NovelToon NovelToon
The Stellar Blood Swordmaster'S

The Stellar Blood Swordmaster'S

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:168
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Di sudut tergelap Distrik Kumuh Oakhaven, Ren bertahan hidup sebagai pelayan di sebuah rumah bordil sekaligus tempat penampungan anak-anak telantar. Di balik fisiknya yang tampak biasa dan otaknya yang encer, Ren menyembunyikan kutukan sekaligus berkah: ia adalah keturunan Vampir terakhir yang murni, terpaksa menahan dahaga darah agar tidak memicu kecurigaan Gereja Suci.

​Dunia Ren runtuh ketika sekelompok Ksatria Suci berzirah perak—yang seharusnya menjadi simbol kehormatan—membantai tempat tinggalnya demi menutupi skandal korupsi ordonya. Di ambang kematian, Ren merangkak ke ruang bawah tanah rahasia dan menemukan Crimson, roh pedang kuno yang haus darah. Demi membalaskan dendam dan mengubah takdirnya, Ren memulai jalannya sebagai Sword Master yang tidak biasa: memadukan teknik pedang legendaris dengan kekuatan darah yang terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4.Identitas Baru

Dua bulan di dalam Hutan Kabut Hitam telah mengubah total fisik Ren. Tubuh kurus berwajah pucat khas anak distrik kumuh itu kini tampak lebih tegap, padat oleh otot-otot yang terlatih secara efisien. Rambut perak abu-abunya yang berantakan agak memanjang, membingkai sepasang mata crimson yang kini jauh lebih tenang, namun menyimpan ketajaman yang mematikan.

Di depannya, gerbang megah Akademi Ksatria Kekaisaran berdiri kokoh, terbuat dari besi putih dengan ukiran malaikat pelindung. Ratusan pemuda dari kalangan bangsawan hingga warga biasa yang memiliki bakat Mana berkumpul di halaman luas, menunggu giliran ujian masuk.

**"Kau yakin dengan rencana ini, Bocah?"** suara Crimson menggema pelan di alam bawah sadar Ren. Untuk menghindari deteksi sihir suci akademi, Crimson saat ini bersembunyi dalam bentuk segel tato pedang mini berwarna hitam di lengan bawah Ren. **"Tempat ini dipenuhi oleh detektor sihir suci. Kalau penyamaran energi darahmu bocor sedikit saja, kau akan langsung dikepung oleh para uskup agung."**

*'Tenang saja,'* batin Ren sambil merapikan jubah linen sederhananya. *'Selama dua bulan ini, aku tidak hanya melatih fisik. Otakku sudah menganalisis struktur energi detektor mereka. Dengan teknik Blood Circulation, aku bisa menekan seluruh aura vampir dan memalsukannya sebagai aliran Mana biasa.'*

Ren berjalan menuju meja pendaftaran dengan ekspresi tenang dan penuh percaya diri. Senyum tipis yang dingin terukir di wajahnya. Berkat kecerdasannya, ia berhasil memalsukan dokumen identitasnya menggunakan nama samaran melalui jaringan pasar gelap dunia bawah yang sempat ia kelola dulu.

Di lembar kertas pendaftaran itu, kini tertulis:

* **Nama:** Ren

* **Asal:** Wilayah Perbatasan Barat (Warga Biasa)

* **Rekomendasi:** Surat jalan pedagang independen (Palsu)

"Berikutnya! Nomor peserta 407, Ren!" teriak seorang instruktur berzirah perak ringan.

Ren melangkah maju ke tengah arena tanding luar ruangan. Di sana, seorang ksatria penguji dengan tubuh besar dan pedang latih tumpul dari kayu besi sudah menunggu dengan tatapan meremehkan. Bagi para penguji, anak-anak dari wilayah perbatasan atau warga biasa biasanya hanya menjadi hiasan pelengkap yang akan gugur di babak pertama.

"Aturannya sederhana, Nak," ucap ksatria penguji itu sambil memutar pedang kayunya. "Bertahanlah dari seranganku selama tiga menit, atau buat aku mundur satu langkah. Jika kau tumbang sebelum itu, silakan pulang ke kampung halamanmu."

Ren membungkuk hormat secara formal, namun matanya yang tajam langsung memindai posisi berdiri sang penguji. Cerdas seperti biasa, Ren langsung menemukan tiga celah dalam kuda-kuda pria besar itu: tumpuan kaki kanannya terlalu berat, bahu kirinya agak turun, dan ia terlalu meremehkan lawan.

Ren mengambil pedang kayu latihan dari rak, menggenggamnya dengan satu tangan.

**"Gunakan langkah kaki *Blood-Stride* yang kuajarkan, Bocah. Jangan pakai Mana alam, gunakan denyut jantungmu untuk memicu kecepatan instan,"** bisik Crimson memprovokasi.

"Mulai!" teriak juri di tepi lapangan.

*WUUUSH!*

Ksatria penguji itu langsung melesat maju, mengayunkan pedang besarnya dengan tebasan vertikal yang kuat, berniat menyelesaikan ujian dalam satu serangan untuk menghemat waktu. Angin tebasan pedangnya bahkan membuat debu di lantai arena berterbangan.

Para penonton di pinggir arena menahan napas, mengira Ren akan langsung pingsan terkena hantaman telak itu.

Namun, di mata Ren, gerakan itu terasa sangat lambat.

*Dug!*

Jantung Ren berdenyut sekali dengan kuat. Aliran darah di kakinya berakselerasi. Dalam sekejap mata, tubuh Ren bergeser ke samping kanan, menghindar hanya seujung rambut dari bilah pedang penguji.

*BRAKK!* Pedang penguji itu menghantam tanah kosong.

Sebelum ksatria penguji itu sempat menyadari apa yang terjadi, Ren sudah berada di sisi kirinya yang terbuka lebar. Tanpa menggunakan energi darah yang bisa memicu alarm sihir, Ren murni menggunakan kecepatan fisik vampir dan ketepatan teknik pedang yang efisien. Ia menusukkan ujung pedang kayunya dengan kecepatan tinggi, tepat mengenai titik saraf di pergelangan tangan sang penguji.

*TAK!*

"Ugh?!" Ksatria penguji itu meringis kesakitan, genggaman pedangnya melonggar, dan secara refleks ia terpaksa melangkah mundur dua kali ke belakang untuk menjaga keseimbangan.

Seluruh arena mendadak sunyi senyap.

Para penonton terbelalak. Seorang ksatria resmi kekaisaran berhasil dipaksa mundur dalam satu gerakan oleh seorang pemuda tak dikenal dari wilayah perbatasan.

Ren menarik kembali pedang kayunya, lalu menurunkan senjatanya sambil tersenyum tipis, penuh kepuasan yang tertahan. "Ujian selesai. Saya rasa... saya berhasil membuat Anda mundur, Tuan Penguji."

Dari balkon utama yang menghadap langsung ke arena, sepasang mata dingin memperhatikan jalannya pertandingan. Pria yang duduk di kursi VIP itu mengenakan jubah putih dengan pelindung dada perak berkilau, memegang lambang matahari terbit Ordo Ksatria Perak.

Dia adalah Komandan Kaelen Vance.

Kaelen menyipitkan matanya, menatap sosok Ren di tengah arena dengan rasa tidak asing yang samar, namun ia segera menepisnya. *'Hanya seorang bocah berbakat dari desa. Gerakannya efisien, tapi tidak ada riwayat Mana yang besar.'*

Kaelen tidak pernah tahu, bahwa tikus distrik kumuh yang ia buru dua bulan lalu, kini telah berjalan masuk dengan sukarela ke dalam sarangnya, siap meletupkan dendam yang membara.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Coba bikin yang murim 👍🏻
EAGLE EZ: oke untuk bab pertama dulu bree kalo ingin di tambah mohon bantu juga bree👍
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!