungkinan yang akan terjadi padanya setelah ia berbicara pada Kiara. Rasa takut itu menyelimuti dirinya. Namun, Ellea terus berusaha mengumpulkan keberanian untuk berbicara pada Kiara.
“Akulah perempuan yang tiba-tiba memeluk Elang di taman. Aku yang membuat Anda marah dan akhirnya berpisah dengan Elang. Aku... aku... aku..tidak tahu jika Elang sedang bersama Anda, Nona. Aku..aku.. tidak tahu jika saat itu Elang sudah punya kekasih"
Kali ini suara isak tangis Ellea tak bisa di tahan. Ellea terus menunduk sambil sesekali menyeka air matanya.
Kiara menghela nafas kasar. Gadis di hadapannya repot-repot kesini hanya untuk membahas orang yang sebenarnya tak pernah ada di hatinya. Apakah Ellea sangat merasa bersalah kepadanya hingga ia menangis seperti ini? sungguh buang-buang air mata.
“Aku mohon kembalilah pada Elang. Dia hancur tanpamu” ucap Ellea masih dengan isak tangisnya.
Kiara menelepon Olive agar menghampirinya dengan membawa air putih. Kiara tahu gadis di hadapannya sedang tertekan. Entah mengapa dia merasa sangat bersalah sedangkan Kiara tidak menganggapnya begitu.
Tidak butuh waktu lama, Olive tiba dengan membawa air putih pesanan Kiara. Kiara menyuruh Olive memberikan air itu kepada Ellea.
“Minumlah agar kau tenang!” ucap Kiara dan menyuruh Olive untuk pergi.
Ellea meneguk air putih itu sampai habis. Perasaannya sedikit tenang setelah menghabiskan air putih pemberian Kiara.
“Ellea, seharusnya kau tidak perlu repot-repot kesini. Kau tidak bersalah kepadaku. Justru seharusnya aku berterima kasih kepadamu. Karena dengan kedatanganmu, aku jadi punya alasan agar putus dari Elang” ucap Kiara enteng.
“Ta..ta..pi”
“Aku tak pernah mencintainya. Jadi buat apa kau meminta aku kembali kepadanya?” potong Kiara cepat.
Ellea terkejut mendengar ucapan Kiara. Bagaimana mungkin Kiara menjadi kekasih Elang jika dia tidak mencintai Elang? Apa yang sebenarnya terjadi?
“Kau pasti heran kan? Aku saja yang menjalaninya heran. Tidak mencintainya tetapi tetap saja bertahan menjadi kekasihnya” ucap Kiara mencibir dirinya sendiri. Merutuki kebodohannya dulu.
“Tak usah merasa bersalah kepadaku. Jika kau mau, kau saja yang kembali pada Elang dan terima kasih karena kedatanganmu aku bisa putus dari Elang. Aku pergi" ucap Kiara kemudian beranjak dari tempat duduknya.
Ellea kembali mencerna ucapan Kiara. Setengah tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Ellea memijit pelipisnya.
“Andai Elang mau menerimanya kembali, pasti aku akan sangat senang” ucap Ellea dalam hati.
Ellea beranjak dari tempat duduknya dan membalikkan badannya, baru dia melangkah tiba-tiba seseorang memanggilnya.
“Kau Ellea kan?”
Ellea mengangkat wajahnya.
“Om Ale???”
“Ternyata benar kau Ellea, mantan kekasih Elang kan?” tanya Ale kembali. Ia terkekeh mengingat sosok di hadapannya.
Ellea mengangguk dan bergegas pamit untuk pergi.
“Om Ale ada disini? Apakah Elang juga ada disini?” tanya Ellea dalam hati. Kakinya terus melangkah di bibir pantai.
“Jika Elang juga ada disini, maka aku harus mendekatinya lagi...”
Tidqk patut dicontoh, IDE YG ABSURD, KARAKTER YG HALU.....
ADA YQ PEREMPUAN SEPERTI KIERA nemplok diidenyq thor
ABSURD BANGET
ABSURD BANGET