NovelToon NovelToon
TAI CHU : KITAB TAKDIR

TAI CHU : KITAB TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Spectree Je

Saat semua pendekar berkumpul untuk berebut kekuasaan, seorang anak gembala datang membawa akhir dari dunia mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Spectree Je, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5 - KEPUNGAN ISTANA DAN TOPENG YANG RETAK

Kalimat emas di langit — TUJUH TAHUN LAGI, MURID MENENTUKAN LANGIT — masih menggantung, cahayanya memantul di wajah ratusan pendekar yang terdiam.

Janji 7 Tahun telah terucap. Disaksikan oleh langit Huashan. Disaksikan oleh Pengemis Utara Hong Wei Jun, oleh Pemilik Pulau Bunga Persik Huang Yuchen yang masih berdiri di atas ranting bambu sambil memainkan suling, oleh Racun Barat Ouyang Lie dengan peti kelabangnya, oleh Ketua Quanzhen Qiu Mingyu, oleh Murid Kaisar Selatan Duan Zhen, oleh 7 Bintang Jiangnan, dan oleh tiga bocah aneh: Mu Chen dengan Kitab Tai Chu, Yang Lie dengan 9 Yang di dalam tubuhnya, dan Shi Potian 16 tahun dengan karung 108 Batu Hati Danau di punggungnya.

Seharusnya, setelah janji sebesar itu, semua orang akan turun gunung dengan hormat. Membawa murid masing-masing untuk berlatih 7 tahun.

Tapi Wulin tidak pernah sesederhana itu. Terutama jika ada Istana yang terlibat.

"Bagus! Janji 7 Tahun! Sungguh janji yang sangat indah! Seperti cerita dalam roman!"

Suara tepuk tangan yang keras, dibuat-buat, dan penuh dengan racun yang lebih licik dari racun Ouyang Lie, memecah keheningan.

Pangeran Zhuo Long dari Beijing.

Sejak tadi ia diam setelah labu arak Hong Wei Jun mengenai dahinya. Dahinya masih merah. Senyum ramahnya sudah hilang, digantikan dengan senyum dingin yang membuat bahkan Jenderal Xiao Lie dari Xiangyang bergeser menjauh.

Pangeran Zhuo Long berdiri, jubah biru tua bordir naga emasnya berkibar. Di belakangnya, Tie Mian Yu, Pengawal Imperial dengan topeng besi setengah dan Da Dao patah, sudah berdiri lagi, meski darah masih menetes dari sudut bibirnya.

"Sayang sekali," kata Pangeran Zhuo Long sambil mengibaskan lengan jubahnya, "Istana tidak suka menunggu 7 tahun. Istana suka segala sesuatu diselesaikan hari ini, jam ini, menit ini."

Ia mengangkat tangannya tinggi-tinggi ke langit, dan dari balik kabut di empat penjuru tebing Huashan, terdengar suara genderang perang.

DUNG! DUNG! DUNG!

Dari bawah tebing, dari jalan setapak yang tadi dilewati Yang Lie, dari hutan pinus, dari balik batu-batu besar, muncul pasukan.

Bukan pendekar. Pasukan sungguhan. Ratusan prajurit berbaju zirah hitam milik Istana Beijing, memegang tombak panjang dan busur panah yang sudah ditarik penuh. Panah-panah itu bukan panah biasa, ujungnya berkilau hijau — Panah Beracun Tang Men yang dibeli Istana dengan harga mahal.

Dalam sekejap, seluruh Puncak Teratai Emas yang seluas tiga lapangan padi itu terkepung rapat. Ratusan anak panah beracun mengarah ke tengah arena, ke arah Mu Chen, ke arah Hong Wei Jun, ke arah semua legenda.

"APA-APAAN INI?!" Linghu Feng, tuan rumah Huashan, menghunus pedangnya. Wajahnya merah padam. "Pangeran Zhuo Long! Ini adalah Pertemuan Besar Wulin! Bukan urusan Istana! Kau membawa pasukan ke Huashan, kau melanggar perjanjian 100 tahun antara Wulin dan Istana!"

Pangeran Zhuo Long tertawa. "Perjanjian? Perjanjian itu dibuat oleh Kaisar yang sudah mati. Aku adalah Pangeran yang akan menjadi Kaisar berikutnya. Dan seorang Kaisar tidak berjanji pada pengemis, pemain suling, dan pembuat racun."

Ia menunjuk Mu Chen.

"Kitab Tai Chu Hun Yuan Jing adalah kitab terlarang milik Istana. 300 tahun lalu dicuri oleh pengkhianat dari perpustakaan Istana. Hari ini harus kembali ke Istana! Siapa yang menghalangi, akan dianggap sebagai pemberontak! Bunuh tanpa ampun!"

Licik. Sangat licik. Dengan satu kalimat, ia mengubah perebutan Wulin menjadi pemberontakan terhadap negara.

Beberapa perguruan kecil yang dekat dengan Istana langsung mundur, menjauh dari Mu Chen. Bahkan Master Jing Yue dari Emei mengerutkan kening, pedang kembarnya ia turunkan setengah inci.

Hong Wei Jun, Pengemis Utara, tertawa marah. 18 naga emasnya kembali mengaum, lebih keras dari sebelumnya.

"Anak ingusan Beijing! Kau pikir pasukan dengan panah mainan ini bisa menakuti Pengemis Utara?! Aku Hong Wei Jun, sudah makan garam lebih banyak dari..."

"Ketua Hong, hati-hati!"

Teriakan itu datang dari dua arah bersamaan.

Dari tribun Shaolin dan Wudang.

Dua sosok muda melesat ke tengah arena, berdiri di depan Hong Wei Jun dan Mu Chen, membelakangi pasukan Istana.

Yang satu jubah saffron, kepala plontos dengan 6 titik luka bakaran, usia 18 tahun, wajahnya bulat dan jujur, memegang tongkat pendek. Hui Chen, murid inti termuda Kuil Shaolin, murid langsung Bhiksu Jueyuan. Tenaga dalamnya adalah Jiu Yang versi Shaolin yang belum sempurna, tapi sudah membuat tongkatnya mengeluarkan uap panas.

Yang satunya lagi jubah putih-biru Tao, rambut disanggul, usia 19 tahun, wajahnya dingin seperti pedang, memegang pedang tipis Taiji. Ling Feng, murid inti termuda Gunung Wudang, murid langsung Zhang Lingyun. Pedangnya bergetar, menciptakan lingkaran Taiji kecil di ujungnya.

Dua murid termuda dari dua tempat paling suci di Wulin.

"Kuil Shaolin tidak akan membiarkan Istana membantai Wulin di Huashan!" teriak Hui Chen, suaranya menggelegar dengan tenaga Singa Mengaum Shaolin.

"Gunung Wudang juga!" sahut Ling Feng, pedangnya berputar.

Bhiksu Jueyuan dan Zhang Lingyun saling pandang. Mereka tidak memerintahkan ini. Tapi murid-murid mereka sudah bergerak atas nama hati nurani.

Li Qingzhou dari 7 Bintang Jiangnan membuka kipasnya, tersenyum licik. "Wah, kalau Shaolin dan Wudang sudah ikut, Jiangnan tidak bisa diam saja." Tujuh Bintang Jiangnan langsung melompat, berdiri melingkar di sekeliling Mu Chen, Yang Lie, dan Shi Potian.

Huang Yuchen di atas ranting bambu memainkan satu nada tinggi pada sulingnya. Nada itu membuat 20 pemanah di tebing barat langsung pingsan, telinga mereka berdarah.

"Banyak sekali nyamuk hari ini," katanya pelan.

Pangeran Zhuo Long wajahnya membiru karena marah. "Bunuh! Bunuh mereka semua! Lepaskan panah!"

Ratusan anak panah beracun melesat ke tengah arena. Langit menjadi hitam oleh panah.

Mu Chen memejamkan mata. Ia memeluk kitab emasnya. Ia tahu ia akan mati.

Tapi panah-panah itu tidak pernah sampai.

Karena di tengah arena, pria bertopeng perunggu dengan pedang kayu hitam — guru Yang Lie — akhirnya bergerak.

Selama ini ia hanya diam, menonton, seperti tidak peduli. Tapi saat panah-panah itu melesat, ia menghela napas panjang.

"Anak-anak Istana zaman sekarang... tidak pernah belajar sejarah."

Ia mengangkat pedang kayu hitamnya. Pedang kayu yang terlihat seperti kayu bakar.

Ia tidak menebas. Ia hanya mengayunkan pelan, dari kiri ke kanan, seperti seorang guru kaligrafi yang sedang menyapu debu dari kertas.

Wuuuusss...

Tidak ada cahaya. Tidak ada naga. Tidak ada bunga persik.

Hanya angin.

Tapi angin dari ayunan kayu itu membuat ratusan anak panah beracun yang sedang melesat di udara... berhenti. Benar-benar berhenti di tengah udara, seolah-olah waktu berhenti. Lalu, perlahan-lahan, semua anak panah itu berbalik arah, 180 derajat, dan kini mengarah kembali ke pasukan Istana yang melepaskannya.

Pangeran Zhuo Long wajahnya pucat. "Tidak... tidak mungkin... Qian Kun Da Nuo Yi? Jurus Pemindah Langit dan Bumi? Itu... itu sudah hilang!"

Pria bertopeng itu tidak menjawab. Ia hanya mengayunkan pedang kayu hitamnya sekali lagi, ke bawah.

Syuuuuu!

Ratusan anak panah itu jatuh ke tanah, tepat di depan kaki pasukan Istana, menancap sedalam satu kaki. Tidak ada satu pun yang melukai manusia. Tapi semua prajurit langsung menjatuhkan senjata mereka dan berlutut ketakutan. Celana beberapa prajurit basah.

Hening yang lebih mencekam dari sebelumnya.

Hong Wei Jun, Pengemis Utara, menatap pedang kayu hitam itu, lalu menatap topeng perunggu itu, matanya membelalak. Tangannya yang memegang tongkat pemukul anjing gemetar.

"Pedang Kayu Hitam... Topeng Perunggu retak di mata kiri... Jurus Pemindah Langit dan Bumi yang bahkan bisa memindahkan niat membunuh..."

Qiu Mingyu, Ketua Quanzhen, juga gemetar, kitab Tao di tangannya jatuh ke tanah.

"Tidak... 15 tahun lalu di Lembah Pedang... kau... kau jatuh ke jurang bersama 10 Tetua Sekte Iblis... semua orang melihat..."

Pria bertopeng itu menatap mereka, lalu perlahan-lahan, ia mengangkat tangannya dan membuka topeng perunggu itu.

Topeng itu terlepas.

Dan di bawahnya, adalah wajah seorang pria berusia sekitar 30 tahun. Wajahnya tampan, tapi pucat, dengan bekas luka pedang tipis yang melintang dari pelipis kiri sampai dagu. Matanya... matanya lelah. Sangat lelah, seperti sudah melihat terlalu banyak kematian.

Rambutnya setengah putih, padahal usianya baru 30 tahun.

Yang Lie, muridnya, adalah yang pertama berteriak, dengan bangga.

"Guru! Akhirnya Guru mau buka topeng!"

Pangeran Zhuo Long yang melihat wajah itu, kakinya langsung lemas dan jatuh terduduk.

"Kau... kau... kau adalah... Yang Mulia Pangeran Mahkota yang hilang 15 tahun lalu! Pangeran Zhuo Fan! Kakak kandungku!"

Semua orang terkejut. Hong Wei Jun, Huang Yuchen, Ouyang Lie, semua legenda yang hadir, semua menatap wajah itu.

Pria bertopeng itu — yang ternyata adalah Zhuo Fan, Pangeran Mahkota Beijing yang 15 tahun lalu dinyatakan mati terbunuh oleh Sekte Iblis saat ia berusia 15 tahun, kakak kandung dari Pangeran Zhuo Long yang licik — tersenyum pahit. Senyum yang lebih menyedihkan daripada tangisan.

"Adikku... 15 tahun tidak bertemu, kau sudah menjadi pangeran yang suka mengepung Huashan dengan pasukan? Ibu kita pasti bangga."

Ia lalu menatap Mu Chen, Yang Lie, Shi Potian, Hui Chen dari Shaolin, Ling Feng dari Wudang, dan 7 Bintang Jiangnan.

"Anak-anak, janji 7 Tahun tadi... aku yang akan menjadi saksinya. Bukan sebagai guru Yang Lie. Tapi sebagai..."

Ia menatap langit yang terbelah, lalu menatap kitab emas Tai Chu di pelukan Mu Chen.

"...sebagai orang yang dulu juga pernah ingin merebut kitab itu dan hampir menghancurkan Wulin. Aku akan memastikan, 7 tahun lagi, tidak ada lagi yang mati sia-sia karena kitab sialan ini."

Ia memasang kembali topeng perunggunya yang retak, mengangkat pedang kayu hitamnya, dan menunjuk ke arah Pangeran Zhuo Long yang masih terduduk lemas.

"Sekarang, bawa pasukanmu turun dari Huashan. Atau aku akan mengajarkanmu, apa itu arti sebenarnya dari kata Keluarga."

Dan di belakang Zhuo Fan, Yang Lie dengan 9 Yang-nya, Mu Chen dengan Tai Chu-nya, Shi Potian dengan 108 batunya, Hui Chen, Ling Feng, dan 7 Bintang Jiangnan, semua berdiri bersama untuk pertama kalinya.

Aliansi Murid. Janji 7 Tahun. Dan rahasia Pangeran Mahkota yang hilang.

Pertemuan Besar Wulin tahun ini, benar-benar telah melenceng jauh dari rencana awal.

1
Dhewa Iblis
Next....
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuuutt...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuuttt...
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjjuuuttt....
Dhewa Iblis
Nice...
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjjuuuttt....
Dhewa Iblis
Nice...
Dhewa Iblis
Laaaaannnjjuuttt..
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuutt...
Dhewa Iblis
Nice....
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuutt...
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Next....
Dhewa Iblis
Nice....
Dhewa Iblis
Maaaannnttaapp..
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuutt...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!