NovelToon NovelToon
Suamiku Brondong

Suamiku Brondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Nikahmuda
Popularitas:431.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mimi Duo Z

Lia Putri Aghata, nama gadis cantik keturunan asia yang terlahir dari keluarga berkecukupan hingga sang ayah mengalami kebangkrutan sampai dirawat di ICU karena tak juga sadarkan diri. Ditengah keputus asaanya Lia, kembali bertemu dengan pria yang merupakan musuh masa kecilnya namun bagi Ferry, Lia adalah cinta sejatinya, sejak sang gadis berusia tujuh tahun hingga kini cinta itu bukan hilang tapi makin tumbuh dan mengakar. Namun sayang karena keadaan mereka sempat terpisah selama dua belas tahun sang pria terus mencari keberadaan sang gadis namun baru berhasil menemukannya setelah dua belas tahun berpisah. Pada saat Ferry mengetahui keberadaan Lia justru disaat kondisi keluarga Lia mengalamin kejatuhan dan Ferry lah yang banyak membantu Lia melalui pengacara kepercayaan keluarga Aghata Wicaksana, tanpa sepengetahuan Lia, Ferry memberikan banyak bantuan agar kehidupan gadis yang dia cintai tidak terpuruk. Hingga akhirnya setelah banyak lika liku perjalanan hidup pelan-pelan Lia pun sadar telah jatuh cinta pada Ferry kemudian mereka menikah walaupun tanpa restu orang tua si pria, karena usia Ferry yang masih sangat muda dan ditambah lagi usia Lia yang lebih tua dua tahun dari Ferry Tapi hal ini tak membuat mereka mundur untuk tetap menikah dan membina rumah tangga. Bagaimana kah perjuangan Lia dan Ferry meluluhkan hati orang tua si pria? baca trus ya kisahnya "Suamiku Brondong"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mimi Duo Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawaran Kerja

"Malam Semuanya, maaf nih om jadi ganggu acara makan malam kalian" ucap om Bram mengawali pembicaraan.

"Nggak koq om santuy aja" kelakar Bimo.

"Duduk Om, kita makan malem bareng" ajak ku.

"Wah, om jadi enak nih diajak makam gratis...hehehee" ucapan om Bram.

"Makannya emang gratis om tapi begitu selesai makanya yang baru bayar, hari gini nggak ada yang gratis om". celoteh Bimo membuat kami semua tertawa. Rasanya sudah lama sekali rumah ini tak ada canda dan tawa, sejak papa masuk ICU. "Cepet bangun pa, Lia kangen papa" ucapku dalam hati lirih. Buru-buru ku usap air mata yang hampir jatuh tak mau merusak suasana bahagia malam ini.

"Sudah-sudah ayo Bram duduk, kita mulai makan. Bimo pimpin do'a" pinta mama yang dianggukan Bimo.

Kami pun makan dengan tenang, damai dan diselingi canda tawa dan celoteh nggak mutu dari mulut Bimo yang konyol.

Usia makan malam, si mbok sibuk merapikan meja. kami semua ke ruang keluarga. Suasana di ruang keluarga nampak lebih tegang dibandingkan saat duduk di meja makan.

"Jadi maksud Om datang kesini mau nawarin Lia kerjaan yang gajinya lumayan gede kontraknya cuma 1.5 tahun karena om dengar Lia sedang mencari kerja paruh waktu" Om Bram mulai bercerita maksud kedatangannya.

"Kerja apa om?" tanyaku penuh harap.

"Jadi Baby sitter dari anak perempuan temen om usianya delapan tahun". Jreng...Jreng "Baby Sitter" gumam ku, Bimo dan juga mama bersamaan.

"Iya, kalian tenang dulu ini kerjaannya nggak kaya baby sitter di sini. Jadi temen om dan istrinya itu sudah mengantongi izin untuk membuka restoran di Negara A, dia memiliki anak perempuan usia delapan tahun. Mereka akan sangat sibuk dan khawatir tidak bisa mengurus anaknya itu. Kerjaannya hanya mengantar jemput ke sekolah, membantu mengerjakan tugas sekolah. Untuk urusan bersih-bersih, masak, nyuci dan lain-lain mereka sudah hired orang, jadi kamu disana pun bisa melanjutkan kuliah bukannya kamu mendapat beasiswa di Pratt Institute negara A" jelas om Bram panjang lebar.

"Bagaimana om tau Lia mendapat beasiswa di Pratt Institue?" tanyaku merasa aneh karena aku belum membicarakan prihal ini dengan siapa pun kecuali Ferry. "Tidak mungkin kan si bule tengil itu kenal om Bram" bathinku.

"itu karena om Menghubungi dekan kampus mu, tanya om ingin bertanya bisa tidak kuliah mu ditansfer ke negara A, apa prosedurnya mudah atau sulit, memakan waktu lama atau tidak" ucap om Bram masuk akal. Aku hanya mengangguk, tidak dengan mama dan Bimo mereka justru menatapku penuh tanda tanya.

"Lia juga baru dapet surat pemberi tahuan soal beasiswa ini tadi di kampus ma, niatnya baru mau Lia bahas dengan mama dan Bimo" ujarku takut mereka salah paham.

"Tapi koq bisa pas banget ya om?". celetuk Bimo. membuat aku dan mama spontan menatap om Bram.

"itu lah hebatnya kuasa Tuhan, kita tidak pernah tau apa yang Tuhan rencanakan untuk hidup kita tapi percayalah semua akan berkahir indah" terang om Bram membuat kami mau tidak mau percaya dengan alasannya.

"kalau Lia mau kapan temen om dan keluarganya berangkat ke Negara A?" tanyaku.

"temen om dan istrinya akan berangkat lebih dulu, Lia nanti berangkat bareng sama Lola anak temen om itu, karena dia masih harus sekolah dan menyelasaikan semester ini dulu dan mengurus surat pindah dan lain-lainnya, Lia juga kan akan UAS dua pekan lagi, abis itu Lia bisa mulai proses transfer kuliah ke Pratt Institute" terang om Bram, aku kembali hanya menganggukan kepala.

"Pergi lah sayang, mama setuju sepertinya ini jalan keluar terbaik. setidaknya kamu tetap akan melanjutkan kuliah mu dan jadi designer seperti cita-citamu dan Bimo pun bisa tetap kuliah dab kehidupan kami disini tidak akan kekurangan dengan sisa tabungan dari papa dan tentunya juga dari hasil kerja mu disana. toh cuma 1.5 tahun pas sekali bukan. kamu lulus kontrak kerja selesai" ucap mama terlihat puas.

"Tapi ma, jika Lia mengambil beasiswa ini setelah lulus Lia wajib magang satu tahun di perusahaan uang mendanai kuliah Lia" jelas ku.

"Ya bagus dong kak, abis lulus langsung dapet kerjaan di luar negri lagi pasti gajinya gede" seloroh Bimo.

"Iya juga sih, nampaknya ini benar-benar solusi terbaik" bathin ku.

"Jadi gimana Lia" tanya om Bram membuyar lamunanku.

"Kalau mam dan Bimo setuju, Lia setuju om" ucapku sambil menatap mama dan Bimo, yang langsung mendapat anggukan kepala dari mereka dengan senyum terkembang bahagia.

"Sepertinya mereka setuju Lia" ucap om Bram, tersenyum bahagia.

"Kalau begitu deal om, Lia juga setuju" ucapku penuh keyakinan.

"Baiklah kalau begitu om Pamit dan om akan mengabari teman om segera". ucap om Bram sambil berdiri dan pamit pulang.

Setelah om Bram pulang, mama, Bimo, si mbok dan aku duduk nonton sinetron yang lagi hot-hotnya dikalangan emak-emak. Sesekali si mbok dan mama akan saut-sautan mengomentari adegan ditv, bahitu juga dengan Bimo yang akan memaki-maki kebodohan si aktor atau aktrisnya. Sedangkan aku tidak paham sama sekali jalan ceritanya, lebih tepatnya tidak perduli. Aku malah sibuk berselancar masuk ke ruang obrol club para designer. membaca obrolan mereka dan postingan design-design mereka. "Oh ya, hampir saja aku lupa. sebaiknya aku menghubungi orang yang kemarin mewaran design baju malam couple rancangan ku, seperti si cupu bilang aku akan menaikan harganya bukan dua kali tapi menjadi tiga kali lipat, lumayan uangnya bisa untuk tambahan tabungan" pikir ku.

Lalu aku pun mengklik ruang obrol personal, kulihat Jerry orang yang kemarin menawar harga designku online. Langsung saja ku sapa dia.

"Malam kak Jerry" sapaku ramah.

"Malam juga nona Lia, gimana apa anda sudah punya kabar baik untuk ku" jawab Jerry ramah.

"Aku sudah memikirkannya baik-baik, aku bersedia menjual karyaku tapi tidak dengan harga yang kakak Jerry tawarkan" ucapku to the poin.

"Berapa harga yang nona Lia inginkan?" tanya Jerry langsung pada intinya.

"tiga kali lipat dari harga yang kak Jerry tawarkan kemarin, bagaimana mau tidak?" tanyaku langsung.

"tiga kali lipat? 4500 US$" gumam Jerry dengan nada terkejut.

"Iya jika kak Jerry berminat dengan harga segitu aku baru mau melepaskannya" Jawabku tegas.

lama kak Jerry tidak mebalas chat ku. Aku masih setia menunggu dengan deg-degan, apa pantas karya perdana ku dihargai semahal itu. bathinku mulai tak percaya diri.

"Baik nona Lia saya setuju" tiba-tiba kak Jerry membalas chatku.

"Benarkah?" tanyaku rasanya benar-benar sulit dipercaya.

"Tentu saja nona Lia semua ini benar, baiklah jika nona Lia berserius ingin menjual designnya pada kami maka besok bisa temui saya di restoran Qiyu jam 12.30 bagaimana?" ujar kak Jerry.

"12.30?, oke aku akan datang" ucapku penuh keyakinan.

Lalu chat pun kami akhiri aku pun menyimpan ponselku, kemudia ikutan menonton sinetro di tv tapi baru sebentar aku menonton, aku malah menuaap.

"Jika sudah mengantuk naik dan tidur lah. besok masih harus packing kan" ujar mama memintaku tidur. Akhirnya aku pun naik ke kamar untuk gosok gigi dan cuci muka lalu naik ke atas ranjang ternyaman ku dan meletakan ponsel diatas nakas.

1
MartinaRa Mini Vlog
keren ceritanya. dibaca enak banget👍mantap pokoknya
Anonim
Tanggung banget cerita nya
Anonim
Lanjut min
Jamilah Hidirmanto
lnjt
Hadimulya Mulya
klo bisa buat crita yg menceritakan,menikah gk di reatuai dan dah gk di anggap anak,tapi anak dan mantu nya bisa mandiri,dan sampe sukses ngalahin usaha ortu nya,bukan menceritakan bergantung Ama harta org tua trs,takut gk di akui anak,karena klo crita anak bergantung ma ortu itu crita dh pasaran
Nur Adam
lnjht
Azza
kok cerita nya sampai disini kelanjtan nya mana
Nur Adam
lnjut smgt
Evi Nisvi
semangat thoor
Nur Adam
lnjht smgt
Nur Adam
lnjut smgt
ic
semangka..
Weni Purnawati
mudah2an author sekeluarga sehat kembali ya..
Ahmad Firdaus
lanjut
Ahmad Firdaus
tamat?
ic
next part, please..
Java Muzicpedia
Mira aji mumpung banget mkn gratis
Java Muzicpedia
suka sama cerita nya....semangat thor
Java Muzicpedia
untung bkn kutu rambut...hehehe
AlongPee
hai kak, salam kenal, izin baca yaaa

Kalau berkenan mampir juga yuk di novelku "Terjebak Cinta Berondong"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!