NovelToon NovelToon
GOMA: THE REBORN

GOMA: THE REBORN

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Action
Popularitas:390
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Mati di puncak gunung Goma justru terbangun di dasar neraka sebagai tengkorak rapuh tanpa daging. Demi kembali ke panti asuhan tempat ia dibesarkan Goma mulai membantai iblis dan memangsa tubuh mereka. Setiap nyawa yang ia telan menumbuhkan otot serta kulit baru di atas tulangnya. Ini bukan hanya tentang bertahan hidup namun tentang pendakian berdarah dari dasar jurang menuju singgasana para dewa yang telah menghina takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keajaiban Indra Perasa

Episode 3

Langkah kakiku sekarang terasa jauh lebih nyata saat menyentuh permukaan tanah yang terdiri dari kerikil tulang. Berkat jaringan syaraf yang baru saja tumbuh di bawah lapisan otot dadaku aku mulai bisa merasakan getaran dari setiap langkah yang kuambil. Ini adalah sensasi yang sangat aneh bagi seseorang yang sudah sempat merasakan kematian. Rasanya seolah olah setiap pori pada tulangku kini memiliki mata yang bisa merasakan suhu udara di sekitar Gehenna yang sangat gersang.

Rasa sakit ini adalah bukti bahwa aku masih hidup. Meskipun aku tidak lagi bernapas dengan paru paru namun jiwaku kini terikat pada daging yang sedang kutumbuhkan ini.

Aku berhenti sejenak di depan sebuah gerbang alami yang terbuat dari dua batang tulang rusuk raksasa yang melengkung tinggi ke langit ungu. Di balik gerbang itu pemandangan berubah menjadi jauh lebih gelap serta mencekam. Itulah pintu masuk menuju area yang lebih dalam dari Hutan Sumsum. Pohon pohon di sini tidak memiliki daun melainkan cabang cabang yang meruncing tajam seperti belati yang berdenyut pelan mengeluarkan aroma sumsum yang sangat manis namun memuakkan.

"Berhentilah melamun Goma. Kau sekarang sudah bisa merasakan sakit maka kau harus lebih waspada. Di dalam sana mahluk mahluknya tidak akan langsung membunuhmu namun mereka akan menyedot sumsummu sedikit demi sedikit sampai kau menjadi debu."

Kharis terbang rendah di depan wajahku. Mata ungunya berkilauan memberikan sedikit cahaya di tengah kabut abu abu yang mulai menyelimuti jalan setapak di bawah kaki kami.

"Aku tahu Kharis. Aku bisa merasakan getaran getaran aneh dari dalam tanah ini. Rasanya seperti ada jutaan serangga yang sedang merayap jauh di bawah kaki kita."

"Bagus. Itu artinya syaraf motorikmu sudah mulai sinkron dengan lingkungan neraka ini. Itu adalah naluri bertahan hidup yang hanya dimiliki oleh iblis tingkat atas. Kau benar benar aneh untuk ukuran seekor tengkorak baru."

Aku terus berjalan menyusuri lorong lorong yang dibentuk oleh pohon pohon tulang. Setiap kali lenganku yang berotot bergesekan dengan dahan yang tajam aku merasakan perih yang nyata. Aku melihat ke arah tangan kananku. Kulit di sana masih sangat tipis serta berwarna kemerahan. Aku membutuhkan perlindungan yang lebih kuat. Aku membutuhkan kulit yang tebal serta lapisan lemak agar otot ototku tidak mudah terluka oleh rintangan lingkungan.

Tiba tiba telapak kaki tulanku merasakan getaran yang sangat kuat dari arah sebelah kiri. Aku segera berhenti serta memasang posisi siaga. Aku menggunakan tangan kananku untuk menggenggam erat belati kristal yang kudapatkan dari mahluk sebelumnya.

[ SISTEM: PERINGATAN BAHAYA TERDETEKSI ]

[ SISTEM: MAHLUK TERSEMBUNYI BERADA DI JARAK 5 METER ]

[ SISTEM: ANALISIS: BONE CREEPER (PENGINTAI TULANG) ]

Bone Creeper. Nama itu terdengar seperti mahluk yang suka menjebak mangsanya dari kegelapan.

"Kharis ada sesuatu di balik pohon besar itu. Jangan bergerak terlalu banyak."

Dari balik kegelapan muncul mahluk yang bentuknya menyerupai lipan namun tubuhnya terdiri dari rangkaian tulang belakang manusia yang tersusun rapi. Ia tidak memiliki mata namun ia memiliki antena panjang yang terbuat dari syaraf syaraf yang menjulur keluar dari lubang tengkoraknya. Mahluk itu bergerak dengan sangat senyap di atas tanah pasir.

"Sssshhhhrrr..."

Mahluk itu mengeluarkan suara desisan yang sangat rendah. Tanpa peringatan ia melesat ke arahku dengan kecepatan yang luar biasa. Tubuhnya yang panjang meliuk liuk seperti cambuk yang siap melilit apa pun yang ada di depannya.

Dia mengincar kaki tulanku.

Aku melompat ke arah dahan pohon tulang di atasku menggunakan teknik daki tebing yang sudah mendarah daging di dalam jiwaku. Meskipun tubuhku sekarang sudah lebih berat namun kekuatan otot lengan kananku mampu menarik seluruh badanku ke atas dalam hitungan detik. Aku bergantung di atas dahan sambil memperhatikan pergerakan lipan tulang itu dari ketinggian.

"Sial dia bisa memanjat juga Kharis."

Lipan tulang itu mulai merayap naik ke atas pohon tulang dengan kaki kaki kecilnya yang tajam. Ia bergerak dengan sangat lincah tidak peduli pada gravitasi. Aku tahu aku tidak bisa terus menghindar. Aku harus menghadapi mahluk ini jika ingin mendapatkan sumsum berenergi tinggi yang ada di dalam tubuhnya yang panjang itu.

"Goma gunakan berat badanmu. Loncatlah saat dia berada tepat di bawah dahan itu."

Aku mengangguk dalam diam. Aku menunggu momen yang sangat tepat tepat seperti saat aku menunggu waktu yang pas untuk melakukan lompatan dinamis di dinding gunung Alpen. Saat kepala lipan tulang itu berada hanya satu meter di bawah posisiku aku melepaskan cengkeramanku.

"Rasakan ini mahluk sialan."

Aku jatuh menindih bagian leher mahluk itu. Berat tubuhku serta dorongan gravitasi membuat lipan tulang itu terhempas kembali ke tanah pasir. Aku segera menusukkan belati kristalku ke arah celah antara ruas tulang belakangnya yang sedang berdenyut.

Jleb.

Cairan sumsum berwarna putih kental menyemprot keluar membasahi dadaku yang sudah berotot. Mahluk itu melilit tubuhku dengan sangat kencang. Aku bisa mendengar suara tulang rusukku yang berderit hebat karena tekanan dari tubuh lipan yang sangat kuat.

"Aaakh. Dia sangat kuat."

[ SISTEM: INTEGRITAS TULANG RUSUK MENURUN 10 % ]

[ SISTEM: KERUSAKAN OTOT DADA TERDETEKSI ]

[ SISTEM: SARAN: HANCURKAN PUSAT SYARAF DI BAGIAN TENGKORAKNYA ]

Aku mengabaikan rasa sakit yang membakar di dadaku. Aku menggunakan tangan kiriku yang berupa tulang murni untuk mencengkeram rahang mahluk itu kemudian menariknya sekuat tenaga agar ia tidak bisa menggigit leherku. Tangan kananku terus menghujamkan belati kristal ke arah kepalanya berkali kali.

"Mati kau. Mati."

Setelah perjuangan yang sangat melelahkan akhirnya lilitan mahluk itu mengendur. Lipan tulang itu bergetar hebat selama beberapa saat sebelum akhirnya benar benar diam tidak bernyawa lagi. Aku terengah engah sambil berusaha melepaskan diri dari bangkai mahluk tersebut. Darah hitam dan cairan sumsum bercampur di atas kulit abu abuku yang baru tumbuh.

"Kau benar benar nekat Goma. Jika tulang belakangmu patah tadi kau tidak akan pernah bisa berjalan lagi di dunia ini."

Kharis terbang mendekat dengan wajah penuh kekhawatiran yang jarang ia tunjukkan. Aku hanya bisa tersenyum lemas sambil menatap layar sistem yang muncul di depanku.

[ SISTEM: TARGET BERHASIL DIELIMINASI ]

[ SISTEM: MENGEKSTRAKSI SUMSUM PURBA DAN JARINGAN OTOT KAKI ]

[ SISTEM: APAKAH ANDA INGIN MEMULAI EVOLUSI TAHAP 3? (YA/TIDAK) ]

"Ya. Lakukan sekarang."

Aku mulai merobek bagian punggung lipan itu kemudian menyerap seluruh cairan kuning yang tersisa di sana. Kali ini rasa laparnya jauh lebih ganas. Aku merasa seolah olah setiap ruas tulangku sedang berteriak meminta jatah energi tersebut. Begitu cairan itu masuk ke dalam rahangku aku merasakan sensasi dingin yang sangat ekstrem menjalar ke arah kaki dan lengan kiriku.

[ SISTEM: MENGONSUMSI BONE CREEPER ]

[ SISTEM: MEMULAI PROSES PENJAHITAN DAGING PADA LENGAN KIRI DAN PAHA ]

[ SISTEM: PROSES RESTRUKTURISASI KULIT SEDANG BERJALAN ]

Rasanya sangat menyakitkan seolah olah tulang tulanku sedang dipahat ulang menggunakan palu yang sangat berat. Aku berteriak dalam diam sambil mencengkeram pasir abu abu yang dingin. Aku bisa melihat dengan jelas bagaimana serat serat otot mulai tumbuh melilit lengan kiriku yang tadinya kosong. Tak hanya itu di bagian pahaku sekarang sudah mulai muncul lapisan daging yang cukup tebal.

Akhirnya. Tubuhku mulai terasa lebih seimbang sekarang.

Setelah hampir tiga puluh menit menahan rasa sakit yang luar biasa akhirnya proses itu selesai. Aku berdiri perlahan lahan kemudian memperhatikan tubuhku yang baru. Sekarang lengan kiri dan kanan sudah memiliki otot meskipun belum sepenuhnya sempurna. Bagian paha juga sudah berdaging membuatku tidak lagi terlihat seperti kerangka yang ringkih. Yang paling hebat adalah kulit abu abuku sekarang terasa lebih tebal serta memiliki tekstur yang kasar seperti kulit badak.

[ SISTEM: EVOLUSI TAHAP 3 SELESAI ]

[ SISTEM: ANDA TELAH MEMPEROLEH JARINGAN OTOT KAKI DAN LENGAN KIRI ]

[ SISTEM: KETAHANAN KULIT MENINGKAT 20 % ]

[ SISTEM: SINKRONISASI JIWA MENINGKAT 5 % ]

Aku mencoba berjalan beberapa langkah. Sekarang gerakanku jauh lebih stabil serta lebih bertenaga. Aku merasa seolah olah aku bisa berlari kencang jika diperlukan. Ketidakseimbangan yang kurasakan di bab sebelumnya kini sudah hampir hilang sepenuhnya.

"Lihat Kharis. Aku sekarang sudah hampir menyerupai mahluk hidup kembali. Hanya bagian wajah dan perutku saja yang masih kosong."

Kharis mengitari tubuhku dengan penuh rasa kagum yang terpancar dari mata ungunya. "Kau adalah mahluk yang sangat rakus Goma. Aku belum pernah melihat mahluk kasta rendah yang bisa berevolusi sebanyak tiga kali dalam waktu sesingkat ini. Tapi ingat semakin kau kuat maka aroma jiwamu akan semakin tercium oleh para predator di wilayah tengah Gehenna."

Aku menatap ke arah kejauhan di mana pepohonan tulang semakin rapat serta semakin besar. Aku tahu perjalanan ini baru saja dimulai. Aku harus terus memangsa aku harus terus tumbuh dan aku harus terus mendaki sampai aku bisa keluar dari tempat terkutuk ini.

Ibu Widya setiap inci daging yang tumbuh di tubuhku ini adalah langkahku untuk bisa kembali memelukmu di panti asuhan kita.

"Ayo Kharis. Kita tidak boleh berlama lama di sini. Bau darah mahluk ini pasti akan memancing mahluk lain yang lebih berbahaya. Kita harus segera mencari tempat yang lebih aman untuk menstabilkan energi baru ini."

Aku mengambil kembali belati kristalku kemudian berjalan masuk lebih dalam ke jantung Hutan Sumsum. Goma sang pendaki kini sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk tidak lagi bersembunyi di balik bayang bayang. Ia adalah pemangsa baru yang sedang menanjak menuju puncak rantai makanan di neraka.

Setiap langkah yang diambilnya sekarang berdenyut dengan kehidupan. Setiap tarikan napas imajinernya penuh dengan tekad yang tidak tergoyahkan. Dunia ini mungkin neraka bagi orang lain namun bagi Goma ini adalah tebing tertinggi yang pernah ia temui dan ia tidak akan pernah berhenti memanjat sampai puncaknya hancur di bawah kakinya yang sekarang sudah memiliki otot yang kuat.

Dewa yang ada di atas sana pastilah sedang melihatku dengan penuh rasa cemas. Karena mahluk yang mereka buang sebagai sampah kini sedang merakit kembali kehormatannya melalui darah serta air mata iblis. Aku akan memakan semua yang menghalangi jalanku sampai takdirku sendiri yang memohon ampun kepadaku.

1
diy
tetap semangat 💪
M Agus Salim: siap💪
total 1 replies
diy
hmmm menarik☕
M Agus Salim: terima kasih sudah mampir untuk membaca karya novelku 🙏
total 1 replies
diy
semakin menarik ☕
M Agus Salim: terima kasih sudah mampir untuk membaca karya novelku 🙏
total 1 replies
diy
semangat author💪
M Agus Salim: selalu 💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!