NovelToon NovelToon
Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Status: tamat
Genre:Menikah dengan Musuhku / Live/Variety Show / Showbiz / Nikah Kontrak / Model / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Satu skandal, dua musuh bebuyutan, dan 24 jam kamera yang menyala.
Sienna Rose, seorang supermodel papan atas, mendadak dihujat publik dan dituduh menjadi simpanan sugar daddy. Di waktu yang sama, Declan Bryer, aktor internasional berwajah sedingin es, tersandung skandal orientasi seksual. Demi menyelamatkan karier bernilai jutaan dolar, manajemen mereka memaksa keduanya bergabung dalam reality show pernikahan palsu, We Got Married.
Publik mengira mereka pasangan serasi yang romantis. Namun di balik layar, saat kamera mati, mereka adalah musuh bebuyutan masa kecil yang saling membenci! Sanggupkah Sienna menahan diri untuk tidak mencakar Declan di depan kamera? Dan apa yang terjadi saat masa lalu yang belum usai serta rahasia besar keluarga mereka perlahan mulai terkelupas di tengah sandiwara ini?
"Kurangin manjanya di depan kamera. Geli gue dengernya." — Declan Bryer.
"Pikir gue sudi?! Lo itu cuma kanebo kering, Declan!" — Sienna Rose.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: Kartu As di Tangan dan Peringatan dari Kegelapan

​"Gak usah sok pasang badan di depan pintu kamar cewek gue kalau lo gak mau jas mahal lo itu robek kayak kemeja gue."

​Suara Declan meninggi satu oktav, memecah ketegangan di koridor rumah sakit yang sunyi. Langkah kakinya maju satu kali, membuat jaraknya dengan kepala tim berjas hitam itu hanya tersisa beberapa sentimeter. Aura arogan seorang aktor papan atas berbenturan langsung dengan hawa membunuh dari pria-pria terlatih di depannya.

​Pria berjas hitam itu sama sekali tidak berkedip. "Tuan Bryer, saya ulangi sekali lagi. Kami di sini untuk menjalankan perintah Ketua. Keberadaan Anda di dalam kamar Nona Sienna saat ini sudah tidak diperlukan lagi."

​"Gue suaminya di depan publik, sialan! Lo pikir stasiun televisi bakal diam aja kalau ngeliat segerombolan orang asing ngusir gue dari kamar istri kontrak gue sendiri?!" gertak Declan, rahangnya mengeras sempurna dengan tatapan mata yang siap menerkam.

​"Suami kontrak, Tuan Bryer. Jangan lupakan kata 'kontrak' itu," timpal pria berjas hitam itu dengan nada suara yang sangat datar namun sangat menusuk. "Ketua kami tahu persis lembar demi lembar isi surat perjanjian yang Anda tanda tangani bersama agensi. Jadi, jangan bertingkah seolah Anda benar-benar memiliki hak atas nyawa Nona Sienna."

​Declan mengepalkan tangannya kuat-kuat di dalam saku celananya yang robek. Fakta bahwa organisasi ini mengetahui detail kontrak rahasia WGM membuatnya sadar bahwa kekuasaan papa kandung Sienna benar-benar berada di level yang berbeda.

​"Declan! Declan, stop! Jangan bikin keributan di sini!"

​Suara langkah kaki yang tergesa-gesa memutus konfrontasi panas itu. Rian datang setengah berlari dari arah lift, wajahnya tampak pucat dan penuh keringat setelah mengamati situasi koridor yang mendadak dipenuhi oleh pria-pria tegap bersetelan jas hitam.

​Declan menoleh dengan tatapan ketus. "Rian, suruh orang-orang gak jelas ini pergi dari sini sebelum gue panggil tim sekuriti rumah sakit."

​"Jangan gila lo, Dec! Mereka ini bukan orang yang bisa lo usir pake sekuriti biasa!" bisik Rian panik, menarik lengan kemeja Declan yang robek agar menjauh beberapa langkah dari para penjaga tersebut. "Gue baru dapet telepon dari direktur agensi kita. Dia bilang, siapa pun yang berdiri di depan kamar Sienna malam ini... jangan pernah diganggu kalau lo masih sayang sama karier lo dan nyawa lo!"

​Declan mendengus sinis, melirik dingin ke arah lambang naga perak di kerah jas pria-pria itu. "Gue gak peduli sama karier gue kalau keselamatan Sienna taruhannya, yan."

​"Tapi kondisinya udah aman, Declan! Sienna cuma pingsan karena syok dan flu! Dokter udah bilang gitu, kan?!" Rian meremas pundak Declan, mencoba mengembalikan kesarasan artis utamanya itu. "Sekarang, mending lo ikut gue sebentar ke sudut lorong. Ada hal yang jauh lebih penting yang harus lo lihat daripada berantem sama tembok berjalan itu."

​Declan mengembuskan napas pendek penuh rasa frustrasi. Dia melirik sekali lagi ke arah pintu kaca kamar Sienna yang tertutup rapat sebelum akhirnya berbalik mengikuti langkah Rian. "Ada apa lagi? Kalau ini soal Edrick, gue gak punya waktu buat dengerin keluhan dia."

​Begitu mereka sampai di sudut lorong yang sepi di dekat tangga darurat, Rian langsung menyodorkan layar ponselnya tepat di depan wajah Declan. "Lihat ini dulu. Jangan banyak tanya."

​Declan menyipitkan matanya, memperhatikan video yang mulai berputar di layar ponsel tersebut. Suara konfrontasi antara Edrick dan Maura beberapa menit lalu terdengar sangat jelas dari pengeras suara ponsel Rian.

​"Oh, jadi lo peduli? Iya! Gue yang dorong cewek sialan itu! Kenapa? Lo mau ngelaporin gue ke polisi?!" suara Maura di dalam rekaman terdengar sangat histeris.

​"Kalau sampai terjadi sesuatu yang parah sama Sienna, gue sendiri yang bakal seret lo ke penjara, Maura!" balas Edrick di dalam rekaman dengan nada penuh kemurkaan.

​Declan terdiam membeku selama beberapa detik setelah video itu berakhir. Tatapan matanya yang semula dipenuhi amarah mendadak berubah menjadi sangat dingin, tajam, dan memancarkan kilat kemenangan yang kejam. "Lo dapet rekaman ini dari mana, yan?"

​"Gue tadi gak sengaja lewat koridor belakang pas mau ambil obat Sienna, terus gue denger si Edrick lagi ngelabrak Maura di sudut ruangan," jelas Rian dengan senyuman miring yang puas. "Gue langsung rekam semuanya tanpa sisa. Ini kartu as kita, Declan. Dengan rekaman pengakuan murni dari mulut Maura ini, kita bisa hancurin reputasi dia dan bikin Edrick bertekuk lutut dalam semalam."

​Declan mengambil alih ponsel Rian, menatap file video itu dengan rahang yang kembali mengeras. "Jangan disebarkan ke media dulu, yan."

​"Loh? Kenapa, Dec? Ini kan kesempatan emas buat bersihin nama Sienna dan bikin penonton tahu kalau istri lo itu cuma korban!" protes Rian tidak mengerti.

​"Kalau kita sebarin sekarang, Edrick bakal langsung pakai pengacara keluarganya buat nyelametin Maura atau minimal bikin skenario pembelaan baru," jawab Declan dengan nada suara yang sangat tenang namun penuh taktik yang matis. "Simpan rekaman ini dengan baik. Gue bakal pakai video ini sebagai umpan buat mancing Edrick keluar dan bikin dia hancur pake tangannya sendiri di episode wawancara penutup besok pagi."

​Rian menatap Declan dengan pandangan kagum sekaligus sedikit ngeri melihat sisi manipulatif Declan yang mulai keluar demi melindungi Sienna. "Oke, gue turutin rencana lo. Terus sekarang lo mau ngapain? Orang-orang berjas hitam di depan kamar Sienna gak bakal ngebiarin lo masuk."

​Declan mengembalikan ponsel itu ke tangan Rian, lalu merapikan robekan di kemejanya dengan gerakan santai. "Gue gak perlu masuk lewat pintu depan kalau gue bisa nunggu sampai mereka lengah. Lo pulang aja ke hotel, yan. Istirahat. Biar gue yang jaga di sini."

​"Tapi baju lo berantakan banget gitu, Dec. Badan lo juga penuh goresan pohon dari jurang tadi siang," ucap Rian cemas, menatap kondisi fisik Declan yang tampak cukup memprihatinkan setelah aksi penyelamatan ganda di bukit.

​"Gue bilang pulang ya pulang, yan. Jangan banyak bantah," ketus Declan, kembali ke mode jaim dan dinginnya yang mutlak.

​Setelah Rian berjalan pergi meninggalkan koridor, Declan kembali melangkah perlahan menuju ke arah kamar rawat Sienna. Dia tidak mendekati para penjaga berjas hitam itu lagi, melainkan duduk di atas kursi tunggu besi yang terletak agak jauh di sudut koridor, melipat kedua tangannya di depan dada sambil terus mengawasi pintu kamar Sienna dari balik bayangan lampu rumah sakit yang temaram.

​Malam semakin larut, hawa dingin lorong rumah sakit mulai menusuk kulitnya yang terluka, namun fokus mata tajam Declan tidak sekalipun goyah. Di dalam hatinya, sebuah janji besar telah tertanam dalam: tidak akan ada satu orang pun, baik itu Edrick maupun organisasi mafia milik papa Sienna, yang bisa merebut cewek itu lagi dari sisinya.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Baca marathon akhirnya End juga... 👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Oowhh bukan Satria Toh pelaku utamanya.. padahal sudah nuduh Dia tad tapi ternyata Asisten dan Agensi lain.i.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Feeling Aku sih pelakunya si Satria, apa lagi tadi terlambat masuk pas yang lain sudah ngumpul dan semua petunjuk mengarah ke dia karna sejak awal dia ga suka denganDeclan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Thor kenapa panggilan Declan sama Siena masih pake Lo Gue... padahal kan udah nikah, di kirain bakal di ganti Aku Kamu lebih mending enak di denger halus.🙏

Atau sekalian saja pake sebutan Sayang, Honey biar lebih romantis.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Siena protes mulu perasaan, sekali² bales lah Dec biar Dia ga ngerasa di cintai dan di posesifin terus sama kamu makanya ga tau rasanya Cemburu.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Coba bales aja Dec kamu deketin perempuan lain dengan ngobrol boasa di depan Siena, tar lihat gimana reaksinya bakal tetep cuek apa cemburu... biar Dia ngerasain juga kalau cemburu rasanya gimana.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
terus apa kabar dengan kedua musuh Siena Declan... niihh, ga kedengeran si Edrick dan si Maura kemana plus gimana kehidupannya.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm... Good para Orang Tua gercep.👍👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lah Bapaknya Siena Ketua mafia tapi kenapa bisa kecolongan hanya karna seorang Maura yang ga punya kekuatan apa²... emang yang ngasih info Siena jatuh ke jurang cuma liatin aja tah tapi ga gercep instingnya sebagai pengawas bayangan.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Iya sih, Harab Maklum karna pengawal bayangan juga manusia ada lengahnya.🤭🤭
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nah gitu kek jujur awal mula masalah kalian jadi sedikit lebih ringan kan jadinya dengan hubungan kalian... teruuusss sekarang ga harus Akting yerlalu di buat² lagi karna bisa dengan natural aja pasti lebih bisa buat ngalahin tuh si Edrick dengan Maura.
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Mudah²an komflik di dalam ceritanya ga berat² alnya Aku suka males kalau ujung² musuh yang lebih bahagia dan bikin esmosii.🤣✌️🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Awas saja tar kena Aku seruduk lho Thor kalau kepalaku sudah berasap.🤣🤣🤣
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau kamu takut Siena terluka lagi harusnya kasih tau biar bisa nyari jalan keluar dan hadepin bareng² atau siaga Declan beda lagi kalau dia ga tau malah masalahnya lebih ruwet... Dan Siena kalau kamu mau masuk dalam kehidupan Declan dan ngerasa perlu atau bersedia buat jadi pendengarnya harus usahakan cara bicaramu pada tempatnya dulu bukan dengan marah² dan ketus karna yanga ada Declan ga bakal buka suara sedang kamu saja ga bisa ambil kepercayaannya dengan sikapmu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Iiiihhh autor sampe soal pribadi di ajuin juga, depan umum lagi banyak yang liat.🫣

Perlu sapu ga Thor buat bantu bersihinnya biar ga Ngeres kemana².😁✌️
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hah... Siena padahal.kamu sendiri yang duluan sok²an jual mahal semua di sangkut pautin dengan Akting dan giliran di balas ketus sama Declan malah ngerasa jadi korban karna terluka sama jawabannya... hadeuuhh makanya kalau jangan sok jual, gaya mahal seolah ga butuh bantuan dia dan nuduh buruk mending diem saja.

Komunikasikan juga sama Declan tentang kesalahan mu dulu kalau memang kamu salah jangan gengsi di gedein.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Sanfok dengan kata HANCUNG itu suara bersih atau apa Thor.🤔

karna biasanya yang Aku sering denger dan lumrah bunyinya HATCIIHHH.🤭✌️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Oowwhh .. untung Aku ga sampe salfok sama dengan HANGC*T... Thor ya Ampuunn.🤣🤣🤣✌️🫣
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Wkwkwkk Kenapa ga di komunikasikan biar jelas kesalah pahaman dulu mungkin bisa terbuka dan ga bikin kalian menjauh lagi dengan batasan.🤭🤭

Tapi ngomong² siapa nih Edrick.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jangan marah² mulu Dec tar darah tinggi kan repot... harusnya di sayang² kek.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lah kalau cinta ngapain di tutupin pake benci segala... mending di ungkapin aja Declan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Iya jadi pengen di getok biar Tunjukin aja langsung tanpa harus sembunyiin lagi.😁😁
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
baru Mampir bab awal sudah berantem... moga² mah ga bikin darting, Maaf Thor bercanda.😁✌️
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Ayusha
herman, perasaan gada romantis2 nya /Sleep/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!