NovelToon NovelToon
Sang Pemain

Sang Pemain

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / Romansa Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: SelToon

Bima Arka Pradipta , anak dari keluarga sederhana di pinggiran Manado. Keras kepala, tidak banyak bicara di luar lapangan tapi meledak-ledak di dalam lapangan. Hamstring putus , pensiun umur 34 tahun. Dikenal karena tendangan bebas melengkungnya dan loyalitasnya sama tim. Dari anak kampung yang main bola pakai kaki ayam -> ditolak akademi karena dianggap terlalu emosional -> bangkit setelah cedera parah di musim hujan -> jadi kapten yang mengangkat tim degradasi jadi juara.
"Bukan tentang seberapa keras kau terjatuh, tapi seberapa lama kau tetap berdiri di tengah hujan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SelToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27 Bima Umur 26 Tahun Dipanggil Timnas Senior Pakai No 7

Bulan Mei 2034. Bima umur 26 tahun.

Ulang tahunnya dirayakan di Glasgow 1 bulan yang lalu. Kue ulang tahunnya bukan kue tart , tapi tinutuan atau bubur Manado yang dibikin Maeda orang Jepang yang belajar dari YouTube. Rasanya hancur , kebanyakan garam. Tapi Bima makan sampai habis.

Panggilan telepon datang pada jam 3 pagi waktu di Glasgow. Dari asisten pelatih Timnas senior Indonesia.

"Bima , selamat. Kamu dipanggil oleh timnas senior untuk Kualifikasi Piala Dunia 2038 lawan Irak dan Arab Saudi. Kamu pakai No.7."

No.7.

Nomor yang dulu dipakai Evan Dimas. Nomor yang dulu dipakai oleh seorang legenda.

Bima terdiam di telepon. Di luar jendela Glasgow , masih gelap , salju sudah mencair.

"Pak , no 7 ? Bukan no 10 ?"

"Pelatih bilang kamu bukan no 10. Kamu no 7. Pelari , pekerja , penendang keras dari Tuminting. no 10 untuk yang teknik. Kamu no 7 untuk yang pelari yang tidak berhenti."

Bima menangis. Keempat kalinya dalam 3 minggu.

Dia video call Bapak dan Ibu langsung pada jam 3 pagi Glasgow , jam 10 pagi di Tuminting.

"Bapak , Ibu , aku dipanggil oleh timnas senior. Jadi no 7."

Bapak yang pakai kemeja nelayan Kroasia dari Simic , menjawab pelan "No 7 itu nomor Bapak dulu waktu main tarkam , Bim. Nomor Bapak."

Ibu yang ada di dapur berteriak "No 7 itu 7 hari Bapak melaut baru pulang! Angka yang bagus!"

Bima tertawa dan menangis.

Terbang ke Jakarta. Business Class lagi , dibayari PSSI. Sampai Jakarta , langsung ke hotel timnas di GBK.

Di lobi hotel , ketemu Farrel. Farrel juga dipanggil ? Tidak. Farrel jadi staf perlengkapan timnas. Karena cedera lutut juga , pensiun umur 26 tahun , sama seperti Joshua tapi lebih beruntung , jadi staf.

"Bro , no 7 ?" Farrel melihat jersey timnas Bima yang baru dicetak. Nama : BIMA SAKTI - 7.

"Gila bro , lu no 7. Gue yang bawain sepatu lu nanti di pinggir lapangan."

Bima peluk Farrel. Dua anak yang dulu berantem di Sawangan soal sepatu Nike Rp 3 juta , sekarang di timnas senior , satu sebagai pemain , dan satunya sebagai staf.

Latihan pertama di GBK. Bima pakai no 7 , berlari paling kencang di yo - yo test. Semua pemain muda melihat.

Shin Tae Yong sudah tidak ada. Pelatih baru orang Belanda , Giovanni van Bronckhorst.

Van Bronckhorst melihat Bima berlari , berkata ke asisten "That number 7 , he runs like he is chased by the sea."

Tepat. Dikejar laut Tuminting.

Malam sebelum lawan Irak , Bima tidak bisa tidur. Dia membuka koper. Dia keluarin 3 barang yang selalu dia bawa kemanapun sejak umur 12 tahun

Bola plastik bocor yang dikasih Yudi dulu.

Benang pancing bekas jahit sepatu Ronald.

Foto Sinar Bima yang sudah jadi museum , yang ada tulisan Joshua dan Simic.

Dia taruh di atas meja hotel.

Dia video call Tikala. Jam 9 malam Jakarta , jam 10 malam Tuminting , tapi jam 5 pagi sudah ada yang bangun.

Yudi jawab video call sambil pakai senter , lagi bangunin 12 anak.

"Bima! Besok lawan Irak! Tendang yang keras!"

Ronald yang baru lolos Manado United U-12 , berteriak di video "Om Bima! Pisang Raja!"

Joshua berteriak "No 7! Jangan no 10! Lari!"

11 anak lain berteriak "TUMINTING! TUMINTING!"

Bima menangis lagi. Kelima kalinya. Di hotel timnas yang ACnya dingin , yang dulu dia cuma mimpi waktu tidur di rumah panggung bocor.

Besoknya , pertandingan.

GBK penuh , 77 ribu orang. Lawan Irak. Di menit ke 67 , skor 0-0.

Bima dapat bola di kanan. No 7. Dia berlari. Dikejar oleh 2 bek Irak. Dia tidak memberikan umpan. Dia berlari terus , seperti lari di Tikala lumpur. Sampai kotak penalti.

Bek Irak tekel. Bima jatuh. Sama seperti dulu jatuh di lumpur Tikala.

Wasit tunjuk titik putih. Penalti.

Siapa yang ambil ? Bima no 7 ? Bukan. Kapten tim yang ambil. Gol. Skor 1-0.

Tapi assist jatuh itu dari Bima.

Di menit ke 94 , Irak melakukan serangan balik. Bima berlari dari depan ke belakang , 70 meter , tekel bersih , dan selamatkan gawang. Sama seperti Yudi ajarkan : lari bukan untuk data , lari untuk tidak jadi tukang ojek.

Peluit akhir. Indonesia menang dengan skor 1-0 melawan Irak.

Di ruang ganti , semua pemain peluk Bima. Farrel yang menjadi staf perlengkapan , kasih handuk ke Bima , berbisik

"Bro , tadi larimu kayak waktu lu kejar Ronald yang curi sendal lu di Tikala."

Bima tertawa.

Di Tuminting , di atas Sinar Bima , Yudi , Joshua , Ronald , 11 anak lainnya , Bapak yang pakai kemeja Kroasia , dan Ibu menonton pakai hp nokia yang layarnya retak , berteriak sampai satu kampung terdengar.

#####################################

Cukup sampai disini dulu ya , besok lanjut lagi. Semoga suka jangan lupa berikan saran , like , dan hadiahnya

Happy reading

1
fabdul
thor kenapa ga update lagi?
fabdul
lanjut thor
fabdul
Sinta melihat kearah Nadia dengan tatapan bingung. "Om Bima, Tante ini siapa? itu enak dibaca nya thor 🥰
Jesselyn Runtuwene: Ok , nanti direvisi
total 1 replies
fabdul
cerita mu seru thor cuman penulisan kurang menarik dan bikin pusing bacanya. tolong perbaiki ya thor ini cuman saran kalo pun tidak diperbaiki tidak apa-apa 🤗
Jesselyn Runtuwene: Oke , nanti dibaca ulang dan direvisi
total 3 replies
fabdul
Thor penulisannya lebih enak jika. Nadia, kamu masih ingat saya? jadi enak bacanya nggak ada spasi pas tanda koma di belakang nama Nadia dan kata Saya
Jesselyn Runtuwene: Ok siap nanti direvisi
total 1 replies
fabdul
thor masukan sedikit ya. aku ga enak bacanya karena kebanyakan koma 🙏
Jesselyn Runtuwene: Bab 3 dan 4 sudah direvisi juga
total 3 replies
fabdul
lanjut
fabdul
😭😭
fabdul
bab masih sudah banyak ya thor, ketinggalan jauh
fabdul
semangat nulis nya
Jesselyn Runtuwene: Siap , makasih kak
total 1 replies
fabdul
thor novel mu ini sudah di kontrak?
fabdul: iya thor
total 2 replies
fabdul
wah semangat Bima
fabdul
lanjut thor
fabdul
lanjut
fabdul
lanjut thor
fabdul
lanjut
fabdul
lanjut thor
fabdul
oh iya kah thor? berarti aku yang naik kapal laut ga diterima sama laut karena sering muntah dalam perjalanan 😭
fabdul: hahahaha 😭
total 2 replies
fabdul
maklum anak Kota baru turun gunung 😭
fabdul
😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!