NovelToon NovelToon
TERNYATA AKU ORANG KETIGA

TERNYATA AKU ORANG KETIGA

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Patahhati / Poligami / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Bubu.id

Shofiyya Mardhia, 30 tahun menikah dengan seorang pria yang ternyata telah menikah dan Memiliki 2 orang putra.

Syafiq Azwar Maliki, 28 tahun terpaksa menikah yang kedua atas keinginan istri pertamanya.

Nuha Syafura, 26 tahun terpaksa meminta dimadu karena sakit yang dideritanya.

Semua menjadi dilema saat Shofii mengetahui kebenaran setelah janji suci terucap.

Sanggupkah mereka terus harmonis?
Bagaimana ketiganya membawa hati yang ingin memiliki namun tak ingin menyakiti ...
Mampukah Syafiq adil, tak berpihak dan tak condong pada salah satunya ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubu.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Enam

"Aku pulang! Jagalah kondisimu dan calon bayimu, Shof!"

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Setelah raga Raihan tak terlihat, Shofi perlahan menuju dapur mencari sesuatu yang bisa ia makan. Ia duduk di meja makan setelahnya dengan roti tawar dan selai strawberry di tangannya. Sembari mengunyah Shofi terus terngiang ucapan Raihan, ia menyapu lembut perutnya.

"Mungkinkah kamu sudah berada di dalam sini, Nak?"

Senyumnya mengembang saat ia mengingat bulan ini memang belum mendapat tamu bulanan. Batinnya bergejolak ingin segera mengecek menggunakan tes pack. Tapi kondisinya yang lemah juga menyadari Mazdanya berada di Rumah Sakit, ia akhirnya menghubungi Syafiq meminta tolong membelinya.

Shofi kaget terdapat 5 panggilan dari Syafiq, dilihat dari jamnya, semua terjadi saat ia tak sadarkan diri. Ia mulai melakukan panggilan pada Syafiq. Beberapa kali ia memanggil namun tak ada jawaban dari suaminya tersebut, hingga ia terfikir menghubungi Kiran dan meminta tolong untuk membelikan apa yang ia butuhkan. Syukurlah Kiran dengan senang hati mau membantu, namun ia baru bisa datang setelah magrib. Shofi mengiyakan, ia memesan makanan pula sebagai menu makan malamnya dengan Syafiq. Tubuhnya yang masih lemah membuat ia tak bisa berkutik di dapur.

_____________

Di tempat berbeda. Pukul 5 sore APV Syafiq berhenti di muka rumahnya bersama Fura. Ia yang ingin mendengar suara Shofi terus melakukan panggilan pada istri keduanya tersebut sebelum memasuki rumah. Lima kali panggilan, tak ada respon ia terima. Dengan otak yang berusaha positif thinking, ia mematikan ponselnya dan masuk ke dalam bertemu Fura sang istri pertama beserta kedua buah hatinya.

Kondisi di dalam rumah tampak sepi tak seperti biasa. Ia bertanya pada Bik Santi, katanya Hana kurang sehat dan Fura sedang menemani sang putri di kamarnya, sedang Omar baru bangun tidur dan sedang dimandikan Kinan.

Syafiq masuk kini ke sebuah kamar dengan dominasi pink yang cantik. Netra Fura berbinar, ia tenang Jauzanya telah tiba.

"Bii ...," lirih Fura seketika.

"Ada apa dengan Hana?" panik Syafiq meletakkan jemarinya di kening sang putri.

"Sejak pulang sekolah tadi ia demam, sudah kukompres dan memberinya parasetamol tapi demamnya tak mereda."

"Kita ke rumah sakit sekarang!" lontar Syafiq.

"Ta-pi O-mar?"

"Sementara kita percayakan Omar pada mbak Kinan!" tegas Syafiq.

"Baiklah, aku akan bersiap." Fura keluar menuju kamarnya mengajak teh Rani untuk membantunya mengganti outfit yang ia kenakan.

Beberapa saat keduanya siap, Syafiq menggendong Hana di pundaknya, sedang kursi roda Fura di dorong oleh teh Rani. Tak menunggu lama Syafiq segera melajukan kendaraannya ke Rumah Sakit besar di Jalan Raya Kopo, yang berlawan arah dari Rumah Sakit tempat Shofi bertugas.

Menjelang adzan maghrib mereka sampai ke rumah sakit yang di tuju. Tenaga medis di ruangan UGD segera memeriksa kondisi Hana, mereka melakukan pengambilan darah pula karena nadi Hana teraba lambat dan kondisinya sangat lemah dan pucat. Setengah jam menunggu, hasil pengecekan darah keluar, Hana positif typus dan harus dirawat. Fura yang sangat khawatir terus menangis.

"Sabar, Juriyy! Putri kita sudah mendapat penanganan tepat, ia akan baik-baik saja!"

"Aku takut terjadi hal buruk pada Hana, Bii. Kenapa bukan aku saja yang sakit!"

Syafiq memeluk Fura. "Hentikan kata-kata seperti itu! Aku tidak suka mendengarnya, hem?" Fura menganggukkan kepala di dada Syafiq.

Dua orang perawat tampak memasang selang infus saat ini, sepiring bubur beserta sayur bening dan rebusan tahu serta salmon dengan beberapa potongan buah di sajikan sang perawat. Makanan itu harus dimakan saat Hana sadar nanti ujarnya. Fura mengangguk.

Syafiq meminta izin Fura untuk ke mushola rumah sakit. Fura tampak menjalankam ibadah maghrib pula ditemani teh Rani di kamar isolasi Hana.

Setelah menjalankan ibadahnya Syafiq menyalakan ponsel dan segera mengirim pesan pada Shofi, ia membuat alasan ada deadline yang sangat penting dan harus segera diselesaikan membuatnya tak bisa pulang malam ini. Belum sampai Shofi menjawab, Syafiq mematikan kembali ponselnya.

Syafiq menuju bangsal isolasi Hana, terlihat Hana sudah membuka mata namun enggan memakan makanannya. Ia tak berselera dengan hidangan Rumah Sakit. Fura terus merayu Hana agar mau makan. Syafiq mendekat.

"Anak cantik Abi mau makan apa memang, hem?" Syafiq berfikir harus ada makanan yang masuk ke perut Hana apapun itu.

"Mau biskuit? Atau wafer? Atau susu kotak?"

"Susu kotak, Abi. Hana mau susu kotak!" lirih Hana.

Syafiq meminta teh Rani membeli keinginan Hana beserta biskuit-biskuit lain serta minuman untuk mereka di rumah sakit. Tak berselang lama bayang teh Rani tak terlihat.

______________

Di tempat berbeda, setelah menjalankan ibadah, Shofi terus membungkus tubuhnya yang menggigil, ia masih menunggu kedatangan Karin. Hingga beberapa saat ponselnya berdering, ia bangkit mencari arah suara yang ternyata berasal dari dalam tasnya. Setelah menghubungi Syafiq tadi, Shofi memasukkan ponsel ke dalam tas kembali ternyata.

Tampak panggilan dari Karin muncul, Shofi segera mengangkatnya.

📞Assalamu'alaikum, Mbak ....

📲Wa'alaikumsalam, Rin, sudah di mana?

📞Di depan gerbang rumah, Mbak! Kalau benar sih, yang catnya putih gading ada partisi kuningnya benar nggak sih, Mbak?

📲Iya, betul. Langsung buka pagar aja ya, nggak aku kunci! Aku segera ke luar.

📞Oke sip, Mbak.

Shofi langsung menuju pintu depan saat ini, dilihatnya Karin berdiri dengan gaya casual celana jeans dan kaos oblong santai. Shofi mengajak Karin masuk.

"Langsung ke kamar aku aja, ya! Aku sedang ingin rebahan!"

"Bagus rumah Mbak!"

"Bukan rumah aku, rumah suami!" tukas Shofi.

"Yahh sama aja kali, Mbak."

Shofi duduk setelahnya di atas ranjang, Karin tampak ragu mendekat. "Kenapa kamu? Sini! Santai aja!"

"Nggak enak aku, ini kan kamar mbak dan mas Syafiq." Shofi tersenyum.

"Gpp. Kan suami aku nggak ada."

"Iya sih ... memang suami Mbak pulang jam berapa? Sepi banget rumah, Mbak!" ucap Karin mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang Shofi.

"Biasanya mas Syafiq pulang jam 10 malam. Tapi barusan aku baca pesan, dia nggak bisa pulang malam ini," lirih Shofi dengan rahut kecewa.

"Jam 10? Malem banget pulang kerja. Dan kondisi mbak lagi sakit begini, dia nggak pulang? Kelewatan!" geram Karin.

"Hussh jangan sembarangan bicara tentang suami, Mbak! Dia orang yang sangat bertanggung jawab sama pekerjaannya jadi sampai begitu," ucap Shofi membela Syafiq.

"Tanggung jawab sih bagus. Tapi nggak begitu juga kali. Mbak ... i-ni foto mas Syafiq?" Shofi menatap Karin yang berdiri mendekati foto Syafiq dengan jas dan dasi tampak tampan dan berwibawa. Shofi mengangguk.

"Ganteng mas Syafiq. Mbak nggak takut apa dia main-main di luar?" Karin berjalan mendekat ranjang Shofi lagi.

"Main-main? Jangan mikir macem-macem kamu! mas Syafiq bukan orang begitu!" Shofi melempar guling ke arah Karin.

Karin menangkap guling dengan sempurna. "Ihh Mbak segitunya ... aku kan cuma nanya, udah marah aja!"

"Sudah sini buruan, mana pesenan, Mbak!"

"Ini tes packnya, ini kwetiaw pesenan Mbak 2 bungkus! Ini tes pack yang paling bagus lho Mbak kata orang apotik. Buruan gih Mbak cek, aku udah nggak sabar mau denger berita bahagia!"

"Ihh bawel!" Shofi mencubit hidung Karin.

"Ahh ... sakit, Mbak!"

"Aku cek, kamu tolong ambil piring di dapur ya, Rin. Kita makan bareng! Punya mas Syafiq buat kamu aja, dia juga nggak balik ini!"

"Aku sih udah makan, tapi nggak nolak kalau dapet rezeki lagi." Sambil terus tersenyum Karin meninggalkan kamar Shofi.

Beberapa saat setelahnya Karin kembali. Tampak Shofi sudah di ranjang berusaha menelepon seseorang tapi lagi-lagi tak diangkat.

"Mas Syafiq kenapa sih? Kebiasaan selalu susah dihubungi di jam ini!" Dengan kesal Shofi meletakkan kembali ponselnya ke nacash.

"Kok manyun gitu sih Mbak wajahnya? Gimana? Garisnya ada berapa? Mbak hamil nggak?" Seperti biasa Karin selalu berbicara tanpa jeda.

"Tuh, lihat aja sendiri!"

Dan beberapa saat setelahnya ....

"Yeaaa .... Garis dua!" Karin seketika naik ke ranjang dan memeluk Shofi. "Selamat Mbakku! Haii jagoan ... eh bukan, cantik aja ... salam kenal. Aku tante Karin, Tante yang paling cantik, aku juga----

"Udah ... udah ah!" Shofi menghentikan aktivitas Karin yang tengah mengelus perutnya. Netra Shofi berkaca.

Karin bingung melihat rona kesedihan Shofi. "Lho kok Mbak malah sedih, sih?"

"Aku maunya mas Syafiq yang pertama ngucapin selamat ke aku, tapi ia malah nggak bisa dihubungi ...!"

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

💔Happy reading😘

💔Ditunggu komen kalian selalu😘❤❤

1
Endang Supriati
S2 KEDOKTERAN ITU APA!!!
Dewa Rana
ternyata Billy dan Fura kakak adik kandung
Dewa Rana
berhenti baca ah
Dewa Rana
shofie lemah
Dewa Rana
kecewaaaaa
Dewa Rana
shofie gak tegas, masak nurut aja diatur fura
Dewa Rana
kasian sofi
Dewa Rana
Luar biasa
Dewa Rana
hamil tuh
Dewa Rana
kapan ketauannya
Dewa Rana
ternyata shofie mengalami masalah yg sama
Dewa Rana
ya Raihan selingkuh
Dewa Rana
nama anaknya Raihan shofie juga /Grin/
Dewa Rana
makanya jadi orang yg jujur, Shafiq
Dewa Rana
salahmu sendiri fura
Dewa Rana
Shafiq masih belum jujur
Dewa Rana
kalimat aneh
Dewa Rana
kasian shofie
Dewa Rana
fura jahat
Dewa Rana
orang ngerti agama kok gak jujur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!