NovelToon NovelToon
Gus, Please Jangan Kejar Aku!!

Gus, Please Jangan Kejar Aku!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aqilaarumi

namaku seira Aurora artis ibu kota dengan imange seksi dan penuh dengan skandal.

ceritaku dimulai saat aku tidak sengaja bertabrakan dengan seorang Gus Hanif dan berciuman dengan dia.


sejak saat itu gus Hanif terus muncul dihadapan ku,mengikutiku.dengan alasan ingin mempertanggungjawabkan kejadian yang tanpa sengaja itu.

bahkan secara terang terangan ia mengatakan ingin menikahi ku, alasannya? membimbingku.

aku tertawa sumbang bagaimana mungkin artis dengan imange buruk sepertiku bisa menikah dengan anak seorang kiay.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab19 bukan takdir yang diharapkan

Pernikahan sederhanan yang terlihat sederhana tanpa ada sorot kamera wartawan karna ini keinginan seira.ummi dan nahla pun menolak untuk hadir dalam pernikahan mereka.

" Saya terima nikahnya seira Aurora bin Fahri dengan mayat tersebut dibayar tunai."

Sah

Sah

Sah

Air mata seira jatuh tak bisa tertahan.

" Seir,bisa berhenti nangis ngak.ini hari bahagia Lo,lihat nih makeup Lo sampai luntur."

" Aku tidak peduli."

" Hmm terserah lo.sekarang ayo berdiri samperin suami Lo."

Dengan digandeng Hana dan Ratih seira berjalan kearah Gus Hanif,yang tersenyum bahagia.

" Masya Allah,cantik sekali bidadari ku itu ya Allah ."

Sekarang Gus Hanif bisa menatap seira sepuasnya tanpa takut dosa lagi,bisa memikirkan seira tanpa merasa takut lagi.

Dengan mata yang sembab seira duduk bersimpuh dihadapan Gus Hanif.

Gus Hanif meletakkan tangannya diatas kepala seira.

Cupp

Satu kecupan singkat mendarat dikepala seira.

Sepanjang acara pernikahan seira tidak berhentinya menangis, hingga membuat Risma kesal.untung saja tidak banyak orang yang hadir dalam acara pernikahan ini.semuanya tampak mengerti akan situasi yang dialami seira.

" Seir,kamu bisa berhenti nangis ngak sih."

" Bagaimana aku ngak sedih mi.aku harus menikah dengan laki lakj yang tidak kucintai."

" Ngomongnya bisa pelan pelan ngak sih seir."

" Makanya mami ngak usah negur aku.kalau mami negur aku lagi aku bakalan teriak teriak kencang lagi."

" Suatu saat nanti kamu pasti bakalan berterima kasih sama Allah karna berjodoh dengan Gus Hanif."

" Itu ngak bakalan terjadi."

" Udah ah mami capek sama kamu."

<

Kamar Seira disulap menjadi kamar pengantin yang dipenuhi kelopak bunga mawar yang bertaburan diatas kasur.

" Astaga aku udah bilang ngak usah hias hias kamar aku seperti ini."

" Kenapa sih seir,marah marah melulu."

Seira menoleh kesumber suara dengan muka yang ditekuk.

" Bukan urusan Gus."

Gus Hanif hanya terkekeh geli.merasa lucu dengan wajah seira yang mengemaskan Dimatanya.

Seira duduk ditepi kasur,memijit kakinya sendiri yang terasa pegal.

Gus Hanif membuka kemejanya.

" Heeeeeeeiii Gus, ngapain buka baju dihadapan ku."

" Lo memangnya kenapa seir.kamu itu istriku jadi ngak apa apa."

" Kalau Gus mau buka baju atau buka apapun silahkan ketoilet.buka disana saja jangan dihadapan saya."

Gus Hanif terkekeh geli.

" Kamu itu lucu sekali seir."

" Astaga saya ini marah Lo Gus,ngak lagi ngelawak."

" Mau marah atau ngelawak kamu itu selalu lucu dimata saya seir."

Seira melotot kearah Gus Hanif.

" Ia ia saya ganti bajunya dikamar mandi."

Gus Hanif keluar dari kamar mandi saat seira sedang terlelap dalam tidurnya.

" Masya Allah seira,bidadari pun kala sama kamu.lihat saja .bahkan sedang tidur pun kamu terlihat cantik."

Gus Hanif mendekati seira, menyingkirkan anak rambut yang sedikit menutupi wajah cantik seira.

Seira bisa merasakan sentuhan jari Gus Hanif,membuka matanya dan melotot kearah Gus Hanif hingga membuat Gus Hanif merasa kaget.

" Astagfirullah seira."

" Jangan berani macam macam ya gus."

" Kamu sekarang istri saya seira,jadi saya bebas melakukan apapun."

Seira terkesiap dia bangkit lalu memperbaiki duduknya.

" Saya menikah dengan Gus Hanif karena karir saya sedang tidak baik baik saja dan untuk memperbaiki nama saya yang sedang meredup saya butuh popularitas dan hanya Gus haniflah yang bisa menaikkan popularitas saya kembali."

" Jadi kamu hanya menjadikan saya tameng,agar nama kamu kembali bersinar.kamu hanya pansos dengan ketenaran saya."

" Na tuh Gus mengerti."

Hati Gus Hanif mencolos sakit mendengarkan pernyataan seira.untuk sesaat Gus Hanif terdiam lalu kembali tersenyum.

Ia mengusap pucuk kepala seira dengan lembut.

"Saya senang membantu kamu."

Bola mata seira membulat.

" Gus tidak marah."?

" Untuk apa marah semua sudah terjadi,sudah terlanjur juga kita menikahnya.bagi kamu mungkin pernikahan ini hanya tameng agar karir kamu tidak meredup tapi bagi saya pernikahan ini sakral.kamu adalah istri saya Dimata Allah dan hukum.jadi saya akan memperlakukan kamu sebagai istri saya dan meratukan kamu."

Seira melempar bantal kearah Gus Hanif.

" Astagfirullah seira."

" Gus Hanif tidur disofa. Saya tidak mau tidur di ranjang yang sama dengan Gus Hanif,nanti saya diapa apain lagi."

" Baiklah bidadari ku, saya akan menunggu sampai akhirnya kamu memangil saya untuk tidur disampingmu."

" Tidak usah banyak drama deh Gus, cepetan sana,saya capek besok saya ada syuting pagi."

" Baiklah istriku, jangan lupa doa dulu sebelum bobo."

Sepanjang malam Gus Hanif ngak bisa tidur karena terus memandangi wajah seira sambil sesekali ia tertawa geli karna dekuran halus dari seira.

" Seira bangun yuk,kita sholat malam."

" Gus aja,aku masih ngantuk."

Gus Hanif menepuk beluk pipi seira tapi tetap saja seira tidak mau bangun.

" Seira kalau kamu tidak mau bangun,besok aku akan telpon wartawan kalau kamu menikahi ku hanya karna popularitas."

Seira langsung bangun menatap Gus Hanif dengan mata yang melotot.

Seira melirik jam dinding yang masih menunjukkan jam dua pagi.

" Astagfirullah Gus,ini masih jam dua.ngapain sih sholat tengah malam begini."

" Ini tuh namanya sholat tahajud seir,waktu yang paling dekat dengan Allah."

" Ayo sekarang kamu bangun,ikuti perintah saya kalau tidak mau publik tahu tujuan kamu menikah dengan saya."

Dengan sangat terpaksa seira mengikuti kemauan Gus Hanif.

Gus Hanif begitu khusyuk dengan sholatnya sedangkan seira berusaha fokus.matanya terasa berat.

" Assalamualaikum warahmatullah."

Gus Hanif menoleh kekiri dan kanan diikuti oleh seira.

Gus Hanif tersenyum dan mengeluarkan tangannya.

Seira berdiri begitu saja menghiraukan uluran tangan Gus Hanif sehingga tangan Gus hand terasa mengantung diudara.

Dengan rasa kantuk yang begitu berat tanpa melepaskan mukenanya seira mengempaskan tubuhnya kekasur.

Gus Hanif hanya bisa mengeleng.

1
endah setyowati
maju, jangan menyerah Gus hanif,itulah tantangan hidup
endah setyowati
ngk tahu aja mamanya seira,kalau sebenarnya seira sudah diajak menih sama Gus hanif🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!