Sejatinya anak adalah Mutiara di dalam sebuah pernikahan. namun tidak demikian dengan Tiara yang justru dianggap pembawa sial oleh wanita yang sudah melahirkannya.
Ia disalahkan sebagai penyebab hancurnya impian sang ibu, yang jelas jelas bukan salahnya.
Bu Nani belum bisa berdamai dengan keadaan dan melampiaskan kekecewaannya kepada Tiara.
Yuk baca kisah Tiara selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dara Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27
Biar ngehalunya makin seru nih Author kasih visual buat tokoh-tokoh yang ada dalam novel ini.
Sebelumya Author minta maaf nih karena sebenarnya Author gak pandai cari visual yang cocok, so jika kalian punya versi kalian sendiri silahkan di bayangkan ☺
Inilah beberapa visual tokoh versi Author, selebihnya Imajinasi sendiri ya.
Anggap Aja mereka masih anak sekolahan. hihi 😁.
Jangan lupa kasih dukungannya dengan cara Like, Comment, Vote, Rate and Share karya Author yang receh ini biar makin semangat nulisnya 😇.
mau kasih gift juga boleh Author gak nolak kok hehe 😄
Oh Sehun As Wahyu Satria (Wahyu)
Dilraba Dilmurat As Mutiara Zakira Yasir (Tiara)
Lisa As Risty Rayana (Risty)
Kim Ji Soo As Rani Adisti (Rani)
Kim Jennie As Dea Regina (Dea)
Jeon jung kook As Nino Julian (Nino)
Lee min Ho As Bayu Wardana (Bayu)
Jinny As Tsania Bella Teresya Sinta (teresya)
Joy As Lola Lolita (Lola)
Song Joong Ki As Aldo Bramasta (Aldo
Bae Suzy As Yosie Yolanda (Yosie/Ochi) sepupu Wahyu
Kim So Hyun As Chika Carissa.Y.(adik Tira)
Kim Ha eun As Chaca khalista.Y.(Adik Tiara)
Lee ll Hwa As Nani Safitri(Ibu Tiara)
Ahn Nae Sang As Luqman Yasir.(Ayah Tiara)
Nam Ki Ae As Wanda Sari. (Ibu Wahyu)
Kim myung Min As Arman Wahid (Ayah Wahyu).
Mohon Maaf Visualnya Author hapus, bayangkan sesuai imajinasi masing masing ya..
...****************...
setelah pemanasan selesai Tiara dan teman-teman sekelasnya bermain bola voli untuk perempuan dan basket untuk laki-laki.
permainan bola voli tersebut sangatlah seru membuat Tiara melupakan sejenak rasa yang ada, bahkan keringat yang mengucur dari dahinya tak ia pedulikan.
Wahyu kembali lagi ke kantor, entah apa maksudnya sudah tiga kali bolak-balik ke kantor dengan tumpukan buku di tangannya. entah itu sungguhan atau cuma modus saja untuk melihat sang pujaan hati? tidak tau hanya dirinya yang tahu.
Dea yang melihatnya muncul prasangka buruk terhadaap Wahyu.
"modus banget tu anak, mentang-mentang pacarnya gak ada hari ini dia malah cari kesempatan buat lihat-lihat Tiara" matanya tak lepas menatap Wahyu dengan tidak suka.
"jangan-jangan di mau deketin Tiara lagi karena pacarnya gak ada hari ini lalu Jauhon Tiara setelah pacarnya masuk kembali? wah gak bisa di biarin nih, harus ku kasih pelajaran tu kakak tukang PHP itu" Dea mengembangkan senyum iblisnya.
saat Wahyu kembali lagi ke kelasnya dengan sengaja Dea memukul bola Voli tersebut ke arah Wahyu dengan niat mengenai Wahyu namun alih-alih mengenai Wahyu bola tersebut malah menndarat kepala botak pak Hartono si guru killer di SMA Pelita Nusantara tersebut yang juga sedang lewat menuju kelas.
Dea panik targetnya melesat "ya allah selamatkan lah hamba mu ini dari amukan pak Tono, Aamiin... " batin Dea seraya mengusap wajahnya yang basah karena keringat.
begitu juga Tiara dan dua temannya ikut panik atas apa yang baru saja di lakukan oleh Dea.
pak Tono menatap Dea tajam, Dea hanya bisa menelan Saliva nya kasar.
"kesini kamu" suara cempreng pak Tono memanggil Dea.
"i.. iya pak" Dea mendekati pak Tono dengan takut.
"ya allah tolonglah hamba mu ini, maafkan ke khilafan hamba tadi ya Allah" batin Dea seraya memejamkan matanya.
"ikut bapak ke kantor sekarang"
Dea mengikuti langkah pak Tono ke kantor dengan kakinya yang gemetar.
"kenapa kakimu seperti itu" tanya oak Tono melihat kaki Tiara yang gemetar.
"sa.. saya kebelet pipis pak"
"ya sudah, ke toilet dulu sana nanti kembali lagi ke sini, awas jangan kabur!" ujar pak Tono seraya mengancam
"saya permisi dulu pak" berlalu keluar dari ruangan pak Tono.
di dalam toilet Dea mondar-mandir, bergelut dengan perasaan takutnya memikirkan hukuman apa yang akan di berikan pak Tono untuknya belum lagi celotehannya yang memekakkan telinga.
✨💎💎✨💎💎✨
💎💎💎💎💎💎💎
💎💎💎💎💎💎💎
✨💎💎💎💎💎✨
✨✨💎💎💎✨✨
✨✨✨💎✨✨✨