NovelToon NovelToon
Dari Sampah Jadi Dewa: Sistem Daur Ulang Multiverse

Dari Sampah Jadi Dewa: Sistem Daur Ulang Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Bara Pratama hanyalah seorang pemulung yang dihina dan dibuang oleh kekasihnya demi pria kaya. Namun, nasibnya berbalik total saat darah dari luka pukulannya tanpa sengaja mengaktifkan sebuah tungku berkarat yang terhubung dengan Sistem Daur Ulang Multiverse. Melalui sistem ini, Bara bisa memproses rongsokan tidak berharga menjadi pil kultivasi, material langka, dan barang pusaka bernilai tinggi dari dimensi Sekte Harmoni. Berbekal kekuatan dan kekayaan baru yang terus mengalir dari tumpukan sampah, Bara siap menghancurkan kesombongan orang-orang yang dulu menginjaknya dan memulai hidup baru sebagai sosok yang tidak bisa diremehkan oleh siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Suara decitan ban mobil yang mengerem mendadak terdengar sangat nyaring dari arah pelataran lobi hotel.

Deretan petugas kepolisian berseragam lengkap langsung menyerbu masuk ke dalam ballroom dengan langkah tegap.

Brak!

Pintu utama ballroom terbuka lebar dan membuat seluruh tamu undangan terdiam kaku seperti patung.

Seorang inspektur polisi berwajah tegas berjalan paling depan dengan memegang sebuah map dokumen di tangannya.

"Jangan ada yang bergerak atau mencoba meninggalkan ruangan ini," perintah inspektur itu dengan suara bariton yang menggema.

Matanya langsung menyapu ke seluruh penjuru ruangan dan berhenti tepat pada sosok Anton dan Aris.

Anton Aristha masih berdiri kaku dengan keringat dingin yang mulai membanjiri dahi dan pelipisnya.

Sedangkan Aris sudah gemetar hebat hingga kedua lututnya nyaris lemas tidak bertulang.

"Tuan Anton Aristha dan saudara Aris, Anda berdua kami tangkap atas tuduhan penggelapan pajak ratusan miliar, penyuapan pejabat, dan perampasan lahan ilegal."

Ucapan inspektur polisi itu bagaikan bom nuklir yang meledak tepat di tengah-tengah acara pesta pelelangan tersebut.

Suara bisik-bisik dan gumaman kaget langsung pecah dari mulut puluhan pengusaha kaya yang hadir di sana.

"B-bukti apa yang kalian punya berani menuduhku seperti itu?!" teriak Anton dengan suara serak mencoba melawan.

"Kalian pasti sudah disuap oleh pesaing bisnisku untuk menjatuhkan nama baik keluargaku malam ini kan?"

Inspektur itu hanya mendengus pelan dan mengangkat map dokumen di tangannya tinggi-tinggi.

"Kami baru saja menerima seluruh dokumen pembukuan ganda dan surat kontrak asli milik Anda dari seorang informan anonim satu jam yang lalu."

"Semua bukti itu sudah diverifikasi keasliannya dan sudah lebih dari cukup untuk menjebloskan seluruh keluarga Anda ke penjara seumur hidup."

Mendengar penjelasan polisi tersebut, napas Anton seketika putus dan dadanya terasa sangat sesak.

Kedua kakinya benar-benar lemas dan pria paruh baya yang terkenal sangat kejam itu akhirnya jatuh berlutut di atas karpet.

Anton kini sadar bahwa ucapan pemuda bernama Bara tadi bukanlah sekadar gertakan kosong belaka.

Bara benar-benar sudah merampas semua dokumen rahasianya dan langsung menggunakannya sebagai senjata penghancur massal malam ini.

"Tidak! Aku tidak mau masuk penjara, aku ini pewaris tunggal keluarga Aristha!" jerit Aris tiba-tiba kehilangan akal sehatnya.

Pria sombong berjas putih itu berbalik badan dan mencoba berlari menerobos kerumunan tamu untuk kabur lewat pintu belakang.

Bugh!

Dua orang polisi dengan sigap langsung menerjang tubuh Aris dan membantingnya dengan keras ke lantai karpet.

"Arghhh! Lepaskan aku anjing!" teriak Aris meronta-ronta sambil menangis tersedu-sedu seperti anak kecil.

Borgol besi yang dingin langsung mengunci kedua pergelangan tangan Aris dengan sangat erat.

Sementara itu dua polisi lainnya juga ikut memborgol kedua tangan Anton yang sudah tidak memberikan perlawanan sama sekali.

Di sudut lain yang tidak jauh dari mereka, Dela berdiri mematung dengan wajah sepucat kertas putih.

Tubuh wanita bergaun biru itu gemetar sangat parah hingga dia harus berpegangan pada pinggiran meja prasmanan.

"Aris ditangkap polisi... lalu bagaimana denganku sekarang?" gumam Dela dengan suara parau yang dipenuhi keputusasaan mutlak.

Dela menoleh dengan panik dan tatapannya langsung bertabrakan dengan sepasang mata tajam milik Bara.

Bara sedang berdiri berdampingan dengan Nadhira sambil tersenyum sangat puas melihat pemandangan menyedihkan di depannya.

Melihat Bara yang tampak begitu berkuasa dan tak tersentuh, Dela langsung berlari mendekati pemuda itu tanpa mempedulikan rasa malunya.

"Bara! Bara tolong aku, aku tidak tahu apa-apa soal kejahatan mereka!" teriak Dela sambil mencoba meraih tangan Bara.

Namun salah satu petugas keamanan hotel dengan cepat menghalangi langkah Dela dan mendorongnya mundur.

"Menjauh dari tamu kehormatan kami Nona," bentak petugas keamanan itu dengan tegas.

"Bara, aku mohon bawa aku pergi dari sini, aku janji akan melakukan apa saja untukmu asalkan kamu mau menerimaku lagi," tangis Dela memohon dengan sangat menyedihkan.

Bara bahkan tidak repot-repot membalas ucapan wanita itu dan hanya membuang muka dengan tatapan jijik.

"Bawa saja wanita gila itu keluar dari gedung ini, suaranya sangat merusak telingaku," perintah Bara pada petugas keamanan tersebut.

Dela akhirnya diseret keluar dari ballroom sambil terus menangis dan meneriakkan nama Bara dengan putus asa.

Wanita materialistis itu kini benar-benar telah kehilangan segalanya, baik pacar yang kaya raya maupun harga dirinya sendiri di depan publik.

Di sisi lain, polisi sudah selesai membacakan hak-hak tersangka dan mulai menggiring Anton serta Aris keluar dari ruangan.

Saat berjalan melewati Bara, Anton tiba-tiba menghentikan langkahnya dan menatap Bara dengan tatapan penuh kebencian.

"Kau menang hari ini anak muda, tapi jangan harap kau bisa tidur nyenyak setelah menghancurkan keluargaku," desis Anton dengan gigi gemeretak.

"Pembunuh bayaran yang aku sewa pasti akan menemukanmu dan menguliti tubuhmu hidup-hidup."

Bara sama sekali tidak terintimidasi dan justru mendekatkan wajahnya sedikit ke arah telinga Anton.

"Aku akan menunggu kedatangan anjing peliharaanmu itu dengan sangat senang hati Tuan Anton," bisik Bara dengan nada sedingin es.

"Sekarang nikmatilah sisa hidupmu memakan makanan basi di balik jeruji besi penjara."

Polisi langsung menarik paksa tubuh Anton dan membawanya keluar dari gedung hotel menuju mobil tahanan.

Suasana di dalam ballroom mendadak menjadi sangat hening setelah kepergian keluarga Aristha dan pihak kepolisian.

Semua pengusaha yang hadir di sana kini menatap ke arah Bara dengan pandangan campuran antara rasa segan dan ketakutan.

Mereka semua bukan orang bodoh, mereka sangat tahu bahwa pemuda asing inilah dalang di balik hancurnya keluarga mafia properti tersebut.

"Kerja bagus Bara, ini adalah pertunjukan pembalasan dendam yang paling memuaskan yang pernah aku lihat," puji Nadhira sambil meremas pelan lengan Bara.

"Ini baru setengah dari kemenangan kita Nadhira, besok pagi kita akan mengambil alih semua pabrik kosmetik mereka yang bangkrut dengan harga murah," balas Bara sambil tersenyum lebar.

Pembawa acara pelelangan akhirnya naik ke atas panggung utama dan berdeham keras untuk memecah keheningan.

"Tuan dan Nyonya, mohon maaf atas sedikit gangguan yang terjadi barusan, mari kita lanjutkan acara pelelangan elit kita malam ini," ucap pembawa acara itu mencoba mencairkan suasana.

Bara dan Nadhira berjalan menuju deretan kursi VIP di barisan paling depan dan duduk berdampingan dengan santai.

Satu per satu barang mewah seperti lukisan langka, vas keramik kuno, dan perhiasan berlian mulai dibawa ke atas panggung untuk dilelang.

Bara menggunakan Kacamata Identifikasi Spiritual miliknya secara diam-diam untuk melihat nilai dari setiap barang tersebut.

Teks informasi putih terus bermunculan di udara, tapi sebagian besar barang itu hanyalah barang antik biasa yang tidak menarik minat Bara.

Hingga akhirnya, sebuah kotak kayu berukir aneh dibawa ke atas meja lelang oleh dua orang asisten.

"Barang selanjutnya ini sangat unik, ini adalah sebuah cincin besi berkarat yang ditemukan di dalam peti mati kuno peninggalan era Majapahit," jelas pembawa acara.

"Menurut para ahli sejarah kami, cincin ini tidak memiliki nilai material karena bukan terbuat dari emas, tapi memiliki nilai sejarah yang lumayan."

"Harga awal kita buka di angka sepuluh juta rupiah saja."

Mendengar penjelasan itu, hampir semua pengusaha di ruangan tersebut kehilangan minat dan tidak ada yang mengangkat papan penawaran.

Mereka semua merasa gengsi kalau harus membeli sebuah besi berkarat dengan harga sepuluh juta.

Namun di saat yang bersamaan, mata Bara justru melebar sempurna melihat deretan informasi putih yang melayang di atas cincin kotor tersebut.

[Nama Benda Cincin Penyimpanan Tata Surya Tingkat Dasar.]

[Kondisi 10 Persen Segel spiritualnya sudah rusak parah karena kehabisan energi di dunia fana.]

[Nilai Estimasi Sebuah artefak ruang dimensi dari Sekte Harmoni yang entah bagaimana bisa terjatuh ke dimensi manusia biasa.]

[Fungsi Memiliki ruang penyimpanan kosong sebesar kamar kecil di dalamnya yang bisa digunakan untuk menyimpan benda mati.]

Jantung Bara berdebar sangat kencang membaca informasi gila dari kacamata penilai miliknya.

Ini bukan sekadar barang rongsokan, ini adalah benda gaib dari dunia kultivasi yang sangat dia butuhkan.

Selama ini dia kebingungan mencari cara aman untuk membawa puluhan butir berlian mentahnya kemana-mana.

Kalau dia berhasil mendapatkan cincin ruang ini, dia bisa menyimpan semua harta dan barang pentingnya di dalam dimensi saku dengan aman.

"Dua puluh juta," ucap Bara dengan suara lantang memecah keheningan.

Semua mata di ruangan itu langsung menoleh ke arah Bara dengan pandangan heran dan penuh tanya.

"Pemuda itu ternyata punya hobi aneh mengoleksi besi berkarat ya," bisik salah seorang pengusaha pada temannya.

Nadhira juga ikut menoleh menatap Bara dengan kening berkerut bingung.

"Bara, buat apa kamu menghamburkan uang untuk membeli cincin kotor seperti itu?" tanya Nadhira berbisik pelan.

"Cincin itu punya nilai rahasia yang jauh lebih berharga dari semua berlian di ruangan ini Nadhira, percayalah padaku," jawab Bara sambil tersenyum misterius.

"Tuan Bara di meja VIP depan menawar dua puluh juta, apa ada yang ingin menawar lebih tinggi?" tanya pembawa acara dengan penuh semangat.

Tentu saja tidak ada satu pun orang bodoh yang mau menawar besi berkarat itu lagi.

Tok! Tok! Tok!

"Dua puluh juta terjual kepada Tuan Bara!" seru pembawa acara sambil mengetukkan palu lelangnya.

Bara tersenyum puas dan menyandarkan tubuhnya kembali ke kursi empuk tersebut.

Acara pelelangan itu masih terus berlanjut hingga larut malam, tapi Bara sudah tidak peduli pada barang lainnya.

Fokus pikirannya saat ini hanya tertuju pada bagaimana cara dia memulihkan energi spiritual dari cincin ruang yang baru saja dia beli.

Kalau di dunia ini ternyata ada artefak gaib yang tersesat dari dunia kultivasi, itu artinya dimensi tempatnya tinggal saat ini tidak sesederhana yang dia kira.

Malam ini menjadi titik balik yang sangat penting dalam kehidupan Bara Pratama.

Dia bukan hanya resmi menghancurkan musuh terbesarnya, tapi dia juga baru saja menemukan petunjuk baru tentang kekuatan sistem yang lebih luas.

Aris dan Anton mungkin akan membusuk di penjara, tapi sisa ancaman dari pembunuh bayaran mereka masih mengintai dalam bayangan.

Bara sudah sangat tidak sabar untuk pulang dan segera menyerap kekuatan dari artefak barunya itu.

Permainan perebutan kekuasaan tahap pertama telah resmi dimenangkan oleh Bara malam ini.

Dan dia siap untuk menyambut tantangan berdarah selanjutnya dengan tangan terbuka dan senyum yang mematikan.

1
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Was pray
pengusaha yg punya produk yg sama jadikan kompetitor bersaing secara sehat dengan kualitas, menang tanpa menjatuhkan lawan, untung tanpa menimbulkan musuh
Was pray
sembuhkan Gideon dan dijadikan anak buah yg setia aja bara dia bisa dijadikan mata mata didunia bawah tanah
kiyoe: heheh tunggu update selanjutnya yaa kak 🤣
total 1 replies
Was pray
emang bisa langsung beroperasi tuh pabrik? kan butuh penyesuaian peralatan dan tenaga ahli? kayak sulap dong ... bim salabim langsung muncul... tuh krim kosmetiknya 🤭🤭🤣
Was pray
betul.... tembak kepala bara dia pasti mati Krn perlindungan kaos oblong yg dipakai hanya melindungi tubuhnya doang
Was pray
ntar Nadhira posisi berubah dari teman jadii pacar, terus dari rekamn bisnis menjadi rekan ranjang nih..... terus Nadhira jad adik iparnya Adit Pratama.... 🤣🤣
Was pray
beli rumah dulu bara, ntar jadi lelucon naik mobil sultan tapi rumah kontrakan... masih mending mobil sewaan tapi rumah idaman
Was pray: biar bisa pamer dan nunjukin ke orang2 Nuh gue kaya.... tapi rumah masih nyewa.... mobil kredit... 🤣🤣
total 5 replies
Was pray
utang nyawa Nadhira pada bara dibayar dengan secangkir kopi, amat sepadan buat bara.... 🤣
Was pray
untung yg kram bukan gigi nya.... 🤣🤣
Was pray
mau main sepakbola dong .. sis....
Was pray
daging panggang mewah. daging pasti daging hewan langka nih ... bisa daging rusa bertanduk gading atau sapi berbulu emas... 🤭🤭
Was pray
yg tadi nya rata seperti kayu sekarang kotak kotak kayak papan catur .... 🤭🤣
Was pray: kwk. ... kwk... kwk.. gak biliard aja... kan lebih menantang.... 🤣🤣
total 4 replies
Was pray
kalau sama dadanya mbak -mbak tebal nih dadanya bara? 🤭🤭
kiyoe: heheh
total 1 replies
Was pray
waduh bahaya nih.... ntar bisa terbang tertiup angin.... dan tersangkut di ranting pohon.... gak bisa turun... kan seringan kapas... 🤭🤭🤭🤣
Was pray
bara ini saudaranya Adit ya Thor? karena sama2 memakai nama pratama
kiyoe: Bara gelap gulita 🤣
total 3 replies
Was pray
moga aja alur cerita per bab nyambung dan sistem gak berubah fungsi kayak sistem peternak dan berkebun berubah arah jadi sistem kultivator
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!