NovelToon NovelToon
Istri Yang Kau Sia-Siakan

Istri Yang Kau Sia-Siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Nikahmuda
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Alesha rela mengorbankan impian dan kebahagiannya demi rumah tangga yang ia perjuangkan sepenuh hati dan menerima hinaan dan cacian oleh keluarga suaminya.
Namun semua pengorbanannya berakhir sia-sia ketika ia mengetahui suaminya berselingkuh dan mengaku belum menikah.
Memilih pergi adalah langkah paling menyakitkan yang pernah ia ambil. Tetapi tanpa disadari, keputusan itu justru membawanya pada kehidupan baru yang lebih baik.
Alesha mulai bangkit. Ia ingin membuktikan bahwa keputusannya meninggalkan masa lalu adalah pilihan yang tepat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuduhan

"Kapan kamu hamil?"

Deg.

Pertanyaan itu membuat Alesha terdiam di tempat.

Ia menatap Selena sesaat, lalu memaksakan senyum tipis di wajahnya.

"Belum dikasih rezeki, Tante."

Selena tersenyum sinis.

"Belum rezeki atau memang kamu mandul?"

Alesha menatap Selena dengan tatapan tidak percaya.

Bisa-bisanya wanita itu mengatakan hal tersebut dengan begitu mudah.

Padahal ia baru menikah dua tahun. Hubungannya dengan Aldo juga tidak pernah baik-baik. Lalu bagaimana caranya ia bisa hamil jika kehidupan rumah tangganya sendiri jauh dari kata baik-baik saja?

Alesha menelan ludah. Matanya mulai terasa panas.

"Aku... sudah berusaha, Tante," ucap Alesha lirih.

"Berusaha?" Selena mengangkat alisnya. "Kalau berusaha tapi hasilnya nol, berarti ada yang salah."

Ucapan itu membuat dada Alesha terasa sesak.

Alesha perlahan menundukkan kepalanya. Jemarinya saling menggenggam erat untuk menahan gemetar.

Helena yang sejak tadi diam akhirnya ikut menyahut. Suaranya terdengar ringan, tetapi setiap katanya terasa menusuk.

"Anaknya Bu Rita baru dua bulan nikah, sudah hamil," ucapnya sambil menatap Alesha. "Sedangkan kamu yang sudah menikah tiga tahun, belum ada tanda-tanda hamil."

Alesha menggigit bibirnya, menahan napas yang mulai terasa sesak.

"Bu... Alesha juga sudah berusaha, tapi Allah belum mengizinkan Alesha untuk punya anak."

Selena berdecak pelan.

"Alah, kondisi kamu saja nggak sehat. Di keluarga saya semuanya sehat, termasuk Aldo. Mungkin benar apa yang saya bilang, kamu itu mandul."

"Tante..."

Suara Alesha terdengar lirih dan bergetar.

"Apa, hah? Benar kan yang saya bilang?"

Alesha menatap Selena dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

"Tante, jangan bilang seperti itu..."

"Kenapa? Sakit hati?" Selena menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Kalau memang tidak mandul, buktinya mana?"

Deg.

Napas Alesha terasa berat.

Helena ikut mengangguk pelan.

"Apa yang kakak saya bilang itu benar. Kami cuma ingin segera punya cucu."

"Bu, punya anak itu bukan sesuatu yang bisa dipaksa..." suara Alesha mulai bergetar.

"Tapi sampai kapan?" potong Helena. "Ibu juga capek ditanya terus tetangga."

Alesha menundukkan kepalanya.

Air mata yang sedari tadi ditahan akhirnya jatuh satu per satu.

Melihat itu, Selena justru memutar bola matanya malas.

"Baru ditanya sedikit saja sudah nangis."

"Aku nggak menangis karena ditanya..." lirih Alesha.

"Lalu karena apa?" tanya Selena sinis.

Alesha menggigit bibir bawahnya.

Ia ingin menjelaskan.

Ingin mengatakan bahwa pernikahannya tidak pernah berjalan seperti pernikahan normal.

Bahwa Aldo selalu menjauh darinya.

Bahwa mereka hampir tidak pernah menghabiskan waktu bersama sebagai suami istri.

Namun kata-kata itu tertahan di tenggorokannya.

Ia tidak mungkin membuka aib rumah tangganya di depan mereka.

"Sudahlah," ucap Helena sambil melambaikan tangan. "Daripada menangis, lebih baik berdoa yang banyak. Siapa tahu masih ada harapan."

Selena terkekeh kecil.

"Kalau memang masih ada harapan."

Ucapan itu kembali menusuk hati Alesha.

Ia perlahan mundur.

"Permisi, Bu... Tante..."

Tanpa menunggu jawaban, Alesha berbalik dan berjalan menuju kamarnya.

Sementara dari ruang tamu, suara obrolan Helena dan Selena kembali terdengar seolah tidak terjadi apa-apa.

Alesha kembali masuk ke kamarnya seorang diri.

Alesha menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur.

Begitu pintu kamar tertutup, air mata yang sejak tadi ditahannya langsung jatuh.

Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Napasnya terasa berat.

Hari demi hari selalu sama.

Difitnah.

Dihina.

Disalahkan.

Dan sekarang bahkan dianggap mandul oleh keluarga suaminya.

"Kenapa hidupku jadi seperti ini..." lirihnya sambil menangis.

Dadanya terasa sesak.

Rasanya masalah datang bertubi-tubi tanpa henti.

Alesha memejamkan mata, membiarkan air matanya terus mengalir.

Beberapa saat kemudian, ponselnya yang tergeletak di samping bantal tiba-tiba berdering.

Alesha mengusap air matanya cepat saat melihat nama yang muncul di layar.

Luna.

Dengan suara serak, ia menerima panggilan itu.

"Halo, Lun..."

"Sha, gimana keadaan kamu?" tanya Luna penuh khawatir.

"Aku baik-baik saja kok."

Luna terdiam sesaat.

"Kamu habis nangis ya?"

Alesha langsung menggigit bibirnya.

"Nggak kok."

"Jangan bohong sama aku, Sha."

"Aku benar-benar nggak apa-apa."

Luna menghela napas panjang.

Ia sudah terlalu lama mengenal Alesha.

Bahkan tanpa melihat wajahnya pun, Luna tahu sahabatnya sedang menangis.

"Terus suara kamu kenapa?"

"Aku cuma capek saja."

Alesha buru-buru mengalihkan pembicaraan.

"Kamu sendiri gimana? Bukannya lagi kerja?"

Luna tahu Alesha sengaja menghindari pertanyaannya.

Namun ia memilih tidak memaksa.

"Aku justru mau kasih kabar baik buat kamu."

Alesha mengernyit.

"Kabar baik?"

"Iya."

Nada suara Luna terdengar lebih semangat.

"Tadi aku ketemu sepupuku. Dia lagi cari orang buat jadi tukang antar kue."

Mata Alesha langsung membesar.

"Serius, Lun?"

"Iya, serius."

Mata Alesha langsung berbinar.

"Kalau memang bisa, aku mau," ucap Alesha dengan sedikit antusias.

Namun senyum itu perlahan memudar.

"Tapi, Lun... aku nggak punya motor."

Ia teringat motor impiannya yang sampai sekarang belum bisa dibeli karena tabungannya terus diambil.

Namun Luna langsung menyela.

"Tenang saja. Motor aku yang lama baru selesai diservis kemarin. Kamu pakai dulu aja, Sha."

"Jangan, Lun. Aku nggak mau merepotkan kamu."

Luna mendecak pelan.

"Sha, motor itu jarang aku pakai. Daripada menganggur di rumah, lebih baik kamu pakai buat kerja. Dan satu hal yang harus kamu tahu, kamu nggak merepotkan aku sama sekali."

Hidung Alesha terasa perih.

"Lun..."

"Nggak usah nangis lagi."

Suara Luna terdengar lembut.

"Yang penting sekarang kamu punya pekerjaan dulu."

Senyum tipis akhirnya muncul di wajah Alesha.

"Terima kasih, Lun."

"Makanya semangat lagi."

Alesha mengangguk meski Luna tidak bisa melihatnya.

"Semangat."

Untuk pertama kalinya sejak beberapa hari terakhir, beban di dadanya terasa sedikit berkurang.

1
Ma Em
Leon sdh menemukan gadis teman masa kecilnya semoga benar Alesha reman masa kecil Leon dan berjodoh Alesha dgn Leon , Aldo sdh menikah dgn wanita pilihan nya apakah benar anak yg dikandung Risa adalah anaknya Aldo .
Hatnah Batulicin
peran Alesha org nya terlalu lemah dan letoy 😝😝😝
Nona Jmn: Sabar
total 1 replies
Hatnah Batulicin
terlalu bnyk KTA "hah"disetiap dialog nya
Anonim: awokawok emang lawak awokawok blok
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjut Thor bikin cerita yg bikin tensi naik🤣🤣🤣🤣🤣
ayoookkkk semangat
semangat
💪💪💪💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
yookkk gelud yookkk Mak, sini biar saya smackdown

😤😤😤😤😤😤😤😤😤kuweseeellleee rekkk...
dome🌬️🌀🌀🌀
haduuhhhhh... Jagan lembek laahhh kau wahai wanita. sudah dihina diremehkan ga dihargai sekarang disakiti secara verbal dan fisik apalagi yg kau harapkan dari si biyawak suamimu. gila digampar masih bisa ngarep dibela. digampar yaa neng digampar.. udah kayak ga ada harga diri lagi lu. ngapain masih ngarep laki percaya sama kamu
dome🌬️🌀🌀🌀
eehhhhhh.... Mak lampir, itu bukan tanggung jawab mantumu yaa buat nafkahi kluarga kalian. setres kan kalian. coba brobat dl sapa tau gila.
yg Suai siapa tapi yg dituntut nafkahi siapa. kan gendeng yaaa.. ga DA kewajibannya mantu atau istri menafkahi keluarga nya apa lagi menafkahi kluarga suami.😄😄😄
ibu ini lupa minum obat inii pastii makanya rada kumat 🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
kenapaaa,, kok berasa dunia mu yg runtuh Alesha dipecat. ga ada sumber pendapatan yaa yg bisa kau ambil dari Alesha lagi. makin lah kluarga suaminya semakin merendahkan Alesha... cereeeee ajaaaaaa laahhh Gedeg udah akuuuhhh😄😄😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
ihhhhh.... jengkelnya. kalau sudah tau tak dihargai dirumah yg kau anggap kluarga lebih baik pisaaahhhhhj... tinggalkan kluarga yg ga bisa menghargai mu itu Alesha. sudah dinafkahi seadanya banyak dituntut ini itu ga dihargai. parahnya udah kayak babu luar negri aja.
mending sekalian beneran kerja jadi babu luar negri makan gratis tinggal gratis digaji besar. sama aja kan kayak kau tinggal dirumah kluarga suami mu, macam babu. bedanya babu luar negri digaji🤣🤣🤣🤣
lahhh ini sudah lah dihina dijelekkan dibabuin ga dihargai, dinafkahi ala kadarnya saja. boro boro mau beli berlian segunung🤣🤣🤣🤣
lanjut lahhhhhh
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjuuutttt lah.. gaskeuunnnn🤗💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
haduhhhh,,,, baru awal bab dan baru paragraf pertama baca sudah membuat aku punya darah tinggi dadakan😤😤😤

Thor kira kira kalau buat cerita, LG anteng2 baca sudah dibuat darah tinggi thorrrrrrr teganya dikau pada daku. 🤣🤣🤣🤣
coba Thor masukin aku kedalam novel mau aku geprek itu mertua dan ipar laknatnyaaa... sudah ga dinafkahi kok masih mau aja punya suami modelan gitu....
astaghfirullah
astaghfirullah
astaghfirullah
sabarrrr sabarrr... orang sabar rejekinya lebaaarrrrrrrrrrrr😁
Ma Em
Semoga Alesha sukses setelah berpisah dgn Aldo , Aldo pasti menyesal karena sdh menyia nyiakan istri sebaik dan sesabar seperti Alesha , semoga Alesha jadi orang yg sukses dan semakin bersinar .
Nona Jmn: Aamin😊
total 1 replies
Ma Em
Alesha kenapa kamu mau memenuhi kebutuhan Aldo dan ibunya sedangkan kerja kerasmu tdk pernah dihargai , lawan mereka Alesha jgn cuma nangis lbh baik tinggalkan suamimu yg tdk pernah menganggap mu istri tapi kamu cuma dianggap pembantu gratisan .
Nona Jmn: Pantau terus Alesha ya, kak🙂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!