NovelToon NovelToon
AKIBAT SALAH SERVER

AKIBAT SALAH SERVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:582
Nilai: 5
Nama Author: Linda Lubi Channel

Novel ini bergenre horor komedi yang menghibur meski horor. Cinta bisa tumbuh kapan saja dan pada siapa saja. Termasuk cinta Mbak Kunti kepada Nurdin, bestienya yang notabene-nya manusia. Karena patah hati, Mbak Kunti pindah ke daerah lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Lubi Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKIBAT SALAH SERVER

Bab 1.

Penulis: Linda Lubi

AKIBAT SALAH SERVER

OLEH : LINDA LUBI

Sudah hampir delapan bulan pertemanan Nurdin dengan Mbak Kunti yang konon katanya bernama Komariah Masitah Aneuk Metuah. Panggilannya Anne, sok kebule-an. Ihihihi.

Ia dicurigai masih tetanggaan dengan hantu Halimah yang tersohor itu. Mbak Kunti menghilang tanpa kabar berita.

Mbak Kunti yang gak kerasan berdomisili di satu tempat itu, suka merantau dari satu pohon, ke pohon yang lain. Dari satu kampung, ke kampung yang lain. Makanya Nurdin sering kehilangan jejak-nya.

Lidah Nurdin gengsi memanggil nama Mbak Kunti, 'Anne'. Jadi ia tetap memanggilnya, Mbak Kunti. Lebih famous katanya.

"Nur... Nur....." kepala Nurdin celingak celinguk.

Yang manggil gak kelihatan. Nurdin cuek. Ia masih unboxing jilbab yang dibeli secara online di Shop Abu-abu. Nurdin cantik banget. Inara Rusly, lewat. Glenca Chysara, lewat. Banyaklah yang lewat. Maksudnya "Permisi Bang...numpang lewat....."

'"Nur...Nurdiiin....."

Seketika jemari tangan Nurdin tertusuk pentol." Awww....." Nurdin menghisap telunjuknya yang berdarah.

Padahal ia sedang mencoba jilbab di kepalanya. Semenjak mendadak jadi war wer wor karena lelah dengan ketampanan-nya, Nurdin lebih nyaman menjadi wanita jadi-jadian.

"Siapa kamu? Manggil nama tapi wujudnya gak ada?" Nurdin mulai pasang kuda-kuda.

"Ahahaha... akhirnya keluar juga gender aslimu. Ahahaha....." tiba-tiba Mbak Kunti udah gelantungan aja di atas plafon. Kakinya gak keliatan.

Nurdin terjungkang dari kursi sakin kagetnya.

"Ihhh...Mbak Kunti jahit deh. Pinggang eike, sakit tauuu." Nurdin mulai kecentilan.

"Akhirnya...ahhh....." mereka cipika cipiki sakin senengnya bisa bertemu kembali.

Mereka menjadi bestie sejak Nurdin hampir dikeroyok 2 orang pria. Untung ada Mbak Kunti yang nakut-nakuti mereka. Nurdin selamat deh dari pengeroyokan. Padahal kedua pria itu cuma ingin memberi pelajaran doang pada Nurdin. Bukan ingin merampok. Aceh mah...aman. Apalagi di kampung-kampung.

Mereka tak ingin kehadiran Nurdin di kampung justru membuat istri-istri mereka pada sakau. Kenapa Nurdin harus setampan itu? Gak bisa ya Nurdin butek dikit aja? Itemin badan kek, biar keluar aura malam satu suro-nya.

Sejak saat itu Nurdin mendadak jadi war wer wor. Ia lelah dicemburuin para lelaki di kampungnya. Padahal bukan dia yang godain istri-istri atau cewek-cewek di kampungnya. Kalau gak ada Mbak Kunti, bisa jelek wajah Nurdin dibikin 2 pria itu. Kedua pria itu ngacir begitu Mbak Kunti mendekati mereka.

"Apa kabar, Nur?" Mbak Kunti memberi oleh-oleh setoples kecoak.

"Aaaaaaaaaaaaa....." jiwa kewanitaannya mendadak hadir. Nurdin membuang kecoak ke muka Mbak Kunti. Gelay.

"Ahahaha....." Mbak Kunti menyambut setoples kecoak itu ke dalam mulutnya. Kecoak ditelan hidup-hidup plus toplesnya.

"Huweeek....."

Nurdin mual-mual dan kabur ke kamar mandi. Isi perutnya pun keluar semua. Pemandangan tadi benar-benar sangat menjijikkan. Huwekkk.....

Mbak Kunti malah rebahan di kasur Nurdin yang cuma berukuran 100 cm x 180 cm. Ia cekikikan mendengar suara mual-mual dari kamar mandi. Hamil, Nur?

****

"Jadi sekarang kamu ingin menjadi laki-laki kembali, Nur" Mbak Kunti memperhatikan penampilan Nurdin yang bersarung dan berpeci.

"Iya. Aku mau solat istikharah dulu, Mbak Kun. Mau minta petunjuk sama Allah. Mbak Kunti pulang aja. Kita bukan muhrim loh."

"Ahahaha....." Mbak Kunti ngakak mendengar ucapan Nurdin.

Lalu ia pergi keluar menembus tembok kamar Nurdin. Tetap aja Nurdin kaget melihat pemandangan itu.

Buru-buru Nurdin membentangkan sajadahnya. Ia ingin minta petunjuk kepada Allah, pilih jadi war wer wor atau kembali menjadi pria sejati. Ia benar-benar dilema. Ini sangat tidak mudah baginya.

Jika tetap jadi war wer wor, ia pasti dikutuk emaknya yang lagi mudik ke Pidie Jaya, bertemu keluarganya. Kalau jadi pria, ia takut dikejar-kejar banyak wanita dengan ketampanannya yang paripurna. Sangat melelahkan jadi pria tampan. Jadi dosa jariah, pikirnya.

Mbak Kunti mengintip dari kejauhan. Ia tak ingin mengganggu kekusyuk-kan Nurdin dalam beribadah. Walau jiwa setannya meronta-ronta, kagak rela, Mbak Kunti menghargai perbedaan ia dan Nurdin.

"Daripada boring, mending aku gentayangan dulu ah. Siapa tau ketemu sesama setan di sana." Mbak Kunti terbang sambil salto.

Mbak Kunti bingung mau nakut-nakutin siapa. Di kampung sebelah, takut dibully sama Bang Leman yang suka bikin konten 'DUNIA GOIB'. Di kampung pojok, resah sama Pak Ustad yang suka mengaduh sama Allah kalau diganggu Mbak Kunti. Dikit-dikit baca doa dan ngaduh. Padahal Mbak Kunti kan cuma bercanda.

Nah... di kampung Tengah lain lagi. Mbak Kunti selalu difitnah seolah-olah ia hantu Halimah yang famous di Aceh Besar itu.

Padahal hantu Halimah katanya nongkrongnya di Jembatan Seunapet. Sedangkan Mbak Kunti, nomaden. Gak punya tempat tinggal tetap. Soalnya Mbak Kunti ngakunya introvert. Butuh daerah yang benar-benar nyaman baginya Butuh kesendirian. Bebas nyamuk. Bebas begal dan bebas pajak. Gkgkgk.....

"Aku harus ke mana, nih? Jaman now, justru banyak manusia yang durhaka sama kuntilanak. Bukannya takut. Malah mereka sengaja mencari-cari aku. Reseh banget." Mbak Kunti menjambak-jambak rambutnya. Pusing.

Banyak influencer genre horor, menunggu kedatangan Mbak Kunti dan teman-teman sesama dedemit. Bahkan hantu Halimah pun selalu mereka cari. Padahal hantu Halimah lagi pelesiran ke Pulau Komodo. Mau les vokal katanya. Biar jeritan, tangisan dan tawanya tidak cempreng. Makanya hantu Halimah jarang bersuara karena menyadari suaranya yang mirip kaleng rombeng alias cempreng. Itu gosip dari hantu sebelah, tetangga Mbak Kunti loh. Bukan Mbak Kunti yang gosipin.

Mereka gak tau kalau Mbak Kunti itu, hantu introvert. Suka skeptis sesama kunti. Apalagi sesama dedemit yang lain. Cuma sama Nurdin, Mbak Kunti secure. Nurdin gak lebay. Ditakuti, malah nakuti. Itu yang membuat Mbak Kunti merasa tertantang. Suara Mbak Kunti itu berasa naik 5 oktaf kalau ketemu sama Nurdin.

Tapi kalau Emak Nurdin ada di rumah, Mbak Kunti dan Nurdin, ngobrolnya bisik-bisik. Takut diruqiah sama Emak Nurdin. Mbak Kunti satu server sama Nurdin. Sama-sama nyambung dan kocak.

*** Hati Nurdin cenderung memilih untuk kembali menjadi laki-laki sejati. Bagaimana pun ia tak ingin menjadi Lucinta Lucunya apalagi Mami Offline, influencer transfuan itu. Ihhh...gelay.

Lagian ia masih normal, masih suka wanita. Gak suka pria apalagi banci. Ohhh...nooo.....

Cuma dandanan aja yang pengen dirubah. Ia lelah dikejar-kejar banyak wanita.

"Kayaknya aku harus dekil, deh. Jarang sisiran. Jangan cukuran kumis dan jenggot. Pakai sandal jepit aja. Naik motor butut. Pasti deh gak ada yang rebutan aku. Gak bakal ada nih yang sampe pingsan gara-gara liat aku yang membuat mereka mimisan dan sakau. Apalagi kejang-kejang. Yesss....." Akhirnya Nurdin menemukan solusinya.

Nurdin gak jadi mencoba jilbab yang baru ia beli. Mulai besok, ia akan berubah menjadi Nurdin kembali. Bukan Inur. Hatinya mulai tenang.

Nurdin kaget badai begitu melihat Mbak Kunti udah tiduran di kasur Nurdin. "Aji gileee....."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!