MOHON MAAF, INI NOVEL PERTAMA SAYA, ISINYA MASIH SANGAT BERANTAKAN.LEBIH-LEBIH ALURNYA JUGA LONCAT-LONCAT. BTW LANJUTAN DARI NOVEL INI LEBIH RAPI YA, JUDULNYA PETUALANGAN ZHANG XIUHAN. TRIMS DAN MAAF SEKALI LAGI...
Zhang Xiuhan merupakan pemuda biasa saja yang tak memiliki keahlian bela diri. Meski tak memiliki latar belakang kependekaran, kebaikan hatinya telah berhasil mematahkan Mantera pada Pedang Naga Emas yang kemudian memaksanya untuk masuk dan terlibat di dunia persilatan.
Tak hanya terlibat di dunia kependekaran, Zhang Xiuhan juga melibatkan dirinya dalam memerangi militer Kekaisaran Min yang telah melakukan penjajahan di banyak wilayah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hashirama Senju, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 26 - Sumberdaya yang Berharga
Guru Fengying segera meminta bantuan untuk segera memanggilkan tabib yang bisa melakukan pembedahan. Beberapa pendekar dari sekte Kalajengking Merah merasa ngeri melihat kondisi Li Jie yang pucat pasi dengan darah hitam mengalir dari perutnya.
Mereka membayangkan bahwa Li Jie telah diserang banyak pendekar dan membuatnya terluka parah. Mereka tak menyangka bahwa anak muda seramah dam serupawan Li Jie ternyata telah menghabisi nyawa pendekar-pendekar dari Kekaisaran Ming.
Lien Hua yang paling histeris melihat kondisi Li Jie. Ia tak akan memaafkan dirinya sendiri jika hal buruk terjadi pada Li Jie. Ia kemudian mengajukan diri untuk memanggil tabib andalan mereka, tabib Liu Xingsheng.
Li Jie direbahkan di kediaman guru Fengying. Tabib Liu Xingsheng mulai melakukan pemeriksaan. Setelah menggeleng-gelengkan kepala selama beberapa saat. Ia tersenyum.
"Syukurlah Kau berhasil membawa pulang kembali sumberdaya ajaib ini." Tabib Liu Xingsheng mulai membuka peti dan mengambil beberapa helai dedaunan di dalamnya.
Li Jie tersentak kaget melihat dedaunan yang dikeluarkan tabib Liu Xingsheng. Matriark Wang Chunying, Tetua Yong Yelu, Guru Fengying dan beberapa pendekar yang melihat ekspresi kaget Li Jie juga turut terheran-heran.
"Misi berbahaya yang Matriark bebankan kepada kami adalah untuk merebut daun Alang alang raja ini?" Li Jie kaget setengah mati.
"Kau tahu tentang alang alang raja?" Matriark Wang mengernyitkan kening.
"Itu kan rumput liar yang biasa Li Jie pakai untuk membersihkan sepatu Li Jie." Antara menahan sakit, Li Jie benar-benar terkaget karena alang-alang raja memang rumput liar yang kata Guru Zhillin merupakan tanaman paling tidak berguna di Pulau Lingkaran Setan.
Li Jie heran mengapa rumput yang kata gurunya tak berguna itu justru saat ini sedang menjadi rebutan.
"Kau jangan kurang ajar, Bocah!" Yong Yelu melangkah hendak berbuat sesuatu kepada Lie Jie tetapi guru Fengying menghadangnya.
"Tetua Yong, mungkin Li Jie berkata jujur. Dia memang bukan berasal dari sini." Guru Fengying menghentikan langkah tetua Yong Yelu dan melirik Li Jie memberinya isyarat untuk diam saja tak usah berbicara.
"Bagaimana bisa tanaman suci milik leluhur kita dikatakan sebagai rumput liar? Dan apa katanya tadi, untuk membersihkan sepatu??? Bocah kurang ajar!" Yong Yelu marah sebab ia sendiri merupakan salah satu pendekar yang dengan telaten membudidayakan tanaman alang-alang raja warisan leluhur sekte Kalajengking Merah.
Li Jie merasa dirinya telah salah bicara begitu guru Fengying menjelaskan bahwa alang-alang raja adalah tanaman ajaib yang dibawa pulang oleh leluhur mereka pasca melakukan pertapaan sepuluh tahun.
Alang-alang itu bisa dikonsumsi sebagai obat penambah stamina, memiliki zat yang baik untuk regenerasi sel, dan jika dicampur dengan beberapa tanaman lain akan menghasilkan pil yang bisa dipakai untuk mengobati beraneka racun. Kelebihan alang alang raja dibanding tanaman obat lain adalah ia tak memiliki efek samping.
Hanya saja, karena alang-alang raja bukan merupakan tanaman asli di Wilayah Kekaisaran Song, untuk membudidayakannya membutuhkan ketelatenan yang cukup ekstra. Setidaknya, dari sepuluh ladang yang ditanami Alang-alang raja, hanya tiga atau empat kebun saja yang bisa dipanen.
Sisanya mati sebelum masa panen. Itulah mengapa Sekte Kalajengking Merah sangat menyayangi hasil panen mereka tersebut sehingga tak rela jika hasil panen alang-alang raja justru diminta sebagai upeti.
Sekte Kalajengking Merah akan lebih senang jika membayar upeti berupa keping emas ketimbang berupa membayar dengan sumberdaya berharga seperti tanaman alang-alang raja.
Li Jie merasa bersalah begitu mendengar betapa Sekte Kalajengking Merah begitu memuja rumput liar yang biasa ia pakai untuk membersihkan sepatunya itu. Ia hanya terlalu kaget karena memang terbiasa melihat tanaman alang-alang raja merupakan tanaman liar yang pertumbuhannya hampir tak terkontrol di pulau Lingkaran Setan.
Karena merasa bersalah telah menyinggung sekte Kalajengking Merah, Li Jie berjanji dalam hatinya. Suatu saat nanti ketika ia menjemput Guru Zhillin, ia berjanji di untuk membawa banyak sumberdaya untuk dihadiahkan kepada Sekte Kalajengking Merah. Kalau perlu, ia akan membongkar kuburan siluman purba dan membawa semua permata siluman purba di Lorong Setan. Bukankah manfaat permata siluman purba sangat besar, ia yakin permata siluman purba pasti akan bermanfaat jika diberikan kepada sekte Kalajengking Merah.
***
Matriark Wang kaget begitu mendengar penjelasan Fengying bahwa Li Jie melenyapkan semua pendekar Kaiasar Zhao Bing. Yang lebih membuatnya kaget adalah penjelasan Fengying tentang pengakuan Li Jie yang mengatakan bahwa ada pendekar yang memakai Jurus Pisau Neraka yang menolongnya ketika terkepung.
"Ibu tidak tahu soal pendekar miaterius ini?" Fengying bertanya menyelidik kepada ibunya.
Ibunya terkesan menghindari bertatap mata dengan puteranya. Ia hanya berkata tidak dan berlalu pergi tanpa pamit. Fengying berusaha mengejar tetapi Matriark Wang memberi gesture tangan bahwa ia sedang tak ingin diganggu.
***
Sesuai dugaan Matriark Wang, Kaisar Zhao Bing mendatangkan beberapa pasukan lagi dan kini dikawal oleh sepuluh Pendekar Langit.
Mereka memaksa akan menggeledah seluruh Sekte Kalajengking Merah untuk mencari keberadaan upeti yang hilang atau tanda-tanda yang mencurigakan.
"Sudah kubilang bahwa upeti itu tidak sedang bersamaku di sini. Silakan pulang. Kalian membuang-buang waktu berharga kalian dengan berbincang-bincang dengan nenek tua." Matriark Wang Chunying berbicara dengan datar.
"Matriark Wang, biarkan kami menggeledah." Salah seorang pendekar langit yang berusia lima puluhan tahun berucap.
Sebagai nenek tua yang berusia lebih dari 150 tahun, Matriark Wang menggap para pendekar di depannya itu sebagai bocah ingusan.
"Baiklah, Bocah. Dengan satu syarat. Kuizinkan kalian melakukan penggeledahan jika salah satu dari kalian berhasil mengambil belati di ujung rambutku." Matriark Wang menantang dengan nada yang masih datar.
"Kau meremehkan kami, Nenek Tua!" Salah seorang pendekar Langit maju dan hendak menyerang Matriark Wang.
Dengan sekali kibasan rambut, pendekar langit itu terlempar beberapa meter. Tentu kekuatan Pendekar Langit tidaklah main-main, tetapi dengan melihat kekuatan milik Matriark Wang yang bisa melemparkan Pendekar Langit dengan posisi tegak berdiri dengan ke dua tangan di belakang, tentu kekuatannya sangat mengerikan untuk dibayangkan.
Beberapa pendekar maju mendekat, dua lelaki satu perempuan. Matriark Wang tetap dalam posisi berdiri tegak tanpa melakukan gerakan perlawanan.
Satu demi satu pendekar Langit terlempar bahkan sebelum menyentuh tubuh Matriark Wang. Gerakan rambut Matriark Wang begitu gesit dan tepat sasaran. Ia bahkan bisa bertarung dengan hanya diam saja sebab rambutnya bisa dipakai untuk menyerang dan bertahan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Besok author mau ngisi acara, jika memungkinkan bisa up seperti biasa. Jika tak ada Up berarti acaranya Author ga bisa disambi nulis 😁
Terima kasih atas dukungannya, dan jangan lupa share share share novel ini agar pembacanya semakin banyak...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
semangat Thor