NovelToon NovelToon
Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:22.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Astirai

“Kita sudah sama-sama tahu kan, pernikahan ini keinginan orang tua kita, jadi kamu jangan terlalu banyak berharap pada diriku. Asal kamu tahu, dengan pernikahan ini, kebahagiaanku sudah terrenggut. Jangan kuatir, aku tidak akan meminta hak ku sebagai seorang suami. Sampai saatnya nanti tiba, aku akan tetap memperjuangkan kebahagiaanku.”

“Kamu tahu... gara-gara pernikahan ini, semua rencanaku berantakan, termasuk tinggal di rumah ini bersama istri pilihanku. Rumah ini sudah aku persiapkan untuk dia...”


Karena kalimat itulah, seorang gadis yatim piatu bernama Karina menjalani kehidupan yang penuh liku-liku dengan sorang anak laki-laki yang merindukan sosok ayahnya.
Sementara saat Karina akan belajar membuka hatinya pada sosok laki-laki yang sangat menyayangi anaknya, datang seorang gadis yang sedang hamil anak laki-laki itu.
Masih adakah bahagia yang dapat dia raih? Apa jawaban yang harus diberikan pada anaknya?


Ikuti terus ceritanya ya. Dukung dg vote, like & komen biar smangat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astirai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

Memulai meniti karier

Kehidupan terus berjalan. Karina sangat menikmati pekerjaan di kantornya yang sesuai dengan passionnya. Dia bisa mengembangkan ide-idenya, bahkan Karina sering dilibatkan dalam proyek-proyek besar yang ditangani Abinaya Grup. Ide dan karya-karyanya sangat diacungi jempol oleh teman-teman bahkan atasannya maupun

rekan kerjasama Abinaya Grup. Tidak jarang Karina ditunjuk sebagai team leader untuk pekerjaan-pekerjaan arsitektur dan desain interior. Ini yang menyebabkan Karina menjadi cukup terkenal di kantornya sebagai wanita cantik yang cerdas dan ramah, sehingga banyak disukai orang, namun sangat tertutup. Tetapi Karina tetap menjaga diri dan membatasi hubungannya dengan laki-laki, selain urusan pekerjaan.

“Mbak Karin traktir maksi dong…. Kan proyeknya sukses….” Kata Sari, salah satu temannya yang sering menjadi anggota tim Karina.

“Boleh…. ayuk…..” Jawab Karina. Itulah salah satu yang disukai dari Karina oleh teman-temannya, orangnya royal, tidak pelit pada teman-temannya, bahkan mereka tahunya Karina berasal dari keluarga kaya tetapi hidupnya sederhana. Tidak ada seorangpun temannya yang tahu latar belakang kehidupannya.

“Hai… coy…. siapa yang mau ditraktir nih, mumpung ada bu boss yang baik hati..” Kata Sari sedikit keras di tengah-tengah ruangan, sehingga semua mendengar.

“Asyiiiiik….. boleh milih kan mbak…?” Tanya Anto yang memang hoby makan.

“Eh…. elu…. Kalau urusan makan aja, pasti paling kenceng!!!” Jawab Sari sambal cemberut.

“Jangan cemberut dong sayang…. entar abang cium nih….” Balas Anto.

“Sini kalau loe berani….. Gue kepret loe….!!!”

Karina hanya tersenyum mendengar keributan teman-temannya, yang menjadi hiburan tersendiri.

“Ini berdua suka banget ribut ya, kayak kucing sama tikus. Jangan-jangan kalian jodoh nih…” Karina berkomentar.

“Dihhh….. amit-amit mbak.., jodoh ma curut…..!!!” Sahut Sari masih dengan wajah cemberut.

“Awas loe….. entar bener-bener naksir gue ya….!!!”

“Preeetttt……!!!” Sari meleletkan lidahnya.

“Sudah-sudah….. jadi makan nggak nih, kok malah ribut…?”

“Tauk nih….. gara-gara si curut. Jadi dong mbak. Mau makan keluar atau delivery aja?”

“Delivery aja ya…. Soalnya tadi pak Kristo manggil….”

“Oke dech….. “Jawab Sari semangat.

Di ruangan pak Kristo.

“Karin… besok kamu berangkat ke Makkasar ya, ada masalah dengan proyek kita di sana…”

“Besok pak….?” Tanya Karina dengan heran, meskipun ini bukan yang pertama dia harus pergi ke luar kota untuk urusan proyek, tapi kali ini mendadak.

“Iya…. Ada yang urgent di sana, dan hanya kamu yang bisa nanganin. Kamu bisa kan…?”

“Baik pak…..”

“Oke kalau kamu siap. Dokumen minta di Anto, kamu pelajari dulu. Besok kamu juga pergi sama Anto. Kamu bisa pulang duluan untuk siap-siap.”

“Baik pak…. Saya permisi dulu untuk menyiapkan semuanya. Siang pak.” Kata Karina sambil berdiri.

“Oke… kamu hati-hati ya…. Jaga kesehatan….” Pesan pak Kristo sebelum Karina meninggalkan ruangan. Pak Kristo memang sangat perhatian dengan stafnya, bahkan dengan Karina sudah seperti nak sendiri, begitu juga dengan istrinya yang juga sudah mengenal dekat dengan Karina.

“Makasih pak…. Saya permisi…”

*****

“Sam….. besok mami pergi ke luar kota ya….. “ Kata Karina pada Sam setelah selesai makan malam.

“Kemana mami…?” Tanya Sam.

“Mami ke Makkasar…”

“Jauh kah mami…..?” Tanya Sam dengan mata bulatnya, yang membuat Karina gemas untuk mencium anaknya.

“Sangat jauh sayang… Mami harus naik pesawat. Sam sama mbak Sumi tidur di rumah oma lagi ya…?”

Memang setiap Karina pergi ke luar kota, Sam dan mbak Sumi tidur di rumah mami. Itu permintaan mami, karena mami juga tidak tega kalau Sam hanya berdua dengan Sumi di rumah.

“How long mami…?”

“Three or four days… okey boy….?”

“It`s okey mami…”

Terasa ada yang menyentak di hati Karina setiap kali dia berpamitan dengan anaknya untuk pergi ke luar kota. Tetapi itu sudah pilihan hidup Karina yang tidak perlu disesali. Karina memang bertekad untuk bekerja keras demi masa depan Sam, dan Sam tidak pernah protes. Dia sepertinya sangat paham dengan kesibukan maminya, bahkan kondisi ini yang membuat Sam makin mandiri, tidak manja dan bertanggungjawab.

Siang itu Rossa sengaja menjemput Sam di sekolahnya dan akan mengajak makan di sebuah mall, sekalian membeli mainan, seperti yang sudah dijanjikaan tadi malam. Dengan ceria, Sam berlari kearah Rossa saat dilihatnya mami Ocha sudah berdiri di dekat gerbang sekolah.

“Mami Ochaaa…..!!!” Sam merentangkan tangannya minta dipeluk Rossa, kemudian mencium pipi Rossa.

“Anak mami nggak nakal kan tadi…..?” Tanya Rossa sambal menggendong Sam menuju mobilnya.

“No mami….” Jawab Sam sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Good boy….” Rossa mencubit pipi Sam yang gembul.

“Sam… kamu mau makan apa…?” Tanya Rossa, setelah mereka sampai di sebuah mall.

“Eeemmm…. Chicken boleh mami….?” Tanya Sam dengan tatapan penuh harap.

“Lets go boy…!!”

Setelah menyelesaikan makan siangnya, Rossa mengajak Sam menuju ke toko mainan yang cukup besar dan lengkap. Sam terlihat sangat gembira berada di toko mainan itu. Berjalan kesana kemari melihat-lihat mainan yang akan dipilihnya, sedangkan Rossa hanya duduk di sofa yang tersedia sambil memperhatikan Sam, membiarkan

Sam yang memilih sendiri mainan yang diinginkan.

Rupanya semua tingkah laku Sam yang menggemaskan itu dari tadi tidak pernah lepas dari tatapan sepasang mata milik seorang ibu. Dengan hati yang berdebar-debar, ibu itu tidak pernah melepaskan pandangan matanya pada sosok bocah kecil yang ganteng dan lucu, yang dari tadi mondar mandir memilih mainannya sendiri.

1
Endah Ing
ya ampun Chris masih kepikiran jadi pebinor? apa kabar dgn karismamu, yg katanya tdk mampu ditolak kaum hawa? malu-maluin tau
Endah Ing
makanya jgn suka cari tau berlebih, bisa stroke ringan, migrain berkepanjangan nnt Chris /Facepalm/
Endah Ing
tersisa setelah dicampakkan selingkuhanmu. itu bukan rasa yg masih tersisa tapi rasa yg kamu oker-oker
SisAzalea
karya bagus
Amarantha Chitoz
sedihhhh/Sob//Sob//Sob/
Amarantha Chitoz
makasiiiihhhh
Amarantha Chitoz
ayo gassss
Amarantha Chitoz
ayooooo
Amarantha Chitoz
lanjuuutttt
Amarantha Chitoz
lanjuuuttt
Amarantha Chitoz
lanjuuuttttt
Amarantha Chitoz
legaaaaaw
Amarantha Chitoz
bahagia & sehat selalu
Amarantha Chitoz
selamat el
Amarantha Chitoz
ayo smangat....
Amarantha Chitoz
sehat trs ya
Amarantha Chitoz
haaaaaa......
Amarantha Chitoz
dasar ellllll......
Amarantha Chitoz
sabarrrrr....
Amarantha Chitoz
asyiiiikkkk... el junior
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!