❌Dilarang promo, bukan areanya ❌
Follow ig author 👉 Yellow_bitz
Mungkin diluar sana tidak tau apa rasanya memang benar "mencintai" atau sekedar "nafsu"......
Ini dialami oleh gadis manis, Silvia Salmanira, ia yang awalnya bahagia dengan pernikahan tantenya, Mira.
Tetapi yang dibahagiakan menjadi bencana, om nya sendiri, Queretta Thomas, melakukan hal bejat yang mungkin akan membekas seumur hidup pada kehidupan Salma.
Akankah ada titik terang dari kelamnya hidup Salma?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yellow_bitz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27: Dikeluarkan
Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula 🔰
.
Pov author
Setelah hampir setengah tahun Salma melewati semua hal yang ia alami, ia kali ini mendapat masalah lagi, karena ia tidak mengerjakan skripsi maupun membuat waktu bimbingan sedikit terganggu.
"Kamu di DO dari kampus ini, sudah berulang kali kamu cari masalah terus di kampus ini"
Seperti petir di siang bolong, Salma tidak percaya bahwa ia dikeluarkan dari kampus.
"Pak, tapi... "
"Saya tidak mau dengar keluhanmu ataupun alasanmu, kamu juga sudah dewasa dan dapat mengimbangi semua perilakumu, tetapi kali ini menjadi yang terakhir kalinya saya memberi kesempatan untuk kamu dan kamu malah menyia nyiakan nya saja, besok suruh orang tuamu datang kesini dan jangan suruh Om mu yang mewakilinya lagi, mengerti? "
Salma menangis, ia menganggukan kepalanya dan mengambil surat panggilan itu.
"Sekarang pulanglah dan berikan surat itu, jangan sengaja kamu buang, saya bisa menghubungi langsung orang tuamu"
Salma mengangguk lemas, ia tidak percaya ia akan dikeluarkan dari kampus.
.
Pov Salma
Aku tidak percaya, aku dikeluarkan dari kampus
Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi, kecuali dengan memberikan surat ini pada mama dan papa
"Bee! "
Aku tersentak, kulihat Brian berjalan di belakangku sambil membawa buku dan skripsi tebalnya
Aku berjalan tanpa memperdulikan nya, aku malu harus bertemu dengannya
"Kamu kok mau pulang bee? Bukannya masih bimbingan? "
Aku hanya bisa menangis, aku berjongkok dan melipat kedua lenganku menutupi wajah sedihku
"Kamu kenapa bee?! "
"Aku dikeluarkan dari kampus...... "
Aku tidak bisa berbohong, aku jujur saja bahwa aku telah dikeluarkan dari kampus, aku berdiri dan lari dari Brian
Malu, pastinya akan dirasakan oleh mama dan papaku, aku yang mereka harapkan bisa menjadi orang kini mungkin hanya bisa membuat mereka marah dan kecewa.
Aku tidak langsung pulang ke rumah, aku akan pergi ke butik dengan menaiki angkot, karena aku tau kalau si bejat itu ada dirumah.
.
Pov author
Terlihat butik cukup ramai pengunjung, Maggie dan karyawannya sibuk melayani pengunjung maupun pelanggan.
"Mah.... "
Maggie mengenal suara tersebut, ia melihat Salma berjalan ke arahnya dengan wajah sedih
"Kenapa sayang? "
Salma dengan gugup menarik tangan Maggie, ia mengajak Maggie masuk ke dalam ruangan Maggie
Plak! Suara tamparan dari ruangan tersebut, Maggie dengan perasaan kesal dan menampar wajah Salma
"Apa ini?! Kamu di DO dari kampus?! Masalah apa lagi yang kamu perbuat di kampus hah?! "
Salma menangis, ia menggelengkan kepalanya.
Maggie melemparkan surat tersebut pada Salma dan mengambil hpnya, ia ingin menghubungi nomor Phillip
"Sudah, sekarang juga mama dan papa bakal ke kampus ngurus ini dan kamu, mama bakal hukum kamu"
Salma hanya bisa menangis, ia takut akan hukuman dari mamanya
"Ini tolong di tandatangani ya pak"
Phillip menandatangani surat keputusan pengeluaran mahasiswa dan menyerahkannya kepada pak Doni
Sesampainya dirumah, Salma dimarahi habis habisan oleh orang tuanya, ia hanya menangis, karena baru kali ini ia dimarahi habis habisan oleh orangtuanya
"Kini terserah kamu, mau kamu kuliah atau tidak itu urusan mu! Papa sudah ngasih kamu kesempatan untuk memperbaiki diri mu, tapi kalau sudah begini papa bakal lepas tangan, mau kamu kuliah papa biarin, mau ngga juga terserah! "
Phillip berdiri dan pergi ke pintu luar, ia ingin pergi lagi ke pabrik, Maggie juga berdiri dan pergi ke pintu luar untuk balik lagi ke butik
Salma tetap duduk di bawah dan mengusap kan air matanya, ia tau papa dan mamanya marah dan sangat kecewa dengan dirinya
'Dia ada di dalam sama Om nya, ayo masuk saja, tante ingin balik ke butik'
Salma mendengar suara mamanya, ia melihat teman kampus nya
"Salma"
Salma berjalan ke arah temannya, itu adalah Arina dan Winda
Salma memeluk kedua temannya, terutama yang paling ia rindukan adalah Arina
"Sal, kenapa kami dapat kabar kamu di DO dari kampus? Aku langsung datang kesini mastiin kamu"
Salma menangis lagi, ia tidak sanggup.
"Siapa?"
Arina dan Winda menatap ke arah sumber suara tersebut, itu adalah Thomas yang turun dan menyambut teman teman Salma
"Ah maaf, kami teman temannya Salma"
Salma tidak berani menatap Om nya, ia hanya menundukkan kepalanya
"Sambut temanmu dong, bawain makanan, masa mereka ngga disambut dengan disuguhi makanan sama minuman"
Salma menatap ke arah Thomas, ia mengusap air matanya dan pergi ke dapur.
"Ngga usah repot repot juga Sal, kami cuma sebentar kok..... "
"Ngga apa apa, duduk aja dulu.. "
Arina dan Winda duduk sambil menatap Om Thomas, mereka terpana dengan ketampanan pria bule itu yang sedang membaca surat kabar walaupun memakai kacamata
Salma datang dan membawa nampan, ia menaruh minuman, biskuit kecil dan buah apel yang belum dikupas di atas meja.
"Ayo diminum... "
Thomas menatap Salma dan berdiri membawa surat kabar, ia berjalan ke arah teras belakang.
"Sal, itu Om mu ya? "
Salma menanggapi nya dan menganggukan kepalanya
"Ganteng banget ya? Udah nikah belum? " Tanya Winda, Arina mencubit lengan Winda
"Sakit rin! "
"Itu suaminya tante Salma, matamu jelalatan banget kalau liat cowo ganteng! "
Winda menatap tidak suka ke arah Arina, sedangkan Arina fokus meminum tehnya
Salma tersenyum menatap kedua temannya
"Sal, kamu ada rasa ngga sama Om mu? Ada lah pastinya, dia kan ganteng.... "
"Winda...!"
Salma hanya tersenyum mendengar pertanyaan Winda, ia berpikir kalau mereka tau sifat asli Om Thomas, mungkin mereka akan jijik dengan sifat asli Om Thomas
Mereka berbincang-bincang sangat lama, hingga jam menunjukkan arah 4 sore
"Wah, Salma kami pulang ya, udah sore banget nih.... "
"Cepet banget ya rin, padahal mau kenalan ama Om bule... "
"Matamu picek! Udah, kita pulang aja, lama lama gila kamu banyakan ngehalu!"
Salma tersenyum dan terkikik dengan kedua temannya
"Kami pulang ya Sal, assalamu'alaikum"
Salma membalas salam temannya, ia mengantarkan temannya hingga ke depan pintu luar.
Di teras belakang, Thomas menatap Salma yang sedang mengantarkan teman temannya ke pintu luar, membuatnya tersenyum dan lagi lagi pikiran kotornya bermunculan.
'Bagus, mari kita lakukan lagi Salma, agar rasa sedih mu dapat ku hilang kan dengan sekejap'
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak👣👣
masak sudah diperkosa,si ceweknya anteng² aja gak mau ngelaporin si prianya,
MALAES X NGELANJUTIN BACA NOVEL INI,
gak realita banget