Aska seorang CEO tampan, dan juga cerdas. Sifatnya yang dingin dan juga datar membuat dia susah di dekati, apalagi sama yang namanya wanita.
Aska juga tidak pernah tersenyum, kecuali sama keluarga dan sahabat terdekatnya.
Akankah ada yang wanita yang bisa mendekati dan membuat dia tersenyum?
Yuk langsung kepo in.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 27
Fira terbangun karena merasakan ada yang membelai kepalanya. Perlahan Fira membuka matanya. Saat matanya sudah terbuka, dia melihat senyuman sang ayah.
" Ayah sudah siuman?"
Afsari menganggukkan kepalanya.
" Apa ada yang ayah inginkan?"
" Ayah haus"
Fira segera mengambil air yang ada di atas nakas, kemudian memberikan pada ayahnya.
Afsari meneguk segelas air putih yang di berikan putrinya itu. Setelah selesai dia memberikan gelas kosong itu kembali pada putrinya.
" Kamu tidak bekerja Nak?"
" Tidak, Fira ingin menjaga ayah"
" Ayah sudah tidak apa-apa, jadi pergilah bekerja"
" Fira sudah izin kok sama atasan Fira, jadi ayah tidak perlu khawatir"
" Apa Kanaya sudah pulang?"
" Belum, kalau dia pulang Fira akan memarahinya"
Afsari tersenyum mendengar ucapan putri sulungnya itu. Fira memang selalu bilang akan memarahi adiknya, tapi itu tidak pernah terjadi.
" Nak"
" Iya Yah"
" Maukah kamu berjanji pada ayah"
" Janji apa Yah"
" Jangan pernah mengalah lagi pada adikmu, jadilah wanita yang kuat Nak"
" Fira tidak bisa berjanji untuk tidak mengalah pada Kanaya, Yah. Tapi Fira berjanji akan menjadi wanita yang kuat"
" Ayah tau kamu sangat menyayangi adikmu, tapi dia sudah keterlaluan sama kamu"
" Dia sekarang berada di jalan yang salah ayah, jadi kita harus membawa dia kembali"
" Kamu memang mewarisi sifat ibumu, baik dan lemah lembut"
" Sekarang Ayah tidak usah memikirkan apapun. Ayah cukup memikirkan kesehatan ayah saja"
Afsari menganggukkan kepalanya. Dia sangat bahagia karena memiliki putri sebaik Fira. Tapi disisi lain dia juga merasa sedih, karena putri bungsunya jauh berbeda dengan kakaknya.
Willa baru sampai di parkiran rumah sakit. Setelah memarkirkan mobilnya, Willa langsung masuk kedalam rumah sakit
Willa berjalan menuju ruang rawat inap ayah sahabatnya. Willa juga membawakan sarapan, buah-buahan dan baju ganti untuk Fira.
Tok..
Tok..
Tok..
Fira yang mendengar bunyi ketukan pintu pun membukakan pintu.
Ceklek..
" Morning Buk manager" sapa Willa.
" Apaan sih lo"
" Siapa Nak?" tanya Afsari.
" Willa ya Yah. Masuk La"
" Assalamualaikum" ucap Willa.
" Wa'alaikum salam"
Willa menghampiri bed ayah Fira, kemudian dia bersalaman dengan ayah sahabatnya itu.
" Maaf merepotkan Nak Willa"
" Nggak kok Yah, aku nggak merasa direpotin kok, Yah " kata Willa. Ya Willa juga memanggil Ayah pada ayah Fira, dan itu atas permintaan ayah Fira sendiri. " Oh iya Fir, ini gue bawakan sarapan untuk Lo sama ayah, terus ini baju ganti untuk Lo"
" Makasih, Lo emang the best" puji Fira.
Fira pergi ke kamar mandi yang ada di ruangan itu. Sepeninggal Fira, Willa memindahkan sarapan untuk ayah Fira ke piring.
" Sarapan dulu Yah" kata Willa.
" Makasih, Nak Willa tidak sarapan"
" Willa sudah sarapan tadi di rumah, Yah"
" Gimana kabar kedua orang tua kamu?"
" Alhamdulillah mereka sehat, Yah"
" Syukurlah"
Willa membantu menyuapi sarapan pada Afsari. Setelah itu dia menuangkan air putih kedalam gelas. "Minum dulu, Yah" kata Willa sambil menyerahkan segelas air putih pada Afsari.
Fira baru selesai mandi, dan juga sudah berganti pakaian. Dia melihat Willa menyuapi ayahnya, ada rasa bahagia dalam dirinya.
Andai saja Kanaya bisa seperti Willa.
" Lo nggak makan, La?" tanya Fira.
" Udah tadi di rumah"
" Lo udah siap untuk presentasi?"
" Sudah, walaupun gue agak gugup"
" Lo haru pede, gue yakin dan percaya sama Lo"
" Gue akan berusaha semaksimal mungkin"
" Itu yang ingin gue denger dari Lo"
Setelah selesai menyuapi Ayah Fira, Willa pamit untuk berangkat ke kantor.
" Yah, Willa pamit kekantor dulu" kata Willa sambil bersalaman lagi dengan Afsari.
" Hati-hati semoga kerjaannya lancar"
" Terima kasih Yah, Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam. Good luck ya, La"
" Makasih"
Willa berlalu pergi meninggalkan ruang rawat ayahnya Fira. Dia berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobilnya. Willa melajukan mobilnya menuju perusahaan tempatnya bekerja.
Setelah 25 menit Willa sampai di parkiran perusahaan Wiguna Group. Setelah memarkirkan mobilnya, Willa langsung masuk ke dalam kantor.
Sampai di lobi, Willa merasa ada yang kurang. Ya biasanya sahabatnya akan menunggu dirinya di kursi dekat ruang tunggu. Kalau nggak dia akan menunggu sekarang dia cuma sendiri. Willa berjalan menuju lift khusus karyawan.
Aska juga baru sampai di perusahaannya. Hari ini dia sangat bersemangat, karena dia akan bertemu dengan manager yang sangat bawel itu.
Para karyawan membungkukkan badannya ketika mereka berpapasan dengan CEO itu di lobi. Aska terus saja berjalan menuju lift khusus CEO.
Sampai didepan lift, Aska melirik kearah lift khusus karyawan. Dia melihat teman wanita bawel itu di sana, tapi dia tidak melihat keberadaan si bawel.
Tumben mereka tidak bareng.
Aska masuk kedalam lift. Setelah Aska masuk, pintu lift tertutup dengan sempurna. Lift bergerak naik kelantai 30.
Ting.
Pintu lift terbuka, Aska berjalan menuju ruangannya. Sampai di ruangannya Aska langsung menuju pantry. Dia mau sarapan sebentar sebelum meeting nanti.
Aska membawa satu piring nasi goreng yang dia beli di warung tenda tadi saat di perjalanan menuju kantor tadi.
Aska mulai menyantap nasi goreng itu. Suapan pertama lolos dengan sempurna ke dalam perut Aska. Berarti feeling Aska tidak salah, nasi goreng yang dia beli itu sangat enak.
" Nasi goreng ini tidak kalah dengan nasi goreng yang di jual di restoran-restoran mahal. Kapan-kapan gue mau ajak si bawel makan di sana"
Satu piring nasi goreng itu sudah pindah kedalam perutnya. Aska membawa piring dan gelas kotor ke pantry untuk di cuci bersih. Setelah itu dia bersiap untuk pergi ke ruang meeting.
Belum sempat Aska duduk, asistennya sudah datang. " Pak, kita harus segera keruang meeting" kata Rendy.
" Apa semua divisi sudah berkumpul?"
" Sudah Pak"
Aska dan Asistennya segera pergi menuju ruang meeting. Tapi sebelum itu Aska Merapikan penampilannya terlebih dahulu. Setelah itu mereka segera pergi ke ruang meeting.
Tap..
Tap..
Tap..
Bunyi langkah kaki sang CEO dan asistennya sudah bisa di dengar sama semua orang yang ada di ruang meeting.
" Selamat pagi semuanya" sapa Aska.
" Pagi Pak"
Aska melihat semua orang yang berada di sana. Tapi dia tidak melihat cewek bawel itu di sana.
Apa dia tidak bekerja hari ini?, apa dia sakit?."
To be continue.
Happy Reading 😚😚