NovelToon NovelToon
Monica'S Magic!

Monica'S Magic!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Akademi Sihir
Popularitas:638
Nilai: 5
Nama Author: Bintang star_nrl22

​Bagi Monica dan kelompoknya, ini bukan sekadar tugas biasa—ini adalah perjuangan untuk mengungkap kebenaran yang tersembunyi.

​Di tengah kepungan musuh dan bayang-bayang naga hitam, mereka terus melangkah maju. Tetapi tidak semua orang bisa pulang. Ketika tabir misteri akhirnya terkuak, darah dan air mata telah tercurah, meninggalkan hanya dua orang yang berdiri di antara puing-puing pengorbanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang star_nrl22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mantra Kuno dan Kekuatan Baru

Kehangatan dari batu Soul Aegis yang meresap ke dalam senjata masing-masing memberikan sensasi luar biasa bagi Tim Vanguard. Kristal safir di ujung tongkat Monica kini berpendar dengan warna emas murni yang teduh, menyebarkan arus energi sejuk yang mengalir lembut di sepanjang pembuluh darahnya.

Langkah kaki mereka membawa mereka keluar dari Labyrinth of Reflection menuju ruangan terdalam di bawah Menara Bayangan. Di sana, Kepala Sekolah Alaric telah menunggu di depan sebuah altar batu yang menopang kitab tebal bersampul kulit naga tua—Kitab Mantra Primordial.

"Kalian telah membuktikan bahwa jiwa kalian tidak bisa digoyahkan oleh ilusi tergelap sekalipun," ujar Alaric dengan tatapan bangga. "Kini saatnya membekali kalian dengan teknik sihir kuno yang hanya bisa diakses oleh para pelindung tertinggi kerajaan."

Alaric melambaikan tangannya, membuat Kitab Primordial terbuka secara otomatis. Lima lembar perkamen emas melayang keluar dan hinggap tepat di depan dada masing-masing anggota.

"Setiap perkamen ini berisi ukiran mantra rahasia yang disesuaikan dengan karakteristik elemen kalian," jelas Alaric.

"Monica, kau akan menguasai Arcana Domain: Celestial Sanctum—sihir wilayah yang sanggup menetralkan segala bentuk Miasma racun dan menyembuhkan luka rekan-rekanmu secara instan di tengah pertempuran."

Monica menerima perkamen emas itu dengan kedua tangannya.

Begitu jarinya menyentuh permukaan perkamen, susunan huruf sihir kuno merayap masuk ke dalam pikirannya, menyatu sempurna dengan ingatan dan naluri bertarungnya.

Di sebelahnya, empat sahabatnya juga mengalami hal serupa:

* Reno mendapatkan Aegis of the Iron Titan, sihir yang mampu mengubah seluruh armor besinya menjadi benteng tak tertembus yang sanggup memantulkan kembali serangan fisik maupun sihir musuh.

* Kazuma menguasai Hellfire Phoenix, manifestasi sihir api tingkat tinggi yang tidak bisa dipadamkan oleh air atau sihir es biasa.

* Elena memperoleh Celestial Arrow: Starfall, tembakan panah beruntun bercahaya murni yang bisa membelah pertahanan udara musuh dari jarak sangat jauh.

* Danis dibekali Shadow Walk: Nullification, kemampuan membaur dengan bayangan secara total sekaligus menghilangkan hawa keberadaan dan sihir pendeteksi musuh.

"Luar biasa..." gumam Kazuma, menatap telapak tangannya yang kini memercikkan kobaran api keemasan tanpa membakar kain jubahnya sedikit pun.

"Dengan kekuatan ini, naga hitam itu tidak akan bisa menekan kita lagi," seru Reno seraya menepuk perisai besinya yang kini terukir garis-garis emas berkilau.

Monica merapikan kuncir kuda rambut hitamnya, lalu menggenggam tongkat safirnya erat-erat. Ia merasakan bagaimana kapasitas mana dan penguasaan tekniknya melonjak drastis dibandingkan saat pertarungan di gerbang Lembah Kelam. Tidak ada lagi rasa gentar dalam dadanya.

"Jangan cepat berpuas diri," panggil Alaric memperingatkan, meski senyum lega mengembang di wajah tuanya.

"Kalian harus melatih dan menyempurnakan penggunaan mantra-mantra ini selama beberapa minggu ke depan di ruang latihan khusus. Waktu kita semakin tipis."

"Mengerti, Kepala Sekolah!" sahut kelima anggota Tim Vanguard secara serempak.

Selama seminggu penuh, aula bawah tanah itu bergemuruh oleh suara benturan sihir dan latihan taktik yang intens. Monica memimpin teman-temannya menggabungkan teknik-teknik baru tersebut ke dalam formasi tempur yang jauh lebih dinamis dan mematikan.

Mereka berlatih hingga mandi keringat, mengasah reflek, dan memperkuat stamina tanpa kenal lelah.

Mereka sadar, setiap tetes keringat yang jatuh dalam latihan ini adalah harga yang harus dibayar demi memastikan tidak ada satu pun dari mereka yang tumbang saat ancaman Ordo Umbra benar-benar mengetuk pintu kerajaan.

1
Al Dede
INI NOVEL MAKIN DI UP MAKIN GACORRRR
Al Dede
novel ini srru bsnget mencrtkn tentsng anak yang pantanv menyerah+akademi sihir,sihir dia terkuat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!