NovelToon NovelToon
Ajari Aku Percaya Cinta

Ajari Aku Percaya Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Dokter
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tulisan_nic

IG & Tiktok : Tulisan_Nic
Naufal Adhitama (32), dokter anestesi yang hangat dan mudah bergaul, dikenal sebagai playboy karena sering dekat dengan banyak perempuan.
Meski begitu, ia percaya pernikahan harus berlandaskan cinta—bukan sekadar komitmen tanpa rasa.
Hingga ia bertemu Anin Ratri Maharani (27), perempuan dengan luka masa lalu dan trauma pada pria playboy akibat keluarga yang hancur.
Untuk pertama kalinya, Naufal ingin bertahan.
Namun saat cinta itu mulai tumbuh dan mereka ingin melangkah ke pernikahan, masa lalu dan rasa takut justru menjadi ujian terbesar.
Bisakah cinta mereka bertahan, atau justru hancur sebelum benar-benar dimulai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tulisan_nic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"Enak banget ikan bakarnya, sambelnya juga"

Regina begitu menikmati ikan bakar yang tersaji, entah karna ikan itu memang enak, atau karna sekarang keresahannya mengenai Naufal sebagai orientasi seks menyimpang terjawabkan.

"Nambah, Sayang?" ujarnya, sambil menyodorkan piring berisi ikan bakar di depan Anin.

Anin menggeleng, "Cukup, Tante." tolaknya halus, karna memang sedari tadi dia merasa masih kenyang. Hanya saja, untuk menghargai Regina ia ikut makan meskipun sedikit.

"Eh ... Kamu jangan panggil Tante dong. Kamu panggil seperti Naufal, panggil kami Mama dan Papa." Regina, sambil tersenyum hangat pada Anin.

Anin, berhenti mengunyah. Ada sesuatu di hatinya yang begitu hangat, namun bercampur cemas. Seolah ada bisikan untuk mencegahnya merasa bahagia. Ia melirik Naufal sekilas, pandangan mereka bertemu.

Naufal tahu, Naufal faham yang Anin rasakan. Untuk itu ia mencoba untuk menguatkannya. Dengan senyuman. Senyum yang seolah bicara, semua akan baik-baik saja.

"Iya, Ma."

"Nah gitu dong!" Regina berseru senang, mendengar kalimat Anin barusan.

"Jadi, gimana rencana kalian ke depan?" Frans bertanya, dengan nada seriusnya.

"Naufal, itu ... Maunya sece ..."

"Nunggu saya selesai S1 dulu Pa" Anin cepat-cepat memotong ucapan Naufal. "Setelah itu, baru akan membicarakan ke depannya. Kami sudah sepakat."

Naufal terdiam.

"Oh ... Jadi kamu masih kuliah?" Regina tak tahan untuk bertanya, " Fakultas apa?"

"Fakultas Akuntansi, Ma." sedikit kikuk Anin menjawab, "Sekarang semester akhir."

"Oh .... Ya?" Regina mengangguk, "Kalau semester akhir, berati kamu lagi sibuk-sibuknya skripsi. Apa nggak keganggu dengan kerjaan kamu? Bahkan tadi kamu Nerima tawaran Paulina sebagai PA nya?"

"Itu Karena, ..."

"Karena Anin ini orangnya cerdas Ma," Naufal sengaja menyela, "Jadi pasti bisa bagi waktunya. Makanya Naufal suka sama dia. Ya kan Sayang?"

"Tapi, kamu apa nggak kasihan sama dia Naf? Berat loh jadi PA." Frans ikut menimpali.

"Kalo kata Mama, Anin fokus saja sama skripsinya. Biar lebih fokus. Dan cepet lulus, terus kalian nikah deh." Sahut Regina.

Kalimat yang jatuh begitu mudah untuk Regina, tapi akan terlalu sulit untuk Anin menjalaninya. Faktnnya, Anin butuh pekerjaan dari Paulina, Anin butuh gajih dua puluh lima juta. Dengan keadaan, sebagai tulang punggung keluarga tawaran Paulina adalah tiket emas untuknya. Mana mungkin Anin menolak.

"Tapi, Qistina tetap menikah walaupun kuliah." Regina menyikut lengan suaminya pelan, hingga suaminya itu menoleh padanya "Ya kan Pa?"

Frans mengangguk, paham dengan maksud istrinya. "Ya, kalau kalian mau. Kalian bisa mencontoh Albie dan Qistina. Mereka menikah, tapi tidak mengganggu kegiatan masing-masing. Albie tetap dokter bedah trauma, Qistina tetap mahasiswa. Nggak ada yang sulit dengan itu semua.''

"Tuh, kalian dengerin Papa." timpal Regina.

"Nggak bisa Ma," sergah Naufal, "Lagian Naufal nggak masalah kok, kalau Anin maunya lulus dulu. Jadi, persiapan kita jadi lebih matang. Nggak buru-buru."

Anin mengangguk, diam-diam ia merasa bersyukur. Kekasihnya itu, mengerti akan dirinya tanpa harus di minta. Anin pun menyentuh tangan Naufal pelan, di bawah meja. Sesuatu yang begitu hangat, dan Naufal menganggap itu sebagai romantisme mereka berdua. Naufal pun semakin erat, menggenggam tangan kekasihnya.

"Ya, terserah kalian kalau begitu. Tapi ..." Regina membiarkan suaranya menggantung.

Anin dan Naufal tidak sabar, dengan kata tapi yang di gantungkan oleh regina. Tapi apa?

"Mama dan Papa ingin segera berkenalan dengan orang tua Anin." ujar Regina ringan.

Ringan bagi Regina, tapi tidak dengan Anin dan Naufal.

Damn!

Bagai palu yang menghantam. Rasanya begitu kuat dan menggetarkan. Anin terlonjak, begitu juga dengan Naufal. Tanpa sadar, tangan mereka yang tadi berpegang di bawah meja mencengkram semakin erat. Hingga masing-masing mereka merasakan, tangan itu berkeringat.

Anin menelan ludah, kerongkongannya kering kerontang. Tak ada kata yang bisa keluar dari pita suara. Anin membisu, tanpa tahu harus bicara apa.

Perkenalan orang tua?

Orang tua yang mana, yang ingin Anin kenalkan?

Bondan yang sekarang entah di mana, setelah pergi membanting kursi dan daun pintu?

Atau Widya yang tengah gundah gulana, menanti suaminya suatu saat bisa berubah, namun faktanya tidak akan pernah?

Anin berada di puncak kebingungannya. Dan inilah, inilah yang selalu menggelayuti pikirannya. Inilah yang selalu mencegah Anin untuk merasa bahagia di sisi Naufal. Anin menyerah. Tidak tahu harus apa.

Naufal pun sama, ia melirik Anin sekilas. Namun entah kenapa, ide itu muncul begitu saja.

"Itu, Ma. Belum bisa."

Regina menatap tak mengerti, apanya yang belum bisa?

"Soalnya, orang tua Anin. Sedang ke luar kota. Jadi belum bisa berkenalan sekarang."

Regina menatap kecewa, "Yah ... Padahal, Mama sudah excited buat kenalan sama calon besan. Mama sudah ngebayangin, pergi senam, yoga, atau kongkow-kongkow bersama. Sambil menghayal, cucu dari kalian nanti laki-laki atau perempuan."

Frans terkekeh, lantas menyikut pelan tangan istrinya.

"Kamu terlalu lebay, istriku."

Regina pun ikut terkekeh bersama suaminya. Suasana antara Naufal dan Anin pun mencair, keduanya mulai bernafas lega. 'Untung aja.' batin keduanya.

"Oh ... Ya, gimana kalau Mama nggak usah ikut ke Toronto untuk sementara." ucap Regina tiba-tiba. Membuat Naufal terkesiap tiba-tiba.

"Sampai kita ke Paris, Minggu depan. Menghadiri Run Awaynya Diana?"

Frans mengangguk, "Papa setuju."

"Apalagi kalian berdua kan juga ikut. Jadi ya, Mama pengen serius prepare semua. Anggap saja ini sebagai liburan pertama kita, bersama calon menantu. Ya nggak Pa?"

Frans mengangguk lagi, "Bagus, Papa dukung."

Naufal pun tersenyum lebar akhirnya, membayangkan kalau nantinya mereka akan ke Paris, ia akan mengajak Anin ke tempat-tempat yang romantis. Dan itu pastilah akan menyenangkan, mendatangi kota cinta, dengan orang yang ia cintai. Benar-benar impian yang belum nyata saja, sudah membahagiakannya. Apa lagi kalau benar-benar nyata. Bisa berapa kali lipat bahagia nya?

"Nanti Mama akan bicara sama Paulina, soal Anin. Mama akan minta Paulina cari pengganti Anin sebagai PA nya dia."

Anin terkejut, bagaimana mungkin ia melepas tambang emasnya begitu saja? Anin harus mencegahnya.

"Nggak bisa Ma!" sergah Anin tiba-tiba. Dan cukup mengejutkan Regina.

"Kenapa nggak bisa? Kalian kan belum taken kontrak?"

"Iya, itu. Karna, Anin mau uang dua puluh lima jutanya."

Anin tidak bisa membendungnya. Ia mencoba mencari-cari alasan yang tepat lainnya, tapi tak kunjung menemukan. Alhasil, ia jujur-jujuran saja.

"Oh ... Ya Allah. Itu masalahnya?" Regina tertawa. Lantas tangannya merogoh tas mahalnya. Mengambil dompet, dan mengeluarkan selembar kartu. "Ini, kamu pegang. Pakai semua kebutuhan kamu dengan kartu ini."

Kartu apa?

AMEX yang sama dengan yang ia lihat, saat Naufal membelikannya pakaian di butik waktu itu.

Anin membulatkan mata, ia tak percaya bisa mendapatkan kemewahan secepat ini, bahkan sebelum ia resmi menjadi menantu di keluarga Adhitama.

Ya...tuhan, Anin hampir pingsan saking terkejutnya.

*

*

*

~Salam hangat dari Penulis 🤍

1
neny
maa syaa allaah,, baik bener mm nya naufal,,smg selama nya baik sm anin,,🤍
neny: sangat terhibur,,kadang ketwa sendiri,,nangis sendiri,,dan kesel sendiri😂😂
total 3 replies
neny
bicara ajh apa ada nya,,biasanya orang tua itu punya jalan keluar yg di luar fikiran kita,,apalagi bu regina sangat suka sm anin,,yo semangat naufal & anin,,semangat jg kak othor nya💪🤍
neny
iya emng susah klau jd anin,,apalagi ayah dan adik2 nya anin pd gk tau diri,,bs2 ke enakan nanti nya,,yg ada nanti jd perdebatan dlm rmh tangga mereka
neny
/Sob//Sob//Sob/bawang banget akak,,ngapa sih beli nya banyak banget,,pedih nih mata gk berenti/Sob//Sob/
neny: bener banget,,nyeuseuk2 gmn gtu
total 2 replies
neny
wkwkw,,sokoorrr,,emng enak jatuh gk ada yg nolongin,,caper banget sih jd cewe🤣🤣🤣
neny: hooh,,ku menangiiissss membayangkaaann betapa kejam nya dirimuu...🤣🤣🤣
total 2 replies
neny
kyk nya naufal mau main drum ya kak🤣🤣🤣,,cemburu akut ituu😂😂😂
neny
waah,,siapa kira2 ya,,apakah saingan nya naufal
neny
nah loh,,sesuai janji,klau naufal sm cwe maka anin pun akan sm,,ditunggu cowok mn yg akan anin ajak,,atau yg ngajak anin🤭🤭
neny
cihuyyy,,lampu ijo nih dr mmh naufal🤭🤭
neny
cerita nya bagus,konflik keluarga yg sangat rumot,keteguhan cinta yg dipertaruhkan,,menarik untuk di baca💪❤️
neny: sama2 kak😘
total 2 replies
neny
petanda apa anin,,positif thinking ajh dl,,mungkin dng jalan ini km bs diterima sm orang tua naufal,,,💪🤍
neny: hooh betul kak🤭
total 2 replies
neny
😂😂😂,,seneng klau anin bilang najis🤣🤣
neny
wkwkwk,,bos songot kali🤣🤣🤣
neny
matiin ajh tuh bapak nya anin kak,,kasian ibu nya,,setidak nya klau bapak nyaeninggal mah gk ada yg nyakitin,,adik2 nya anin mah bodo amat dah,,bingung jg sih sm keluarga nya anin,,stres aq ngebayangin nya😂😂
neny: wkwkwkwk,,,
total 4 replies
neny
bingung ya fal,,tp jalanin ajh dl,,tdk semua yg kita lihat buruk itu bakal jd buruk,dan jg tdk semua yg terlihat baik itu jg aka baik hasil nya,,inti nya jalanin ajh💪
neny: harus disemangatin kak💪
total 2 replies
neny
iya lah,,orang tuh pasti ada titik jenuh,,titik dmn iya ingin berubah,,berilah kesempatan buat naufal berubah,,
neny
nah kan,,mantan nya buanyak🤣🤣
neny
siap2 anin,,mantan hts naufal bertebaran🤭🤭
Tulisan_nic: Maasyaallah kak, terimakasih buat suportnya. Semoga karya ini bisa memenuhi standar KK sebagai pembaca ya💕🤍
total 1 replies
neny
ternyata beneran anin yg jawab,,semangat up akak😘
Tulisan_nic: oke siap kak, jadi semangat nih ada yang nyemangatin🔥🔥🔥🤭
total 1 replies
neny
apakah anin yg menjawab pernyataan naufal,,lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!