NovelToon NovelToon
After The Last Goodbye

After The Last Goodbye

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fhatt Trah

Di balik gemerlap kariernya sebagai aktor papan atas, Ethan Voss menyimpan rahasia besar: pernikahan tanpa cinta bersama Mia Taylor. Pernikahan yang lahir dari utang budi itu terikat perjanjian ketat—dirahasiakan dari publik, tanpa keterikatan emosional, dan wajib berakhir dalam empat tahun.

Selama empat tahun, Mia bertahan hidup bagai bayangan. Ia menelan dinginnya sikap Ethan dan rasa sakit saat melihat pria itu memamerkan kemesraan bersama kekasihnya di media. Saat masa perjanjian usai, Mia pergi dengan tenang, meninggalkan Ethan yang mengira dirinya telah bebas.

Namun, kepergian Mia justru menyisakan kehampaan mendalam. Setelah menemukan rahasia pengorbanan tulus sang mantan istri, Ethan sadar ia telah membuang cinta sejatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhatt Trah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Perang Diluar Naskah

Pagi harinya, suasana di lokasi syuting terasa begitu tegang. Puluhan kru lalu-lalang dengan wajah cemas, sementara beberapa wartawan masih terlihat mengintai di balik pagar pembatas area steril.

Sebuah mobil SUV hitam berhenti tepat di depan area trailer utama. Pintu terbuka, dan Ethan melangkah keluar. Meskipun wajahnya tampak pucat dan lingkar hitam menghiasi matanya, postur tubuhnya tetap tegap dan aura bintangnya memancar kuat.

Kemunculan Ethan secara tiba-tiba membuat suasana mendadak senyap. Para kru menatapnya dengan campur aduk antara lega dan takut.

Namun, perhatian Ethan tidak tertuju pada para kru atau kamera yang siap membidiknya. Langkah kakinya terhenti ketika melihat sebuah mobil sport mewah berwarna perak terparkir tak jauh dari sana.

Dari dalam mobil tersebut, Liam melangkah keluar dengan senyum tenang yang menghiasi wajahnya. Pria itu berjalan santai mendekati Ethan, dikawal dua orang pengawal berjas rapi.

Dua pria itu kini berdiri berhadapan di tengah riuhnya lokasi syuting. Atmosfer di sekitar mereka mendadak membeku.

“Senang melihatmu sudah pulih dan kembali bekerja, Ethan,” ujar Liam dengan nada ramah yang terdengar sangat palsu di telinga Ethan.

“Aku sempat khawatir investasi besarku di proyek ini akan terganggu karena masalah pribadimu,” imbuh Liam.

Ethan menatap Liam lurus-lurus, mengabaikan uluran tangan pria itu. Matanya menatap tajam, seolah berusaha menembus topeng ramah yang dikenakan Liam.

“Kamu tidak perlu cemas soal profesionalitasku, Liam,” kata Ethan dengan suara dingin dan berbahaya.

Senyum di wajah Liam perlahan memudar, menggantikannya dengan tatapan dingin yang tak kalah tajam.

Liam menarik kembali tangannya yang diabaikan Ethan, lalu menyimpannya santai di dalam saku celananya. Kekehan pelan keluar dari mulutnya, namun tatapan matanya kini sama sekali tak menunjukkan kehangatan.

“Bagus kalau begitu,” ucap Liam dengan nada yang tak lagi berusaha bersikap ramah.

“Karena angka yang kutaruh di proyek ini bukan sekadar uang jajan. Ratusan juta dolar, Ethan. Anggaran sebesar itu cukup untuk membeli reputasi puluhan aktor seperti dirimu, atau menghancurkannya dalam semalam.”

Ethan tak bergeming sedikit pun. Tatapannya tetap terkunci pada pria di hadapannya, tak terpengaruh oleh intimidasi terselubung itu.

Liam melangkah satu tapak lebih dekat, memangkas jarak di antara mereka hingga suaranya hanya bisa didengar oleh Ethan dan para pengawalnya.

“Proyek ini adalah investasi terbesarku musim ini, dan aku tidak punya toleransi sedikit pun untuk kegagalan,” ujar Liam dengan penekanan dingin di setiap kata.

“Aku tidak peduli kekacauan pribadi apa yang sedang kamu hadapi, atau skandal apa yang berusaha kamu tutupi saat ini. Begitu kamu melangkah ke area syuting ini, pastikan fokusmu cuma satu:

“menyelesaikan film ini sesuai target. Kalau skandalmu sampai merusak jadwal apalagi merugikan investasiku, aku pastikan kamu tidak cuma kehilangan peran ini, tapi juga seluruh karir yang sudah kamu bangun.”

Ethan menyunggingkan senyum tipis, jenis senyum sinis yang biasa ia gunakan saat menghadapi antagonis di depan kamera. Namun kali ini, tidak ada naskah yang mengaturnya.

“Uang ratusan juta dolar memang bisa membeli tempat di jajaran produser, Liam,” balas Ethan, mencondongkan tubuhnya hingga ia bisa berbisik tepat di samping telinga pria itu.

“Tapi uang sebanyak itu tidak akan pernah bisa membeli bakat, apalagi menutupi ketakutanmu.” Ethan kembali menatap mata Liam, kini dengan kilatan tajam yang membuat salah satu pengawal di belakang Liam secara refleks mengambil setengah langkah ke depan.

“Kamu datang ke sini pagi-pagi bukan karena cemas soal investasimu," lanjut Ethan dengan suara sangat tenang, namun sarat ancaman.

“Kamu datang karena kamu tahu, begitu kamera mulai merekam, semua orang akan melihat siapa yang benar-benar punya kendali di sini. Dan itu bukan kamu,” tambahnya.

Rahang Liam mengeras. Senyum santai yang sejak tadi menghiasi wajahnya hilang sepenuhnya, menggantikan topeng keramahan itu dengan kemarahan yang tertahan.

“Jangan terlalu percaya diri, Ethan,” bisik Liam, suaranya bergetar rendah oleh kekesalan.

“Kamu cuma aset di lembar sahamku. Satu telepon dariku ke dewan direksi hari ini, dan namamu bisa dihapus dari poster utama sebelum matahari tenggelam.”

“Coba saja,” tantang Ethan tanpa ragu, tatapannya tak bergeming sedikit pun.

“Pecat aku sekarang di depan para wartawan di luar sana, dan biarkan saham perusahaanmu anjlok bahkan sebelum syuting hari ini dimulai."

Atmosfer di antara mereka makin menghimpit. Dua pria itu saling mengunci tatapan, tak ada yang bersedia mundur satu inci pun di tengah kesunyian lokasi syuting yang mencekam.

Liam terkekeh sinis, berniat membuka suara untuk membalas gertakan Ethan.

Namun sebelum pria itu sempat mengucapkannya, Ethan melangkah satu tapak lebih maju, memotong jarak hingga napas mereka hampir bersinggungan. Kilat emosi yang sejak tadi ditahannya kini berkilat tajam di mata Ethan.

“Dan satu hal lagi, Liam,” desis Ethan dengan suara rendah yang tertahan, namun sarat akan amarah yang membakar.

“Soal malam itu. Kamu pikir kamu terlihat seperti pahlawan hanya karena memberi Mia tumpangan di mobil mewahmu?”

Liam sedikit mengangkat alisnya, terkejut mendengar nama Mia mendadak terseret ke dalam perdebatan mereka.

“Kamu sengaja membawa Mia pergi dan membiarkan aku berdiri sendirian di bawah guyuran hujan deras seperti orang bodoh,” lanjut Ethan, rahangnya mengetat hebat hingga otot-otot di lehernya menegang.

Ia menatap Liam penuh kekecewaan sekaligus kecemburuan yang tak lagi sanggup ia sembunyikan.

“Jangan pernah manfaatkan Mia untuk memancing emosiku atau menyentuhnya lagi dengan niat burukmu. Kamu boleh punya jutaan dolar untuk main-main di proyek ini, tapi jangan sekali-kali berani menggunakan Mia sebagai alat untuk menjatuhkanku.”

Liam tertegun sejenak. Sorot terkejut di matanya dengan cepat berganti menjadi sebuah seringai sinis yang makin lebar.

Rupanya, titik lemah yang berusaha disembunyikan Ethan kini terpapar jelas, dan Liam tidak akan melewatkan kesempatan emas ini.

“Mia?” bisik Liam pelan, lalu terkekeh rendah yang sarat akan ejekan. Ia mencondongkan tubuhnya, menatap langsung ke dalam mata Ethan dengan pandangan meremehkan.

“Lucu sekali mendengar kamu begitu protektif pada Mia, Ethan. Kamu bicara seolah-olah kamu punya hak penuh atas dirinya.” Liam mundur satu langkah, merapikan kerah jasnya dengan gerakan santai, namun tatapannya mengunci Ethan tanpa ampun.

“Kamu sepertinya lupa satu hal penting,” lanjut Liam, suaranya terdengar sangat tenang namun tajam menembus kesadaran Ethan.

“Bagaimana dengan Jane? Wanita yang selama ini berdiri di sampingmu, yang namanya selalu terikat dengan reputasimu? Apa kamu pikir kamu bisa terus bermain-main seperti ini tanpa Jane mengetahui apa yang sebenarnya kamu lakukan di belakangnya?”

Napas Ethan tertahan. Raut wajahnya yang tadinya dipenuhi amarah mendadak mengeras, menegang ketika nama Jane terucap dari mulut Liam.

“Jangan bawa-bawa Jane dalam masalah ini,” desis Ethan dingin.

“Kenapa tidak?” potong Liam cepat, menyilangkan kedua tangannya di dada. “Bukankah Jane adalah alasan utama kenapa karirmu berada di titik ini? Menarik sekali membayangkan apa yang akan terjadi kalau Jane atau media, tahu bahwa fokus aktor utamanya terbagi bukan karena sakit, tapi karena cemburu buta pada Mia. Bayangkan bagaimana reaksi Jane saat mengetahui kamu mengacaukan proyek besar ini hanya demi wanita lain.”

Atmosfer di antara mereka makin menghimpit. Gertakan Liam berhasil menyentuh celah paling sensitif yang berusaha ditutupi Ethan. Rahang Ethan mengetat hebat, kepalan tangannya di samping tubuh memutih menahan emosi yang nyaris meluap.

Sebelum Ethan sempat membalas, suara lengkingan peluit dari sutradara memecah ketegangan maut di antara mereka.

“Ethan! Pak Liam! Area steril harus segera dibersihkan! Kita mulai adegan pertama dalam lima menit!” teriak sang sutradara dari balik meja monitor, sama sekali tidak menyadari konfrontasi panas yang baru saja terjadi.

Liam tersenyum tipis, merapikan posisi jasnya kembali sebelum berbalik. “Pikirkan baik-baik, Ethan. Jangan sampai keputusan emosionalmu merusak hubunganmu dengan Jane, sekaligus menghancurkan investasiku,” bisiknya penuh kemenangan, lalu melangkah pergi bersama para pengawalnya menuju area VIP.

Ethan tetap berdiri membeku di tengah riuhnya lokasi syuting. Angin pagi terasa membekukan kulitnya, sementara kepalanya dipenuhi kecamuk antara amarah, ancaman investasi, dan nama Jane yang kini digantungkan Liam sebagai ancaman nyata.

–tbc–

1
Tiara Bella
what Liam nyosor tp gk kena....
Tiara Bella
ngeyel bngt si Ethan km ya
Tiara Bella
rumit jg ya hubungan mereka Mia sm Ethan.....
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): yaaah lumayan rumit sih🤧🤧 karir Ethan juga bakal jadi taruhan kalau sampai pernikahan rahasianya terbongkar. tapi skenario yg dia perankan dlm film akan jadi kenyataan stlh ini, seorang laki² yg mempertaruhkan segalanya demi seorang wanita🤧
total 1 replies
Tiara Bella
yah ms Mia msh ngarepin si Ethan sh....
Tiara Bella
visual Liam ganteng bngt...../Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Tiara Bella: hooh....Ethan jg ganteng tp aku gk suka sm sifatnya yg plin plan....
total 2 replies
Tiara Bella
tuh kan Liam udh nyari tw tentang Mia dan Ethan.....
Tiara Bella
terima aja Mia ngapain ngarepin Ethan yg udh pernah ngecewin km
Tiara Bella
jangan² Liam Vincen ini tw klu Mia mantan istrinya Ethan.....
Tiara Bella
saingan Ethan ini Liam vance ini ternyata.....
Tiara Bella: hooh ya....
total 2 replies
Tiara Bella
Liam siapa lg ini apakah dia suka sm Mia.....
Tiara Bella
bingunin orng sh Ethan mah ya....
Tiara Bella
mwnya apa sh Ethan ini Herman aku
Tiara Bella
nh loh Ethan km bingung skrng.....
Tiara Bella
bener kenapa hrs skrng Ethan setelah ceria br nyariin....
Tiara Bella
Ethan yg aneh ....bilang aja bang klu suka....🤭
Tiara Bella: hooh....
total 2 replies
Tiara Bella
penyesalan pasti dtngnya belakangan.....
Tiara Bella: hooh....
total 2 replies
Tiara Bella
baru terasa setelah gk ada ya kan Ethan.....
Tiara Bella
salam kenal aku mampir Thor.....
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): salam kenal juga. makasih udah mampir😊😊🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!