Huang Miaoling berhasil menyingkirkan sebagian besar dari mereka yang ingin menjatuhkan keluarganya. Namun, hal tersebut berbalik menonjolkan kemampuannya dalam bergelut di dunia pemerintahan dan strategi, memunculkan ketidakrelaan dalam hati para pemimpin istana untuk melepaskan dirinya. Alhasil, dia terikat dengan status Mingwei Junzhu, putri kerajaan tingkat tiga, bagian dari keluarga kerajaan.
Dengan status barunya, Huang Miaoling menarik perhatian para musuh di dalam dan juga luar istana yang menganggap dirinya sebagai penghalang atas rencana besar mereka.
Mampukah dirinya membersihkan kerajaan Shi dari para ular berbisa yang juga mampu membahayakan keluarganya?
Lalu, siapa sebenarnya pria yang benang merahnya terkait dengan jari kelingking gadis itu?
__________
"Ling'er, mereka yang berani menyentuhmu ... harus mati."
"Miaoling, kau yakin ini jalan yang kau pilih?"
"Kau dan aku ... kita ada di dua sisi yang berbeda."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LuciferAter, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 Huang Miaoling Mengalah?
Tanpa mengetahui apa yang dipikirkan oleh Huang Miaoling, Liang Fenghong melanjutkan, “Kau tahu bahwa untuk menjebakmu dan Wang Junsi, Wang Wuyu dan Li Guifei perlu mengalihkan perhatian para pengawal istana pada hal lain.”
Hal yang mampu menarik perhatian sebagian besar pengawal istana tak lain adalah ….
“Kau tahu mereka akan membuat ‘kegaduhan kecil’ di istana Kaisar, dan kau menggunakan hal itu untuk membantu dirimu ‘memaksa’ Kaisar Weixin agar mengakui kesalahan Wang Wuyu yang bekerja sama dengan Li Guifei.”
Karena menyerang istana Kaisar adalah sebuah tindakan yang telah melalui batas … bahkan untuk keturunan sang Putra Langit sendiri. Di hadapan para bawahan terpercaya yang menjadi saksi, bagaimana mungkin Kaisar Weixin masih bisa mengelak dari kenyataan bahwa putranya telah melakukan kesalahan besar?
“Apa sampai di sini aku mengatakan kesalahan?”
Huang Miaoling terdiam. Bibir mungilnya tertutup rapat, mengisyaratkan kalau pria di hadapannya tidak sedikit pun meleset dalam menebak rencananya. Hal ini membuat tangan Huang Miaoling menggenggam erat pakaiannya, menunjukkan kekhawatiran.
Pada saat yang bersamaan, pandangan Liang Fenghong berubah tidak bersahabat. “Yang aku tidak mengerti adalah … kenapa kau membiarkan pihak musuh berhasil menangkap dirimu ketika kau bisa menghentikan sandiwara dengan menghabisi para bawahan Wang Wuyu?” Tubuh pria itu mengeluarkan aura yang mengerikan. “Kau bahkan dengan sengaja menghilangkan efek penawar yang kuberikan hanya untuk membuat pihak musuh percaya kau sepenuhnya berada dalam belas kasihan mereka!”
Ya, Huang Miaoling dengan sengaja menghilangkan efek penawar dengan meneguk racun yang digunakan oleh Kasim Xia. Lalu, bahkan setelah mengetahui bahwa obat penawar racun dalam tubuhnya hanya bisa melawan satu racun sebelum kehilangan khasiatnya, gadis itu masih bertekad meneguk sup manis dari Kasim Xia. Huang Miaoling jelas tahu Pasukan Kematian akan berusaha menyerang dirinya setelah itu, tapi dia masih dengan sengaja membuat dirinya rentan terhadap bahaya.
Untuk apa?!
Huang Miaoling menutup matanya, berpikir keras mengenai suatu hal. Lalu, mulutnya terbuka. “Tidak kusangka kau memiliki kepercayaan yang begitu tinggi terhadap kemampuan bela diriku,” ujarnya merujuk kepada kenyataan bahwa Liang Fenghong percaya dia bisa melindungi dirinya dari serangan Pasukan Kematian. Dia sengaja mengabaikan kalimat kedua yang pria itu utarakan, menutupi niat dirinya yang sebenarnya.
Liang Fenghong tahu bahwa Huang Miaoling mengucapkan sarkasme itu untuk mengalihkan topik. Sayangnya, dia tidak sebodoh itu untuk masuk ke dalam jebakan gadis itu.
“Begitu banyak skenario yang lebih mudah, tapi kau memilih yang tersulit,” ucap Liang Fenghong. “Pada akhirnya, aku hanya bisa mencapai satu kesimpulan.” Tangan pria itu mengepal erat selagi ekspresi gadis di hadapannya mengeras. “Kau bertekad untuk memancing keluar satu pria itu dari kegelapan.” Terlukis ekspresi kesulitan di wajah Liang Fenghong. “Kenapa?” Tangannya mengepal.
Beberapa waktu diberikan oleh Liang Fenghong bagi Huang Miaoling untuk menjawabnya. Namun, setiap kali bibir mungil gadis itu terpisah, dia akan kembali menutupnya. Pancaran mata gadis itu terlihat kesulitan, dipenuhi dengan keraguan dan ketakutan.
Huang Miaoling sungguh ingin menjelaskan mengenai niatnya yang sebenarnya. Namun, ada keraguan dalam hatinya yang memerlukan kepastian sebelum melakukan hal tersebut.
Pada akhirnya, Liang Fenghong menjatuhkan pandangannya dan keluar dari kereta. Semakin lama dia berada di kereta tersebut, dia bisa merasakan napasnya menjadi semakin sesak dan tenggorokannya tercekat. Pria itu berusaha keras untuk tidak menyentuh Huang Miaoling, mengguncang pundak kecil itu agar gadis itu memuntahkan kebenarannya.
Liang Fenghong hampir mencapai batasnya.
Xiaoming dan beberapa pengawal lain telah menunggu lama di luar kereta. Tak hanya mereka, pengawal keluarga Huang yang berjaga di depan gerbang pun kebingungan dengan betapa lamanya waktu yang dibutuhkan oleh majikan mereka untuk keluar dari kereta. Akhirnya, mereka hanya bisa menunggu dalam bisu dengan ekspresi kebingungan dan hati dipenuhi kecurigaan.
Liang Fenghong mengabaikan tatapan tersebut untuk kemudian berbalik dan menjulurkan tangannya pada Huang Miaoling. “Tubuhmu masih lemah, aku akan membawamu ke dalam kamar,” jelasnya. Dia sama sekali tidak memedulikan para pejalan kaki yang menatap rombongannya selagi berjalan.
Huang Miaoling sedikit tertegun, lalu dia menatap ke arah pria dengan tangan terjulur itu. Gadis itu kemudian keluar dari kereta dan berakhir dalam gendongan sang Tuan Muda Liang.
Kali ini, tak ada perseteruan maupun wajah enggan yang terpajang di wajah sang Mingwei Junzhu. Hal ini jelas mengejutkan beberapa pengawal serta Xiaoming yang tahu kalau keduanya sempat berdebat sebelum tiba di kediaman Huang. Jelas pada saat itu wajah sang Nona Pertama Huang terlihat pucat karena emosi yang berkumpul di hatinya hanya karena Liang Fenghong menggendongnya dengan paksa.
Selain itu, Xiaoming memiliki suatu keyakinan. Kalau situasi di antara keduanya normal, maka Huang Miaoling akan menolak bantuan Liang Fenghong demi menjaga reputasinya. Namun, saat ini, gadis itu menerima bantuan sang Tuan Muda Liang. Hal tersebut membuat Xiaoming merasa kalau sang Nona Pertama Huang … sedang berusaha untuk mengalah.
‘Atau … mungkin saja aku hanya asal menebak,’ batin Xiaoming. ‘Mungkin juga Junzhu merasa Tuan Muda akan memaksa untuk menggendongnya apa pun yang terjadi.’ Pengawal itu mengangkat kedua bahunya, tidak berniat untuk menelisik lebih jauh mengenai gerak-gerik kedua majikan yang memusingkan itu.
Ketika Liang Fenghong menginjakkan kaki di halaman utama kediaman Huang, Qiuyue yang datang untuk menyambut kepulangan majikannya hanya bisa menunjukkan keterkejutannya. Namun, dia tidak banyak bertanya dan langsung mendampingi Liang Fenghong untuk mengantarkan Huang Miaoling kembali ke kamarnya.
Setelah Liang Fenghong merebahkan Huang Miaoling di atas tempat tidurnya, pria itu menatap gadis yang dalam waktu dekat akan menjadi istrinya itu dalam-dalam. Mulutnya terbuka, berniat untuk mengutarakan sesuatu. Namun, saat melihat Huang Miaoling tidak berani menatap balik dirinya, Liang Fenghong mengurungkan niatnya.
Sang Tuan Muda Liang menutup matanya untuk sesaat selagi menghela napas dalam diam. Kemudian, dia berkata, “Aku pergi.” Dia pun memutar tubuhnya untuk meninggalkan ruangan tersebut.
Pada saat itu, Huang Miaoling mencengkeram sisi tempat tidurnya dengan erat. Lalu, dengan wajah penuh tekad, dia mengulurkan tangan untuk meraih lengan pakaian Liang Fenghong.
Tarikan yang dihasilkan oleh Huang Miaoling membuat langkah Liang Fenghong berhenti. Pria itu menoleh dan mendapati jari-jari lentik gadis itu mencengkeram lengan bajunya.
“Ling’er?” Liang Fenghong terlihat bertanya-tanya.
Mendengar Liang Fenghong kembali memanggil dirinya dengan nama kecilnya, pandangan Huang Miaoling yang tadi dipenuhi kekhawatiran terlihat sedikit santai. Lalu, dia mengalihkan pandangannya pada Qiuyue. “Aku ingin berbicara berdua dengan Tuan Muda Liang.”
Qiuyue menyadari ada yang salah dengan kedua orang di hadapannya sejak awal mula mereka tiba di kediaman. Mendengar perintah Huang Miaoling, Qiuyue melirik ke arah Liang Fenghong yang terlihat sedikit terkejut sebelum kemudian menundukkan kepalanya untuk mengiyakan permintaan nonanya. Dia tak banyak bicara dan segera pergi.
Setelah Qiuyue meninggalkan ruangan, Liang Fenghong beralih menatap Huang Miaoling yang sekarang mengalihkan pandangannya ke sisi lain, seakan ingin menyembunyikan ekspresinya dari pria itu. Namun, tangan gadis itu masih memegang erat lengan baju pria itu, seakan khawatir pria itu akan pergi dan tak akan pernah kembali.
Liang Fenghong menggenggam tangan Huang Miaoling, menyebabkan gadis itu sedikit tersentak. Karena jarak kursi cukup jauh dari tempatnya berdiri, pria itu akhirnya berlutut di sebelah tempat tidur gadis itu. Jari-jari tangannya berkaitan dengan jari-jari Huang Miaoling, dan gadis itu tidak menolaknya.
Dalam waktu satu dupa, tidak ada satu pun dari kedua orang dalam ruangan itu yang berbicara. Huang Miaoling masih mengalihkan pandangannya selagi Liang Fenghong tetap menggenggam tangan gadis itu dan tidak melepaskannya, menunggu.
Dari niat Huang Miaoling menahannya di dalam ruangan, Liang Fenghong mengerti, gadis itu sedang berusaha. Berusaha mempersiapkan diri untuk menjelaskan sesuatu. Kalau waktu adalah hal yang gadis itu perlukan, maka waktulah yang akan Liang Fenghong berikan.
Untuk Huang Miaoling, kemungkinan besar sang Tuan Muda Liang rela memberikan … seumur hidupnya.
____________
A/N: Maap, bab hari ini pendek aja, ya. Author capek banget soalnya. Tadinya, mau jelasin semua hari ini, tapi ternyata nggak kuat. Otaknya langsung mandek di tengah jalan. Jadi, tunggu hari esok ya, guys. <3 Lope lope.
Jangan lupa like, vote, comment untuk mendukung author tercintah ini. Makaciw
tinggal a Feng sama putri itu yg besisa ya..
tapi yg bisa nerusin tahta yg cuman dia
othor spill lagi.
fix ini mah bukan cuman miaoling yg balik ke masa lalu
bukan sekedar bales dendam seorang istri yg teraniaya di masa lalu
dan waktu terulang ketika semesta mendukung untuk membantu nya
ga sesederhana itu bukan Thor?
kaya novel novel di tetangga?
mang chengliu dr awal menargetkan kehancuran negara nya dan ling' er hanya bkdak caturnya
hal yg rumit dibelakang nya,mang dr awal keluarga Huang dihancurkan buat menyengsarakan negaranya
kaya Naruto tidak mengurangi rasa hormat pada main karakter 🤭
tega amet ya,semua dibikin awur awuran
bukan kaya liang dapetinnya pake berdarah darah🤣🤣
jadi asisten kaisarnya donk ah🤣🤣
kan udah masuk jadi anggota keluarga Huang
wkwkkwk..aku yg bela
fix dia Dateng dr masa depan juga ya
apa jgn jgn Ling juga Dateng dr masa depan juga..
Thor butuh senderan
sekalian senderan hidup boleh ga?
🤣🤣🤣
kok bisa divonis ga bakalan punya anak
lagian Huang yade masih romantis bgt sama istrinya
padahal kalau yg lain pasti udah ngambil selir
dan dia minta ikut juga