NovelToon NovelToon
Terjebak Di Kota Avalon

Terjebak Di Kota Avalon

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anastasia

“Pasti ada alasan kenapa mereka menyuruhku kembali. ”
“Lalu bagaimana nona?. ”
“Tentu saja kita kembali, aku mau lihat apa maunya keluarga Starborn. ”
jawab Lunaria sambil tersenyum.
Dimana kota Avalon kota sihir, hanya Lunaria yang tidak bisa menggunakan sihir.
keluarga Starborn mengasingkan Lunaria dari kediaman utama ke villa terpencil milik mereka, keluarga Starborn menganggapnya aib, anak cacat berbeda dengan Learia saudara kembar Lunaria.
Dan saat keluarga Starborn diperintahkan kerajaan Avalon untuk menikahkan putrinya kepada Kael dragomir putra mahkota Avalon, yang dikenal pria sadis, berbahaya dan seorang duda dimana ketiga istrinya terdahulu meninggal secara misterius.
Kael yang dikenal pangeran bintang kesepian, membuat keluarga Starborn tidak rela menikahkan Laeria putri kebangangan mereka menikah dengan Kael.
Tapi mereka tidak tahu rahasia tentang Lunaria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27.Dansa dan memori pertemuan pertama.

Luna ria menatap tangan besar yang terulur di hadapannya. Sarung tangan sutra hitam itu terlihat elegan, namun aura yang memancar darinya terasa berat dan mendominasi. Di sekeliling mereka, bisikan-bisikan mulai terdengar lagi, lebih keras dari sebelumnya.

"Ya Tuhan... dia benar-benar akan menerimanya?"

"Lihat wajahnya, menyeramkan sekali. Seperti orang yang terkena kutukan."

"Kasihan sekali Pangeran Ka el, dia pasti tertipu."

"Tapi... lihat cara Pangeran memandangnya, seolah tidak melihat keburukan itu sama sekali."

Luna ria menghela napas panjang, menelan rasa frustrasi yang mengganjal di tenggorokan. Rencananya gagal total. Pria ini memang gila. Jika dia menolak, itu akan menjadi skandal besar dan mungkin membahayakan nyawanya sendiri saat ini juga. Jika dia menerima... dia harus berhadapan langsung dengan monster ini.

Dengan enggan, Luna ria meletakkan tangannya di atas tangan Ka el. Sentuhan itu hangat, namun membuat bulu kuduknya meremang.

"Baiklah, Yang Mulia," jawabnya datar, tanpa senyuman sedikitpun.

Ka el tersenyum lebar, lalu dengan gerakan anggun namun memaksa, ia menarik tangan Luna ria, membawanya masuk ke tengah lantai dansa yang luas. Lampu-lampu kristal di atas kepala mereka memancarkan cahaya terang, seolah sengaja ingin menyoroti keanehan pasangan ini.

Saat mereka mulai bergerak mengikuti irama musik waltz yang megah, seluruh mata di ruangan itu tertuju pada mereka.

Di sudut ruangan, Lord Valde mar berdiri mematung. Gelas anggur di tangannya gemetar. Tadi, saat ia berusaha mendekati sekelompok bangsawan senior, mereka justru bergeser menjauh, membisikkan sesuatu lalu tertawa sinis. Mereka tidak lagi memandangnya sebagai kepala keluarga bangsawan terpandang, melainkan sebagai orang yang telah menipu Pangeran dan membawa "aib" ke pesta kerajaan.

"Lihat Lord Valde mar, dia terlihat seperti orang yang kehilangan arah," celetuk salah satu bangsawan.

"Pantas saja mereka menyembunyikan putri yang satu ini di villa terpencil. Ternyata memang benar, dia memang cacat. Berbeda jauh dengan Lea ria yang cantik jelita dan berbakat sihir."

"Aku kasihan pada Nona Luna ria sebenarnya. Selama ini dia dikurung, dianggap tidak ada, dan sekarang dipersiapkan seperti kambing hitam untuk dikorbankan demi menyelamatkan kesempurnaan Lea ria. Keluarga Star born sungguh kejam."

Kalimat terakhir itu terdengar jelas di telinga Lord Valde mar. Wajahnya memerah padam, bukan karena marah, tapi karena rasa malu yang luar biasa. Ia merasa kecil, terasing, dan dikucilkan di pesta yang seharusnya menjadi ajang peningkatan derajatnya. Malam ini, ia bukan lagi seorang tuan, melainkan seorang ayah yang gagal dan penipu.

Luna ria bergerak kaku. Matanya menunduk, berusaha menghindari tatapan orang banyak, namun raut wajahnya yang masam dan ketidaksukaan sangat terlihat jelas. Alisnya terangkat sedikit, bibirnya mengerucut, dan tatapan matanya penuh dengan ketidak tertarikan, bahkan jijik.

Ia merasa seperti badut yang sedang dipertontonkan.

Ka el memegang pinggang Luna ria dengan tangan kanannya, tangan kirinya menggenggam tangan gadis itu dengan erat. Ia memandu langkah mereka dengan mahir, berputar pelan namun pasti. Pria itu bisa merasakan ketegangan di tubuh pasangannya. Ia bisa melihat jelas ekspresi "wajah buruk rupa" itu yang terlihat semakin muram dan kesal.

Ka el tersenyum tipis, sudut bibirnya terangkat menggoda.

"Kenapa wajahmu begitu masam, Calon Istriku?" bisik Ka el tepat di telinga Luna ria, suaranya rendah namun terdengar jelas di antara musik. "Kita sedang berdansa di pesta termegah di seluruh Avalon. Bukankah seharusnya kau tersenyum?"

Luna ria tidak menoleh, ia tetap menatap bahu Ka el dengan tatapan tajam.

"Apa gunanya tersenyum, Yang Mulia? Wajahku sudah seperti ini. Senyuman pun pasti akan terlihat aneh dan menjijikkan," jawabnya ketus, nada bicaranya dingin dan tidak sopan untuk ukuran seorang calon permaisuri berbicara pada Pangeran Mahkota.

Ka el justru tertawa kecil, suara tawa yang bergetar di dadanya.

"Kau tidak pernah berubah,sama seperti awal kita bertemu," ucap Ka el pelan, namun tekanan kata-katanya membuat jantung Luna ria berdegup kencang. "Sikapmu ini... masih sama persis seperti dulu saat kau berada di villa terpencil keluarga Starborn."

Dug!

Jantung Luna ria seolah berhenti berdetak sesaat.

Ia mengangkat kepalanya dengan cepat, menatap wajah tampan namun dingin itu dengan tatapan terkejut. Mata birunya membelalak.

Apa yang dia katakan?

Apa katanya tadi?

Villa terpencil?

"Tunggu... apa maksudmu?" tanya Luna ria, suaranya sedikit bergetar, bukan karena takut, tapi karena bingung. "Aku... aku tidak pernah bertemu denganmu sebelum hari ini, Yang Mulia. Pertemuan kita yang paling dekat hanyalah saat aku melihatmu lewat di jalan utama saat kau berangkat ke perbatasan Utara beberapa minggu lalu. Itu pun hanya dari kejauhan."

Luna ria yakin. Selama bertahun-tahun dikurung di villa yang jauh dari pusat kota, tidak ada orang luar yang boleh mendekat, apalagi bangsawan tinggi seperti Pangeran Mahkota.

Ka el hanya tersenyum misterius, senyum yang membuatnya terlihat sangat menggoda namun menakutkan. Ia tidak menjawab, justru memutar tubuh mereka lagi, membuat gaun Luna ria berkembang indah meski wajahnya kontras dengan keindahan itu.

"Sepertinya kamu tidak ingat aku?" bisik Ka el lagi, matanya yang merah menyala menatap tajam ke dalam mata Luna ria. "Aku pernah kesana dan kamu yang telah menolongku saat terluka serta orang pertama yang berani mengusirku dengan kasar."

"Mengusir? Kapan? Mungkin pangeran salah, pasti yang dimaksud saudara ku itu. "

Tapi Ka el tersenyum yang membuat bulu kuduk Luna ria berdiri.

"Coba ingat kembali, apa aku segitu mudah nya nona Star born lupakan?. "

Luna ria semakin bingung. Otaknya bekerja cepat, mencoba mengingat setiap wajah yang pernah ia temui, setiap orang yang pernah datang ke villa. Namun tidak ada. Ayahnya jarang datang, ibunya bahkan hampir tidak pernah mengunjunginya. Hanya ketiga muridnya.

Siapa pria ini?

Kenapa dia seolah sangat mengenalku?

Rasa penasaran bercampur dengan kecurigaan membuat Luna ria mengeratkan pandangannya. Ia menatap wajah Ka el dengan sangat teliti. Ia mencoba mencari celah, mencari sesuatu yang familiar di balik wajah tampan itu.

Ia menatap mata merahnya yang tajam, rahangnya yang tegas, hingga ke garis senyumnya yang unik.

Sekeras apapun dia tidak pernah ingat bertemu dengan Ka el.

'Mungkin saja dia bertemu dengan pemilik tubuh ini sebelumnya. 'batin Luna.

"Jika pangeran bertemu setahun yang lalu, maafkan saya pangeran. Karena kecelakaan membuat saya kehilangan ingatan. " Ucapnya sambil tersenyum canggung.

"Tidak, kita bertemu beberapa bulan yang lalu dan saat itu sedang bulan purnama. "

Bulan purnama.

Beberapa bulan yang lalu.

Itu jelas saat itu Luna sudah masuk kedalam tubuh Luna ria.

Dan tiba-tiba saja memori tentang pria berantakan, tubuh penuh darah dan badan penuh luka muncul.

Dan tanpa sadar dia mengingat pria itu mencekik lehernya.

Langkah kaki Luna berhenti dan mundur, dirinya menghentikan dansa mereka.

Lalu tatapan tajam tertuju pada Ka el didepannya.

"ITU KAU!. "

Ka el hanya tersenyum.

"Akhirnya kau mengingatku, nona Luna ria. "

1
Frida
seru, ada romantisnya juga..buat deg2 an yg baca dan senyum2 sendiri.... kelanjutannya segera up banyak2 dong author please....😍👍
Kusii Yaati
mau seburuk apa riasan mu luna itu tak akan mempan buat pangeran KA El karena dia sudah pernah lihat wajahmu... tapi tidak apa" yang penting sakit hatimu sudah kau balas dengan mempermalukan wajah ayahmu yg kejam itu.semangat Thor nanti up lagi ya Thor 😁💪😘
Kusii Yaati
lanjut Thor 💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
lanjut Thor 💪💪💪😁😁😁
Kusii Yaati
wah Luna ria hebat, walau tidak punya sihir tapi tubuhnya kebal akan serangan sihir 😱
Kusii Yaati
up lagi Thor yg banyak... penasaran gimana reaksi keluarga Luna ria melihat putri yang di buang menjadi Badas dan kuat 💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
lanjut Thor seru nih ceritanya 💪💪💪😘😘😘
Rubiyata Gimba
sepertinya ceritanya bagus thor abdit cepat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!