NovelToon NovelToon
Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Semua orang menganggap Gunung Sumber Abadi hanyalah tempat wisata gagal yang dikutuk, tetapi bagi Rizky Santoso, warisan yang dibuang oleh seluruh keluarganya ini adalah awal dari segalanya. Tepat saat ia menerima beban hutang dan kawasan wisata yang hancur itu, sebuah sistem misterius bangkit dan memberinya kekuatan untuk mengubah gunung tandus menjadi destinasi kelas dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Matahari mulai condong ke barat menyinari kawasan Gunung Sumber Abadi dengan warna jingga.

Siska duduk di kursi kayu sebelah loket karcis sambil tersenyum menatap layar ponselnya.

"Bos, pengikut akun sosial media kita naik pesat dalam tiga jam terakhir," lapor Siska dengan nada antusias.

"Banyak orang dari kota tetangga yang berencana datang akhir pekan ini."

Rizky mengangguk puas sambil menghitung lembaran uang di tangannya.

Total ada sekitar dua puluh pengunjung yang datang secara bertahap sejak siang tadi.

"Ini awal yang sangat bagus untuk hari pertama," ucap Rizky sambil menyimpan uang tersebut ke dalam laci meja.

Namun, senyum di wajah Rizky perlahan memudar saat dia melihat ke arah jalan menurun yang sepi.

Seharusnya ada rombongan ibu-ibu PKK desa sebelah yang tiba jam segini.

Mereka sudah menelepon Siska untuk memesan tiket masuk beberapa jam yang lalu namun belum juga terlihat batang hidungnya.

Tiba-tiba, seorang pemuda tanggung berlari menanjak dengan napas tersengal-sengal.

Tap tap tap.

Pemuda itu adalah salah satu remaja SMA yang tadi pagi masuk ke dalam kawasan wisata.

"Bang Rizky, gawat Bang!" teriak remaja itu sambil memegangi lututnya karena kelelahan.

"Ada apa Dek, coba atur napasmu dulu," kata Rizky sambil menyodorkan sebotol air mineral.

Remaja itu meminum airnya dengan rakus lalu menunjuk ke arah bawah bukit.

"Jalan utamanya diblokir pakai pohon tumbang Bang," lapor remaja itu dengan wajah panik.

"Ada sepuluh preman bawa golok menahan mobil ibu-ibu dan pengunjung lain di pertigaan."

Rizky langsung menggebrak meja loket dengan keras.

Brak.

"Brengsek, Juragan Darma benar-benar tidak mau belajar dari kesalahan rupanya," geram Rizky.

Siska ikut berdiri dengan raut wajah cemas karena ini adalah hari pertamanya bekerja.

"Bos, apa kita harus lapor polisi sekarang?" tanya Siska khawatir.

"Kantor polisi jaraknya sangat jauh dari sini, mereka bisa melukai pengunjung sebelum polisi datang," jawab Rizky dengan nada dingin.

"Kamu diam di sini jaga loket, biar aku yang turun tangan membereskan hama desa itu."

Tanpa menunggu balasan Siska, Rizky langsung berlari kencang menuruni jalanan berbatu tersebut.

Jarak dari gerbang wisata ke pertigaan jalan utama hanya sekitar lima ratus meter ke bawah.

Dalam waktu kurang dari lima menit, Rizky sudah bisa melihat kerumunan orang di bawah sana.

Dua batang pohon mahoni raksasa melintang menutupi seluruh ruas jalan aspal sempit itu.

Di balik pohon itu, sebuah mobil pikap yang mengangkut rombongan ibu-ibu tampak berhenti paksa.

Beberapa sepeda motor pengunjung lain juga tertahan dan tidak berani maju satu meter pun.

"Turun kalian semua atau kami hancurkan kaca mobil ini!" teriak Bagas sambil mengayunkan goloknya ke udara.

Anak buah Bagas tertawa terbahak-bahak melihat para pengunjung yang ketakutan di dalam kendaraan mereka.

"Kalian pikir bisa bersenang-senang di gunung sialan ini hah?" bentak Bagas dengan arogan.

"Putar balik sekarang juga, jalan ini ditutup selamanya atas perintah Juragan Darma!"

Para pengunjung hanya bisa diam gemetar tanpa ada satu pun yang berani melawan gerombolan bersenjata tersebut.

Rizky mempercepat langkah kakinya sambil memanggil antarmuka sistem di dalam pikirannya.

"Sistem, aku butuh kekuatan fisik yang luar biasa sekarang juga," perintah Rizky.

"Tampilkan item pertarungan atau kekuatan yang bisa kubeli dengan seratus sepuluh poin milikku."

Ding!

[Menampilkan Rekomendasi Item Tempur Jangka Pendek]

[Sarung Tangan Beruang Hitam Harga 100 Poin.]

[Deskripsi Memberikan kekuatan fisik setara dengan beruang dewasa kepada kedua tangan Host selama tiga puluh menit.]

[Efek Tambahan Host tidak akan merasakan rasa sakit pada area lengan saat membentur benda keras jenis apa pun.]

"Beli itu sekarang dan langsung pakaikan ke tanganku!" perintah Rizky tanpa ragu sedikit pun.

[Transaksi berhasil dilakukan.]

[Saldo Poin Wisata Host tersisa 10 Poin.]

Seketika, aliran panas yang sangat dahsyat mengalir dari dada Rizky menuju ke kedua lengannya.

Otot-otot lengannya menegang dan terasa sangat padat seolah siap untuk menghancurkan batu karang.

Sebuah bayangan sarung tangan transparan berwarna hitam pekat membungkus kedua telapak tangannya sesaat sebelum memudar menyatu dengan kulit.

"Hei preman botak!" teriak Rizky dengan suara lantang yang menggema di pertigaan jalan.

Semua orang yang ada di sana langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.

Bagas menyipitkan matanya dan tersenyum licik saat melihat Rizky berjalan mendekat seorang diri.

"Oh, lihat siapa yang datang, sang pahlawan kesiangan kita," ejek Bagas sambil meludah ke tanah.

Cuih.

"Kamu pikir kamu bisa memakai trik angin kencangmu lagi di tempat terbuka seperti ini?"

Kesembilan anak buah Bagas langsung maju dan mengepung Rizky dari berbagai sisi.

Mereka semua memegang balok kayu dan pipa besi dengan wajah yang sangat beringas.

Para pengunjung yang tertahan berteriak histeris meminta Rizky untuk lari menyelamatkan diri saja.

"Nak, lari saja, jangan buang nyawamu demi kami!" teriak salah seorang ibu dari atas mobil pikap.

Rizky sama sekali tidak memperdulikan peringatan itu dan terus melangkah maju dengan tenang.

Dia berhenti tepat di depan batang pohon mahoni raksasa yang menghalangi jalan.

"Kalian menebang pohon yang bahkan tidak bersalah hanya untuk menakuti ibu-ibu?" tanya Rizky dengan nada merendahkan.

"Itu peringatan untukmu, anak sombong," jawab Bagas sambil mengarahkan ujung tajam goloknya ke hidung Rizky.

"Sekarang berlutut dan serahkan sertifikat tanah itu, atau kami akan membuatmu cacat permanen."

Rizky tertawa dingin mendengar ancaman kosong tersebut.

Dia menunduk dan mencengkeram kulit tebal batang pohon mahoni raksasa itu dengan kedua tangannya.

Pohon itu berdiameter hampir satu meter dan biasanya membutuhkan tenaga puluhan orang dewasa hanya untuk memindahkannya.

Bagas dan anak buahnya mengernyitkan dahi melihat tingkah aneh pemuda tersebut.

"Kamu mau memindahkan pohon itu sendirian?" ejek Bagas sambil tertawa kencang.

"Dasar orang gila, berat pohon itu lebih dari satu ton!"

Namun tawa Bagas terhenti seketika saat terdengar suara kayu berderak keras.

Krak.

Rizky menarik napas dalam-dalam dan mengerahkan seluruh kekuatan dari Sarung Tangan Beruang Hitam di urat-urat nadinya.

Hyaaa.

Dengan satu hentakan luar biasa kuat, batang pohon raksasa itu terangkat sepenuhnya dari atas aspal.

Mata semua orang yang ada di sana melotot seakan mau keluar dari tempatnya.

"Mustahil, bagaimana manusia biasa bisa sekuat itu!" teriak salah satu preman sambil menjatuhkan pipa besinya karena lemas.

Rizky tidak membuang waktu dan langsung mengayunkan batang pohon raksasa itu ke arah kerumunan preman.

Wushhh.

Brak.

Tiga orang anak buah Bagas tersapu telak oleh hantaman batang pohon tersebut dan terlempar ke pinggir parit jalan.

Rizky kemudian melempar batang pohon itu ke pinggir jurang dangkal hingga jalan aspal kembali terbuka lebar.

Debu tebal mengepul di udara membuat suasana sore itu menjadi sangat mencekam.

Bagas menelan ludahnya dengan susah payah, kakinya bergetar hebat melihat kekuatan monster di hadapannya.

"Sihir apa lagi yang kamu pakai anak setan!" teriak Bagas dengan suara panik.

"Serang dia bersama-sama sekarang, dia hanya sendirian!"

Enam preman yang tersisa mengumpulkan sisa keberanian mereka dan menerjang maju secara serentak.

Namun kecepatan dan insting Rizky saat ini berada jauh di atas rata-rata kemampuan petarung biasa.

Bugh. Bugh.

Rizky meninju wajah dua preman pertama dengan sangat cepat hingga mereka pingsan seketika di tempat.

Kekuatan beruang itu membuat pukulannya terasa seperti hantaman palu godam baja.

Preman ketiga mencoba memukul punggung Rizky dari arah belakang menggunakan balok kayu.

Tak.

Balok kayu itu patah menjadi dua bagian saat menghantam lengan Rizky yang sedang menangkis tanpa merasakan sakit sama sekali.

Rizky berbalik dan mencengkeram kerah baju preman itu hanya dengan menggunakan satu tangan.

Wush.

Preman malang itu dilempar melayang ke udara dan jatuh menimpa dua temannya yang lain hingga bergelimpangan di tanah.

Hanya dalam waktu kurang dari satu menit, kesembilan anak buah Bagas sudah terkapar mengerang kesakitan.

Kini hanya tersisa Bagas yang berdiri mematung dengan golok yang terus bergetar hebat di tangannya.

Rizky berjalan perlahan mendekati preman plontos itu dengan tatapan membunuh yang sangat dingin.

"Aku sudah bilang, aku tidak suka mengulangi peringatanku dua kali," ucap Rizky dengan suara berat.

Bagas mundur selangkah demi selangkah hingga punggungnya menabrak moncong mobil pikap pengunjung.

"Tunggu, ampun, aku cuma disuruh oleh Juragan Darma!" mohon Bagas sambil melepaskan goloknya ke tanah.

Klang.

"Aku tahu," jawab Rizky sambil mengangkat Bagas tinggi-tinggi menggunakan satu tangan pada lehernya.

Bagas meronta-ronta di udara karena kakinya tidak lagi memijak aspal dan kesulitan untuk bernapas.

"Sampaikan pesan ini kepada majikan anjingmu itu," bisik Rizky tepat di telinga Bagas.

"Jika dia berani mengganggu tempat wisata ini lagi, aku sendiri yang akan merobohkan rumah mewahnya sampai rata dengan tanah."

Rizky melemparkan tubuh besar Bagas ke arah semak-semak duri di pinggir jalan raya.

Bruk.

Bagas menjerit kesakitan karena tertusuk puluhan duri tajam, namun dia langsung merangkak bangun karena ketakutan.

Preman itu lari tunggang langgang menuruni bukit tanpa berani menoleh lagi ke belakang.

Dia bahkan tega meninggalkan anak buahnya yang masih merintih kesakitan terkapar di pinggir jalan.

Para pengunjung yang tadinya ketakutan kini mulai bersorak gembira melihat aksi heroik pemuda tersebut.

Prok prok prok.

Suara tepuk tangan menggema di pertigaan jalan yang kini sudah benar-benar bersih dari blokade mafia desa.

"Luar biasa, Mas ini sakti sekali!" puji supir mobil pikap sambil mengacungkan dua jempol tangannya tinggi-tinggi.

Rizky tersenyum ramah dan menutupi lengannya yang masih menegang dengan menarik ujung lengan kausnya.

"Maaf atas ketidaknyamanan ini Bapak Ibu semua," ucap Rizky dengan nada sopan seperti tidak terjadi apa-apa.

"Jalan sudah kembali aman, silakan lanjutkan perjalanan menuju loket karcis di atas."

Rombongan kendaraan itu mulai menyalakan mesin mereka kembali dengan perasaan lega dan antusiasme yang melonjak dua kali lipat.

Ding!

[Pemberitahuan Sistem!]

[Tindakan heroik Host dalam melindungi pelanggan telah disaksikan secara langsung oleh banyak orang.]

[Karisma Host meningkat drastis.]

[Kepuasan pengunjung rombongan awal ini dijamin mencapai titik maksimal saat mereka melihat atraksi nanti.]

Rizky tersenyum tipis melihat notifikasi sistem yang muncul tepat di waktu yang pas.

Sambil berjalan kembali menanjak menuju gerbang wisatanya, Rizky mulai menyusun rencana bisnis berikutnya.

Dia tahu bahwa memamerkan kekuatan fisik saja tidak akan cukup untuk menghadapi kelicikan Juragan Darma dalam jangka panjang.

Dia butuh lebih banyak poin, lebih banyak pengunjung, dan atraksi kelas menengah baru untuk memperkuat pengaruhnya hingga ke kancah yang lebih luas.

"Bersiaplah Juragan, permainan kita baru saja melewati babak pemanasan," batin Rizky sambil menatap tajam ke arah ufuk yang mulai menggelap.

1
Eka Yudha
Bagus sih meskipun fiksi tapi ceritanya hidup
Rifqy Channel
kak nissa segera update ini gue suka pokoknya sampe 100 Bab pun gak apa-apa karena suka bangett
Nissa Safira: terima kasih kak atas dukungannya🙏
total 1 replies
Rifqy Channel
i like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!