NovelToon NovelToon
The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:35.3k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Bagaimana jadinya jika jiwa seorang remaja cewek tomboi modern yang hobi tawuran, bermulut tajam, dan ceplas-ceplos terlempar ke masa lalu? Sialnya lagi, dia bangun di dalam tubuh permaisuri Xia Ruo, wanita paling rapuh dan tertindas di Kekaisaran Han yang baru saja mencoba bunuh diri karena tidak tahan diabaikan oleh kaisar yang penguasa berdarah dingin yang terkenal kejam.

Kini, tidak ada lagi Permaisuri Xia Ruo yang hobi menangis terisak. Yang ada hanyalah permaisuri baru yang berani duduk bersila di atas ranjang sutra sambil memanggil sang Kaisar kejam dengan sebutan "Mas Bro". Didampingi oleh Yuan er, pelayan setianya yang selalu menangis histeris dan berusaha keras mendidik sang permaisuri agar bisa berbicara lembut, Xia Ruo harus memutar otak untuk bertahan hidup. Mulai dari melabrak dapur istana demi makanan enak, melatih fisiknya yang selemah triplek basah, hingga menghadapi Kaisar kejam yang anehnya... justru mulai terobsesi dengan perubahan barbar dirinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7 : selir yang kena mental

Belum sempat Ara membalas bisikan menantang Kaisar Yan, terdengar suara langkah kaki yang centil dan berisik dari arah luar paviliun. Suara gemerincing hiasan rambut emas beradu dengan tawa kecil yang sengaja dibuat-buat agar terdengar manja.

Krieeek...

Pintu paviliun kembali terbuka. Sesosok wanita dengan gaun sutra berwarna merah muda menyala melangkah masuk dengan anggun. Wajahnya dilapisi bedak tebal, bibirnya merah merekah, dan matanya dibuat sayu seolah dia adalah makhluk paling suci di dunia. Dia adalah Selir Agung Li, wanita yang selama ini paling hobi menindas Xia Ruo asli.

Begitu melihat Kaisar Yan sedang duduk di tepi ranjang bersama Ara, mata Selir Agung Li berkilat cemburu. Namun, dalam sekejap dia merubah ekspresinya menjadi wajah penuh keprihatinan yang dramatis.

"Kaisar!" Selir Agung Li langsung berlari kecil dan berlutut di dekat kaki Kaisar Yan, mengabaikan keberadaan Ara. "Hamba mendengar Permaisuri bertingkah gila dan mengacau di dapur istana milik kerabat hamba. Hamba sangat khawatir Permaisuri akan melukai Anda dengan kegilaannya itu, Kaisar. Mengapa Anda malah berada di tempat sekotor ini?"

Yuan-er yang masih bersujud langsung meremas ujung bajunya sendiri, ketakutan kalau Kaisar Yan akan termakan hasutan selir ular itu.

Ara yang masih duduk bersila di atas kasur langsung mendengus geli. Dia mengambil sebuah tusuk gigi kayu dari meja kecilnya, lalu menggunakannya dengan santai sambil menatap Selir Agung Li dari atas ke bawah.

"Woi, mbak-mbak baju pink," panggil Ara dengan nada ceplas-ceplos. "Lu kalau dateng ke rumah orang tuh ketuk pintu dulu napa? Main nyelonong aja kayak sales panci. Lagian, muka lu tebel amat itu bedaknya, gak berat apa? Ketiup angin dikit kayaknya langsung retak tuh komuk."

Selir Agung Li langsung mematung. Dia mendongak, menatap Ara dengan tatapan tidak percaya. "Kau... kau berani mengatain wajahku?!"

"Lah, emang kenyataan," sahut Ara makin menjadi-jadi. Dia menurunkan kakinya dari kasur, lalu berdiri tegap dan berjalan mendekati Selir Agung Li. "Terus tadi lu bilang apa? Dapur istana milik kerabat lu? Heh, denger ya uler kadut. Ini istana punya kekaisaran, artinya punya Mas Bro di sebelah lu nih. Sejak kapan dapur negara jadi sertifikat hak milik keluarga lu? Korupsi terselubung lu ya?"

"Ka-Kaisar! Lihat dia! Permaisuri menuduh hamba yang tidak-tidak! Hwaaa... hamba tidak terima dihina seperti ini oleh wanita gila!" Selir Agung Li langsung menangis bombay, mencoba mencari perlindungan dari Kaisar Yan dengan cara menggelayuti lengan jubah hitam sang Kaisar.

Kaisar Yan hanya diam, matanya beralih dari Selir Agung Li ke arah Ara. Dia ingin melihat sejauh mana Permaisuri barbarnya ini akan bertindak.

Ara malah melipat kedua tangannya di dada, sama sekali gak takut. "Gak usah akting nangis lu, air mata lu aja kagak keluar. Gini ya, daripada lu sibuk ngadu kayak anak TK, mending lu bawa pulang itu saudara lu si koki gendut. Bilangin sama dia, mulai besok kalau jatah makan gua dikurang-kurangin lagi, bukan cuma pintu dapur yang gua jebol, tapi gerbang paviliun lu juga gua tendang sampai roboh! Paham?!"

"Kau... kau...!" Selir Agung Li gemetaran, wajahnya yang tadinya putih karena bedak kini memerah padam menahan malu dan amarah yang luar biasa. Dia menatap Kaisar Yan, berharap pria itu akan membela dan menghukum Ara.

Namun, Kaisar Yan justru perlahan melepaskan cengkeraman tangan Selir Agung Li dari jubahnya. Pria itu bangkit berdiri, menatap dingin ke arah sang selir. "Pergilah, Li-er. Ucapan Permaisuri ada benarnya. Istana belakang ini milik Kekaisaran, bukan milik keluargamu. Jaga batasanmu."

Mendengar keputusan dingin dari Kaisar Yan, Selir Agung Li serasa disambar petir di siang bolong. Dia kena mental sehancur-hancurnya. Dengan air mata yang kali ini benar-benar keluar karena malu, dia buru-buru bangkit dan berlari keluar dari paviliun sambil menutupi wajahnya yang memerah.

Ara tersenyum puas melihat kemenangan pertamanya. Dia menoleh ke arah Kaisar Yan yang sedang memperhatikannya dengan tatapan intens.

"Gimana, Mas Bro? Akting selir lu jelek banget, kan? Gak lolos casting tuh kalau di tempat gua," ujar Ara santai tanpa beban.

1
Lo Lifuna
mereka cuti 2 Minggu dari istana kan?
apa ini ceritanya uda melewati 2 Minggu?
perasaan baru 1 hari deh. kok besok sudah balik ke istana?
Yadi
🤣🤣🤣
Lo Lifuna
ini gimana ya alurnya. menteri Wang itu sebenarnya paman atau ayahnya selir agung?

terus bukannya selir agung dihukum di istana dingin?

terus ayahnya ketahuan kudeta kenapa selir agung masih di istana?
Rima Yuliatin
nah akhirnya Nemu cerita yg mantap..ini baru seru alurnya berbobot tp dikemas santai dan ringan..lope lope dahhhh..😍
heldahell: makasih kak,udah suka sama ceritanya😙
total 1 replies
Arix Zhufa
bar bar sekali 😅
Arix Zhufa
jihaha....ara bahasa gaul mu jangan di bawa kesini
Arix Zhufa
lucu banget...ok mgkn masih bahasa gaul gpp karena belum mengenal lingkungan aslinya
Cintya Tya
mantep thor.... ceritae top markotop... lain dari yg lain.. 👍👍🤣🤣
Dbz Mar
😭😭😭😭😭😭😭 mengelap air kencingnya tuh
Yadi
Yeeeeey.... 💃🕺💃🕺
Akhirnya takluk juga singa betina 🕺💃🕺💃
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Andaikan dijadikan film, bisa sangat seru dah
Yadi
ya iyalah paksu Kaisar Yan pada bucin pada singa betina si Ara, lah wong Ibu Negara dgn strateginya dan juga bela diri jurus tawurannya bisa menyelesaikan masalah tanpa masalah, apalagi sifat petakilannya yg bar bar ceplas ceplos mulutnya.. itu menandakan bhw sang permaisuri bersifat jujur dan wajar, tdk diolah olah..alias natural alami 😁😁😁
Jendra
bagus banget ceritanya, si ara yg kocak dan pemberani bikin sangat terhibur😊
Jendra
Wah asik nih lucu🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Ambyar dah krn dikalahkan bunyi perut cewe badas sang Permaisuri 🤣🤣🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

knp jurus tawuran bisa mengalahkan tehnik bertarung si Jendral....??

hayo jawab 🤣🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣 Ingat ya, gelar tertinggi Ara adalah "Anak Tongkrongan"
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Polisi dijaman modern saja memakai bubuk cabai untuk membubarkan aksi tawuran antar remaja 🤣🤣🤣
Lah ini dipakai untuk membabat habis para pemberontak, mana tahan pasukan pemberontak melawan bubuk cabai? 🤣🤣🤣
Yadi
Mana tahan gaya bertarung anggun kerajaan "kuno" dgn gaya bertarung jurus "tawuran"....?? 🤭🤭🤭🤭
Pa Muhsid
kurang tor tanggung 😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!