Aina memutuskan untuk meminta cerai dari sang suami karena tidak sanggup untuk hidup berumah tangga dengan Darno lagi, Darno memang tidak berselingkuh namun segala sikap yang dia miliki begitu buruk serta sangat kasar sekali.
ekonomi mereka juga sangat turun sehingga membuat Aina begitu bingung untuk menghadapi ini semua, belum lagi mertua yang selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka, membuat Aina gelap mata dan memutuskan untuk bercerai.
namun belum sempat itu terjadi malah kejadian mengerikan terjadi pada wanita cantik itu, Aina mendadak saja sakit pada kemaluan dan mengeluarkan ulat berwarna putih yang berjumlah begitu banyak.
Apa terjadi pada Aina?
mengapa mendadak saja Aina menderita penyakit seperti itu?
ikuti terus kisah mereka di cerita Novita Jungkook.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31. Wandi lupa
Wandi terdiam kebingungan ketika dia mulai menyadari bahwa Darno memang telah melakukan perbuatan jahat kepada Aina, perdebatan batin mulai terjadi pada pria ini karena dia ingin memberitahu keluarga Aina namun ada juga rasa bimbang di dalam hati untuk menyampaikan kabar tersebut kepada mereka semua, sebab dia takut bila nanti justru akan dianggap sebagai fitnah.
Tentu orang tua Aina akan menyadari bahwa Wandi ini adalah teman dari Darno itu sendiri dan bila sampai dia berkata buruk tentang Darno maka nanti yang ada timbul prasangka lain, oleh sebab itu Wandi memutuskan untuk diam saja terlebih dahulu tidak ada berbicara kepada orang yang dia butuhkan.
Padahal dirinya sudah sangat menggebu ketika tadi tidak sengaja mendengar percakapan Darno dan juga Katiyem, prasangka dia tentang Darno yang sudah menyantet Aina tentu saja semakin tinggi karena ketika selesai curhat saat itu maka Darno pergi begitu saja untuk menemui seorang dukun yang bisa membuat santet jahat kepada orang lain.
Ini malah dilanda rasa bingung begitu besar karena tidak tahu harus berkata kepada siapa tentang masalah yang sudah dia ketahui ini, meski Wandi juga tidak tahu secara pasti di mana Dukun itu berada tapi yang jelas Darno memang telah menemui seorang dukun untuk membuat Aina tersiksa setelah melakukan perceraian.
Sebab pikiran Darno masih mengarah bahwa Aina telah berselingkuh dengan seorang pria dan kemungkinan saat ini Darno justru menyangka bahwa Wandi adalah selingkuhan sang istri, Wandi sudah agak takut juga karena nanti bisa saja Darno malah membuat santet kembali untuk dia akibat salah paham yang berlangsung terhadap mereka berdua.
Jadi sebisa mungkin Wandi memohon pertolongan kepada Tuhan agar dia mendapat perlindungan dari serangan jahat Darno itu, ini dia memang sengaja ingin memberitahu keluarga Aina agar nanti bila dia juga terkena masalah maka keluarga Aina bisa memberikan solusi kepada dirinya yang telah kena fitnah, tapi Wandi sendiri masih bingung karena takut nanti justru menjadi fitnah yang semakin besar.
"Tapi aku tidak mungkin berbicara langsung kepada mereka." Wandi sungguh bingung dengan ini semua.
"Ya kalau kau memang sudah yakin maka katakan saja tidak perlu merasa ragu." Kevin menatap Wandi.
"Aku sama sekali tidak punya bukti sehingga mana mungkin aku bisa berbicara langsung, mereka tidak mungkin percaya." seru Wandi.
"Kau sendiri sudah mengatakan kalau Darno memang ingin mencari dukun untuk menyakiti Aina, jadi sekarang mari kita lihat bahwa Aina itu juga sudah sedang sakit keras." Kevin juga mulai terbawa emosi.
"Itu memangnya bisa jadi bukti kalau ke Darno yang sudah menyantet dia? mana bisa hal seperti itu dibuktikan dengan tangan kosong." keluh Wandi.
"Ah masalah ini memang sangat rumit karena tidak bisa dibuktikan secara kasat mata, kita juga tidak punya dukun untuk mengatakan kepada keluarga Aina." Kevin ikut bingung.
"Aku justru tidak ingin terlibat terlalu jauh karena bisa saja Darno itu sudah mulai menuduh aku." ujar Wandi.
Kevin terperangah tidak percaya mendengar ucapan Wandi barusan bahwa Darno bisa saja sudah curiga kepada Wandi yang selingkuh dengan Aina, sungguh buruk pikiran Darno sehingga dia tega menuduh teman sendiri telah berselingkuh kepada istri dia, bila orang waras maka tidak mungkin melakukan hal seperti itu dan menuduh sembarangan saja.
"Aina memang sekarang sedang sakit keras namun aku juga tidak tahu pasti dia sakit pada bagian mana, orang kampung sudah membicarakan dia." Kevin berkata pelan.
"Mak Katiyem pasti penyebar utama karena aku sempat mendengar bahwa dia memang merasa sakit hati kepada Aina." Wandi berkata sangat yakin.
"Ini aku baru menyadari kalau memang mereka itu anak beranak sangat jahat sekali." sengit Kevin.
"Darno adalah tipe orang yang tidak pernah bisa menyadari kesalahan dia, padahal kita semua juga tahu kalau ayunan sering membantu dia untuk mencari uang." ucap Wandi.
"Benar, padahal kalau dipikir Aina itu kan anak orang kaya dan saat menikah dengan Darno malah hidup susah seperti itu." Kevin juga setuju.
"Susah kalau punya suami egois dan tidak pernah bisa memahami istri, dia hanya ingin dipahami namun begitu sulit memahami perasaan orang lain." Wandi mengeluh pelan.
"Mungkin sebenarnya juga sudah sangat lelah menghadapi Darno yang seperti itu." tebak Kevin.
Siapa memang yang tidak akan merasa lelah bila memiliki suami yang tidak pernah bisa mengerti tentang perasaan istri, susah payah istri membantu dia untuk mencari tambahan uang namun Darno sama sekali tidak peduli dengan hal itu dan justru merasa bahwa Aina ikut bertanggung jawab untuk mencari uang dalam rumah tangga ini.
"Kalau tidak mari kita main dulu ke rumah Aina." ajak Kevin kepada Wandi.
"Aduuuh!" Wandi membenarkan posisi duduk dia karena memang terasa begitu sakit pada bagian tulang iga.
"Kau Kenapa kok mendadak sakit seperti itu?" tanya Kevin ketika memperhatikan Wandi.
"Entah, perasaan tadi aku cuma jalan-jalan saja tapi setelah pulang malah merasakan sakit yang tidak terkira pada bagian tulang iga ini." Wandi menjawab dengan nada bingung.
Wandi memang sama sekali tidak ingat bahwa dia terkena tendangan maut dari Purnama setelah berusaha melerai wanita itu yang sedang bertengkar dengan wanita lain, tentu saja Wandi sudah tidak ingat karena Arya yang menghentikan atau menghapus ingatan dia.
"Ah kau itu ada saja, apa tidak ingat kena apa malah mendadak sakit seperti itu." Kevin juga bingung dengan Wandi.
"Demi Tuhan aku memang sama sekali tidak ingat, ini saat buka baju malah ada lebam di bagian iga." Wandi berkata dengan nada begitu bingung.
Kevin mendekati Wandi untuk memperhatikan lebih seksama apa memang itu luka lebam yang tengah Wandi derita, dan ternyata memang benar pada bagian tulang iga sebelah kanan ada bekas memar yang cukup parah sehingga wajar saja bila Wandi merasakan sakit tidak terkira dan untuk bergerak juga terasa sulit sekali.
"Ini kalau tidak jatuh maka seperti terkena tendangan orang lah." Kevin memperhatikan dengan seksama.
"Jatuh pun aku rasa tidak, apa lagi sampai kena tendang orang segala." bantah Wandi.
"Ini kalau diukur memang pas seperti bekas kaki manusia yang menendang bagian tulang iga ini." Kevin tetap bersikeras bahwa itu adalah bekas tendangan dari orang.
Wandi berusaha untuk mengingat namun dia sama sekali tidak ingat bahwa yang menendang tulang iga dia itu adalah Purnama, tidak mungkin dirinya bisa mengingat semua kejadian yang sudah berlalu dan Arya juga telah menghapus ingatan itu sehingga dia hanya bisa dilanda oleh rasa bingung yang tidak terkira akan luka yang sedang dia alami tersebut.
Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
semoga ada kemudahan stlh kejadian barusan ,,, bisa melanjutkan perjalanan lg ke padepokan kyai Ahmad
apa cuma perasaanku ya kok sedikit ceritanya 🤭