Dominic Kazarov.
Seorang pria tampan, dingin, dan berbahaya. Pemimpin kelompok mafia paling ditakuti, sekaligus pemilik perusahaan raksasa DK Company. Semua orang mengenalnya sebagai monster yang tak memiliki belas kasihan.
Namun semuanya berubah setelah pertemuan keduanya dengan seorang gadis muda yang pernah menolongnya saat ia terluka.
Awalnya hanya rasa penasaran. Lalu berubah menjadi ketertarikan. Hingga perlahan menjelma menjadi obsesi yang memabukkan.
Dominic tidak hanya menginginkan gadis itu berada di sisinya.
Ia menginginkan senyumnya, waktunya, hidupnya... bahkan kebebasannya. Dominic memilih cara yang paling kejam untuk mendapatkannya. Sebuah ancaman berdarah ia berikan dengan melukai salah satu teman gadis itu, memaksa sang gadis untuk menyerahkan dirinya kepada pria yang tak ia kenal.
terjebak dalam dunia mafia yang gelap dan berbahaya, sang gadis harus memilih.
Melawan pria yang terobsesi padanya atau menyerah pada cinta seorang monster kejam itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiandra_Reinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kecantikan alami nayara
Dominic menatapnya sekilas, namun belum sempat mengatakan apa pun.
Grrkk…
Suara pelan dari perut nayara tiba-tiba terdengar jelas di tengah ruangan yang hening.
Seketika wajah nayara membeku.
Rasa malu langsung menyeruak memenuhi wajahnya. Ia segera menundukkan kepalanya. Sejak pagi sebelum berangkat sekolah ia hanya sempat memakan sepotong roti dan segelas susu, lalu belum makan apapun lagi sampai sekarang.
Nayara mengepalkan jemarinya pelan di atas paha, berharap pria itu tidak membahas suara memalukan barusan. Namun suasana justru terasa semakin canggung ketika Dominic menekan earpiece di telinganya.
"Victor, perintahkan pelayan untuk menyiapkan makanan terbaik!. Aku akan turun sebentar lagi dan...suruh pelayan membawa pakaian untuk wanitaku sekarang" Setelah mengatakan itu ia melepaskan earpiece tersebut.
Nayara merasa heran, pria ini bahkan sudah menyiapkan pakaian untuknya.
"Kita akan turun,tapi sebelum itu kau harus mengganti pakaianmu, aku benci aroma pria lain yang tercampur di bajumu, itu membuatku ingin merobek pakaianmu"
"Kau... dasar pria mesum"
Tok! Tok!
Terdengar suara ketukan di balik pintu.
"Tuan, saya membawakan pakaian nona! "
Dominic berdiri dan meletakkan tubuh nayara di kursi kerjanya, lalu berjalan menuju pintu mengambil pakaian yang telah dibawa pelayan.
Nayara merasa sangat nyaman duduk di kursi ini, sangat empuk dan membuatnya ingin tidur saja, ia memainkan kursi itu kekanan dan kekiri sambil tertawa kecil.
Dominic yang melihat tingkah naya hanya tersenyum , bukankah tadi wanitanya ini saat pertama kali datang dalam keadaan marah,lalu sekarang ia bahkan terlihat senang hanya karena sebuah kursi.
"Apa kau menyukainya?"
Dominic berjalan mendekat,mengunci tubuh nayara hingga terjebak diantara kursi,ekspresi nayara langsung berubah cemberut.
"Tidak! Aku tidak menyukainya"
"Benarkah?... Kupikir kau sangat menyukainya tadi, jika kau ingin kau bisa memilikinya atau kau ingin yang lebih bagus dari ini,asal kau menjadi wanita yang penurut. kau bisa mendapatkan apapun yang kau inginkan?"
Dominic mengelus pipi kanan nayara.
"Dengar tuan batu Aku bukan wanita murahan, aku sama sekali tidak tertarik dengan semua kekayaanmu"
Dominic tertawa cukup keras mendengar ucapan kyna.
"Menarik.. sangat menarik,aku memang tidak salah memilihmu untuk menjadi wanitaku, tapi dengarkan aku sayang,walau kau menolak seribu kali pun kau tetaplah milikku, sekarang ganti pakaianmu setelah itu kita turun, bukankah kau sudah sangat lapar? suara perutmu bahkan terdengar lebih nyaring dari suara mulutmu"
Nayara berdecak kesal.
Berhubung Ia memang sangat lapar, ia terpaksa mengambil pakaian tersebut dari tangan Dominic. Tapi pria itu malah mengikuti langkahnya yang baru jalan beberapa langkah.
"Tunggu...kenapa kau mengikutiku,jangan bilang kau ingin melihatku berganti pakaian, cihhh dasar mesum"
Dominic berdiri dengan melipat kedua tangannya,salah satu alisnya terangkat.
"Aku hanya ingin menunjukkan dimana ruang gantinya,kau tidak ingin berganti pakaian disini, di hadapanku kan?atau...kau memang ingin memperlihatkan tubuhmu padaku"
Salah satu sudut bibir Dominic terangkat menciptakan senyum mengerikan.
"Cihhh.... Pikiranku itu masih bersih dan suci ya, lagian aku masih punya harga diri jadi tidak mungkin bagiku untuk bertel*njang di hadapan pria, aku hanya akan melakukannya kelak di hadapan suamiku nanti, kau mengerti tuan."
"Maka menikahlah denganku"
Nayara terkejut dengan apa yang diucapkan Dominic.
"Kenapa kau bisa berbicara semudah itu, kita bahkan baru bertemu dua kali tuan, dua kali kali... Kenapa kau bisa seyakin ini untuk menjadikan ku istrimu, lagi pula aku masih bersekolah dan aku hanya akan menikah dengan pria yang aku cintai kelak"
Setelah mengatakan itu nayara bergegas melangkah,lalu berhenti sejenak dan berbalik.
"Dimana ruang gantinya? cepat beritahu aku!"
Dominic berjalan melewatinya menuju salah satu sudut dinding,menekan tombol kecil yang tersembunyi dibalik gucci.seketika dinding itu berputar dan menampilkan sebuah ruangan besar yang tersembunyi dibalik dinding tadi, naya ragu untuk masuk.
"Ada apa? Bukankah tadi kau ingin cepat berganti pakaian?"
"Aku ragu, jika aku masuk apa kau akan mengurungku disana? "
Dominic tertawa keras, entah mengapa dia bisa semudah itu tertawa mendengar ucapan naya, ini sudah kesekian kalinya ia tertawa, selama ini ia bahkan jarang tertawa atau mungkin nyaris tidak pernah tertawa.
"Jika aku mau, aku tidak akan mengurungmu disana, tapi di kamarku"
"Cih...dasar menyebalkan"
Naya berjalan cepat masuk kedalam walk-in closet, setelah lima menit ia keluar, ia mengenakan dress midi wrap dengan motif watercolor floral dengan bahan silk crepe, nayara merasa tidak nyaman mengenakannya bukan karena bahannya hanya saja ia tidak terbiasa menggunakan pakaian seperti ini, selama ini ia hanya menggunakan celana jeans, kaos dan hoodie itupun yang ia miliki lebih banyak berwarna hitam.
Dominic terpukau melihat wanitanya mengenakan pakaian tersebut, ia memang sudah menyiapkan banyak pakaian untuk naya beberapa hari yang lalu,karena ia yakin gadis itu akan datang kemari walau harus dengan cara mengancam gadis tersebut.