Terlahir dari keluarga yang sangat sederhana yang penuh dengan nyanyian luka membuat seorang Aisyah tumbuh menjadi seorang anak yang mandiri, pekerja keras, jujur, dan shalilah.Sehingga saat dewasa banyak pemuda yang ingin menjadikannya pendamping hidup. Namun siapakah yang akhirnya dapat menjadi pendamping hidup Aisyah ? Akan kah Nyanyian Takdir Aisyah berakhir bahagia?
ikuti kisah Novelku ya, dan jangan lupa dibaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AIS SAKIT
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
Setelah kejadian malam itu Ais menjadi sangat pemurung, dia hanya diam dan melamun saja, Ais masih enggan untuk meceritakan masalahnya, apalagi pada ayah dan ibunya.
Dua hari kemudian tiba - tiba Ais pingsan disekolah, Maria menjadi sangat panik, Ais segera dilarikan ke UKS sekolah. Ais ditangani dokter sekolah, dokter itu berkata sebaiknya Ais segera dirujuk kerumah sakit karena demamnya terlalu tinggi.
Dengan sigap Maria mengubungi mami dan papinya, agar bisa segera membawa Ais kerumah sakit, tak lama beselang datan
g lah kedua orangtua Maria, mereka segera membawa Ais kerumah sakit.
*****
Dirumah sakit...
Ais segera ditangani oleh dokter
"Syukurlah anak ibu segera dibawa kerumah sakit kalau tidak panasnya yang terlalu tinggi akan menyebabkan melemahnya syaraf karena kejang"Ucap dokter
Kedua orangtua Maria saling pandang dan tak henti mengucapkan syukur
"Mar... sayang ayo kamu segera hubungi oarngtua Ais, telpon mereka katakan kalau masalah biaya nggak dipikirin karena mami dan papi yang akan bayar"Ucap mami Maria
"Mi.. keluarga Ais nggak ada yang punya handphone"Ucap Maria
"Jadi bagaimana menguhubunginya? "Tanya mami
"Sudah nanti biar papi sama Maria yang datang kerumahnya, mami jaga in aja calon mantu kita"Ucap papi Maria tertawa
*****
Rumah Sakit dikamar Hanif
Setelah beberapa hari tak sadarkan diri akhirnya Hanif mulai membuka matanya.
"Ma.. "Ucap Hanif lirih
"Kamu udah sadar nak"Ucap mama Hanif dan segera memencet bel panggilan untuk dokter.
Tak lama dokter yang menangani Hanif sudah datang.
"Maaf bisa ibu keluar dulu sebentar karena saya akan memeriksa Hanif"Ucap dokter
"Iya dok boleh... silahkan"Ucap mama Hanif sambil berjalan keluar
Sambil menunggu dokter memeriksa Hanif, mamanya berjalan - jalan disekitar taman dekat ruangan Hanif tak sengaja ia melihat mami Maria.
"Itu kan Rini, ngapa in dia kerumah sakit, siapa yang sakit, suaminya atau anaknya yang cantik itu"Ucap mama Hanif untuk dirinya sendiri.
Ia berjalan menghampiri mami Maria
"Rin... siapa yang sakit?"Tanya mama Hanaif
"Eh... Mira... itu anak teman yang sakit"Jawab mami Maria berbohong, karena ia tak mau Mira akan menyakiti Ais lagi.
"Bagaimana keadaan Hanifmu, apa sudah baikan? "Tanya Mami Maria
"Iya... Hanif sudah sadar, dan sekarang sedang diperiksa sama dokter"Ucap mama Hanif
"Sykurlah kalau begitu"Ucap mami Maria
"Boleh kami menjengguk Hanif"Ucap mami Maria
"Boleh kok, yuk kita keruangannya mana tahu dokter sudah selesai memeriksanya"Ucap mama Hanif.
Mereka bertiga berjalan menuju ke ruangan Hanif yang tak jauh dari ruang Ais di rawat.
"Kreitttt.."Suara pintu dibuka, dokter baru selesai memeriksa Hanif
"Bu... boleh saya tahu siapa Aisyah"Tanya dokter
Mama Hanif diam sebentar berpikir, apa hubungannya pertanyaan dokter dengan Aisyah.
"Memamgnya kenapa dok?"Tanya mama Hanif
"Sepertinya anak ibu sangat merindukan seseorang yang bernama Ais, dan itu akan memperburuk keadaan Hanif kalau dia menjadi banyak pikiran"Ucap dokter menjelaskan.
Mama Hanif sangat kesal, apa yang harus dia lakukan untuk membuat Hanif krmbali sehat.
"Ayo Mir.. kita lihat Hanif"Ucap mami Maria
Mereka berjalan mendekati Hanif yang terbaring memeluk foto Ais.
"Sayang.. "Panggil Mama Hanif
"Bagaimana perasaanmu hari ini nak, apa sudah baikan? "Tanya mama Hanif
Hanif hanya diam, melirik sebentar kemudian memejamkan matanya. Bulir bening mengalir dari sudut matanya.
"Nak Hanif... apa kamu merindukan Ais? "Tanya mami Maria memberanikan diri
Mata Hanif terbuka, ia baru menyadari ada. orang lain dikamarnya, dan ia melihat Maria.
"Kamu... temannya Ais kan"Tanya Hanif
Maria mengangguk..."Iya kak"Jawab Maria
"Ais dimana... bisakah loe bawa Ais kemari, kakak ingin sekali berbicara dengan Ais"Ucap Hanif berusaha untuk duduk
Dengan cepat mamanya membantu Hanif untuk duduk.
"Hati -hati sayang"Ucap mama Hanif
"Kamu jangan banyak fikiran dulu, kamu harus makan ya"Ucap mama Hanif
"Hanif nggak mau makan ma, Hanif mau ketemu Ais, Hanif nggak bisa jauh dari Ais"Ucap Hanif terisak
Maria dan maminya saling pandang, mami Maria tampak kurang senang karena Hanif begitu terobsesi pada Ais yang sangat ingin dijadikannya calon mantu.
"Kak.. mama kakak benar, kalau mau bertemu Ais, kakak harus sehat, bukannya malah nggak mau makan, kalau sakit bagaimana mau ketemu Ais"Ucap Maria sedikit membujuk
Hanif hanta terdiam, ia mencerna kata - kata Maria, memang benar kalau dia sakit bagaimana ia akan bertemu Ais.
"Baiklah Hanif mau makan ma, Hanif mau cepat sehat untuk bertemu Ais"Ucap Hanif
Meski sedikit kesal mama Hanif berusaha tersenyum didepan Hanif, rasa tidak Sukany pada Ais semakin menjadi.
"Mir.. saya dan Maria pamit dulu ya soalnya mau mampir kerumah seseorang sahabat dulu, jadi nggak bisa lama - lama"Ucap mami Maria
"Iya nggak apa - apa kok, say juga ngerti, maksih ya dah jengguk Hanif"Ucap mama Hanif.
*****
Didalam mobil..
"Mi.. bagaimana kalau ternyata nanti tante Mira akan mennyakiti Ais atauemaksa Ais menerima cinta Hanif untuk balas budi"Tanya Maria khawatir.
"Mami juga khawatir, tapi tenang saja mama. tak akan membiarkan calon mantu mami tersakiti, kamu mau kan Ais jadi saudaramu? "Tanya mami sambil tersenyum
"Iya dong mi, senang banget malah punya saudara kayak Ais, semoga aja nanti pas pulang ke indonesia kak Rey belum punya pacar"Ucap Maria senang
Keduanya tampak senang dan tak terasa mereka sudah sampai dikediaman Ais.
Mobil mewah keluarga Maria memasuki pekarangan rumah Ais yang sempit namun sangat asri.
"Assalamualaikum "Ucap mami Maria
"Waalaikumussalam "Jawab ibu Ais
"Silahkan masuk bu, nak Maria, ada apa ya kok tumben mampir kemari, apa ada yang bisa kami bantu"Ucap ibu Ais ramah.
"Maaf tan, kita kemari hanya mau menyampaikan kalau sekarang Ais dirawat dirumah sakit karena demam tinggi"Ucap Maria
Ibu Ais tampak terkejut.
"Apaaaa... sakit, bagaimana kok bisa sakit, trus sakit apa, dirumah sakit mana? "Tanya ibu Ais dengan beruntun, air matanya mulai turun disudut matanya.
"Ibu nggak usah khawati, semua biaya rumah sakit akan kami urus semuanya, biarkan Ais istirahat beberapa hari dulu dirumah sakit, Ais sakit demam tinggi dikarenakan kurang istirahat dan banyak pikiran saja"Ucap mami Maria
ibu tak menyangka anak kesayangan merwka bisa sakit juga, mendengar itu kak kak Ara sudah tahu pasti soal surat itu yang berbuntut panjang. Sekarang mereka bersiap akan kerumah sakit.
Bagaimana kah penyelesaian masalah yang kak Ara tawarkan untuk Ais, apa yang akan dilakukan mama Hanif pada Ais, yuk ikuti kisah selanjunya.
bersambung
Mksh ya yang dah baca
Mksh juga untuk like dan komenny
Mksh juga untuk vote nya
semoga Readers lovers sehat dan bahagia selalu
salam manis
🤗
Author
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
*Cindyelvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Istri Sholehah
*Karlina Sulaiman
Mencintaimu Dalam Diam